NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia
Popularitas:21.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Ciuman Damian tak berhenti sampai di situ saja. Kini bibirnya mendarat di bibir Talia, mengecup dengan lebih berani. Talia makin di buat syok. Untuk sesaat ia tidak dapat melakukan apa-apa, hanya bisa membeku di bawah kungkungan lelaki tinggi besar itu.

Talia ingin menjerit, tapi suaranya tertahan di tenggorokan. Otot-ototnya menegang, otaknya terasa macet, dan jantungnya berdebar secepat guntur yang menyambar langit. Damian menciumnya. Lagi.

Namun kali ini berbeda.

Semalam, ia memang tidak sadar saat peristiwa itu terjadi. Tapi sekarang, dalam keadaan sadar sepenuhnya, ia bisa merasakan semuanya dengan jelas, kelembutan bibir pria itu, panas tubuhnya yang menekan tubuhnya sendiri, serta tangan kokoh yang masih menahan kedua pergelangan tangannya di atas kepala.

Talia benar-benar merasa kalah telak. Lidah Damian bahkan ...

"Mmphh ..." Lidah pria itu dengan lancangnya masuk ke dalam mulutnya. Menggilas habis di dalam sana. Gila, ini benar-benar gila. Talia tidak pernah membayangkan Damian akan menyerangnya seperti ini.

Begitu Damian sedikit menjauh, tatapan tajamnya yang penuh dengan sesuatu yang sulit diartikan membuat Talia semakin tak bisa berpikir jernih. Ia masih bisa merasakan bibirnya yang sedikit membengkak akibat ciuman, dan itu membuat kepalanya semakin pening.

"K-kenapa kamu cium aku?" suaranya bergetar, penuh keterkejutan dan rasa gugup.

Damian tersenyum kecil, tangannya mulai melonggarkan cengkeraman pada pergelangan tangan Talia.

"Bukannya tadi aku sudah bilang? Aku hanya membuat semuanya impas."

Talia membuka mulut, ingin membantah, tapi tidak ada kata-kata yang keluar.

Damian mengamati ekspresi kebingungannya dengan sorot mata yang tak terbaca. Lalu ia menghela napas dan akhirnya bergerak turun dari tubuh gadis itu, memberinya ruang untuk bernapas. Begitu Damian menjauh, Talia langsung duduk dengan napas tersengal, tangannya refleks menyentuh bibirnya sendiri.

"Aku ... aku nggak bisa percaya ini..." gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri.

Damian menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, menyilangkan tangan di depan dada.

"Kenapa? Karena kau menyukaiku?" tanyanya santai.

Talia tersentak.

"Hah? Siapa yang suka kamu? Nggak! Aku sama sekali nggak suka kamu ya!" bantahnya cepat.

Damian hanya menatapnya, lalu menyeringai.

"Kau bilang sendiri tadi kalau aku tipemu, bocah."

Talia semakin panik.

"Aku? Ng-nggak tuh! Aku bilang wajahmu yang tipeku. Bukan kamunya! Jangan aneh-aneh deh!"

Damian mengangkat bahu, lalu dengan gerakan yang sangat santai, ia beranjak dari tempat tidur.

"Ya, anggap saja seperti itu."

Talia mengerjap. Ia tidak tahu kenapa pernyataan itu membuat hatinya terasa … sedikit aneh.

Namun ia buru-buru mengabaikan perasaan aneh itu dan memutuskan untuk mengalihkan topik.

"A-aku mau mandi!" katanya tergesa-gesa, lalu bergegas turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi sebelum Damian sempat mengatakan apa pun lagi.

Begitu pintu kamar mandi tertutup dan terkunci, Talia bersandar pada pintu dengan wajah merah padam. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, berusaha menenangkan diri.

Astaga, apa yang baru saja terjadi?

Ia tidak bisa percaya bahwa bibirnya sudah bersentuhan dengan bibir Damian. Dua kali. Dalam waktu kurang dari lima belas menit.

Talia memukul pipinya sendiri.

"Fokus, Talia. Fokus. Jangan sampai terbawa suasana."

Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Pipinya masih merah, matanya masih melebar karena keterkejutan, dan rambutnya berantakan.

Tidak. Ia tidak boleh membiarkan Damian mengontrol pikirannya seperti ini. Ia harus segera melupakan insiden tadi dan berpikir jernih. Setelah mengumpulkan keberanian, ia mulai menyalakan air dan mandi secepat mungkin.

Sementara itu, di luar kamar mandi, Damian duduk di tepi ranjang, menatap langit-langit dengan ekspresi berpikir.

Ia sebenarnya tidak berencana untuk mencium Talia, tapi godaan untuk melakukannya terlalu sulit untuk di tolak. Gadis itu memiliki ekspresi yang sangat lucu saat panik, dan ia menikmati setiap detiknya.

"Aarghhh!"

Teriakan kencang Talia dari dalam kamar mandi membuat Damian panik. Pria itu segera berlari dan mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.

"Talia, ada apa?"

Damian terbiasa hidup waspada karena statusnya sebagai kepala mafia yang pasti punya musuh di mana-mana.

Talia tidak segera menjawab. Dari dalam kamar mandi, hanya terdengar suara air yang masih mengalir deras. Damian mengetuk pintu lagi, kali ini lebih keras.

"Talia!" suaranya lebih tegas, nyaris cemas.

Tak lama, pintu kamar mandi terbuka sedikit, memperlihatkan kepala Talia yang menyembul dengan ekspresi kesal. Wajahnya masih sedikit merah, entah karena malu atau karena mandi dengan air panas.

"Aku lupa ini kamar hotel yang kamu sewa. Aku gak ada baju, baju yang aku pakai barusan gak mungkin aku pakai lagi, aku orangnya jijik-an kalau pakai baju kotor ... Gimana doong?" katanya dengan bibir mengerucut manja menatap Damian.

Damian menghela nafas lega. Dia pikir ada apa. Tapi dibuat gemas juga sama gadis ini. Bisa-bisanya berteriak seperti mau dijahatin orang, bagaimana Damian tidak panik coba.

Tanpa banyak omong, Damian berbalik mengambil kemeja putihnya dari dalam koper dan balik ke toilet lagi, menyodorkan kemejanya ke Talia yang masih menyembulkan kepalanya dari dalam toilet.

"Pakai ini saja. Kamu pendek, kemeja bisa jadi dress di badanmu." kata Damian sontak membuat iris mata Talia berubah dongkol. Ia menyipitkan matanya ke pria itu.

"Aku gak pendek ya. Kamunya yang terlalu tinggi. Makanya jangan deket-deket aku biar aku keliatan tinggi!" Gerutunya sebal.

Damian terkekeh.

"Pendek." ia malah makin meledek. Talia menutup matanya dalam-dalam mencoba mengontrol rasa kesalnya karena dia butuh bantuan pria itu sekarang.

"Mau kemana?" tanyanya begitu melihat Damian berbalik hendak pergi.

"Balkon, memangnya kau mau aku masuk ke dalam melihatmu mandi?"

Talia melotot.

"Ih! Mesum!"

Damian hanya mengangkat bahunya.

"Damian ..." Suara Talia berubah lembut dalam sepersekian detik. Pria berbalik meliriknya, biasanya kalau seperti itu dia ada maunya. Damian menunggu gadis itu bicara lagi tanpa bersuara.

"Mm ... Bisa beliin aku sesuatu gak?"

Alis Damian terangkat.

"Beli apa?"

"Celana dalam dan BH."

Hening. Damian masih kaget seolah merasa kalau dia salah dengar.

1
Ani Basiati
lanjut thor mantap nana
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘬𝘢𝘶 𝘦𝘭𝘭𝘢
Tuti Tyastuti
𝘬𝘦𝘯𝘻𝘰 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪
Bagus Rahmad
siap2 terungkap!!! buat si Ella malu dan jgn kasih ampun buat contoh yg lain bila berani mengusik yg berhubungan dgn orang2 tersayang keluarga keturunan winslow😁🤭
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
kenzoooo nackhal sekali😭😭😭😭 Nana nya langsung di tinggal kabur 🤣🤣🤣
ahs@
maling teriak maling 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
kan kan ternyta si paling profesional dn kebanggaan ternyta yg menjiplak,,walaumungkin dia GK nyuri dn cuma Nemu tp kan GK gtu juga kali 🤣
Ita rahmawati
ayo datang semua sekeluarga bela nana
Ita rahmawati
ayo manis manja lawan lah sekali² 🤣
Atik Marwati
dewa penyelamat datang
Ari Nuryanti
heem jason🤣🤣🤣🤣
Ari Nuryanti
punya tante 2 bikin rusuh semua ya cakra.....
ink_Reshanty46 esha
Biar nanti bantu sura lawan si ular libra
Dini Anggraini
Kan bisa di buktikan langsung di depan dosen kampus bagaimana langkah dari awal sampai selesai buat sebuah gambar desain bila memang Adriana bakatnya alami kan bisa dengan mudah menggambarnya. Sedangkan Ella pasti gak bisa gambar saat itu juga.
Esther
Nah lho....ngaku saja Ella kalau kamu yang mengambil sketsa yg jatuh itu
Esther
jangan2 gambar Adriana diambil Ella.
pembelamu datang Adriana
Risma Waty
Hazel somplak🤣🤣
🌹🌹WINA🌷🌷
Mampooos siella tidak bisa berkutik lagi, kanzo punya bukti-bukti yg kuat
kanzo dilawan🤣
mikir 2 kali melawan kanzo sangat tegas dan berwibawa...
🌹🌹WINA🌷🌷
Pasti itu kanzo yg datang membela nana dipermalukan didepan umum, aura kanzo sangat menakutkan dan mengerikan ,siapa yg melihat merasa takut dan segan....

belum tahu nana calon istri kanzo, berani mengusik nana tamat riwayat kalian🤣berani mengusik keluarga damian winslow dua mikir...
nana dituduh menjiplak karya ella, yg ada ella itu mencuri karyawan nana...
semoga aja kanzo punya bukti nana tidak menjiplak, kasian nana dipermalukan di depan umum...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!