NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Tepat setelah tengah hari, semua stok makanan yang dibawa habis terjual.

Saat ketiga saudara itu sedang berkemas, beberapa pekerja pelabuhan berjalan kearah mereka.

Pemimpinnya adalah seorang pria kekar berjanggut lebat bernama Yu Dan, yang telah bekerja dipelabuhan selama lima tahun. Dia berteriak dari jauh, "Nona, akhirnya kau sampai."

Lin Yao mendongak mendengar suara itu, bingung.

Yu Dan berjalan cepat kekios sambil tersenyum lalu berkata, "Nona, salah satu temanku membeli seporsi jeroan babi rebus darimu. Dia berbagi sedikit dengan kami siang ini, rasanya enak sekali. Kami semua ingin membelinya, jadi kami langsung bergegas kesini begitu selesai bekerja."

Seorang pekerja muda lainnya menimpali, "Ya, temanku itu hanya memberi kami masing-masing sepotong seukuran kuku jari, bagaimana mungkin itu cukup..?"

Lin Yao menunjuk dengan agak canggung kepanci "tuan-tuan, maaf sekali..! jeroan babi rebus kami sudah habis terjual semuanya."

Mendengar ini, wajah antusias Yu Dan berubah kelam "Nona, bisnismu berjalan dengan baik. Kami langsung bergegas kesini begitu selesai bekerja, tetapi kami tetap tidak mendapatkannya."

"Habis terjual, kenapa bisa secepat itu..?" timpal pemuda lain.

Mata Lin Yao berkedip acak mendengar ini.

Lin Shun mengusap tengkuknya kikuk, sedangkan Song menggaruk kepala yang mendadak kesemutan.

"Ini pertama kalinya kami menjual jeroan babi rebusan herbal, oleh sebab itu kami hanya membuat dalam jumlah terbatas. Tapi jangan khawatir, kami pasti akan menyiapkan lebih banyak lagi besok. Jika tuan-tuan khawatir tidak kebagian lagi, kalian bisa memesan terlebih dulu." papar Lin Yao.

Mata Yu Dan serta teman-temannya berbinar mendengar itu.

Mereka langsung berdiskusi sesaat.

"Kami memesan lima belas porsi untuk besok. Kami para pekerja kasar sangat menyukai makanan yang mengenyangkan dan memuaskan seperti ini." kata Yu Dan.

Lin Yao langsung setuju, "Baik, kami akan menyiapkannya. Tuan-tuan, datanglah besok untuk mengambil pesanannya."

"Oke..!"

Rombongan Yu Dan berpindah kekios bibi Lie yang masih menyisakan porsi pas untuk mereka.

Setelah mengemasi barang-barang, ketiga bersaudara itu bergegas pulang.

Selang lima belas menit, giliran bibi Lie pulang.

Sesampainya dirumah, Lin Shun langsung menutup pintu rapat-rapat. Ia mengeluarkan semua koin tembaga yang disembunyikannya diember kayu.

Panekuk telur hari ini sama seperti kemarin, lima puluh buah masing-masing varian terjual dengan total 300 wen.

Jeroan babi rebus mendapatkan laba kotor 336 wen.

Setelah menghitung uangnya, ketiga saudara sangat gembira.

"Ternyata bisnis jeroan babi jauh lebih menguntungkan." ucap Lin Yao.

"Tapi jika dihitung-hitung biaya pembelanjaan juga banyak, terlebih untuk bumbu rempah herbalnya." sahut Lin Shun.

Lin Yao dengan sabar menjelaskan "Kakak, ini pertama kalinya kita membuat jeroan babi, bumbu rebusannya semuanya baru dibeli. Meski harganya cukup mahal, tapi bumbu rebusan dapat digunakan kembali. Jadi biaya pembelanjaan secara alami akan berkurang."

Senyum Lin Shun terbit kembali "Aku akan pergi membeli jeroan babi dulu, takutnya nanti kehabisan."

"Kakak, beli tiga puluh kati kali ini sekalian untuk kita makan juga." kata Lin Yao.

Setelah Lin Shun pergi, Lin Yao membawa Lin Song pergi kegunung.

Sekarang warungnya memiliki olahan daging dan kue, tetapi tidak ada minuman.

Namun, orang-orang yang bekerja didermaga umumnya membawa teh mereka sendiri, jadi jika Lin Yao tidak bisa membuat minuman spesial dengan harga terjangkau, tentu tak akan ada yang mau membeli.

Kali ini, Lin Yao pergi kegunung khusus untuk mencari perilla. Dia sebelumnya telah membuat video tentang minuman dari masa kemasa, jadi dia memiliki banyak ide dibenaknya.

Hal pertama yang terlintas diotak Lin Yao adalah minuman perilla yang populer pada era kekuasaan Dinasti Song.

Dizaman modern, membuat minuman perilla sangat mudah. Bahan-bahan seperti lemon dan akar manis gampang didapatkan.

Namun, situasinya sangat berbeda diera ini.

Bahkan lemon saja begitu sulit ditemukan dipasaran, sedangkan akar manis adalah ramuan obat yang mahal serta langka.

Sudah dipastikan biaya pembuatan minuman perilla akan sangat tinggi, tidak cocok untuk bisnis kecilnya.

Lin Yao kemudian berpikir bahwa perilla bukan hanya untuk satu jenis minuman saja. Tanaman itu bisa dikombinasikan dengan bahan lain untuk membuat berbagai drink.

Yao mempertimbangkan untuk membuat teh perilla dan hawthorn serta teh perilla dengan krisan.

Untungnya, perilla, hawthorn, dan krisan liar tersedia melimpah digunung.

Meski pun dalam memetiknya akan sangat melelahkan serta memakan waktu lebih banyak, itu tak bisa dijadikan masalah. Yang penting urusan biaya pembelanjaan bahan teratasi.

Setelah mengambil keputusan, Lin Yao menjelajah lebih naik kegunung.

Lebih dalam hutan menjadi semakin rimbun lebat, jalan setapak mengecil dan terjal sulit dilalui.

Lapisan dedaunan yang gugur menutupi tanah, menyembunyikan banyak lubang dan batu tajam. Sehingga memungkinkan kaki sering tersandung.

Lin Song menggenggam tangan Lin Yao erat-erat. "Kakak Kedua, kita sedang mencari apa..?"

"Kita akan mencari perilla, hawthorn, dan krisan liar." jawab Lin Yao sembari terus menyusuri jalanan dengan hati-hati.

"Untuk apa itu semua..?"

"Kita akan membuat minuman segar."

Lin Yao menggenggam erat tangan kurus sang adik.

"Daun perilla memiliki aroma unik, itu akan membuat minuman mengeluarkan wangi khas yang sedap."

Untuk mengurangi ketegangan, Yao terus bercerita sembari mengamati sekitar.

"Buah Hawthorn rasanya asam, jika kita menambahkannya kedalam mie, akan membuat rasanya lebih bervariasi."

"Kalau teh krisan liar, memiliki rasa manis dan menyegarkan. Selain itu, dapat meredakan serta menyembuhkan panas dalam, sangat cocok dinikmati saat matahari sedang terik."

"Jadi, kita juga akan menjual minuman nanti..?"

Lin Yao mengangguk "jika kita bisa mendapatkan semua bahannya."

Lin Song mengangguk tanda mengerti, mata jernihnya penuh rasa keingin tahuan.

"Seperti apa rupa perilla dan hawthorn..?"

Lin Song telah tinggal didesa sejak kecil dan sering melihat banyak krisan liar, tetapi ia belum pernah melihat perilla atau hawthorn sebelumnya.

Padahal hawthorn adalah bahan utama pembuatan tanghulu. Tapi lagi-lagi Lin Song belum pernah memakannya.

"Daun perilla berwarna ungu, bagian belakangnya sedikit berbulu. Kalau Hawthorn terlihat seperti lentera merah kecil yang tergantung dipohon, sangat cantik. Kau akan tahu sendiri nanti saat melihatnya," jelas Lin Yao sambil tersenyum.

Nyamuk dan serangga kecil lainnya, mengiringi perjalanan kedua saudara itu.

Suara dengungan nyamuk menjadi simfoni penghiburan bagi keduanya.

Lin Yao melambaikan ranting ditangannya untuk mengusir nyamuk, sambil tetap waspada terhadap sekitarnya.

Tiba-tiba langkah Lin Yao berhenti, matanya berbinar saat dia menunjuk kesatu tempat tidak jauh di depan.

"Song'er, Itu perilla...!"

Gerombolan perilla bergoyang lembut tertiup angin. Daunnya yang lebar dan terbuka mengeluarkan aroma harum memikat.

Lin Yao bergegas mendekat, berjongkok, dan dengan hati-hati memilah daun yang paling bagus.

Lin Song meniru tindakan Lin Yao, memetik daun-daun yang paling baik dan segar.

"Kakak Kedua, ini harum sekali." seru Lin Song mencium selembar daun ditangannya.

"Rasanya akan lebih enak lagi kalau sudah diolah." beri tahu Lin Yao.

Setelah memetik daun perilla, mereka menuju ketempat dimana pohon hawthorn mungkin ada.

Pohon hawthorn biasanya tumbuh di lereng bukit atau semak-semak.

Lin Yao memimpin Lin Song kedepan sembari terus bergandengan tangan.

Jalan pegunungan semakin terjal serta dipenuhi duri.

Lin Yao harus menggunakan parangnya untuk membersihkan semak duri sambil melindungi Lin Song.

Saat mereka berjalan, lengan Lin Yao tanpa sengaja tergores dan mengeluarkan darah.

"Kakak, kau terluka..!" teriak Lin Song cemas.

Lin Yao dengan santai menyeka lukanya "Tidak apa-apa, hanya luka kecil. Pohon hawthorn ada didepan sana."

Akhirnya, mereka melihat beberapa pohon hawthorn yang sarat dengan buah merah cerah dilereng bukit yang curam.

Lin Yao menemukan ranting panjang dan dengan kuat menghantamkannya kedahan.

Buah hawthorn kontan ramai berjatuhan.

Lin Song sigap memungutnya, mengumpulkan semua kedalam keranjang.

Dalam sekejap, keduanya telah mengisi satu keranjang dengan penuh buah tersebut.

Bunga krisan liar ada dimana-mana, tak perlu susah payah mencarinya.

Dalam perjalanan pulang, Lin Yao dan Lin Song memetik bunga krisan liar di pinggir jalan, sampai memenuhi baju mereka.

1
Zabarra
yo bisa yo tiga saudars 👏👏👏
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!