JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!
Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.
Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.
Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.
Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.
Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Saat ketiga saudara tiba dipelabuhan, ternyata kakek Wang sudah menunggu dilahan kios mereka bersama seorang wanita muda.
Entah jam berapa kedua orang itu berangkat dari rumah, pagi masih gelap begini sudah standby didermaga.
"Salam kakek Wang...!"
Sapa ketiga saudara Lin, lalu meletakkan barang-barang dagangan.
Wang Shan dan gadis muda itu menyapa balik dengan ramah.
"Nona Lin, ini pesananmu kemari, semuanya lima puluh buah. Tolong diperiksa lagi, apakah jumlahnya benar..?" Wang Shan menyerahkan keranjang ditangannya.
Lin Yao menerima, melirik keranjang yang ditutupi kertas minyak. Sangat rapi dan bersih.
Lin Yao tersenyum puas.
"Tidak perlu menghitung lagi, aku sangat mempercayai kakek Wang..!" kata Yao tulus.
Lin Shun mendekat, membawa dua cangkir teh perilla krisan "Kakek, nona, silahkan diminum."
"Tidak, tidak, teh ini untuk dijual." Kakek Wang melambaikan tangannya berulang kali.
Lin Yao melangkah maju, mengambil alih gelas dari sang kakak, lalu memindahkannya ketangan kakek Wang.
"Kakek, tolong diterima ya..? kakek dan nona sudah sangat baik kepada kami dengan mengantarkan bakpao sepagi ini. Kami membuat banyak stok minuman ini, hanya dua cangkir tidak akan membuat kami rugi."
Mendengar kata-kata Lin Yao, Kakek Wang tidak lagi menolak. Ia menggenggam dua cangkir teh lalu melontarkan kata terimakasih.
Satu gelas berpindah ketangan wanita muda disamping Wang Shan.
Wang Shan meneguk teh yang masih meninggalkan sedikit hawa hangat dan tak bisa untuk tidak memuji.
"Pantas saja para buruh jangka panjang didermaga rela mengeluarkan uang untuk membeli minuman darimu, ternyata rasanya senikmat ini."
Wanita muda di sampingnya mengangguk malu-malu.
Lin Yao telah memperhatikannya sebelumnya, tetapi belum sempat melihatnya lebih dekat. Sekarang, memanfaatkan jeda dalam percakapan mereka, ia mulai mengamati wanita muda didepannya.
Gadis itu mengenakan busana sederhana dari bahan katun biasa, tetapi sangat bersih, dengan motif sulaman bunga-bunga kecil yang pada bagian lengan dan leher.
Wanita muda itu tidak terlalu mirip dengan Kakek Wang. Kulitnya sangat putih, alisnya melengkung, wajahnya memancarkan aura lembut dengan gaya anggun elegant.
Melihat kedua wanita muda itu saling mengamati, Wang Shan berinisiatif memperkenalkan siapa sosok wanita muda disebelahnya.
"Nona Lin, ini cucuku, namanya Yue. Dia telah bersamaku sejak kecil. Bakpao yang aku jual semuanya dibuat oleh kami berdua. Bakpao yang dibawa hari ini semuanya hasil karya Yue'er."
"Ah, salam kenal nona...!" sapa Yao menundukkan kepala.
"Salam nona Lin..!"
"Aku sengaja membawa cucuku, karena ingin mengetahui pendapatmu tentang bagaimana bakpao buatannya..?"
Wang Shan tidak dapat menjelaskan mengapa, tetapi ia memiliki penilain tersendiri tentang Lin Yao.
Lelaki tua itu merasa Lin Yao berbeda. Meski tampak lebih muda dari cucunya, tapi Lin Yao memiliki bakat tak biasa dengan kharisma yang mudah membuat orang lain percaya dan jatuh hati.
Wang Shan dengan tulus berharap cucunya dapat belajar lebih banyak dari Lin Yao, agar Yue memiliki keterampilan yang dapat diandalkan ketika menikah nanti.
Wang Shan telah melewati banyak badai dalam hidupnya, sudah puas memakan asam garam pengalaman.
Sekarang ia tidak memiliki keinginan berlebih, selain membesarkan cucunya dengan aman, mencarikan jodoh pemuda baik, dan memastikan masa depan sang cucu sejahtera, bebas dari kesulitan.
Lin Yao dengan tulus memuji "Kak Yue, semua bakpao ini memiliki ukuran sama dengan permukaan yang halus. Aromanya saja tercium kuat meski ditutupi dengan kertas minyak. Dari situ saja sudah bisa ditebak jika bakpao buatanmu ini enak."
Pipi Wang Yue sedikit memerah, ia dengan rendah hati menimpali "nona Lin, kau terlalu memuji. Aku baru beberapa tahun melakukan ini bersama kakek, jadi belum dapat dikatakan sempurna."
Senyum tulus Wang Yue makin mengembang.
"Aku telah banyak mendengar cerita tentang dirimu dari kakek. Nona Lin hebat, diusia yang begitu muda tapi sudah bisa menciptakan begitu banyak makanan baru, mendirikan bisnis yang suskes dalam waktu singkat. Kakek dan aku sangat terkesan."
Wang Shan mengangguk setuju "Ya, kau sangat hebat nak..! cucu perempuanku ini sudah bersamaku sejak kecil, dia pemalu, tidak seperti dirimu yang begitu suka berpetualang."
"Kakek, Kakak Yue, jangan berkata begitu. Aku hanya beruntung dalam menemukan cara baru untuk mengolah makanan."
Untuk sesaat obrolan penuh keakraban terjalin. Tanpa perduli pada Shun dan Song yang sibuk mendirikan kios.
Setelahnya kakek Wang dan Yue berpamitan.
Tak lupa Lin Yao membayar kekuarangan bakpao yang telah ia terima.
semangat trs updatenyaaa 💪