NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21(mencurigakan)

Pagi ini Viona sudah bersiap-siap akan pergi ke rumah sakit untuk mengantar ibu nya berobat

Gadis itu sudah mengerjakan semua tugas rumah, dari mencuci, mengepel, memasak dan juga pekerjaan lain nya, semua itu ia kerjakan dari pukul 4 pagi

Jadi sekarang diri nya bisa pergi dengan bebas tanpa khawatir tentang keadaan rumah

"Nak, ibu bisa pergi sendiri, kamu di rumah aja, kasian nenek Salma kalo nanti butuhin kamu"

Ratih menatap putri nya dengan tatapan sayu, ia merasa sangat kasihan melihat Viona yang bekerja terlalu keras hanya untuk diri nya

"Aku tadi udah izin kok buk, nenek juga hari ini mau keluar, jadi rumah ini bakal sepi, lagian kalo ibu sendirian emang nya tau gimana cara pesen taksi nya?" Tanya Viona dengan nada bercanda

"Iya ibu kan bisa naik angkot nak, jarak nya juga deket kok"

Wanita itu berusaha untuk meyakinkan putri nya, tetapi Viona bersikeras untuk tetap mengantar kan sang ibu ke rumah sakit

"Sstt, udah mending ibu sekarang diem di sini, bentar lagi mobil nya dateng" Pinta gadis itu seraya menyuruh ibu nya untuk duduk pada sebuah bangku yang berada di depan gerbang

Tak lama setelah itu, terlihat ada sebuah mobil hitam yang berjalan mendekat ke arah mereka berdua, Viona pun mencoba mencocokkan plat nomor mobil itu dengan plat yang ada di sebuah aplikasi

"Nahh, itu ibu mobil nya, ayok kita ke sana" Ajak Viona

Gadis itu menggandeng tangan Ratih dengan lembut dan membawa nya mendekat ke arah mobil

"Atas nama mbak Viona ya?" Tanya sopir itu

"Iya pak bener" Jawab Viona dengan ramah

Ia segera membuka pintu mobil dan menyuruh ibu nya untuk masuk ke dalam

"Ibu tidur aja, nanti kalau udah deket sama rumah sakit aku bangunin" Titah nya

Ratih hanya bisa mengangguk patuh, entah mengapa mata nya terasa sangat berat, padahal tadi malam ia tidur lebih awal dari biasa nya, atau mungkin ini memang efek dari obat yang ia minum

Karena sudah tak tahan lagi, akhirnya Ratih tertidur pulas di pundak Viona, sedangkan gadis itu memilih bermain ponsel untuk menghilangkan rasa bosan yang mulai menghampiri

20 menit pun berlalu, Viona yang mulai jengah dengan ponsel nya pun mulai mendongak kan kepala untuk melihat jalanan, tetapi ketika menatap keluar jendela ia merasa asing dengan jalan yang sedang mereka lalui

"Pak, ini kita lewat jalan mana ya? Kok dari tadi gak sampai-sampai?" Tanya nya dengan perasaan sedikit takut

"Ini lewat jalan terobosan mbak, soal nya jalan raya lagi macet total, saya males kalo harus ngantri" Jawab laki-laki itu tanpa menoleh ke arah belakang

"Ooh gitu, tapi kok tempat nya sepi banget, kayak gak pernah di lewatin sama orang lain"

Viona melihat banyak sekali pepohonan tua yang tumbuh di samping jalan, seperti nya pohon itu memang sudah lama tidak terawat

"Iya emang gak pernah di lewatin orang mbak, karena gak banyak orang tau tentang jalan ini"

Perasaan takut mulai menyelinap dalam hati Viona, ia mengambil tangan Ratih dan menggenggam nya dengan erat

"buk bangun" bisik Viona tepat di telinga sang ibu

wanita paruh baya itu mulai menggeliat pelan mendengar karena mendengar bisikan putri nya

"u-dah sampai ya?" tanya nya dengan nada serak, khas orang bangun tidur

"belum buk, tapi ada yang aneh sama sopir nya"

mendengar hal itu, seketika mata Ratih membulat dengan sempurna, wanita itu langsung menoleh ke arah Viona untuk meminta penjelasan

"aneh gimana? kamu jangan bikin takut ibu" ucap nya sembari melirik ke arah depan

"ibu yang tenang, jangan keliatan panik" titah Viona dengan tubuh yang mulai berkeringat

"ada apa mbak? kok keliatan nya gelisah gitu?" tanya sang sopir

"gak ada apa-apa kok pak"

Viona mengirim kan lokasi nya saat ini pada Kayla, ia berharap jika ada sesuatu pada diri nya nanti, Kayla bisa menemukan nya dari lokasi yang gadi itu kirim

"Tuhan, tolong lindungi aku dan ibu ku" pinta Viona di dalam hati

Mobil yang membawa kedua wanita itu berjalan dengan sangat cepat, wajah Viona berubah menjadi sangat panik kala melihat ada beberapa mobil di depan sana yang sudah menghadang jalan mereka

sesampainya di depan mobil-mobil itu, sang sopir turun dan memerintah kan kepada laki-laki berbadan besar untuk mengambil paksa Viona dari dalam mobil

"turun!" titah nya sembari menarik tangan gadis itu dengan paksa

"jangan pak, jangan sakiti anak saya" ucap Ratih dengan air mata yang mengalir deras, wanita itu berusaha melepaskan tangan Viona yang di genggam erat oleh laki-laki itu

"ibu! ibu!" seru Viona dengan tubuh terombang-ambing

Plak.....

"diam! atau saya akan menampar pipi kamu lebih keras lagi!" ancam laki-laki itu yang membuat Viona seketika terdiam

"bawa dia ke hutan!" perintah nya pada sopir yang membawa kedua wanita tadi

"siap bos!"

laki-laki itu dengan cepat menutup pintu mobil dan mengunci nya, sedangkan di depan sana Viona berteriak histeris melihat mobil yang membawa ibu nya mulai berjalan meninggalkan tempat itu

"ibu! ibu!" teriak nya dengan histeris

"diam! atau pisau ini akan menusuk leher kamu!" ancam laki-laki itu seraya menodongkan pisau kecil

seketika gadis itu terdiam membisu dengan tubuh yang mulai bergetar hebat

"tolong aku Kayla" batin nya dengan mata yang sudah basah dengan air mata

kedua tangan Viona di ikat kuat pada bangku mobil, sedangkan kepala gadis itu di tutup oleh kain hitam sehingga membuat nya sama sekali tidak bisa melihat jalanan

"aku mau di bawa kemana!!" tanya nya dengan memberontak

"suntik bius saja bos, berisik sekali suara dia" ucap laki-laki yang sedang menyetir

tanpa menunggu lama, laki-laki itu menyuntik kan obat bius pada tubuh Viona yang menyebabkan gadis itu langsung pingsan dalam hitungan detik

"mampus!" seru laki-laki yang berada di samping Viona

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!