NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Pak Wisnu Meninggal

Keesokan harinya dirumah orang tuanya Bu Wati terasa lebih sepi dari biasanya..

Zahra dan Genta pagi-pagi sekali sudah berangkat kerja..!!

Pagi baru saja lewat ketika seorang perempuan tak dikenal datang ke depan rumah, pakaiannya sederhana, wajahnya terlihat sopan, ia mengetuk pintu dengan hati-hati.

Bu Wati membuka pintu.

“Ibu Bu Wati?” tanya perempuan itu.

“Iya, ada apa ya?” jawab Bu Wati

“Saya dari pihak kelurahan, ada data bantuan sosial yang belum lengkap, katanya harus ke orang nya langsung” ucapnya cepat

Bu Wati sedikit terkejut.

"Data untuk bantuan sosial, maaf keluarga kami memang tidak pernah dapat dan saya bersyukur karena keluarga kami masih bisa tanpa bantuan itu" ucap Bu Wati

“Tidak apa-apa, Bu sekali-kali dapat bantuan sosial dan kami perlu memastikan data keluarga ibu, boleh saya masuk sebentar?” ucap perempuan itu sambil tersenyum

Bu Wati ragu sejenak, lalu mengangguk, ia tidak melihat alasan untuk curiga..

Di ruang tamu, perempuan itu bertanya banyak hal, tentang Zahra, tentang suaminya, tentang pekerjaan dan tentang kondisi ekonomi keluarga..

Bu Wati menjawab seperlunya, hatinya tidak nyaman, tapi ia menahan diri.

“Zahra kelihatannya bahagia ya, Bu,” ucap perempuan itu seolah basa-basi.

Bu Wati tersenyum kecil.

“Kami hanya ingin dia baik-baik saja.”

Perempuan itu mengangguk, ia berdiri. “Terima kasih waktunya, Bu, nanti kalau ada yang kurang, kami hubungi lagi.”

Setelah ia pergi, Bu Wati menutup pintu perlahan, ada perasaan tidak enak yang tertinggal, tapi ia mengabaikannya.

Ia tidak tahu, kunjungan itu hanya pengalih perhatian.

Di waktu yang hampir bersamaan, di ujung gang yang sama, seorang pria berdiri dekat tiang listrik, ia mengenakan topi dan jaket, tangannya cekatan, ia membuka kotak meteran listrik rumah Bu Wati.

Ia sudah diberi arahan, ia tahu apa yang harus dilakukan dan ia tidak berpikir panjang.

Ketika api kecil pertama muncul, ia sudah pergi

Dan bapak nya Zahra pak Wisnu sedang duduk di ruang tengah, ia baru saja selesai salat, televisi menyala pelan, ia sendirian di rumah..

Ia mencium bau aneh, awalnya ia mengira dari dapur, lalu lampu berkedip, suara letupan kecil terdengar..

Api menjalar cepat, pak Wisnu berdiri panik, ia mencoba mematikan aliran listrik tapi api sudah terlalu besar, asap memenuhi ruangan, ia mencoba menyelamatkan sang istri yang sudah lemah karena terkena asap..!!

"Ayo Bu keluar dari sini terlebih dahulu" ucap pak Wisnu kepada istrinya

"Lewat sini Bu, sebelum api nya membesar kearah sini" pak Wisnu langsung mendorong istri nya keluar..

"Pak cepat keluar juga" teriak Bu Wati yang sudah bisa keluar

"Tolong... Tolong..." Bu Wati berteriak meminta bantuan

Pak Wisnu terbatuk, matanya perih, ia mencoba keluar, tapi api menghalangi jalur..

Tetangga mulai berdatangan dan berteriak

"Api! Kebakaran!”

Beberapa orang berlari membawa air, ada yang memanggil pemadam kebakaran..!

Pak Wisnu terjatuh dan api menyentuh tubuhnya..

Ia berteriak, lalu suaranya hilang tertelan asap...

"Bapak" teriak Bu Wati dan Bu Wati ingin masuk kembali kedalam akan tetapi dihalangi oleh tetangga-tetangga nya..!

"Bu api sudah membesar seperti itu" ucap salah seorang tetangga Bu Wati

"Tapi suamiku masih di dalam" Bu Wati menangis histeris

"Kami paham Bu, kami akan berusaha untuk menyelamatkan pak Wisnu" ucap warga

Ketika pemadam datang, rumah itu sudah setengah hangus..

Pak Wisnu ditemukan dalam kondisi kritis, tubuhnya terbakar parah, ia masih bernapas, tapi sangat lemah dan ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat..

Bu Wati datang dengan langkah gemetar, wajahnya pucat dan tangannya bergetar.

“Pak… Pak…” suaranya pecah saat melihat suaminya di atas ranjang dorong..

Zahra dihubungi, telepon itu membuat dunia Zahra runtuh seketika.

Di rumah sakit, bau antiseptik memenuhi udara..

Zahra datang dengan langkah tidak seimbang, Genta menggenggam tangannya erat..

Ibunya menangis di sudut lorong, Dokter keluar dengan wajah serius..

"Kondisinya sangat kritis, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyelamatkan suami ibu" kata dokter itu..

zahra berdiri terpaku, matanya kosong, melihat ayahnya terbaring tak berdaya di balik kaca ICU..

Tubuh yang dulu kuat, tangan yang dulu menggenggam sepedanya saat ia kecil, kini penuh perban.

Zahra tidak menangis, ia tidak bisa, ia hanya menatap..

Jam demi jam berlalu, mesin berbunyi pelan..!

Dokter keluar lagi, kali ini lebih lama.

“Kami mohon maaf, luka bakarnya terlalu parah, organ-organ vitalnya tidak bertahan.” ucapnya

Bu Wati jatuh terduduk, Zahra tidak bergerak..! Genta memeluknya..

"Mohon maaf, kami tidak bisa menyelamatkan pak Wisnu…” ucap dokter

zahra akhirnya menangis, tangis yang tidak bersuara, air mata jatuh tanpa isak, tubuhnya gemetar, ia memeluk ibunya.

"Bu… bapak…” hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Berita itu sampai ke telinga Bu Ratna malam harinya..

Ia sedang duduk di ruang makannya, telepon berdering, ia mendengarkan, lalu tersenyum.

“Begitu ya,” katanya pelan lalu ia menutup telepon.

Ia duduk diam beberapa saat, lalu berdiri dan menuang teh, wajahnya tenang, tidak ada rasa bersalah, ia hanya merasa satu rintangan telah disingkirkan

***

Pemakaman berlangsung sederhana, hujan turun, Zahra berdiri di samping makam bapak nya

Tanah merah menutup peti, setiap sekop tanah terasa seperti pukulan di dadanya.

Ia teringat suara bapak nya, nasihatnya, doanya.

Kini semuanya diam dan hilang terkubur bersama jasad sang bapak..

Bu Wati berdiri kaku, wajahnya kosong, seolah separuh hidupnya ikut dikuburkan.

Zahra memegang tangan ibunya, tangannya dingin..

Setelah acara penguburan Zahra dan keluarga melihat kondisi rumah mereka yang sudah hancur dilalap api..!

Wulan datang dan memeluk Zahra

"Maaf Ra, gue baru sempet datang"

"Ya gak apa-apa Lan, gue tau lu sibuk" ucapnya lemah

"Untuk sementara waktu kalian tinggal dirumah ku yang lama saja?" Usul Wulan

Zahra, ibu Wati dan Genta saling berpandangan sesaat..!!

"Hayo lah Ra terima! Sudah malam begini kalian mau tinggal dimana,? Kasihan ibu" ucap Wulan lembut

Zahra pun mengangguk, lalu ia pergi bersama Wulan..!

***

Di rumahnya sendiri, Bu Ratna menatap cermin, ia tersenyum tipis, ia berkata pada dirinya sendiri,

“Ini semua demi keluargaku dan ini belum seberapa Zahra"

Ia tidak mendengar tangis Zahra, ia tidak melihat Bu Wati yang kehilangan, ia hanya melihat rencananya berjalan dengan lancar

Dan ia merasa menang, ia tidak tahu, atau tidak peduli, bahwa setiap perbuatannya meninggalkan luka yang tidak bisa disembuhkan.

***

Beberapa hari kemudian, Zahra mulai berubah, ia lebih diam.

Lebih sering menatap kosong, ia menyalahkan dirinya sendiri, ia bertanya pada tuhan.

"Kenapa harus bapak nya dan kenapa secepat itu"

Tidak ada jawaban, hanya sunyi dan tangis nya pecah, lalu ia tertidur, di tengah malam, Zahra terbangun karena mimpi.

Ia melihat api, ia mendengar bapak nya memanggil, ia menangis tanpa suara.

Genta memeluknya., Zahra tidak membalas, ia hanya diam.

__Bersambung__

1
Anonymous
Genta BROT BROT LU BAKAL MENYESAL
Aether
calon calon anak haram itu awokwok
Anonymous
cuih
Anonymous
kayak bahasa AI
Queen_Fisya08: apanya kak ?

tolong di cerna lagi ya kak setiap tulisan saya di novel dan bedakan bahasa Ai atau karangan sendiri!
total 1 replies
Anonymous
dengan siapapun, kok oleh siapapun
Queen_Fisya08: kalau mau tulis pada siapapun! dengan siapapun dan oleh siapapun tergantung bahasa penulis nya ya kak.... maaf loh 🙏
total 1 replies
Anonymous
sebaiknya cepat dimasukkan ke rumah sakit hewan
Anonymous
akhirnya sidang yang berlarut larut berakhir juga
Anonymous
dan ternyata ego+cemburu mu menutup mata mu dan kembali ke ketek emak ya genta..
Anonymous
segera berakhir ya sidang nya
Queen_Fisya08: ya kak gak lama lagi dan Bu Ratna pun akan kena batunya 🙏
total 1 replies
Umi Asijah
lanjut
rian Away
SEMUA NYA AKAN BERHENTI KETIKA KAU MENGHILANG TUA BANGKA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!