NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 7

Fajar di Istana Chiangnang

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah-celah jendela kayu yang diukir indah, membentuk garis-garis emas di atas lantai kamar. Yuhan membuka matanya perlahan. Kepalanya berdenyut hebat, seolah ada ribuan jarum kecil yang menusuk otaknya, efek samping dari penyatuan jiwa dan pembersihan racun semalam.

Ia menoleh ke samping. Di atas ranjang naga yang luas, Mu Lian masih tertidur lelap. Napas pria itu kini terdengar lebih teratur dan berat, tanda bahwa tubuhnya sedang berada dalam fase pemulihan total.

Yuhan duduk, membiarkan selimut sutra merosot dari bahunya. Ia menatap wajah Mu Lian. Tanpa sadar, tangannya kembali terangkat menyentuh bekas luka bakar yang kini tampak sedikit lebih pudar dibandingkan kemarin.

"Kau beruntung aku yang masuk ke tubuh ini, Mu Lian," gumamnya pelan.

Yuhan iseng, dia menyentuh wajah Mu Lian, meneliti dan membayangkan bagaimana wajah suami sah-nya ketika bekas luka bakar itu telah hilang sepenuhnya.

Ia meraih kendi kecil berisi Air Dewa murni dari meja samping ranjang benda yang ia ambil dari dimensinya sebelum tidur tadi malam. Yuhan mengambil sapu tangan sutra putih miliknya, membasahinya dengan Air Dewa, lalu dengan sangat perlahan dan hati-hati, ia mengusap bekas luka di wajah Mu Lian.

Sssss...

Terdengar suara desisan halus saat cairan itu meresap ke dalam jaringan parut. Mu Lian sedikit mengernyit dalam tidurnya, namun tidak terbangun.

Luka ini sudah menahun. Sepertinya pengobatan ini harus dilakukan berulang kali agar kulitnya kembali sempurna, pikir Yuhan.

Setelah selesai, ia turun dari ranjang dengan gerakan anggun dan waspada. "Dayang Nya!" serunya dengan suara rendah namun tajam.

Kriet...

Pintu terbuka dengan bunyi yang pelan. Dayang Nya masuk dengan kepala tertunduk, membawa nampan berisi perlengkapan mandi.

"Siapkan air mandi baru untukku di ruang sebelah," perintah Yuhan. "Dan dengarkan baik-baik, biarkan Pangeran Mu Lian beristirahat di ranjang ini. Jangan ada yang berani membangunkannya. Siapkan makanan paling bergizi dan sup penambah tenaga dalam. Sajikan segera saat dia terbangun nanti."

"Baik, Yang Mulia Maharani," sahut Dayang Nya dengan patuh.

Di dalam ruang mandi, uap air hangat kembali menyelimuti tubuh Yuhan. Saat Dayang Nya membantunya membersihkan diri, menyiramkan air bunga ke punggungnya, pikiran Yuhan melayang kembali ke kejadian semalam.

Ia menyentuh bibirnya sendiri, lalu beralih menatap tubuhnya yang terpantul di permukaan air yang tenang. Sebagai seorang pembunuh bayaran yang ahli dalam anatomi dan pengobatan, ia menyadari sesuatu yang sangat mengejutkan pagi ini.

Tak menyangka... tubuh asli Shen Yuhan ternyata masih suci, batinnya tertegun.

Selama ini, reputasi Yuhan di seluruh negeri adalah seorang Maharani yang cabul, yang menghabiskan malam-malamnya dengan puluhan gundik tampan. Namun, kenyataannya, Yuhan yang asli hanyalah seorang gadis kesepian yang haus akan perhatian. Dia mengumpulkan pria-pria itu hanya untuk menonton mereka menari, bercerita, atau sekadar menemaninya makan manisan. Dia terlalu takut dan terlalu "bodoh" untuk benar-benar mengerti arti hubungan intim yang sesungguhnya.

"Ironis," gumam Yuhan sambil tersenyum sinis. "Dunia menganggapnya pelacur, padahal dia meninggal dalam keadaan tidak tersentuh. Baiklah, Mu Lian... kau adalah pria pertama yang beruntung mendapatkan sisa-sisa kesucian Maharani bodoh ini."

Ketika menyiramkan air ke tubuhnya, Yuhan merasakan sesuatu yang berbeda.

Mungkinkah...

Yuhan mencoba merasakan tenaga dalamnya. Sesuatu yang hangat dan menjalar ada pada tubuhnya. Tubuh ini berhasil membentuk tenaga dalam dan menghasilkan akar kultivasinya. Meskipun lemah, tetapi Yuhan bisa membangun dan melatihnya menuju puncak kultivasi, Immortal. Yuhan masuk ke dalam ruang ajaib miliknya, mengambil 2 bongkahan kecil Batu Suci. Ada seperti sebuah tambang yang menghasilkan Batu Suci di ruang dimensi ajaib milik Yuhan.

Dia berkonsentrasi sejenak, mulai menyerap Batu Suci itu. Yuhan berhasil meraih kultivasi tingkat pertama, Li Dan. Namun yuhan menyadari sesuatu, tidak mungkin tenaga dalam dan akar motivasi tiba-tiba terbentuk jika tidak ada suatu dorongan dan pemicu.

Apakah ini yang dinamakan efek dari berkultivasi ganda, batin Yuhan sambil terkekeh teringat apa yang semalam dia lakukan bersama dengan Mu Lian. sepertinya aku harus sering melakukannya agar kultivasi ini cepat meningkat.

Selesai mandi, Dayang Nya membantu Yuhan mengenakan pakaian kebesarannya. Kali ini, Yuhan memilih jubah berwarna merah darah dengan sulaman benang perak berbentuk bunga plum yang mekar di musim dingin, simbol ketabahan di tengah badai. Rambutnya ditata dengan lebih tegas, tusuk konde panjang yang ia gunakan kini bukan hanya hiasan, melainkan senjata tersembunyi yang siap merobek tenggorokan siapa pun.

TOK... TOK... TOK...

Suara ketukan pintu depan Istana Chiangnang memecah keheningan pagi. Tak lama kemudian, Kepala Kasim seorang pria tua dengan wajah pucat dan mata yang selalu waspada masuk dan memberikan hormat yang paling dalam hingga punggungnya melengkung sempurna.

"Mohon ampun, Yang Mulia Maharani," ucap Kepala Kasim dengan suara melengking. "Para menteri, pejabat tinggi kerajaan, dan para penguasa daerah telah berkumpul di Balai Besar Keharmonisan. Mereka telah menunggu sejak fajar untuk memulai rapat pagi yang tertunda."

Yuhan menatap cermin untuk terakhir kalinya. Matanya berkilat tajam, memancarkan aura membunuh yang ia tekan sedalam mungkin agar tidak meledak terlalu dini.

"Apakah Perdana Menteri Han Tan sudah ada di sana?" tanya Yuhan dingin.

"Sudah, Yang Mulia. Begitu juga Pangeran Kedua Shen Bo dan Putri Kedua Shen Yue. Suasananya... cukup tegang," jawab Kasim itu sambil berkeringat dingin.

Yuhan mengambil kipas sutranya dan melipatnya dengan bunyi cukup yang nyaring.

"Bagus. Aku suka suasana yang tegang," ujar Yuhan. "Ayo berangkat. Mari kita lihat, berapa banyak kepala yang harus menggelinding hari ini agar mereka mengerti siapa pemilik tahta yang sebenarnya."

Yuhan melangkah keluar dari kamarnya. Saat melewati ranjang naga, ia melirik Mu Lian sekali lagi. Pria itu masih terlelap, namun ada rona kesehatan di wajahnya yang kini jauh lebih baik.

Tetaplah di sini dan pulihlah, Pangeran. Biarkan istrimu ini yang membersihkan sampah-sampah di balairung itu untukmu.

Dengan iringan puluhan pengawal dan kasim yang berteriak menyuarakan kedatangannya, Shen Yuhan berjalan menuju Balai Besar. Setiap langkahnya adalah dentum genderang perang. Para pelayan yang berpapasan dengannya gemetar hebat, merasakan perbedaan drastis dari sang Maharani.

Sesampainya di depan gerbang emas Balai Besar, dua pengawal raksasa mendorong pintu berat itu terbuka.

NGIIIIEEEEEKKKK... BRAKK!

Ratusan pejabat yang tadinya sedang berbisik-bisik langsung terdiam. Mereka semua menoleh ke arah pintu. Di sana, berdiri Shen Yuhan, disinari cahaya matahari pagi yang membuat jubah merah darahnya tampak menyala.

"Hormat Yang Mulia Maharani! Hidup Seribu Tahun, Sepuluh Ribu Tahun!" seru mereka serempak, meskipun di dalam hati, banyak dari mereka yang sedang merencanakan cara untuk menggulingkannya hari ini.

Yuhan tidak membalas. Ia berjalan melewati deretan pejabat itu dengan dagu terangkat tinggi. Tatapannya tertuju lurus pada singgasana naga di ujung ruangan, dan pada Han Tan yang berdiri di sisi kanan singgasana dengan senyum licik yang tersembunyi.

Pertempuran yang sesungguhnya baru saja dimulai.

1
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
siapa ini?? jangan bilang itu paksu 🤔🤭
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
pantesnya disiksa ini orang dicambuk terus di kebiri 😤😠
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: nanti jadi Kasim donk🤭🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
semoga pangeran ke-lima yang melesat menyelamatkan Yuhan dan Shen lan melihat sendiri klo suami kakaknya gak lumpuh lagi
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
adohhhh ini pangeran keempat nih gak asik ahhhh jadi ambyarrr kan harusnya romantisan gak jadi deh 🤭😆😆
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah ganggu aja 😌 udah biar aja sih 🤫
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adik kesayangannya itu...
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
waaah hebaaat 💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
udah langsung aja hukum dia 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hmmm apa ada racun atau peletnya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!