NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:254
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai curiga

Minggu pagi, pagi pagi benar Kiara dan Karina datang ke rumah Hendra hanya ingin bertemu si bocil, Karina kadung jatuh cinta pada gadis kecil itu, karena semalam Checilia tak mau ikut ayah nya kerumah kakek ganteng dengan alasan takut di pelototi Tante Ririn, maka pagi ini kedua kakak beradik itu datang nyamperin ke rumah si bocil.

"Mbak Kia, Mbak Karin silahkan masuk, maaf lho tempatnya berantakan belum sempat di rapikan itu mainan si checill berserakan kemana mana.

"checill cepet di rapikan mainannya nak itu ada tamu". teriak sang ayah dan keluar si kecil yang keliatannya baru mandi.

" Maaf, kalian datang ada perlu penting kah atau sekedar main?" tanya Hendra .

"Ini mas, Mbak Karin ingin di periksa dan minta di terapi katanya supaya bisa dapat momongan". Kiara yang menjawab.

"selama ini sudah ke dokter kandungan kah? Gimana hasilnya?" tanya Hendra yang baru pertama kali mencoba memberi terapi pada wanita yang mohon dapat momongan.

"Dokter bilang kami sehat mas Hendra, tapi memang suami saya agak dingin mungkin terlalu kecapekan atau dia yang sakit, tiap berhubungan selalu nggak lama dan cepet selesai". Jawab Karina malu².

"Suaminya kok nggak sekalian kesini mbak nanti insyaallah aku bisa memberi solusi yang di butuhkan?" tanya Hendra dan Karina hanya diam tak menjawab, tetapi Kiara yang menjawab.

"Mas Devan lagi pergi ada urusan bersama sepupunya, tahu kan sepupunya itu ya si Ririn , sebenernya aku udah nyesek sakali melihat Ririn, sudah nyuruh Daddy memecatnya tetapi Daddy seperti nya terkena hipnotis dari si jalang itu". Kiara mengomel.

"Sepupu?" tanya Hendra heran sambil mengernyitkan alis nya.

"Iya mas, si Ririn itu dulu temen aku kuliah dia nyari kerja terus aku masukkan ke perusahaan Daddy ku sampai dia berhasil jadi sekertaris Daddy, selama lima tahun kurang lebihnya, lalu Ririn memperkenalkan sepupunya padaku Daddy mendukung demi orang tua maka akupun akhirnya mau di jodohkan sama sepupunya Ririn yaitu mas Devan ". Kirani menjelaskan ada hubungan apa antara Devan dan Ririn.

"Hmm Mbak Karin yakin mereka sepupu an?" tanya Hendra lagi.

"Ya itu cerita mereka katanya sepupu jauh gitu kakek mereka saudara an". Jawab Karina sambil mengangkat kedua pundaknya seakan tak begitu perduli.

"sepupu ya, sepupu kok kikuk kikuk di dalam mobil, dan sekarang malah ada janjian keluar bersama". Batin Hendra dan Hendra sebenarnya mengakui antara Karina dan Ririn jauh sekali beda, Karina yang lembut wajahnya ke korea korea an mirip sekali dengan song Hye Kyo, luwes manis lembut dan tentunya baik hati, beda dengan Ririn yang meskipun cantik glowing tapi bermuka judes dengan mata lebarnya dan giginya yang agak over bite alias tonggos

Ternyata tak semua orang pinter itu pinter dalam segala hal, Karina yang sudah lulus magister manajemen nya, mampu menghandle ratusan karyawan masih saja bisa di plekotho sama suaminya yang punya rencana terselubung.

Mahendra ingin memberi saran tetapi tak berani, tak berani masuk terlalu dalam tentang urusan keluarga orang, bagaikan makan buah simalakama, Mahendra serba salah, dan akhirnya Mahendra diam tak berkomentar biarlah itu bukan urusannya.

Mahendra mengecek nadi Karina dengan memegang nadi di tangan kanannya, dia merasakan kesehatan wanita ini baik baik saja tetapi ada sesuatu yang membuat Hendra curiga.

"Selama ini Mbak Karin mengkonsumsi obat atau apa, ramuan misalnya?" tanya Hendra.

"Aku hanya minum ramuan keluarga yang di sediakan Ririn sama seperti yang Daddy minum, menurut kami karena khasiatnya nyata bikin badan terasa ringan juga membuat tidur semakin nyenyak, bahkan jika tidak minum sekali saja malamnya dipastikan tidak akan bisa tidur sampai pagi". Jawab Karina.

" Mbak Karin tidak curiga bahwa kalian telah kecanduan ramuan tersebut? Apakah pernah kalian mengecek dan bertanya ke dokter ada kandungan apa saja ramuan tersebut?" tanya Hendra lagi sambil terus memijat bagian bagian syaraf Karina agar racun yang telah lama bersarang itu bisa sedikit di netralkan.

Karina tak menjawab tapi berfikir keras, mungkinkah selama ini mereka punya musuh dalam selimut, bahkan Devan yang tiap saat kdrt jika di laporkan ke Daddy nya maka Daddy selalu menyuruh Karina sabar, padahal kesabaran Karina sudah diambang batas hanya saja Karina tak mengetahui kalau si Devan dan Ririn itu adalah pasangan kekasih dan patut juga di juluki partner of crime.

"Saran saya mbak, cobalah terbuka dengan suami, jangan terlalu mengalah ada saatnya kita harus waspada dan curiga pada sesuatu meski kadang kita kira sesuatu itu tak masuk akal, karena dalamnya sumur bisa di gapai tapi dalam hati manusia siapa yang tahu". Nasehat Hendra sambil menyemprotkan cairan pembasmi kuman di tangannya dan menggosokkan kedua tangannya tanda pemeriksaan pada kliennya telah selesai.

Karina yang dari kemarin sempat teringat sesuatu dan seperti pernah melihat Hendra sebelumnya berfikir lagi dengan keras, kenapa seperti Dejavu , dia seperti berada di suatu tempat dimana dia masih kanak kanak dan bertemu dengan Mahendra yang saat itu sudah dewasa, siapa dia? Karina pusing sendiri karena dia tidak bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sendiri.

"ya sudah mas Hendra, kalau begitu kami pulang dulu makasih lho atas semuanya, dan itu masakan aku sendiri yang masak semoga mas Hendra dan checill menyukainya, oh iya ini ada titipan dari Daddy nanti malam kalian datang ya ke restoran Raos Nyata yang ada di kota ini, malam nanti ulang tahun Daddy, nggak usah bawa apa apa , nggak usah bawa hadiah tadi Daddy pesannya cukup bawa checill saja ". Karina pamit sambil mengulurkan kartu undangan ulang tahun dari om Jo, dan Hendra pun baru tahu malam ini om Jo ulang tahun.

"Raos Nyata" berarti itu restoran punya Toni sahabatnya.

"kamu ngerasa nggak mbak, ada sesuatu yang di sembunyikan mas Hendra seakan dia mengetahui suatu rahasia besar". Tanya Kiara setelah mereka berada di dalam mobil dalam perjalanannya pulang.

"Hmm aku malah seperti Dejavu, seperti pernah melihat mas Hendra tapi di mana? Seperti aku sudah akrab sekali pada nya, padahal kenal juga baru kemarin ". Kata Karin malah keluar dari topik pembicaraan mereka.

Keduanya lalu larut dalam fikiran masing masing, sampai di suatu jalan dekat hotel, Karina melihat dengan jelas mobil expander hitam suaminya keluar dari hotel itu, dengan kaca depan yang belum sempat tertutup Karina bisa jelas melihat sosok suaminya yang tinggi besar berkulit gelap dan berambut ikal keriting itu.

"katanya ada pertemuan keluarga kok keluar dari gerbang hotel dan bersama siapa tadi, masa iya si Ririn masuk hotel berdua dengan suamiku, lalu ada hubungan apa". Kini Karina benar benar kebingungan dengan kejadian ini.

*****

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!