NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:69.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Elgard

"Mau kemana kau j*lang?"

Ini kedua kalinya Bianca berhadapan langsung dengan Meriana setelah kemarin dia dihina habis-hanisan oleh wanita itu dan juga teman-temannya.

Bianca terlihat memalingkan wajahnya dengan jengah sebelum ia menatap Meriana kembali.

"Siapa yang kau sebut j*lang?!"

"Tentu saja kau. Wanita yang masuk ke dalam hubungan orang lain tak ada bedanya dengan j*lang!" Meriana tak bisa menahan amarahnya lagi, makanya dia datang menemui Bianca tanpa mempedulikan peringatan dari Kevin.

"Hubungan siapa yang kau maksud? Aku tidak pernah merasa seperti itu!"

"Kau dulu pernah menghancurkan hubunganku dengan Elgard karena pertunangan kalian. Dan sekarang kau mau mengambil Elgard lagi? Jangan pernah bermimpi!"

Bianca mendengus menatap wanita yang terlihat lebih tinggi darinya itu.

"Sepertinya ada yang salah dengan dirimu!" Bianca tak ada waktu untuk meladeni Meriana, dia kembali berjalan melewati Meriana yang menghalangi jalannya.

Tapi Meriana dengan sigap menarik tas yang dipakai Bianca hingga tas itu terlepas dari baju Bianca. Semua barang di dalam tas Bianca terlempar keluar dengan berantakan.

Bianca syok melihat botol sampel parfumnya sampai pecah karena ulah Meriana.

Plak...

Wajah Meriana sampai berpaling karena tamparan yang diberikan Bianca.

"Kau!!" Meriana memegang pipinya yang terasa perih.

Kalau bukan karena parfum itu sangat penting bagi Bianca, dia tidak mungkin melayangkan tangannya pada Meriana. Tapi karena ulah kekasih Elgard itu, kesempatan emasnya yang sudah ada di depan mata hilang dalam sekejab.

"Aku tidak pernah ada hubungan apa pun dengan kekasihmu. Kalau pun memang dia ikut campur ke dalam hidupku, itu murni keinginan dia sendiri tanpa aku memaksanya. Jadi kalau kau datang kepadaku, itu salah besar! Sebaiknya kau jaga kekasihmu itu agar tidak dekat-dekat denganku!" Bianca sebelumnya sudah menduga akan terjadi hal seperti ini kalau Elgard terus berada di sekitarnya.

Meriana terperangah karena perlawanan Bianca. Dia tak menyangka kalau Bianca yang sekarang tak punya apa-apa, Bianca yang manja sejak dulu itu justru melawannya dengan lantang.

Kini dia hanya menatap Bianca yang sedang memungut barang-barang bawaannya tadi. Tapi hidung Meriana seperti mencium aroma yang tidak asing baginya. Aroma wangi yang pernah ia cium tapi entah dimana waktu itu.

Meriana melihat lebih jeli ketika Bianca memungut botol parfum yang isinya hanya tinggal beberapa tetes saja karena semuanya telah tumpah ke lantai.

"Darimana kau mendapatkan parfum itu?" Tanya Meriana karena sekarang dia ingat kalau Elgard pernah menggunakan parfum yang sama.

"Itu bukan urusanmu!" Bianca langsung pergi meninggalkan Meriana yang masih tercengang. Dengan parfum itu, dia menduga kalau hubungan Elgard dan Bianca lebih jauh dari yang ia kira.

Sialnya lagi, sekarang Meriana tak bisa menghubungi Elgard sejak pertengkarannya tadi siang.

Sementara Bianca, dia buru-buru datang ke sebuah restoran yang menjadi tempat dimana Elgard mempertemukannya dengan Roy Moremans.

"Bee!"

Bianca menghampiri Elgard yang memanggilnya dari kejauhan.

"Maaf aku terlambat!"

"Seharusnya kau tidak melarangku menjemputmu Bee!"

"Tadi aku sudah ada di jalan!"

"Ya sudah ayo masuk, Roy sudah menunggu di dalam!" Elgard ingin mengajak Bianca masuk, namun Bianca justru terdiam di tempatnya.

"Kenapa?" Heran Elgard.

Bianca membuka tasnya, menujukkan botol parfumnya yang pecah dan telah ia balut dengan tisu agar sisanya tidak habis semuanya.

"Kenapa bisa begini Bee?" Elgard terkejut melihatnya.

"Tadi Meriana datang menemuiku. Dia marah dan menarik tasku hingga semua barangku jatuh termasuk sampel ini!" Bianca sama sekali tak menyembunyikan tentang kedatangan Meriana dari Elgard. Biar saja dia tau semuanya.

"Ya sudah kita bahas itu nanti, sekarang kita ke dalam dulu. Aku yakin Roy masih bisa melihat sampelmu dari sisa parfum itu!"

"Benarkah?"

"Hmm, aku yang akan bicara!" Elgard meraih pergelangan tangan Bianca dan menariknya ke dalam. Karena rasa gugupnya, Bianca sampai tak sadar kalau Elgard menggenggam tangannya.

"Hay Roy!" Sapa Elgard.

Bianca mengulas senyumnya pada Roy dengan kepala mengangguk kecil. Tapi dalam hatinya, dia bertanya-tanya kenapa Elgard bisa menyapa Roy dengan begitu santai.

"Hay El, ayo duduk!"

"Kenalkan, ini Bianca. Dia yang aku ceritakan padamu!"

"Selamat malam Tuan Roy!"

"Jangan terlalu formal Bianca, panggil namaku saja seperti Elgard. Kami dulu berteman sejak di luar negeri, jadi santai saja!"

"Baik R-roy!" Bianca melirik Elgard yang menahan senyumnya karena kegugupan Bianca itu.

Mareka duduk berita di ruangan VIP dengan meja bundar berukuran cukup besar. Di tengahnya sudah tersaji beberapa makanan yang khusus Elgard pesan untuk Roy dan juga Bianca.

"Tapi maaf sebelumnya Roy, mungkin ini pertemuan pertama yang sangat buruk untuk melihat sampel parfumku. Aku tak sengaja menjatuhkan parfumku hingga pecah seperti ini!" Bianca menujukkan botol parfumnya yang pecah dan hampir habis.

"Oh sayang sekali, itu pasti sangat membuatmu kecewa karena itu adalah karya terbaikmu!" Roy melihatnya dengan prihatin.

"Bolehkah aku melihatnya sebentar?" Punya Roy.

"Tentu saja. Tapi maaf kalau tidak sopan karena ini hanya sisa!"

"Tidak papa!"

Bianca terlihat begitu sungkan karena yang ja dengar, Roy termasuk orang yang sangat susah untuk ditemui. Banyak yang bilang kalau Roy juga sangat selektif. Jadi dengan memberikan botol parfum yang pecah itu, tentu saja Bianca merasa takut.

Elgard malah gemas ketika melihat sikap Bianca yang sekarang ketakutan seperti itu, jelas berbeda jauh dengan Bianca yang biasanya ia lihat, wajah dingin dan datar, juga tatapannya yang sayu.

Bianca duduk dengan cemas ketika melihat Roy mencium parfum miliknya. Tangannya saling menggenggam erat di bawah meja.

Bianca langsung menoleh ke arah Elgard saat merasakan tangan Elgard menyentuh tangannya. Tangan Elgard yang besar itu menggenggam tangan milik Bianca. Pria itu juga mengangguk dengan senyum kecil seakan mengatakan pada Bianca kalau semuanya akan baik-baik saja.

"Bagaimana Roy? Apa pendapatku tentang parfumku?" Bianca sangat menunggu jawaban dari Roy yang lebih ahli dalam bidang itu.

"Butuh berapa lama kau meraciknya sampai kau menemukan aroma yang sangat menenangkan seperti ini?"

Wajah Bianca berubah sumringah, dia tak menyangka jika mendapat tanggapan begitu baik dari Roy.

"Aku meraciknya cukup lama, aku berkali-kali mencoba namun ada saja yang membuatku kurang puas, hingga aku mendapatkan Blue Rose itu. Dia yang membuatku percaya diri, dia adalah karya terbaikku, jadi aku menumpukan harapan yang sangat besar padanya!" Jelas Bianca dengan begitu bersemangat.

"Kalau begitu, maukah kau berkolaborasi denganku?"

Bianca terperangah, dia kembali tak menyangka jika kesempatan sebagus ini datang begitu saja kepadanya.

"B-benarkah?" Bianca terbata.

"Tidak! Aku tidak menyetujuinya!" Tolak Elgard dengan tegas.

"Kenapa?" Sorot mata Bianca terlihat kecewa.

"Aku memperkenalkan Bianca padamu bukan untuk berkolaborasi. Tapi aku ingin kau membimbingnya sampai dia menjadi sepertimu. Aku ingin dia berdiri dengan kakinya sendiri, aku ingin dia mengeluarkan parfum dengan karyanya sendiri dan namanya sendiri!"

"Maafkan aku kalau begitu El. Pasalnya aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Deep Blue Rose milik Bianca!"

Sementara itu, Bianca hanya diam menatap Elgard yang kini tengah kembali berbincang dengan Roy. Ternyata, Elgard malah sudah lebih jauh memikirkan tentang dirinya dan masa depannya tentang parfum itu.

Sebelumnya, Bianca kira berkolaborasi adalah yang terbaik, namun kalau di pikir, apa yang Elgard rencanakan jauh lebih baik.

1
Cahaya
lanjut
Tyara Inasti
wah Thor dari awal baca smpe sini udh keren dan udh seseru ni mantap
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagus thor, bianca berkata jujur buar el tau
Hanima
👍👍
Nureliya Yajid
semangat thor
Ari Atik
ok...
lanjut....
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut thor
Agnezz
wah visi Elgard jauh ke depan ya, agar Bee parfum Bee punya nama sendiri. Tapi apakah Roy mau tersaingin Bee. Dengan mengajari Bee, bukan tidak mungkin kelak parfum Bee lebih terkenal.
Esther Lestari
semangat Bee.
baguslah kamu sudah menceritakan kelakuan Meriana ke Elgard dengan jujur
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
🌷Vnyjkb🌷
ell benar, klu berkolaborasi , bee hya dompleng nama meski itu racikan bee, tp klu bee bljar lg dan siapin smua dr awal d atas kaki sendiri dan d mentorin, maka bee pya hak paten sendiri👍👍💪💪💪💪😍😍
🌷Vnyjkb🌷
yesssss💪💪💪💪langkah suksesssss,,semangatttt bee😍 jg Siapin amunisimu u menghadapi Tagihan elll🤭🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
👍👍ini br cerita seruuu, hrs terBuka, ngapain d sembunyiin klakuan buruk meri anak bebek tu
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semangat Bee💪💪💪
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagus,jangan ada yang disembunyikan..
Aprisya
eeeehhh jalang teriak jalang
Agnezz
pasti si Meriana, udah acuhkan saja lebih baik Bee pergi menemui ahli peracik parfum. Gak penting meladeni si Meriana.
Ari Atik
merri kah itu?
Nar Sih
ayah mu emang licik ,mungkin ayah mu juga yg udah bikin ayah bianca hancur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!