Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.
Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.
Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Luna yang sudah berada didepan rumah merasa was-was akan masuk kedalam, beberapa hari meninggalkan rumah tanpa memberitahu ibu mertuanya.
"Semoga baik-baik aja enggak ada hal lain."gumam Luna sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Saat diruang tamu dirinya merasa dipanggil oleh ibu mertuanya dan mendapat tatapan agak tajam untuknya.
"Dari mana aja kamu, sekarang baru pulang?'tanya ibu mertuanya.
"Ada urusan yang harus membutuhkanku keluar kota bu, permisi mau ke kamar lebih dulu."ucap balas Luna tanpa menunggu jawaban ibu mertuanya.
"Nyelonong aja mantu satu ini, punya mantu satu aja bikin susah kapan diriku punya cucu."gumam bu Hana.
Bu Hana sudah lama ingin menginginkan cucu didalam keluarganya akan tetapi sampai pernikahan anaknya udah berusia empat tahun lebih belum adanya cucu sama sekali itu yang membuat dirinya kecewa kenapa merestui punya menantu seperti Luna.
Didalam kamar Luna sudah merasa lega terhindar dari akan banyaknya pertanyaan untuknya, ia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya lebih dulu.
- -
Sore harinya jam pulang tiba, Akbar yang mendapatkan kabar kalau istrinya sudah kembali kerumahnya dirinya langsung bergegas meninggalkan pekerjaan meskipun masih banyak tumpukan dokumen yang harus ditandatanganinya.
"Kevin, siapkan mobil abis ini aku langsung pulang kerumah."perintah Akbar pada asisten Kevin.
"Baik pak."ucap balas asisten Kevin.
"Akhirnya pulang juga dirimu Luna, udah enggak sabar akan bertemu dengan istrinya."gumam Akbar.
Seolah semua baik-baik aja akan tetapi seperti bom waktu untuknya sebenarnya ia lupa akan apa dilakukannya dibelakang istrinya selama ini. Akbar sudah berada didalam mobil yang membawanya pulang kerumahnya.
"Apa ku harus cari tau siapa laki-laki yang bersama Luna tadi siang direstoran?"gumam Akbar dalam hati yang sambil menatap kearah luar jendela mobilnya.
"Kevin, aku punya khusus buatmu tolong awasi pergerakan istriku selama aku enggak ada disampingnya cari tau semua dirinya dekat dengan siapa aja dan laporkan kepadaku."ucap perintah Akbar ke asisten Kevin.
Asisten Kevin yang duduk didepan sebelah supir hanya menghela nafas, tugasnya akan bertambah lagi dan bebannya akan bertambah untuk bonus yang didapatkan akan semakin melimpah nantinya.
"Iya pak, nanti akan saya suruh orang kita untuk mengawasi nyonya Luna."ucap balas asisten Kevin.
"Dan tolong awasi juga pergerakan Dita dibelakangku selain istriku, aku ingin tau detailnya."ucap perintah lagi Akbar ke asisten Luna.
"Apa-apaan ini, tadi suruh awasi istrinya ini nambah lagi awasi selingkuhannya juga."gumam Kevin dalam hati.
"Baiklah pak."ucap balas asisten Kevin.
Akbar tiba dirumahnya dan menyuruh asistennya kembali pulang.
"Kembalilah pulang, besok jemput pagi seperti biasanya."ucap Akbar.
Akbar berjalan masuk kedalam rumahnya dan berpapasan dengan ibunya.
"Akbar, tumben udah pulang kerja sore?"tanya bu Hana pada anaknya.
"Kerjaan tidak terlalu banyak bu, permisi aku mau langsung ke kamar."ucap balas Akbar.
Bu Hana yang melihat sekilas dan kembali masuk kedalam rumah sedangkan anaknya Akbar berjalan terus menuju kamarnya yang berada dilantai dua berada.
Klek..
Pintu kamar terbuka dilihatnya istrinya sedang tidur pulas diatas ranjang, Akbar hanya melihat sekilas dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidur Luna merasa terganggu akan suara gemericik air yang ada didalam kamar mandi, perlahan mata Luna membuka dan melihat siapa yang berada didalam kamarnya.
Bertepatan Akbar yang baru aja keluar dari kamar mandi yang masih memakai handuk dipinggangnya. Luna yang melihat suaminya sudah berada didalam kamar sedikit salah tingkah akan tetapi segera mengubah ekspresinya menjadi datar kembali.
"Sudah pulang kamu Luna?"tanya Akbar pada istrinya.
"Iya sudah."ucap datar Luna.
Akbar yang mendengar istrinya masih datar menjawabnya hanya bisa menghelas nafas.
"Apa nanti malam kita bisa keluar?"ucap Akbar, dirinya ingin mengajak istrinya makan malam bersama.
"Mau ngapain?"ucap singkat Luna.
"Makan malam bersama Lun. Apa kamu mau?"kata Akbar.
"Iya baiklah."ucap balas Luna dan langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Melihat istrinya seperti itu Akbar hanya menggeleng-gelengkan kepala, merasa lega ajakan makan malamnya disetuju oleh istrinya.
Sedangkan Luna yang masih berada didalam kamar mandi menatap kearah kaca wastafel didepannya.
"Sabar Lun, mungkin suamimu sedang ingin berubah berpikirlah positif aja."gumam Luna
Luna sudah mengambil keputusan akan memberi kesempatan kembali pada suaminya jika nanti suaminya masih terbukti berkhianat darinya tiada maaf bagi suaminya. Luna ingin melihat sejauh mana suaminya akan bertindak mendekati dirinya.
Luna dan Akbar sudah selesai bersiap jam udah menunjukkan pukul tujuh malam, pasangan suami istri itu pun berjalan turun kebawah dan meninggalkan rumah.
"Mau makan apa Lun?"tanya Akbar yang sambil menyetir mobil yang dibawa.
"Makan didekat taman kota, cari nasi goreng disana."ucap datar Luna.
"Makan dikaki lima, apa kamu yakin?"ucap Akbar.
"Iya aku yakin."kata Luna.
"Baiklah, kita menuju kesana."ucap Akbar
Akbar membawa Luna menuju tempatnya yang diinginkan istrinya yang berada ditaman kota, tempat kaki lima yang menjual nasi goreng yang cukup ramai. Sepasang suami istri itu sudah berada disana dan sedang memesan makanan.
"Lahap sekali makanmu Lun, apa sebegitu enaknya."kata Akbar.
"Ini makanan kesukaanku, ini enak coba aja."kata Luna.
Akbar yang mendengar istrinya, ia lalu mencoba nasi goreng yang ada diatas meja.
"Benar, enak ini. Apa kamu sering makan disini?'tanya Akbar.
"Sering, biasanya sama dengan Adam makan disini."ucap santai Luna.
Deg
Akbar merasa hatinya sedikit sakit mendengar istrinya sering makan berdua dengan laki-laki selain dirinya.
"Kamu cukup dekat dengan Adam?"ucap Akbar dengan hati sedikit gelisah.
"Iya kan dia sahabatku jadi dekat dong."kata santai Luna. ups.. Luna merasa keceplosan dirinya jadi merasa tak enak dengan suaminya dliatnya ekspresi Akbar yang sudah menunjukkan murung dan gelisah.
"Oh begitu ya, baiklah lanjutkan makannya."ucap lesu Akbar.
Luna tak mengambil pusing dan ia langsung melahap habis nasi goreng itu sampai habis. Sedangkan Akbar hanya memakannya sedikit tampak tak bersemangat.
"Sudah selesai aku."ucap Luna.
"Kalau begitu aku bayar lebih dulu abis gitu kita pulang."kata Akbar, lalu Akbar membayar makanan itu dan bergegas kembali kemobil.
Luna melihat suaminya diam membisu apa dirinya salah berbicara tadi.
"Kamu enggak apa-apa?"tanya Luna yang sudah berada didalam mobil.
"Aku baik-baik aja."ucap Akbar tanpa melihat kearah Luna.
Luna hanya menghela nafas dan menatap keluar jendela mobilnya. Akbar yang melihat sekilas istrinya diam dan nampak seperti memikirkan sesuatu.
"Kenapa aku jadi seperti ini, Luna enggak salah. Dirinya justru lebih kelewatan dari sekedar makan berdua."gumam Akbar dalam hati
se BADAS apa kamu luna
apa mau berbagi lendir dengan mereka lun OMG
biar kamu ga sama Kaya yg lain cuma mewek doang 🤦