Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan Jenderal pembantu Henry
...Bab 06...
Star Hill City
Satu-satunya Villa yang terletak di Mountain Lotus.
Sudah dua bulan ini suasana di Villa tersebut diselubungi kabut duka.
Sejak pertempuran pecah di perbatasan Southcliff antara militer Erosia yang didukung oleh pasukan elit Dragon empire melawan invasi dari Kekaisaran Zagraria, dikabarkan bahwa kemenangan yang sangat gemilang dimenangkan oleh pasukan elit yang dipimpin oleh Jenderal termuda dalam sejarah yaitu Jenderal Jhon William. Akan tetapi, ketika sepasukan yang dipimpin oleh Jenderal Jhon William sedang menyisir area peperangan yang telah mereka menangkan, pasukan elit yang terdiri dari sekitar dua ratus orang tersebut disergap oleh lebih dari seratus ribu prajurit dari Zagraria yang mengakibatkan kedua pihak yang tak seimbang itu bentrok.
Hal ini memaksa sang Jenderal harus mengorbankan dirinya dalam membabat habis pasukan dari Kekaisaran tersebut. Hanya saja, di saat peperangan mereda diana terdapat seratus ribu pasukan musuh terbantai dan sekitar seratus prajurit elit Dragon empire juga gugur, Jendral Jhon yang memimpin pasukan elit ini juga menghilang bersama dengan seratus prajurit yang selamat. Dan ini masih menjadi misteri baik itu dari pihak musuh, Kaisar Agung Bernard, Kerajaan Utara, bahkan kekuatan konsorsium terbesar seperti Future of Company.
Diketahui bahwa Jenderal Jhon bukan hanya panglima muda yang berprestasi dalam ketentaraan. Identitas nya yang lain juga tidak kalah menakutkan. Selain dirinya digadang bakal menjadi menantu Kaisar Agung Bernard di Erosia, dirinya juga berteman baik dengan pangeran Agung Utara yaitu Ryan Clifford dan sangat disayangi oleh Raja Utara yakni Rey Clifford. Di sisi lain, identitasnya yang paling menakutkan adalah, dirinya adalah satu-satunya pewaris keluarga William yang ditempa dan di didik dengan kekerasan agar kelak dirinya cukup tangguh untuk memikul tanggung jawab sebagai pemimpin sebuah keluarga besar yang memiliki aset di seluruh dunia.
Dikatakan bahwa sejak usia enam tahun, Jhon di didik langsung oleh kakeknya yang bernama Joe William semenjak sang Ayah terbunuh dalam sebuah tugas kemiliteran.
Pada usia 10 tahun, Jhon William di serahkan kepada seorang guru yang tidak dikenal julukannya sampai dirinya berusia empat belas tahun.
Ketika bergabung dengan pasukan khusus, Jhon yang sudah memiliki segudang ilmu kedigdayaan terpilih untuk mengikuti pendidikan maut di Siberia. Ini adalah sebuah pendidikan tantangan antara hidup dan mati. Harus bisa bertahan hidup di tempat yang memiliki suhu ekstrem, tanpa perbekalan selain hanya sebilah pisau. Harus mampu bertarung melawan segerombolan serigala salju dan masih banyak lagi.
Dari seratus peserta yang mengikuti pendidikan tersebut, hanya Jhon William lah yang mampu keluar hidup-hidup. Tentunya dengan bekal yang dia miliki dari beberapa guru beladiri sehingga pada usia 16 tahun, dia sudah menjadi ketua sebuah organisasi tentara bayaran terbesar di dunia yaitu Dragon empire.
Ketika peperangan jilid dua meletus antara Erosia dan Zagraria, pangeran Agung Ryan Clifford memohon kepada ayahnya untuk meminta bantuan kepada organisasi tentara bayaran tersebut. Ketika Kaisar Agung Bernard menyetujui, Jhon William pun berangkat dari negara Abjad menuju Erosia dengan membawa pasukan seramai seratus ribu prajurit. Dari beberapa peperangan yang berlangsung, Dragon empire tidak pernah sekalipun mengalami kekalahan. Dan ini yang membuat ramai pemuda mendadak ingin menjadi tentara.
Pasukan yang tadinya hanya berjumlah seratus ribu prajurit membengkak menjadi lima ratus ribu prajurit dari berbagai negara. Kesuksesan ini tentu nya akan menimbulkan banyak iri hati dan dengki sehingga terjadilah kejadian dimana dua ratus orang yang dia bawa mengalami penyergapan. Tentunya pasti ada pengkhianat yang membocorkan posisi mereka sehingga dapat di sergap.
Setelah kejadian itu, bagaikan di telan bumi, Jenderal Jhon seperti menghilang bersama dengan seratus orang prajurit inti yang tersisa.
Tepat seminggu setelah kejadian itu, pembantu Jendral Jhon yaitu Henry membubarkan lima ratus ribu pasukan membuat perbatasan kini menjadi terancam.
Jenderal Henry jelas menyalahkan pihak Erosia yang tak tau rasa terimakasih. Dia menuduh bahwa penghianat itu berasal dari petinggi kekaisaran.
Pangeran Agung Ryan Clifford sempat meminta kepada Jenderal pembantu Henry untuk tidak terbawa emosi dan membalas dendam. Namun Jenderal pembantu Henry menolak mentah-mentah lalu membubarkan pasukan dan meninggalkan perbatasan.
"Kalian orang-orang Erosia tidak tau terimakasih. Kami, bukanlah prajurit resmi kekaisaran kalian. Akan tetapi kami membela kalian seperti kami membela bangsa kami sendiri. Tapi apa yang kami dapatkan? Pengkhianatan dari kalian. Jika para pejabat Erosia adalah penjilat seperti ini, maka keagungan Erosia hanya tinggal menunggu hari. Ingat pangeran! Kau adalah anak bangsa ini. Kau memiliki kewajiban untuk mencari akar penyebab dari masalah ini. Dan aku, tidak ingin lagi berada di sini. Kekeruhan di dalam kolam yang cetek ini tidak ada sangkut pautnya dengan Dragon empire dan aku sudah cukup memberimu wajah. Dengan ini, aku, Jenderal Henry resmi menarik pasukan dan akan kembali ke negara abjad!"
Itulah kata-kata yang ditinggalkan oleh Jenderal pembantu Henry kepada pangeran Agung Ryan Clifford sebelum dirinya menarik pasukan dengan marah. Dan Ryan Clifford yang terkenal dengan gaya urakan tak mampu berbuat apa-apa.
Ryan berdiri mematung bagaikan tonggak kayu. Perlahan wajahnya menua dan beberapa rambut putih mulai tumbuh di kepalanya dengan cara yang dapat terlihat dengan mata telanjang.
Kembali ke Mountain Lotus.
Beberapa orang lelaki dengan aura yang kuat memasuki sebuah ruangan dengan langkah tegap.
Langkah mereka memang terlihat tegap, namun tetapan mata mereka terlihat sayu dan itu tidak dapat mereka sembunyikan.
Ketika mereka tiba di depan seorang lelaki tua yang berusia sekitar enam puluh tahun, beberapa lelaki yang baru masuk tadi langsung berlutut dengan satu kaki.
"Kalian sudah datang?" Tanya lelaki tua itu dengan suara yang sangat berwibawa. Hanya mendengar suaranya saja membuat hati beberapa orang tadi langsung bergetar.
"Tuan besar harap menghukum kami. Kami tidak menjalankan tugas dengan baik!" Kata pemimpin itu dengan suara serak.
Perlahan lelaki tua itu berbalik lalu menatap lekat-lekat ke arah pimpinan orang tadi.
"Tuan besar. Selama dua bulan ini, tidak terhitung kekuatan yang telah di mobilisasi untuk mencari keberadaan tuan muda. Tidak terhitung berapa kawan perkotaan, pedesaan bahkan area-area yang kami curiga. Hanya saja, kami tidak menemukan keberadaan tuan muda. Kami pantas untuk mendapatkan hukuman,"
Mendengar laporan ini, lelaki tua itu terenyuh. Tubuhnya tiba-tiba terduduk sembari menekan dadanya yang tiba-tiba terasa sesak.
"Tuan besar. Harap perhatikan kesehatan anda. Anda tidak boleh terlalu marah apalagi bersedih. Tolong jaga kesehatan anda!" Kepala pelayan buru-buru membantu lelaki tua itu.
"Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit kurang sehat," katanya menguatkan diri. Tapi mata memang sulit untuk berbohong. Karena, ada dua baris airmata yang meleleh di pipinya.
semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪
itu adalah angka keramat 18+++