NovelToon NovelToon
Falling In Love Again After Divorce

Falling In Love Again After Divorce

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Cerai / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Demar

Sean Montgomery Anak tunggal dan pewaris satu-satunya dari pasangan Florence Montgomery dan mendiang James Montgomery yang terpaksa menikahi Ariana atas perintah ayahnya. Tiga tahun membina rumah tangga tidak juga menumbuhkan benih-benih cinta di hati Sean ditambah Florence yang semakin menunjukkan ketidak sukaannya pada Ariana setelah kematian suaminya. Kehadiran sosok Clarissa dalam keluarga Montgomery semakin menguatkan tekat Florence untuk menyingkirkan Ariana yang dianggap tidak setara dan tidak layak menjadi anggota keluarga Montgomery. Bagaimana Ariana akan menemukan dirinya kembali setelah Sean sudah bulat menceraikannya? Di tengah badai itu Ariana menemukan dirinya sedang mengandung, namun bayi dalam kandungannya juga tidak membuat Sean menahannya untuk tidak pergi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Kepindahan

Rumah sederhana Ariana di pinggir kota itu kini lebih sunyi dari sebelumnya. Aroma kue yang biasanya menguar dari dapur sudah berhenti. Tak ada lagi suara oven berdenting atau Risa yang berlarian kecil membawa loyang sambil tertawa. Semua harus berhenti sejak dokter memutuskan Ariana harus bed rest total.

Ariana duduk di sofa bersama dengan Risa dengan ponsel di genggaman tangannya. Jari-jarinya ragu-ragu mengetik kalimat terakhir di akun TokTok jualannya, @kueMbakAri.

"Terima kasih untuk semua pelanggan setia. Untuk sementara, order ditutup karena alasan kesehatan. Semoga kita senantiasa sehat selalu dimana pun berada. Salam hangat, Mbak Ari."

Risa yang duduk di sampingnya langsung menghela napas panjang. “Mbak Ari, serius? Ditutup total?”

Ariana tersenyum, walau bibirnya berat. “Iya Ris, dokter suruh Mbak banyak istirahat. Kalau terus begini, Mbak bisa membahayakan bayinya. Mbak nggak boleh egois, nanti kalau Ade Bayi sudah lahir Mbak bisa jualan lagi seperti dulu.”

Risa menatap layar ponselnya, wajahnya murung. Ia lalu mengetik sesuatu cepat-cepat, dan tak lama kemudian akun TokTok itu benar-benar hilang dari daftar pencarian. “Sudah, Mbak. Aku tutup permanen.”

Ariana menoleh kaget. “Ris! Kenapa ditutup permanen? Kan bisa balik lagi nanti.”

Risa cemberut, suaranya bergetar. “Aku takut kalau ada yang pesan, Mbak jadi kepikiran. Mbak Ari selalu nggak enakan kalau ada yang minta. Jadi lebih baik aku hapus sekalian. Nanti kita bisa buat lagi kalau Mbak mau fokus jualan lagi.”

Ariana terdiam sejenak lalu meraih tangan Risa, menggenggam erat. “Terima kasih, Ris. Kamu udah peduli banget sama Mbak.”

Risa menunduk, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. “Aku cuma nggak tega, Mbak. Apa lagi waktu itu sempat ada tetangga yang melihat seseorang marah-marah di depan rumah Mbak. Mungkin mereka melihat dari video TokTok ini. Maafin Risa ya Mbak, kalau saja Risa nggak kekeh untuk buat akun waktu itu mungkin Mbak nggak akan diganggu sama orang jahat itu.”

Ariana tersenyum menenangkan lalu membawa Risa ke dalam pelukan. “Nggak apa-apa Ris, ini semua sudah takdir. Mbak nggak suka menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Itu malah bikin kita semakin sakit, lebih baik kita fokus ke masa depan. Mbak yakin nanti pasti ada rejeki lebih yang datang dari arah lain meski Mbak nggak jualan kue lagi.”

“Mbak emang baik banget, kalau sudah dewasa aku mau jadi seperti Mbak Ari.” gumam Risa dalam pelukan Ariana.

‘Jangan jadi sepertiku Ris, dunia terlalu kejam jika anak semanis kamu harus mengalami apa yang Mbak rasakan.’

Keesokan harinya, Ariana berangkat ke bank dengan mobil yang ia pesan secara online. Tidak menggunakan motor karena perutnya sudah semakin besar. Perutnya yang makin besar membuat langkahnya lambat saat memasuki gedung mentereng itu. Pendingin ruangan langsung menyambut, bertolak belakang dengan panasnya matahari di luar.

Ia duduk di kursi tunggu, menunduk sambil mengelus perut. Dalam hati, ia terus menerus mengucapkan doa agar anaknya lahir dengan selamat.

“Nomor antrean 8.”

Ariana berjalan pelan menuju meja teller.

“Selamat siang, Ibu Ariana,” sapa teller setelah nomornya dipanggil.

Ariana tersenyum tipis. “Saya mau cek deposito saya.”

Beberapa menit kemudian, buku tabungan dan lembar laporan saldo berpindah ke tangannya. Angkanya masih sama sejak ia menjadi istri Sean. Uang itu dulu ia sisihkan diam-diam dari jatah bulanan dan hadiah dari James, almarhum mertuanya. Tentu Ariana takut suatu hari kehidupannya berubah.

Hari itu, ia bersyukur pernah berjaga-jaga. Jumlahnya cukup untuk biaya hidup beberapa tahun ke depan, bahkan untuk membesarkan seorang anak. Namun Ariana tahu, uang itu bisa habis. Ia tetap harus berhemat dan tidak berfoya-foya.

Saat ia keluar dari bank, sinar matahari menyilaukan. Di seberang jalan, dua pria betubuh besar berpakaian hitam berdiri dengan sikap kaku dan kacamata gelap yang menutupi wajah mereka. Ariana menelan ludah, detak jantungnya menjadi lebih cepat.

Mereka tidak bergerak mendekat, hanya menatap ke arahnya. Salah satu dari mereka bahkan menyentuh alat komunikasi di telinganya. Ariana semakin takut, cepat-cepat masuk ke dalam taxy yang sudah menunggunya di depan Bank.

Selama perjalanan pulang, ia terus menoleh ke kaca belakang. Tidak ada yang mengikuti. Namun rasa was-was tetap tidak hilang.

‘Siapa mereka? Apa aku sedang diawasi?’

Pagi itu Ariana duduk di kursi taman mungil di depan rumah, selang air di tangannya menyirami bunga-bunga mawar yang baru saja bermekaran. Risa ikut membantu, meski lebih banyak membasahi sepatunya sendiri hingga Ariana tak kuasa menahan tawa.

Tiba-tiba pagar berderit. Bu Ajeng masuk sambil membawa kantong kertas berisi roti. “Ariana, Ibu bawakan roti hangat untukmu. Kamu pasti belum sarapan, kan?”

Ariana tersenyum, menerima kantong itu. “Wah, Ibu tahu saja. Terima kasih ya Bu, ini pasti enak.”

Namun ekspresi Bu Ajeng berbeda hari itu. Ada keraguan di wajahnya, seperti seseorang yang menyembunyikan kabar berat. Ia menarik napas panjang sebelum duduk di kursi sebelah Ariana.

“Ada apa, Bu?” Ariana bertanya, menyadari sesuatu yang janggal.

Bu Ajeng akhirnya bicara dengan suara lirih. “Ariana…, Bapaknya anak-anak dipindah tugaskan lagi ke Kalimantan. Izin pindah tugas Bryan juga akan segera berakhir, dia juga harus kembali ke Kalimantan.”

Ariana tertegun. “Terus…, apa Ibu dan Risa ikut?”

Bu Ajeng mengangguk, “Setelah berdiskusi panjang kami memutuskan untuk ikut pindah. Kesehatan Pak Faisal tidak terlalu baik akhir-akhir ini, tidak mungkin Ibu membiarkannya sendiri. Terpaksa Risa harus pindah sekolah ke sana.”

Risa langsung menubruk Ariana, memeluk perut besarnya dengan air mata mengalir. “Mbaaak! Aku belum sempat gendong dedek bayi nanti. Kenapa harus pindah sekarang?”

Ariana mengusap rambut Risa, matanya ikut berkaca-kaca. “Ris, kamu tetap bisa telepon Mbak setiap hari. Nanti kalau kamu libur sekolah, Mbak janji kamu bisa video call atau datang kesini saat libur sekolah.”

Risa mendongak, masih dengan air mata membasahi pipinya. “Tapi aku mau main sama Mbak setiap hari.”

Ariana tidak bisa berkata-kata.

Bu Ajeng menyeka sudut matanya, lalu berbicara dengan suara lembut. “Ariana, maafkan Ibu. Ibu sebenarnya tidak tega meninggalkan kamu tapi keadaan memaksa.”

Ariana menatapnya penuh tulus. “Bu Ajeng, jangan minta maaf. Apa yang Ibu lakukan sudah benar, keluarga harus jadi nomor satu. Ari sangat berterima kasih selama ini Ibu dan keluarga sudah banyak membantu. Tanpa kalian, saya mungkin tidak akan sekuat sekarang.”

Suasana hening, hanya isak Risa yang terdengar. Sesekali Ariana menyeka air mata yang perlahan turun membasahi pipinya. Rasanya terlalu berat untuk berpisah dari orang-orang yang sudah ia anggap keluarga dan menyayanginya dengan tulus. Tapi ia tidak boleh egois.

Malamnya setelah semua orang pulang, Ariana duduk sendiri di sofa. Tadinya ingin menikmati angin malam di teras. Tapi dalam pikirannya masih terbayang dua pria berbaju hitam di depan bank. Rasa takut itu belum hilang.

Ia memeluk perutnya, mengelus lembut.

“Mama nggak sabar ketemu kamu tujuh minggu lagi, Nak,” bisiknya. “Kita mungkin harus belajar lebih mandiri lagi. Tapi Mama janji, kamu nggak akan kekurangan kasih sayang.”

Setelah Risa dan keluarganya pergi, ia benar-benar hanya punya dirinya sendiri dan bayi dalam kandungannya.

Dan di tengah kesunyian itu, Ariana menguatkan hatinya. Apa pun yang terjadi, ia akan bertahan.

1
Sherly Vi
👍👍👍
Irma Luthfah
hmmm... terkadang orang jahat berasal dari orang baikk.. seperti florence ini. dia asal nya baikkkk tapi sayang dapat suami speak iblis kaya james. dan yah florence sekarang mengimbangi james yg iblis itu dengan menjadi Ratu nya Iblisss
Sri Widjiastuti
si Robert cerita fakta terbalik ke Brian... sdhlah.. 👍👍
Sri Widjiastuti
blm tau ibunya diculik??
Sri Widjiastuti
yg punya nama juga alm suaminya tuh, sampe segitunya si Florence
Sherly Vi
👍👍👍👍
Sri Widjiastuti
sok2 an ini bocil pingin tau markas🤣🤣dikira markas nya tahu bulat??
Sri Widjiastuti
ibu tp otaknya sengkleh nii
Ra~~~~~
Selingkuh Ajlh Kau Pak Faisal Dari Bu Ajeng Si Wanita Jalang Upik Abu Ituu, Gamalu Apa Nikah Sm Jalang? Ap Mgkin Pak Faisal Pun Sm Sm Puny Dosa Cem Si Bu Ajeng Wanita Jalang Upik Abu Ituu 🤣
Ra~~~~~
Cihh Emg Wanita Jalang Kau Ajeng PGN Kuludahi Mukakny Ituuu, Bnyk X Dosa Kau Itu Ajeng Gada Otakmu Untuk Bertobat Ya
Sri Widjiastuti
pdhal yg buat Montgomery berjaya juga sean, si ibu tinggal duduk manis tinggi hati
Sherly Vi
👍👍👍
Sri Widjiastuti
waduhhh
Sri Widjiastuti
duh ibu Florence dr kelas atas jd sakit jiwa ni
Sri Widjiastuti
ikut pindah bu ajeng mungkin ya??
Sri Widjiastuti
tambeng ni ariana
Sri Widjiastuti
aduh punya HP g dipake?? tlp bu ajeng dong. mintol
Sri Widjiastuti
g mikir kamu Sean. klo bisa bikin celaka ariana, Clarissa sdh gila🤣🤣
Sri Widjiastuti
bahaya emang sendiri klo hamil besar... diganggu ulet model clarissa🤭
Sri Widjiastuti
semangat2 u ibu hamil ariana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!