Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAWARAN
"Mau!" ujar Kya sembari menyodorkan tangannya pada Justin seolah dia setuju bergabung dengan proyek yang akan digagas oleh pemuda itu.
"Cih," Justin tersenyum sinis melihat uluran tangan Kya, namun menyambutnya juga. Nih bocil memang sangat menggemaskan. Justin mengakui itu, pasca patah hati, sepertinya Kya lebih open minded dan easy going dalam menjalankan hidup. Mungkin setiap langkahnya berharap melupakan harapan menjadi Nyonya Bagas.
Kini dia bersiap menjadi anak buah Justin kembali dalam bidang investasi emas. Jadi Justin membuat toko jual beli dan pegadaian emas batangan 24 karat. Mulai dari gramasi kecil sampai gramasi besar itulah produk emas yang dirancang Justin. Dia hanya butuh Kya untuk membangun bisnis ini. Konsep dasar ia bangun dengan bertukar pikiran dengan Kya.
Sering kali dia meeting di cafe atau restoran untuk memantapkan bisnis ini. Tentu saja ini adalah pengalaman pertama bagi Kya menjadi founder suatu bisnis. Sejak awal Justin sudah mengira, Kya adalah anak muda yang gampang sekali diajak maju. Pikirannya main bila diajak diskusi berbau bisnis. Padahal latar belakang orang tuanya malah abdi negara dan pekerja kantoran saja, tapi soal ide, ketegasan dan analisis dalam usaha Kya sangat pintar.
Apalagi soal kejulidan, Kya akan memikirkan halangan-halangan kecil yang bisa saja muncul dalam bisnis ini, sehingga Justin sangat terbantu dengan pemikiran Kya. Ditambah latar belakang pendidikan Kya DKV (desain komunikasi visual) sehingga sangat cocok dengan trend dalam memanfaatkan media sosial pula.
"Bang, aku sholat dulu!" pamit Kya pada Justin, baru juga sampai belum diskusi Kya harus pamit untuk melaksanakan kewajibannya sebagai muslimah, setelah setengah hari berkutat dengan skripsi jadi belum sempat sholat maupun makan siang. Justin sempat melongo tapi mengangguk juga. Lelaki itu melihat punggung gadis itu menuju musholla cafe dengan senyum tipis.
Justin menunggu sembari membuka gambar desain interior yang sudah diselesaikan Kya. Justin menyerahkan soal interior gedung pada Kya, sedangkan urusan rincian dana 80% dihandle Justin, 20% hasil diskusi dengan Kya.
"Emang gedungnya sudah dibangun, Bang?" tanya Kya yang tahunya masih belum dibangun dan masih berupa tanah lapang.
"Sudah! Hasil warisan kakek buat aku, makanya aku hanya butuh desain interiornya saja. Bukan desain bangunan!"
"Bangunannya bekas apa?"
"Toko baju, salah satu bisnis yang dikembangkan Kakek!" Kya mengangguk saja. Sudah tahu bagaimana latar belakang keluarga Justin yang memang punya gurita bisnis. Sehingga, otaknya tak bakal diam, selalu saja ada inovasi pengembangan bisnis.
Alasan Justin memilih bisnis jual beli dan gadai emas karena dalam keluarganya belum ada yang mengambil bidang ini. Kakaknya mengembangkan start-up ecommerce, sedangkan keluarga besar mayoritas ke properti dan kontraktor. Justin tak mau ribet dalam membuat bisnis, ia hanya mengandalkan toko fisik, dan media sosial saja, just it. Bayangan dia sesimple itu untuk bisnis, mungkin hanya dirinya yang menyimpang dari darah keluarga, dari dulu ia minat ke kedokteran sebenarnya, hanya saja dominan keluarga yang mengharuskan dia mengambil jurusan manajemen dan bisnis, jadi mau tak mau dia pun mempelajari hal itu.
Justin dan Kya pun selain mengurus legalitas badan usaha, juga mulai bertemu dengan Tante Justin yang menghandle jasa interior, sehingga bagi Justin termasuk hemat budget, lumayan lah diskon harga keluarga.
"Kamu pacaran sama Kya?" tanya Tante Michelle adik papa, yang beberapa kali bertemu Justin dan Kya soal interior toko emas milik Justin.
"Enggak, kita hanya rekan kerja saja. Kenapa?"
"Yakin? Tante melihatnya kamu beda sih sama Kya."
"Perasaan Tante saja," jawab Justin cuek. Sedangkan Olivia kebetulan sedang menyuapi putrinya hanya tertawa saja, sejak Kya magang sudah ada kabar burung yang masuk ke telinga Olivia bahwa Justin naksir Kya. Cuma ya gitu deh, wajah datar Justin merobohkan prediksi orang-orang.
"Kalau sekedar naksir sih gak masalah, tapi kalau sampai lanjut itu yang bahaya."
"Justin sadar diri, Te. Oleh sebab itu pure profesional aja."
Tante mengangguk paham, beliau teringat dengan suaminya yang harus log out dari agamanya, ada perasaan bersalah telah mengambil sang suami dari Tuhannya hanya demi cinta, tapi kembali lagi soal keyakinan adalah hak pribadi masing-masing.
Sekarang kalau sudah berinteraksi dengan Kya, siapa yang gak jatuh hati padanya. Dia adalah seorang gadis, baik, cerewet, kerja cerdas, dan juga tak pernah meninggalkan kewajibannya sebagai muslimah, yah meski belum berjilbab juga. Namun, Justin tidak mau melibatkan perasaan saat dekat dengan Kya. Ia sadar bahwa Kya pasti patuh sekali dengan ajaran agamanya, begitu juga dengan Justin. Jadi lebih baik, bekerja tanpa melibatkan perasaan.
Menurut Tante Michelle, Kya memang gadis yang cocok mengimbangi Justin. Cueknya Justin bisa luluh di hadapan Kya. Pernah, Tante Michelle memberikan pertimbangan tentang ruang VIP, pendapat Justin dan Kya berbeda, Kya mendengar penjelasan Justin, setelah itu dia mengutarakan alasannya tanpa suara tinggi. Sangat sistematis dan detail, sehingga Justin tak perlu berpikir lebih, langsung bilang sesuaikan dengan saran Kya aja, Te!
Dari situ Tante Michelle merasa wow sekali, ada seorang perempuan yang bisa mematahkan pendapat Justin. Hello, keluarga besar pun dulu hampir tidak bisa membujuk Justin untuk tidak masuk ke kedokteran, tapi begitu ancaman papanya bilang Kalau mau masuk kedokteran bayar sendiri, pembagian deviden saham atas nama kamu stop juga. Dengan alasan itu, barulah Justin mau kuliah dengan jurusan manajemen bisnis. Tapi lihatlah sekarang dia bisa luluh pada pesona Kya, entah apa yang sudah diperbuat Kya sehingga seorang Justin bisa luluh.
Interior setiap ruangan mulai dikerjakan, kadang Justin ikut terjun, kadang berdua dengan Kya bila tak ada jadwal bimbingan. Tentunya, setiap detail interior pastinya Kya yang mendominasi, dan Justin mengangguk saja. Kata tim Tante Michelle ini yang punya toko Kya atau Justin sih.
Beruntung Kya tahu batasan, saat urusan interior dia memang mendominasi, karena Justin menyerahkan dia untuk menghandle area itu, tapi bagian lain Kya tidak terlalu seperti halnya kerja sama pada brand-brand emas, dan juga alat-alat pendeteksi kemurnian logam serta fasilitas lain, murni Justin. Begitu tentang karyawan, Kya baru vocal lagi. Pengalamannya menjadi anak buah, dia harus menomor satukan pelayanan dan attitude anak buah. Apalagi ini ada kaitannya dengan pelayanan terhadap customer, Kya sangat detail tentang aturan pegawai dan attitudenya.
Bahkan soal seragam pegawai pun Kya yang memutuskan soal seragam. Baginya, jadi karyawan itu harus sopan, bisnis ini jual beli emas bukan jual diri, sehingga soal make-up, pakaian disesuaikan dengan standar pegawai di outlet brand-brand fashion di mall saja.
"Cantik, pintar, bijak, tapi tak bisa dimiliki," begitulah kalau Justin memuji Kyara.