NovelToon NovelToon
Rahasia Milyuner Amnesia

Rahasia Milyuner Amnesia

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Mikael Wijaya, putra milyuner dari Surabaya Wijaya Agra mengalami kecelakaan di Dubai setelah memergoki calon istrinya berselingkuh. Kecelakaan fatal itu membuatnya hilang ingatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Khawatir

Adelia masih menatap kepergian Kael yang nampak agak sempoyongan.

"Dia ngga akan apa apa?"Adelia jadi ragu, apakah dia akan menyusul Kael atau balik ke tempat Ayra yang menunggunya.

Tapi dia sudah lama membuat Ayra menunggu.

Semoga kamu ngga apa apa, batin Adelia setelah memutuskan akan ke tempat Ayra saja. Tapi perasaannya ngga tenang. Jantungnya berdebar cepat karena mengkhawatirkan Kael

Tapi Adelia tidak mungkin akan membiarkan Ayra sendiriannya. Hati sepupunya juga lagi bete.

"Lama banget? Dari mana? Ini jas siapa?" Ayra malah memberondongnya dengan banyak pertanyaan begitu Adelia tiba di depannya.

"Ceritanya panjang." Adelia melipat jas itu dan memasukkannya ke dalam goodie bag yang selalu dia bawa di dalam tasnya.

Dia pun meneguk minumannya, kemudian memakan kuenya, mengabaikan Ayra yang masih sabar menunggu jawabannnya

Perasaannya benar benar ngga tenang.

Dia pasti baik baik saja, kan?

"Del...... Cerita, dong." Akhirnya Ayra tidak sabar juga menunggu jawaban Adelia.

Adelia menghela nafas.

"Tadi ada cewe mabok ngga sengaja dorong aku." Adelia terdiam lagi untukmencari kalimat yang tepat.

Ayra masih menyimak.

"Aku menubruk Kael. Itu lho, temannnya Levi. Ini jasnya," sambung Adelia menjelaskan.

Ooo, batin Ayra. Kebetulan banget.

Hening.

"Jasnya mau kamu apain?" tanya Ayra sambil memotong cakenya.

"Dia minta aku laundrykan. Ya udah lah, terpaksa aku iya, kan."

Ayra tertawa pelan.

"Setelah itu mau kamu antar ke mana? Rumahnya atau ke tempatnya bekerja?"

Adelia melepaskan nafas kesal.

"Katanya suruh aja ojol antar ke tempat dia bekerja."

Ayra tertawa tergelak mendengar suara sewot sepupunya.

*

*

*

Kael memijat keningnya sambil berjalan ke parkiran.

Masa mabok baru minum sedikit, gerutunya.

Kael kemudian menyandar sebentar di badan mobilnya masih sambil memijat kepalanya.

TUK TUK TUK

Kael memukul kepalanya berulang kali.

Kenapa masih belum ingat juga, makinya dalam hati.

Dia menghembuskan nafas panjang sebelum membuka pintu mobil.

Tapi dia menahan sebentar pintu mobilnya, kemudian menatap ke arah pintu masuk bar.

Dia tersenyum dengan pikiran konyol yang tiba tiba saja terlintas begitu saja di kepalanya. Mengira Adelia akan muncul karena mengkhawatirkannya.

Dia tertawa miris. Yakin dia sekarang kalo nanti jasnya beneran akan diantar ojol.

Kael menginjak gasnya lebih dalam hingga mobilnya melaju kencang. Satu tangannnya masih memijat keningnya.

Rasanya bukan karena mabok alkohol, tapi lebih dari ini. Ingatannya yang belum juga kembali sangat mengganggunya.

Juga keluarganya yang sampai sekarang tidak mencarinya.

Kadang Kael berpikir dia memang tidak punya keluarga. Mungkin mereka semua sudah meninggal.

Karena tidak fokus, kecelakaan yang dulu pernah dia alami hampir terjadi lagi. Untungnya Kael hanya menyerempet pembatas jalan yang terbuat dari beton.

"Sh-ith!" makinya geram. Keningnya kebentur stir, semakin memperparah sakit di kepalanya. Dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Beberapa orang menemuinya.

TOK TOK TOK

"Anda tidak apa apa?"

Kael tersentak. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya. Ada beberapa orang laki laki mengerubunginya dengan tatap khawatir.

"Kening anda luka, mas," ucap laki laki paruh baya itu lagi.

Kael mengusap kening yang ditunjuk laki laki paruh dan melihat tangannya.

Ada noda darah.

"Saya tidak apa apa, pak. Hanya pusing saja," ucap Kael pelan.

Laki laki itu dan beberapa yang lainnya agak lega.

"Sebaiknya telpon temannya aja, mas. Bahaya nyetir dalam keadaan sakit," ucap yang lainnya.

"Iya, pak. Saya ngga apa apa."

Orang orang itu masih mengerubungi mobil Kael ketika laki laki itu tetap berkeras akan pulang.

"Kael?"

Flashback on

"Ada kecelakaan, ya?" tanya Ayra.

Dada Adelia berdebar.

"Ay, berhenti bentar," pinta Ayra panik.

"Ngapain, Del?" Tapi Ayra berhenti juga di belakang mobil yang sedang di kerubungi beberapa orang.

"Tadi itu.... si Kael kayak mabok. Cuma mastiin aja dia atau bukan. Aku hanya merasa bersalah aja sudah membiarkannya pergi dalam keadaan mabok."

Ayra menatapnya penuh selidik. Apalagi sepupunya buru buru melepas seatbeltnya.

"Ngga apa apa, 'kali, Del. Sepupu kita biasa aja mabok begitu," ucap Ayra agar Adelia tidak terlalu naif.

Adelia tersenyum bijak.

"Aku hanya mau mastiin bentar aja, ya. Siapa pun itu, kasian juga kalo ngga ditolong."

"Oke, oke." Ayra akhirnya membiarkan Adelia keluar dari mobilnya. Susah dikasih tau kalo jiwa malaikatnya udah keluar.

Ayra tetap berada di mobil menunggu.

Endflashback

Kael yang sedang berdebat dengan orang orang itu menoleh. Begitu juga orang orang itu.

"Teman mbaknya, ya?" tanya salah satu laki laki yang berada di sana.

Adelia mengangguk. Tatapnya beradu dengan tatap kaget Kael.

"Untunglah. Teman mbaknya terluka, tadi habis nabrak pembatas jalan, tapi tetap mau jalan lagi," lapor yang lainnya menjelaskan.

"Iya, mbak. Ditolong, ya."

"Terima kasih, ya, pak," ucap Adelia pada orang orang itu yang mulai pergi dengan wajah lega.

"Sama sama, mbak....."

Adelia menatap kepergian orang orang yang membuat hatinya terharu. Ternyata masih ada saja orang yang peduli. Walaupun ada beberapa yang merekam. Mungkin juga live.

Adelia berbalik menatap Kael yang masih menatapnya. Tangannya terulur.

"Apa?" tanya Kael bingung. Darah masih menetes di kepalanya. Tangan kanannya digunakan untuk menempelkan tisu di keningnya. Tisu itu sekarang sudah berwarna merah karena sudah menyerap darah. Kepalanya juga agak berdenyut sakit.

"Mana kunci mobil?" Adelia jadi gemas juga melihat kebengongan Kael.

"Buat apa?"

Tapi untungnya walaupun kepalanya sedang berdenyut, tangannya masih mengerti apa yang harus dia lakukan.

Setelah menerima kunci mobil dari Kael, Adelia menghampiri Ayra yang sudah keluar dari mobilnya.

"Si Kael?" tebak Ayra.

"Iya." Adelia menunjukkan kunci mobil Kael.

"Ikutin mobil itu, ya. Aku mau mampir ke klinik."

Ayra tersenyum penuh makna.

"Oke."

Adelia ngga pedulikan isi pikiran Ayra, dia berbalik dan melangkah agak cepat ke arah mobil Kael. Laki laki itu juga sudah keluar dari dalam mobil dan memperhatikan dia dan Ayra.

Kerika melihat Adelia melangkah mendekat, Kael berjalan ke arah pintu mobil di sebelahnya.

Sebelum masuk ke dalam mobil, Adelia melihat sepupunya dulu yang sudah berada di dalam mobil.

Kael hanya diam memperhatikan Adelia menjalankan mobilnya. Dalam hatinya masih merasa surprise, karena ngga menyangka bertemu dengan Adelia. Juga mendapatkan perhatiannya. Kael tersenyum sambil melihat ke arah luar jendelanya.

Dia masih mengusap darah di keningnya dengan tisu yang kini bekas tisu lama itu menumpuk di dalam kotak sampah kecil di dekatnya.

"Kita mau kemana?" tanya Kail karena dia baru ingat belum tau kemana tujuan Adelia membawa mobilnya.

"Klinik."

"Ke apartemenku aja." Kael menyebutkan nama apartemen mewah di Jakarta selatan.

"Lukamu harus diobati."

Kael mendengus, ingin membantah tapi dia malas berdebat.

1
Ernaaaaa
nafa..s kematian tuh orang .. jahatnya
Rahmawati
ya gitu kl orang bermental kismin pasti serakah
Diyah Saja
biar nyusul Renata trus mampus bundir😄
Diyah Saja
🤣🤣🤣 deg deg an levi
Susma Wati
latifa dan nafa cocok, sama-sama gila harta,
sleepyhead
Kalau kael mati, udahan dong ceritanya 🤭😁
hansen
kasihan juga jadi arsa hidup ditentukan oleh mama nya punya kekasih sampah seperti nafa..emang si lalat tempat nya disampah doang
Yana Phung
semoga ingatan kael cpt pulih
dijamin rencana nafa nggak bakal terlaksana,, apalagi kael di rawat di rs keluarga adelia
aku malahan nggak sabar menanti aksi mak tirinya kael,, biar cpt masuk penjara
Herman Lim
waduh ga sah mimpi tgg aja video mu di tangan keal pasti tamat riwayat mu sama Arsa berserta emaknnya
Elizabeth Zulfa
semoga ide jahatmu jdi senjata makan tuan dech 😏😏
anggita
bunga🌹, like👍.
Tri Handayani
thorrr...jangan biarkan rencana nafa berhasil.
Tri Handayani
kael bener tuch kata levi mending yg d ingat-ingat adelia g usah mengingat si'nafa.
Tri Handayani
baca obrolan kael dan levi jadi senyum-senyum sendiri apalagi ternyata kael masih ingat adelia tambah senang q .
Tri Handayani
bener nesie...lama-lama teman kamu berujung d rumah sakt jiwa.
Lusi Hariyani
tu kan bnr kael msh ingat adelia,dasar si nafa g th diri bngt buang aja ke laut
Ariany Sudjana
ga rela kalau Kael malah jadi balik sama Nafa, meskipun Kael belum pulih ingatannya. sudah bagus Kael sama Adelia, sama-sama kaya raya dan sama-sama berkelas
Chici👑👑: Mampir juga yuk kak di novelku judul nya " Menikahi Tuan Muda Kejam "
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar Mak lampir serakah kamu Nafa, kamu pikir meskipun Kael amnesia, Kael masih mau balik dengan jalang murahan seperti kamu? jangan mimpi kamu, lebih baik kamu masuk RSJ, ketemu dengan sesama pasien RSJ, itu baru benar 🤣🤣🤭🤭
Dewi kunti
ketiganya,nich jempol kenapa kelebaren sich
Herman Lim
u aja yg terlalu hidup y klo ga tau gimn solid mereka utk saling membantu apa lagi soal cow yg dah di tandai sama keluarga mereka jgn harap BS dpt balik lagi cow tuh nafa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!