NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang Asing

Heyra terus memikirkan bagaimana caranya membuat Alex cemas, walau itu tidak mungkin. Heyra, terus mondar-mandir tak jelas di ruangannya pikirannya terus tertuju kepada Alex. Hingga Karla tiba barulah ia menghentikan langkahnya itu.

"Apa kau masih memikirkan cara?" tanya Karla, Heyra langsung menoleh menatap wajah Karla sendu.

"Tenanglah aku sudah merencanakan sesuatu."

"Apa?" Heyra penasaran, tapi Karla tidak mengatakannya. Entah apa yang direncanakan sang manajer itu.

"Kamu akan tahu nanti," ucapnya lalu memberikan satu baju kepada Heyra dan memanggil sang asisten yang selalu membantu Heyra mempersiapkan semua kebutuhannya.

"Ganti baju dulu," katanya mendorong Heyra pelan. Heyra, tidak punya pilihan yang berjalan ke ruang ganti mengikuti asistennya. Sementara Karla, dia menghubungi seseorang.

"Bagaimana? Sudah siap?"

"Bagus. Jalankan sesuai rencana, ok."

Panggilan pun ditutup. Karla menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku, lalu pergi keluar untuk mempersiapkan pemotretan Heyra yang akan diadakan di atas rooftop.

Heyra, sudah kembali dengan busana barunya. Mengenakan gaun mustard dengan motif bunga. Gaun tanpa lengan dan panjang hanya selutut.

Sungguh sangat cantik, Heyra memang tiada tandingannya. Rambut merah kecoklatan terurai dan kulit putih bersih begitu indah dipadukan dengan busana itu, itulah busana produk terbaru dari Lucian Company.

"Di mana Karla?"

"Dia sudah di atas menunggu kalian."

Heyra mengangguk, lantas mengajak sang asisten pergi ke rooftop. Di persimpangan jalan, ia bertemu dengan Alex yang baru saja keluar dari lift dan hendak turun. Netra keduanya saling bertemu dan menatap lama.

"Al—" Baru saja Heyra, ingin menyapa, Alex sudah berlalu begitu saja.

Heyra membuang nafas kasar, lantas meremas telapak tangan yang hendak melambai untuk memanggil Alex. Rasa kesal tiada tara, Alex melakukan itu tidak hanya sekali tapi berulang kali. Setelah kehadiran Essa.

Heyra menghentakkan kedua kakinya lalu pergi menuju rooftop. Namun, tiba-tiba langkahnya dihentikan seseorang. Seorang pria lengkap dengan masker dan topi hitam. Wajahnya benar-benar tidak terlihat, sorot matanya menelisik setiap lengkuk tubuhnya.

"Hey! Siapa kamu, kenapa menghalangi jalan minggir sana!"

Pria itu tidak bergeming, Heyra, melirik asistennya meminta dia melakukan sesuatu karena pria itu selalu menghalangi jalan Heyra.

"Minggir! Apa sih, maumu?"

"Citra, lakukan sesuatu!" teriaknya kepada sang asisten.

"Sebentar, Kak. Aku akan hubungi Bu Karla."

Citra mencoba menghubungi Karla, tapi tidak dijawab, lantas menghubungi pihak keamanan yang beruntung langsung mendapat jawaban. Citra meminta security perusahaan untuk ke lantai 4, ada seseorang yang masuk dan mengganggu Heyra.

"Kak, tunggu sebentar security segera datang. Dan kamu ngapain terus menghalangi kami."

 Citra kini maju ke depan menjadi pelindung bagi Heyra, tingkah pria misterius itu semakin agresif, entah itu paparazi atau penggemarnya yang terobsesi padanya. Sungguh sangat menyeramkan apalagi ketika pria itu mengeluarkan senjata tajamnya.

"Oh, tidak—" Netra keduanya membulat dengan sempurna. Senjata tajam yang kecil tapi memberikan ketakutan, ketika melihat ketumpulan di ujung p*sau itu.

Pria itu terus mendekat ke arah Heyra dan Citra, sampai-samai langka mereka yang mundur sudah terbatas, tidak adalagi ruang untuk mundur. Heyra dan Citra hanya diam ketika terjebak diujung sudut tembok.

"Akh!"

Citra hanya bisa menjerit ketika pria itu berhasil menarik Heyra, ke dalam dekapannya, menodongkan benda tajam itu yang sudah diarahkan pada leher jenjang miliknya.

"Citra lakukan sesuatu!"

Citra gelagapan ia bingung karena ketakutan. Tangannya gemetar mencoba menghubungi Karla, juga security. Tapi diantara mereka belum juga muncul.

Heyra benar-benar ketakutan saat ini, ia menangis ketika yang dibayangkannya adalah kematian. Heyra hanya takut jika p*sau itu menusuk lehernya dan itu akan mengakhiri hidupnya.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau lakukan ini padaku?" Bibir Heyra bergetar.

"Karena aku menginginkanmu." Seringai tipis terlihat di balik masker wajah itu. Matanya menyipit memberikan kesan kebanggaan karena sudah berhasil mendapatkan Heyra.

Kaki Heyra bergetar, pipinya basah karena air mata, Heyra hanya pasrah ketika pria asing itu menyeret tubuhnya menjauh dari sana. Citra, dalam keadaan tidak berdaya karena dia tidak bisa menyelamatkan artisnya, tapi tidak demikian ketika seseorang muncul dibalik pintu lift yang terbuka.

"Pak Alex," ujarnya demikian.

Alex, datang tepat waktu. Entah, itu kebetulan atau kesengajaan. Alex, tiba-tiba muncul di balik pintu lift yang terbuka. Niat pria asing itu untuk masuk, tiba-tiba Alex mencengkram kuat tangannya dan melempar pisau yang berada di leher Heyra.

Sedetik tubuh Heyra tumbang, sesaat pria itu melepaskannya. Kejadian itu membuatnya trauma, Heyra tidak dapat berdiri karena tubuhnya mendadak lemas. Tetapi netranya menatap sendu kepada Alex yang kini sedang melawan pria asing itu.

Ada sirat kebahagiaan dimatanya karena Alex masih mencemaskannya.

"Pak security ini dia tangkap Pak," Seru Citra pada pihak keamanan yang baru saja datang.

Tidak membutuhkan waktu lama, pembuat onar itu kini sudah diamankan dan langsung dibawa turun oleh security. Namun, Alex mendapatkan luka sebetan di tangan kanannya, tangannya tergores benda tumpul itu.

Alex berjalan ke arah Heyra yang terduduk di samping lift. Ia hanya ingin menanyakan keadaannya tapi antusiasnya disambut hangat oleh Heyra. Heyra langsung memeluk, Alex erat, yang terus menangis dan menunjukkan rasa takutnya.

"Alex, aku takut, tapi untungnya kamu datang. Dari dulu kamu selalu menjagaku Alex, kamu tidak pernah membiarkanku terluka."

Alex hanya diam. Pria itu melepaskan pelukan Heyra.

"Akh!"

"Ada apa?"

Ringisan Alex, membuat Heyra cemas karena Alex seperti kesakitan ketika tangan kanannya digenggam Heyra. Mata Heyra membulat wajahnya menjadi cemas melihat luka di tangan Alex.

"Alex, tanganmu ..."

"Pak Alex tangannya terluka." Citra segera menghubungi seseorang untuk membawa Alex ke dokter. Walau Alex terus menolak enggan dibawa ke rumah sakit. Tapi Heyra sangat bersikeras.

"Aku tidak apa-apa. Aku bisa mengobatinya sendiri."

"Alex dengar. Lukamu itu semua karena kamu melindungiku, jangan buat aku merasa bersalah Alex."

"Heyra lukaku baik-baik saja, aku akan pergi sekarang jadi aku akan mengobatinya nanti."

"Aku tidak mau kamu menolak lagi."

Alex, terdiam. Heyra menuntun tangannya, membawanya keluar menuju mobil. Sementara di depan gedung sekolah Essa sedang menunggu kedatangan Alex.

Alex, tidak melupakannya hanya saja kondisi yang darurat membuatnya harus bertahan. Pemikiran Alex sedang kacau saat ini, ia mengkhawatirkan Essa yang sedang menunggunya. Tetapi ketika hendak mengambil ponsel genggamnya, Heyra merampas benda itu.

"Jangan hubungi siapa-siapa. Aku silence , ya."

Sementara di ujung lain Essa masih menunggu di depan halte. Hampir satu jam ia menunggu kedatangan Alex. Mulutnya mulai mencebik—manyun. Essa melihat arah jarum jamnya berulang-berulang sambil terus celingukan ke arah jalanan untuk memastikan jika Alex belum pulang.

...----------------...

Maaf kemalaman 🙏

Banyak typo juga karena authornya nulis dalam keadaan ngantuk.

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!