NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Uncle Noah

Terjerat Cinta Uncle Noah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Si Mujur / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Yang Panjang

Julian benar-benar merasa sial harus berurusan dengan Noah,

"Dasar tidak tau diri aku baru menyelamatkan dia, dia malah asik-asikan pacaran, dan membiarkan aku repot dengan bocah mabuk ini," kata Julian ngomel.

Sambil menggendong Jessica sesekali Jessica ngelantur,

"Hi siapa cowok ganteng ini," Ucap Jessica sedikit ngelantur.

Dan yang paling membuat Julian kesal  adalah Sunak, Sunak tidak menemani Julian mengantar Jessica ke apartemen.

Sunak malah pulang naik taxi dengan alasan dia ada kuliah besok pagi.

Dengan bermodalkan GPS dan panduan dari chatt Noah akhirnya Julian bisa menemukan alamat Jessica.

Dengan Susah payah Julian menggendong Jessica dan akhirnya Julian sampai di depan pintu apartemen Jessica.

Dia sekarang bingung harus bagaimana. karena Jessica malah keasikan tertidur di punggungnya.

"Hi, bangun kau sudah sampai," kata Julian sedikit berteriak.

"Bagus tolong bukakan pintu, aku pusing," ucap Jessica setengah sadar sambil menyebutkannya kode kuncinya.

"Kau bisa melakukanya sendiri?" Tanya Julian.

"Tidak!" Kata Jessica.

"Merepotkan sekali," kata Julian sambil menekan tombol sesuai intruksi dari Jessica.

Klik ... Klik ...

Cekrek ...

kemudian Julian masuk ke dalam apartemen itu masih menggendong Jessica.

Setelah itu Julian menjatuhkan Jessica di atas sofa begitu saja tanpa aba-aba.

"Akhirnya," ucap Julian sambil meregangkan pinggangnya. Namun tiba-tiba Jessica berdiri dan mendekap Julian.

"Aku ingin muntah," kata Jessica.

"Hey, pergi ke kamar mandi," Julian panik mulai berteriak.

"Arghhh"

Namun seketika Jessica  muntah, tangan Julian reflek mentoyor kepala Jessica membuat Jessica terjungkal ke sopa.

"Akh hampir saja," Ungkap Julian lega.

Dia sekarang lega bisa lolos dari hal yang paling menjijikan muntah Jessica, Seketika tubuh Jessica kotor kena muntahannya sediri.

Dia marah-marah sendiri sambil melepaskan pakaiannya.

"Aku mau mandi bau sekali," ucap Jessica sambil sempoyongan berjalan menuju kamar mandi.

Julian yang melihat hal itu tak lupa dia mengawasinya, Jessica membuka keran shower kemudian tertidur di kamar mandi.

"Akh sial," Ungkap Julian. Sambil membersihkan badan Jessica,kemudian menggendongnya dan membaringkannya di tempat tidur.

Sesekali Julian menepuk pipi Jessica memastikan kesadarannya ternyata Jessica masih bisa bangun, "syukur lah dia masih hidup,".

Tiba-tiba saja Jessica memeluknya dan menarik Julian ketempat tidur.

"Temanin aku," katanya sambil mencium Julian. Julian kontan kaget, buru-buru Julian menyingkirkan badan Jessica.

" Gadis gila," Julian agak panik.

Melihat keadaan  Jessica dengan kondisi setengah bugil, Julian segera mencari sesuatu untuk menutupi tubuh Jessica.

"Beristirahat lah dengan demai,"kata Julian sambil menutup tubuh Jessica dengan selimut.

Setelah di rasa aman, dia segera keluar dari kamar itu. Dan menutup pintu itu berlahan, dia takut Jessica akan menyerangnya lagi.

Sepatunya menginjak muntah Jessica,

"Arghh, menjijikan," Entah apa yang merasukinya,  Julian mulai berfikir untuk membersihkan muntahan Jessica yang berserakan di lantai.

Dia dengan suka rela mengepel lantai dan menyingkirkan baju kotor Ninda.

"Kenapa aku harus melakukan ini," Julian sedikit berfikir memaki dirinya sendiri, dia melihat kesekeliling.

"Jangan salah kan aku, kamu membuat ku sangat kesal," Ucap Julian sedikit frustasi.

"Kita lihat nanti, akan sepanik apa diri mu kalau ku buat cerita yang macam-macam," kata Julian lagi sambil meletakkan lap pel itu di tempatnya.

"Aku penasaran, bagaimana reaksi gadis itu saat terbangun nanti. Melihat dia setengah bugil seperti itu," ucap Julian sambil tersenyum jahat, kemudian membuka pintu apartemen itu dan beranjak pergi.

********************************

Noah berada di apartemennya bersama Ninda. Ia menyeduhkan secangkir espresso dan menyerahkannya.

“Minumlah.”

“Terima kasih,” jawab Ninda pelan sambil tersenyum.

“Espresso bisa bikin aku susah tidur, Uncle,” katanya sambil menyeruput.

Noah tersenyum, tatapannya dalam.

“Itu memang niatku.”

Ninda memalingkan wajah, perasaannya mulai tak nyaman.

“Apa Kau selalu terlihat cantik seperti ini?” goda Noah.

“Jangan merayu ku, Aku tak akan termakan rayuan mu Uncle,” jawab Ninda sambil tersenyum.

“Benarkah?” Noah mendekat.

Deg.

Jantung Ninda berdebar saat jari Noah menyentuh rambutnya.

“Kalau begini?” bisik Noah di telinganya.

“Uncle… jangan,” suara Ninda melemah.

Noah mengangkat dagunya, mengecup bibirnya perlahan. Sentuhannya lembut, tak tergesa.

“Kalau malu, kau makin cantik,” bisiknya.

Ia menarik Ninda ke dalam pelukan, mengangkat tubuhnya, membawanya ke kamar tidurnya, lalu membaringkannya di tempat tidur. Ninda tampak gugup, tubuhnya kaku.

“Uncle mau apa?” tanyanya lirih.

“Kita begadang malam ini,” jawab Noah sambil tersenyum.

Ciumannya kembali berlanjut. Noah perlahan menanggalkan gaun Ninda. Tubuhnya yang mulus tersingkap, membuat napas Noah memberat.

“Kau mau melakukannya,?” tanya Noah menatapnya.

Ninda tak menjawab, hanya wajahnya memerah.

Dengan gerakan hati-hati, Noah mendekat.

“Jangan tegang… aku akan pelan.”

Ada sesuatu yang membuat kaki Ninda merenggang,

Malam itu menjadi pengalaman pertama bagi Ninda. Di antara desah dan napas yang menyatu, waktu seakan berhenti hingga akhirnya hanya tersisa kelelahan dan keheningan.

Noah menatap Ninda yang terbaring lemah, air mata menetes di sudut matanya.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya sambil menyeka air mata itu.

Ninda memalingkan wajah, masih terisak. Noah memeluknya, mencium rambutnya.

“Maaf… pasti terasa sakit,” ucapnya lembut.

Ninda mengangguk kecil.

“Aku mencintaimu,” bisik Noah.

1
Evi Lusiana
org luar plgi mntan atlet,mayoritas pcinta sex bebas,kasihan ninda cm d php,
Evi Lusiana
asyik psti puny tmn² yg somplak tp asyik
Evi Lusiana
asta cerdas👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!