Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.
Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.
Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.
Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"Loh, kak Nathan!?" Despina yang melihat lelaki bernama Nathan itu langsung berteriak senang.
Nathan yang melihat Despina juga tidak menyangka jika ia akan bertemu gadis itu di situ. Ngomong-ngomong, Nathan adalah salah satu sepupu Despina dari sebelah ibunya, Despina memiliki 5 sepupu 4 lelaki dan 1 perempuan, Nathan adalah anak dari omnya Despina yang merupakan kakak dari almarhum ibu Despina.
"Halo sayang, apa kabar?"
"Aku baik kak, kakak kok bisa sih ngetik tau aku tinggal disini?"
"Tadi kakak melihatmu sedang berbicara dnegan seorang gadis, kakak sebenarnya tidak terlalu tau jika itu dirimu, tapi kakak mencoba untuk mengikutimu ketika gadis itu berpamitan dan akhirnya kakak sampai di unit ini. Kakak baru tau jika kau tinggal di apartemen, di mana ayahmu?"
Despina yang mendengar itupun langsung merubah ekspresi wajahnya, gadis itu tampak murung. Nathan menyerngitkan dahinya, lelaki itu menjadi bingung, ada apa sebenarnya dengan Despina.
"Dek, kamu kenapa?"
"Ayah kan sudah menikah lagi, ayah juga jarang pulang kak."
Mendengar itu Nathan sangat terkejut, bukan tentang ayah Despina yang menikah lagi, karena nyatanya ia tau tentang itu, hanya saja, ia terkejut bagaimana omnya itu membiarkan putri semata wayangnya seorang diri, ia malah meninggalkan Despina di Indonesia.
Nathan langsung memeluk adik sepupunya itu, ada perasaan sedih di hati kecilnya melihat adik sepupunya yang seperti sekarang.
"Kak Nathan, masuk dulu yuk, kita lebih baik berbicara di dalam, tidak enak jika dilihat orang kita berbicara di kuars seperti ini."
Cekrek
***
"Wah, sepertinya menikmati pemandangan di laut Singapura ini sangat menyenangkan sebelum esok hari aku sangat sibuk."
Keyvandi, lelaki itu sekarang berada di sebuah restoran yang berada di pinggir laut Singapura. Bahkan dari situ ia bisa melihat Indonesia di seberang sana, pulau Batam.
"Rion, sini, kita foto dulu."
Keyvandi yang merasa namany dipanggiloun mengikuti permintaan Lia, manajer sekaligus assisten ya itu memang cukup aktif di Instagram, ia banyak memposting kegiatannya bersama Keyvandi.
Lia menyuruh bodyguard Keyvandi untuk memfoto mereka berdua, gadis itu tersenyum lebar menampakan deretan giginya, sedangkan Keyvandi hanya bergaya biasa saja.
Setelahnya, Keyvandi kembali duduk, menikmati pemandangan malam yang menyenangkan, lampu-lampu indah yang menghias dipinggiran pantai dan banyaknya orang yang berlalu lalang, sesekali, lelaki itu juga dimintai foto oleh para penggemarnya yang kebetulan lewat di sana. Tentu saja sebagai seorang selebritis yang terkenal ramah Keyvandi selalu berusaha menyenangkan para penggemarnya itu, meskipun sebenarnya ia hanya ingin menikmati malamnya di Singapura tanpa gangguan.
"Sayangku sedang apa ya?" Pikir Keyvandi dalam hati.
Lelaki itu membuka aplikasi pengirim pesan yang ada di ponselnya, ia mengirim pesan singkat sekedar bertanya apa yang sedang Despina rasakan, Keyvandi juga mengirimkan potret keindahan suasana pinggiran pantai.
"Lama sekali membalasnya, apa dia sedang tertidur?"
"Ah, mungkin saja, yasudahlah kalau begitu." keyvandi akhirnya memilih untuk meletakkan ponselnya, ia kemudian memejamkan matanya menikmati semilir angin laut yang berhembus.
Sebenarnya, Keyvandi sudah sangat merindukan Despina, padahal baru beberapa jam ia berpisah dengan gadisnya itu, tapa rasa rindunya begitu membuncah, entahlah, Despina seperti candu baginha, gadis itu memang terlihat pendiam, tapi bagi siapa saja yang sudah mengenalnya dekat pasti tau jika Despina adalah gadis yang sangat cerewet.
"Rion, kau kenapa?" Tanya Lia, gadis itu duduk di samping Keyvandi, Keyvandi masih dengan mata terpejam ya itu.
"Aku hanya sedikit lelah."
Lia yang melihat itu merasa kasian dengan Keyvandi, lelaki itu pasti kelelahan pikirnya. Dengan gerakan tangan pelan, Lia mengelus rambut lelaki itu, berharap jika Keyvandi mungkin akan tenang. Tapi hal itu justru membuat Keyvandi reflek menjauhkan tubuhnya, mata lelaki itu terbuka.
"Jangan seperti itu Lia, jika penggemarku sampai melihat akan ada isu buruk nanti."
Lia menunduk mendengar ucapan tegas dari Keyvandi itu, "Maafkan aku Rion."
Keyvandi menghela napasnya, sebenarnya bukan itu alasan sebenarnya dari lelaki itu, tapi ia ingin menghargai Despina, kekaksihnya itu sangat berarti untuknya, jika sampai Despina melihat apa yang Lia lakukan padanya mungkin saja itu bisa membuat gadisnya cemburu dan salah paham. Dan Keyvandi tidak ingin hal itu terjadi.
"Aku hanya ingin menenangkanmu."
"Tidak perlu, aku cukup tenang dengan hanya memejamkan mata, jadi jangan lakukan hal seperti itu lagi, aku tau jika kau adalah manajer dan juga assisten bagiku, tapi hunungan kita hanya sebatas itu."
Lia mengepalkan tangannya mendengar kalimat dari Keyvandi itu, "Baiklah, aku mengerti," Ujar Lia, meskipun sebenarnya hatinya tidak setuju akan itu.
"Sudahlah, aku sedang tidak dalam mood yang baik sekarang. Lebih baik kau atur jadwalku sebaik mungkin, aku tidak ingin ada kesalahan sedikitpun."
Keyvandi kemudian beranjak dari sana, lelaki itu langsung berjalan menuju hotel tempatnya menginap.
Sesampainya di hotel, Keyvandi langsung membersihkan badannya, lelaki itu juga berganti pakaian, kemudian ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Untung saja ia tidur seorang diri, jadi ia bebas menghubungi kekasihnya Despina.
Sambungan video call mulai berdering, Keyvandi tersenyum saat di seberang sana Despina membulatkan matanya dengan eskpresi lucu itu mengangkat video call dari Keyvandi.
"Kak Vandi, ada apa?" Tanya gadis itu, rambut ikal dan wajah ayu Despina memang akan selalu menyenangkan untuk di pandang.
"Sayang, aku menghubungimu karena aku merindukanmu, kenapa kau malah bertanya?"
Despina tersenyum, menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan sifat manja lelaki itu jika sudah bersamanya.
"Bukan begitu, tapi ini sudah malam, kakak kenapa tidak istirahat saja, bukankah melelahkan tadi perjalanannya?"
Keyvandi menggelengkan kepalanya, "Aku tidak lelah sayang, aku senang meskipun melelahkan aku akhirnya sekarang bisa melihat wajahmu walau hanya melalui video Call."
Lihat, kekasihnya itu memang suka menggombal, pantas saja Keyvandi menjadi aktor, lelaki itu memang sangat pandai dalam memainkan kata-kata untuk memikat seseorang dan membuat seseorang tersipu akan itu.
"Gombal sekali."
"Sayang, aku tidak gombal, aku serius, aku sangat senang melihat wajah cantikmu itu."
Despina tersenyum lembut, "Bisa saja."
"Sayang, apa yang sedang kau lakukan? Kenapa lama sekali membalas pesanku?"
Despina menatap terkejut mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut lelaki yang merupakan kekasihnya itu. "Aku tadi sedang di ruang tamu kak, jadi aku tidak tau jika kakak mengirim pesan, maafkan aku."
Keyvandi mengerucutkan bibirnya, lelaki itu sebenarnya sedikit kesal karena merasa di abaikan oleh Despin, tapi tentu saja itu tidak akan lama, karena ia tidak bisa jika mengabaikan Despina dalam waktu lama, Despina terlalu sayang untuk diabaikan.
"Padahal aku merindukanmu, tapi tidak apa, sekarang aku sudah bisa melihat wajahmu itu. Ah sayang, aku tidak sabar untung segera pulang, aku ingin memelukmu, menciummu, ingin mencubit perutmu itu, rasanya menyenangkan sekali."
Despina memutar bola matanya, kalimat terakhir lelaki itu membuatnya sedikit kesal, lelaki itu memang sering sekali mencubit perutnya dan mengelus-elus perutnya, entahlah, ia tidak tau kenapa.
"Padahal kakak belum 24 jam sampai di Singapura, kenapa kakak sudah merindukanku?"
"Huh, kau memang selalu membuatku rindu sayang, entahlah."
***
"Lihatlah, itu bukankah ini Nona Despina?" Tanya seorang pria dengan baju kemeja putih dan jas berwarna hitam yang ia kenakan.
"Sial, benar, siapa yang dipeluk oleh gadis itu?"
"Saya juga tidak tau Tuan, tapi Nona Desoina sangat antusias ketika bertemu dnegan pria itu."
Lelaki tadi mengepalkan tangannya, buku-buku jarinya tampak memutih karena saat ini ia dipenuhi amarah.
"Ini dimana?"
"Di sebuah Apartemen Kawasan Mandala, dan itu adalah unit 208."
Lelaki tadi tersenyum dengan smirknya, "Aku menemukanmu Baby."
Lelaki itu langsung mengambil ponselnya yang ada di atas meja, kemudian ia menghubungi seseorang, ponsel lelaki itu berdering, tidak lama kemudian seorang lelaki mengangkat panggilan telepon lelaki itu.
"Halo."
"Aku menemukannya."
"Apa!?"
"Ya, aku menemukannya, mungkin nanti kita akan membawanya pulang, dia tinggal di apartemen kawasan Mandala di unit nomor 208."
"Baiklahh kita harus menangkapnya."
Tut
Setelah itu panggilan telepon pun berakhir, lelaki itu tertawa dengan nada yang sangat menakutkan membuat anak-anak buahnya bergidik ngeri.
***
"Ayo kita mulai, Orion Key sudah siap?"
Hari ini adalah jadwal pemotretan pertama Keyvandi di Singapura. Kebetulan ada sebuah brand fashion yang mendapuk Keyvandi sebagai brand ambassador. Lelaki itu saat ini mengenakan pakaian yang berwarna cerah, dengan rambut yang sangat cocok untuknya, juga sepatu trendy dari brand itu. Keyvandi yang sudah siap langsung saja mempersiapkan diri di depan kamera.
Pemotretan kali ini menggunakan lunayan banyak properti, semua tim juga bekerjasama dengan sangat baik untuk menghasilkan iklan dengan hasil yang memuaskan nantinya.
Keyvandi tidak sendiri, ternyata ada salah satu model dari Singapura juga yang menjadi partnernya dalam pemotretan dan syuting video kali ini.
"Okay, bagus sekali."
"Lihat, Orion dan Stefany, kalian sangat keren."
Keyvandi fan juga model yang bernama Stefany itu langsung menghampiri sang fotografer. Mereka melihat hasil foto yang berhasil di ambil, keduanya memang partnernyanh sangat luar biasa.
"Rion, memang benar ya yang orang-orang katakan jika kau adalah seorang selebritis yang serba bisa, aku bangga denganmu."
Keyvandi yang mendapat pujian itu menggelengkan kepalanya, senyum menawannya tidak pernah lepas dari bibirnua itu sampai membuat matanya membentuk bulan sabit. "Ah itu tidak benar, aku hanya menjalankan sesuai arahan saja."
"Lihatlah Stefany partnermu ini," Ujar sang fotografer.
"Benarkan apa yang aku katakan, jika Orion Key adalah selebritis yang sangat keren, meski namanya sedang naik daun di semua kalangan hampir di seluruh Asia, tapi ia memiliki sikap rendah hati dan keramahan yang tidak dimiliki selebritis lain, untuk itu aku memilihnya, saat aku menghubungi manajernya itu untung saja ia membalas dan mengiyakan. Aku sangat lucky bisa memperoleh partner sepertinya."
Mendengar pujian dari partnernya itu Keyvandi jadi tidak bisa berkata-kata, di sana ia benar-benar seperti disanjung dan itu adalah hal yang cukup membuat tidak nyaman meskipun sebenarnya dioandangan setiap orang memang benar.
"Baiklah, ayo kita lanjutkan photoshoot hari ini."
Akhirnya Keyvandi dan juga Stefany melanjutkan Photoshoot mereka. Mungkin benar jika menjadi seorang selebritis adalah hal yang melelahkan, harus mengeluarkan tenaga ekstra, ditambah lagi sangat sulit untuk menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya. Tapi Keyvandi tetap akan menikmati perjalanannya, lelaki itu memang menyukai hal seperti ini, meskipun basic dari keluarganya adalah pengusaha, tapi menjadi seorang musisi adalah impiannya, mwakiouj menjadi musisi pada akhirnya juga adalah seorang selebritis yang banyak digandrungi.
"Cukup." Sang fotografer menghentikan aktivitasnya.
Keyvandi maupun Stefany langsung menyudahi Photoshoot hari ini.
"Kerja bagus Orion, aku sangat puas dengan pekerjaanmu, bahkan kau sudah tau cara yang baik ketika photoshooo, jadi kami tidak perlu banyak mengatur gayamu."
Keyvandi lagi dan lagi tersenyum, "Aku hanya sedikit membantu."
"Oh ya, besok jadwalmu adalah syuting video iklan ya, tentu saja bersama Stefany lagi."
Stefany mengacungkan ibu jarinya, begitupun juga dengan Keyvandi.
Akhirnya Keyvandi pamit untuk pulang ke apartemennya.
"Bagaimana? Apakah melelahkan?" Tanya Lia kepada lelaki itu.
Dafi tadi ketika syuting memang Lia tidak diperkenankan untuk ikut masuk ke dalam studio, yang boleh ada di ruangan itu hanya talent, fotografer dan juga wardrobe serta pengatur gaya.
"Lumayan, tapi menyenangkan, partnerku Stefany juga sangat enak di ajak bekerjasama."
Lia menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Keyvandi.
"Halo Orion, boleh aku mengobrol denganmu?" Setang, gadis itu ternyata belum pulang, ia menghampiri Keyvandi untuk sekedar mengajak ngobrol lelaki itu.
"Oh maaf, Sepertinya Orion sudah kelelahan, jadi mungkin akan lebih baik jika pulang saja ke hotel."
Keyvandi yang mendengar jawaban Lia itu merasa tidak nyaman dengan Stefany, ia takut jika Stefany sakit hati, tidak lucu bukan jika tiba-tiba saja hubungannya dengan Stefany sebagai partner hancur hanya gara-gara hal seperti itu, apalagi pembuatan iklan brand itu juga masih belum selesai.
"Emb Stefany, jika kau ingin mengobrol denganku, tapi aku akan membawa mereka juga." Keyvandi menunjuk para bodyguardnya dan juga Lia, lelaki itu tidak ingin jika hanya berduaan dengan Stefany, karena bagaimanapun juga ia sudah memiliki kekasih, mungkin publik akan berpikir jika ia adalah seorang jomblo, tapi sebenarnya, Keyvandi sudah memiliki kekasih yang sangat ia cinta yaitu Despina Elara Faye.
"Baiklah, tidak masalah."
Lia yang melihat itu memutarkan bola matanya malas, gadis itu seperti ogah-ogahan.
"Ayo, mungkin kita mencari coffeshop di sekitar sini."
Setelahnya Keyvandi berjalan beriringan dengan Stefany, dengan Stefany yang terus saja berceloteh tanpa henti. Lia mengikutinya dari belakang dengan wajah memberengut sebal, "Menyebalkan," Batin Gadis itu.
Sedangkan pak Tomo dan Pak Jo hanya diam saja, mereka tidak berani berkomentar tapi salah hati mereka merasa kasihan dengan Despina, karena gadis itu memiliki seorang keaksuy selebritis, yang mana seorang selebritis sangat banyak digandrungi oleh orang-y terutama para gadis. Jika dilihat, Keyvandi itu sangat tampan, siapa yang tidak tertarik dengannya, dari dulu juga banyak yang berusaha mendekatinya, mulai dari modus padanya, namun hanya ditanggapi lelaki itu sekedarnya. Memang lelaki itu sangat humble pada siapa saja, tapi asal saja tau, jika hati lelaki itu tidak akan pernah berpaling, karena seorang Keyvandi, sekalinya jatuh cinta akan selalu mempertahankan hubungannya apapun yang terjadi, karena yang sudah menjadi miliknya tidak akan pernah lepaskan, termasuk Despina.
Ting
"Apa ini?"
.
.
.
TBC