Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beijing
Agatha dan tim sudah tiba di China, besok mereka sudah mulai bertanding, berada satu grup dengan korea membuat tim voli putri harus ekstra keras setidaknya berada di peringkat satu atau dua biar bisa lolos ke partai semifinal. Sedangkan tim voli putra digrup yang aman - aman saja. Tetapi tidak boleh lengah.
Sementara Jefry sedang berada di kamarnya di kota Surabaya. Waktu di China sudah jam sembilan malam, berarti di Surabaya jam delapan malam.
"Hai, kenapa sayang. Kok muka begitu sih."
"Kelelahan mas, urusan kita disurabya aman mas?"
"Aman sayang, kamu balik kita ke kesatuan dulu laporan nikah, baru balik lagi ke Surabaya. Tadi mas telepon sama mama dan papa."
"Ngomong apa mas sama mama dan papa?"
"Ada deh urusan mertua dan menantu." Agatha muka cemberut. Jefry tertawa.
Rencananya orangtua Agatha akan sebulan di Surabaya. Papanya mengambil cuti, demi mengantar buah hati mereka ke Altar. Jefry sudah menyiapkan rumah buat mereka. Kejutan yang dirasakan keluarga Agatha adalah, orangtua dari mamanya mau menghubungi mama dan papa Agatha. Selama ini, mamanya hanya berkomunikasi dengan kakak tertuanya dan istrinya. Dan rencana mereka juga mau ada dalam pernikahan cucu yang tidak mereka akui, karena sangat marah kepada mamanya Agatha.
Tim Voli putra dan putri masuk ke final. Agatha dan teman - temannya sudah berada di lapangan. Tim putra sudah membuktikan kemampuan mereka, wah mereka adalah raja asian, sedangkan hari ini Agatha dan teman - teman harus berjuang agar tropi putra dan putri bisa dibawa pulang.
Ketika Agatha sedang pemanasan, Meli teman satu timnya membisikan sesuatu ke telinganya. Agatha menengok ke tribun penonton yang sudah ramai, disana ada sosok yang dia cintai Jefry Xaverius Wibowo. Agatha tidak menyangka bahwa di tengah kesibukannya dia menyempatkan diri memberi semangat buat dia. Agatha menghampiri disisi sebelah kiri. Jefry tahu bahwa Agatha mau mendekatinya. Dengan senyumannya dia turun ke bagian bawa.
"Berikan berkat buatku mas." Jefry pun berdoa dan mencium kepala pacarnya, memeluknya dengan erat.
"Semangat sayang, mas tahu kamu pasti bisa. I love you." Jefry memberi ciuman di bibir Agatha dan mengusap bekas ciuman itu. Semua mata memandang kepadanya, Asia tahu siapa Jefry atlit renang yang memegang medali emas baik di tingkat Asia bahkan dunia juga. Terdengar riuh tepuk tangan meriah, karena salah satu kamera mengarah kepada pasangan ini, dan tertangkap dilayar besar. Muka Agatha sudah memerah, dia kembali ke timnya dan Jefry kembali ke bangku penonton.
Meli langsung memeluk rekannya ini, yang dia sudah anggap seperti adek.
"Merah amat dek."
"Malu mba."
"Ngapain malu, lagian ngak mungkin terlewat wartawan juga, sejarah Jefry juga berprestasi."
Pertandingan alot dan rapat mewarnai permainan tim voli putri Indonesia melawan tuan rumah. Sangat jual beli serangan. Smas tajam dan menungki dari Agatha setelah mendapat umpan manis dari Meli mengakhiri pertandingan yang berlangsung hampir tiga jam ini. Karena kesalahan dari atlit China.
Sukacita terbesar yang dirasakan tim bola voli putri Agatha dan Meli saling berpelukan, Agatha menangis dalam pelukan Meli diikuti oleh pemain lain, pelatih, bahkan alit putra yang berada dilapangan.
"Terima kasih mbaku, upan yang bagus. Ini kado terindah sebelum pernikahanku."
"Kamu mau menikah sayang?"
"Iya mba di Surabaya. Undangannya nanti aku kirim ke semuanya." Meli kaget dia mencium Agatha. Karena selama ini, Agatha tidak perna cerita. Agatha memeluk Mba Meli. Dia tahu bahwa Meli jatuh cinta kepada Daniel, namun Daniel lebih melabuhkan cintanya kepada Agatha, yang sedari awal hanya mengangap Daniel itu seperti kakak. Karena dia tahu mba Meli jatuh cinta kepada Daniel. Agatha perna tidak sengaja membaca diary mba Meli dan melihat foto kebersamaan mereka.
Jefry sudah berada di lapangan. Dia langsung memeluk Agatha disamping lapang.
"Kamu hebat sayang."
"Terima kasih mas."
Sementara di pojokan sana. Daniel hanya tersenyum dalam luka hati. Melihat kebersamaan itu. Mencintai seorang diri.
"Buka hati bro??? Kamu juga harus bahagia."
"Aku bahagia kok, melihat dia bahagia."
"Mau menikah tuh?"
"Aaaaa menikah!!!!"
"Ya, semua teman - teman sudah tahu, baru saja."
"Cepat amat nih kapten. Takut amat."
"Buka hatimu, lihat banyak yang suka sama kamu, hanya ngak peka aja." Tidak sengaja air mata Daniel sedikit keluar. Dia mendekat kearah Agatha dan Jefry. Hari ini upacara penutupan akan dilakukan bagi tim putra dan putri. Panitia sementara menyiapkan.
"Selamat dek." Daniel mengusap kepala Agatha, Jefry hanya tersenyum, namun hatinya sakit, melihat gelagat Daniel yang mengusap rambut dan langsung memeluk Agatha. Namun dia tahan. Tangannya sudah berbentuk kepalan.
"Terima kasih mas Dan." Daniel tersenyum. Hati Jefry kembali memanas waktu mendengar pacarnya memanggil Daniel mas. Namun dia kontrol perasaannya. Pemberian hadiah pengalungan medali sudah diberikan. Tropi bergensi sudah diberikan. Indonesia berpesta menyandingan dua tropi.
Jefry menginap dihotel tempat tim Indonesia. Dia sudah mengirim pesan kepada calon istrinya agar menemui dia di kamarnya. Tadi pulang pertandingan Agatha bersama tim. Dan itu dihargai oleh Jefry. Pintu kamar Jefry berbunyi. Dia tersenyum waktu mengintip di pintu bahwa yang datang Agatha dengan membawa baju ganti dia tahu bahwa calon istrinya ini mau numpang mandi. Karena di kamarnya mba Meli sedang mandi duluan, Agatha tidak mau membuat Jefry menunggu. Pintu dibuka, Jefry langsung memeluk Agatha.
"Mas, adek masuk dulu."
"Aku ngak mau dipanggil mas."
"Kenapa???"
"Ngak mau sama dengan Daniel."
"Mas......" Jefry sudah menutup mulut Agatha dengan bibirnya.
"Ganti dek." Jefry sudah mengangkat tubuh Agatha dan dibanting diatas tempat tidur.
"Sayang maunya dipanggil apa?" Jefry menatap Agatha dengan senyuman liciknya.
"Beb, gimana?? Tetapi masa didepan pimpinan, aku manggil beb."
"Kenapa ngak???"
"Mas aja lebih romantis."
"Baru panggil Daniel mas juga." Agatha memegang muka Jefry dan dia menyium lebut bibir calon suaminya.
"Cinta ade hanya buat mas." Muka Jefry berubah senang. Dia langsung memeluk erat Agatha.
"Malam ini tidur disini sama mas."
"Mas, nanti apa kata orang."
"Peduli amat. Hanya pelukan. Kalau ade ijinkan bisa lebih mas suka."
"Dasar mesum. Ade mandi dulu."
Suara handphone Agatha berbunyi dari Meli teman satu timnya. Jefry membawa handphone ke kamar mandi. Agatha menyampaikan bahwa dia mau bersama dengan Jefry calon suaminya. Teman - teman mengajak untuk jalan - jalan dan makan bersama. Namun Agatha lebih memilih bersama calon suaminya.
"Urusan penting apa dek?"
"ngajak kuliner bareng mereka. Ade memilih sama mas." Jefry tersenyum. Dia memeluk Agatha yang sudah mandi dan cantik serta harum.
"Kita jalan - jalan aja. Cari makan berdua."