NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:272
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KDRT Di Rumah Tangga Nayla Dan Anton

Seorang wanita cantik berpostur tinggi datang ke rumah Anton di siang hari. Perutnya membuncit layaknya seorang wanita yang sedang berbadan dua.Ia berdiri di teras rumah Anton.

"Permisi, selamat siang" ucapnya. Nayla yang sedang membersihkan kamar mandi bergegas keluar rumah.

"Selamat siang mba, apa benar mba istrinya pak Anton ?" tanya wanita itu.

"Selamat siang, ia benar, maaf mba siapa yah ?" tanya balik Nayla.

"Saya Olivia, saya mantan bawahan pak Anton di Bank"

"Apa boleh kita ngobrol di dalam mba ?" respon wanita itu.

"Boleh, oh ya silakan masuk mba !" seru Nayla.

Olivia masuk kemudian duduk di sofa. Pandangannya menunduk kebawah sejenak seakan merasa canggung mengatakan sesuatu kepada istri Anton.

"Mba Olivia, mau ketemu mas Anton yah ?" tanya Nayla kepadanya.

Olivia menggelengkan kepala.

"Gak kok, saya datang kesini memang berniat mau ketemu sama mbak" ujar wanita itu".

"Saya ? ada perlu apa yah ?" tanya penasaran Nayla.

"Oh ya mba Olivia mau minum apa yah ?"

"Gak usah repot-repot mba"

"Sebenarnya saya datang kesini mau menceritakan sesuatu tentang mas Anton" terang wanita itu.

"Mas Anton, emang ada apa dengan dia mba ?" tanya Nayla kembali.

"Sebelumnya saya minta maaf sama mba, saya datang kesini sama sekali gak punya keniatan buruk ingin merusak rumah tangga mba dan pak Anton" responnya.

"Apa maksudnya mba ?" tanya Nayla menatap dengan serius.

"Aku hamil mba dan pak Anton yang telah menghamili saya" terang Olivia.

Nayla begitu terkejut mendengar pernyataan Olivia.

"Mba Olivia, gak mengada- ngada kan ?"

"Demi Tuhan mba, saya gak bohong, anak yang sedang saya kandung ini adalah darah daging mas Anton" terangnya kembali.

"Pak Anton pernah berjanji pada saya, kalau dia bakal tanggung jawab dan nikahi saya"

"Hati saya sakit banget mba ketika tau kalau pak Anton telah menikah dengan mba" ucap wanita itu.

Nayla seakan tersambar petir di siang bolong. Ia begitu terkejut. Ia merasa sangat rugi di jodohkan dengan seorang laki-laki penghianat yang memiliki pembawaan kasar dan temperamental seperti Anton.

"Jadi, saya mau minta belas kasihan mba, supaya mengijinkan aku menjadi istri kedua pak Anton" rengek Olivia kepada Nayla dengan tangisnya.

"Saya tau ini sangat berat buat mba, saya juga tau gak ada wanita di dunia ini yang rela di madu tapi saya mohon banget mba, ijinkan mas Anton menikahi saya"

"Apa nanti kata orang, kalau anak ini lahir tanpa seorang ayah, aku malu mba",kilah Olivia.

Nayla menghelai nafas nya seakan dadanya terasa sesak menahan amarahnya kepada Anton.

"Mba Olivia, daripada saya harus di madu, lebih baik saya memilih bercerai dengan mas Anton" ujar Nayla.

"Tenang saja mba, saya akan meminta mas Anton untuk menikahi mba" ucap Nayla.

"Lalu bagaimana dengan mba ?" tanya Olivia kepada Nayla.

"Dari awal memang saya gak pernah mencintai mas Anton mba, saya menikah dengan mas Anton terpaksa karna di jodohkan ayah saya, jadi dengan senang hati saya akan mengunggat cerai mas Anton"

Selepas maghrib, suara mobil Anton mulai terdengar di garasi rumahnya. Berlahan ia turun dari mobilnya. Seperti biasanya ia langsung memanggil Nayla dengan suara keras layaknya kepada seseorang pembantu.

"Nay, tolong tutupkan pintu gerbangnya !" seru Anton dengan suara keras.

Nayla segera menutupkan pintu gerbang rumahnya lalu berbalik menuju ke arah suaminya.

"Sekarang kamu lepaskan sepatu sama kaos kaki aku !" seru Anton kembali.

Kali ini Nayla menolak dengan keras, ia mulai berontak.

"Kamu minta tolong aja sama Olivia" suara Nayla yg mulai memberontak.

"Apa maksud kamu nay ?" tanya Anton dengan sorot mata melotot.

"Mas, jangan pura-pura gak tau yah, aku udah tau semuanya mas, kamu menghamili Olivia kan ?" respon Nayla dengan nada keras.

"Olivia ? siapa tuh Olivia ? aku gak kenal, Nay kamu jangan asal tuduh yah" kilah Anton membantah istrinya.

"Mana ada maling yang ngaku mas" ucap Nayla.

Seketika itu Anton langsung menampar wajah istrinya dengan keras.

"Praaaak"

"Terus mas, terus tampar aku sepuasnya, biar kamu puas" ujar Nayla.

"Nay, Kamu gak boleh asal tuduh yah"

"Kamu jawab jujur aja mas apa susahnya sih ?" gertak Nayla dengan tegas.

Kali ini Anton melayangkan bogem mentah ke wajah Nayla hingga wajah nya babak belur.

"Jahat banget kamu mas, aku gak terima mas, kamu ceraikan saja aku dan nikahi Olivia, kasihan dia mas, anak dalam kandungannya adalah darah daging mu", suara Nayla sembari merintih menahan rasa sakit.

"Kamu gak berhak ngatur-ngatur aku " bentak Anton.

Anton memilih meninggalkan Nayla lalu masuk kedalam kamarnya.

Tanpa membawa pakaiannya, Nayla segera pergi dari rumah itu dengan outfit seadanya. Ia memesan taksi online lewat aplikasi. Isak tangis mengiringinya di dalam taksi online.

"Maaf mba, mba kenapa ? kok mukanya lebam gitu seperti habis di pukul orang" tanya sang driver sembari mengemudikan mobilnya.

"Iyah mas, suami saya melakukan KDRT" jawab Nayla.

"Wah itu gak bisa di biarin mbak, saran saya lebih baik mba laporkan suami mbak ke kantor polisi" saran pak Driver.

"Iya mas, terimakasih sarannya" sahut Nayla.

20 menit menempuh perjalanan, akhirnya Nayla sampai di kelurahan Randu Tugel. Sebuah tempat dimana Nayla di lahirkan dan di besarkan ayah bundanya. Di kediaman orang tuanya itu ia menekan bel rumahnya.

"Teng tong teng teng" suara bel berbunyi.

Bu Jun bergegas melangkah menuju pintu rumahnya. Saat ia membukakan pintu, ia begitu kaget mendapati wajah putri semata wayangnya penuh luka lebam.

"Ya Allah, Ney, muka kamu kenapa ?" teriak histeris bu Jun.

"Ayo Ney, kita ke rumah sakit dulu !" seru bu Jun.

Sesampainya di rumah sakit, Nayla langsung di bawah ke IGD.

"Mohon maaf bu, pasien akan di periksa dulu oleh dokter, silakan ibu tunggu dulu di luar" ujar perawat kepada bu Jun.

Dokter keluar dari ruangan periksa, bu Jun melangkah cepat menghampiri dokter itu.

"Maaf dok, gimana kondisi putri saya dok?" tanya bu Jun  di sertai rasa cemas.

" Berdasarkan pemeriksaan fisik, luka lebam di wajah putri ibu terasa memar atau dalam istilah medis disebut ekimosis, ini terjadi akibat cedera yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit, sehingga darah menggenang di jaringan sekitar" ujar sang dokter.

"Tapi gak papa kan dok ?"

"Untuk proses penyembuhannya berapa lama dok ?" tanya bu Jun lebih lanjut.

"Putri ibu tidak mengalami luka yang serius, insya Allah sekitar satu sampai dua minggu bisa sembuh total" respon dokter itu.

"Untuk itu, putri ibu tidak perlu rawat inap disini, dia sudah boleh pulang dan nanti saya berikan resep obatnya bu"

"Syukur lah kalau begitu dok, terimakasih dok" ucap bu Jun.

"Sama-sama ibu, baik, saya permisi dulu bu" ucap sang dokter.

Bu Jun kembali menemui Nayla di ruang IGD.

"Nay, dokter bilang, kamu sudah boleh pulang" ujar bu Jun kepada putrinya.

"Kita tunggu obat dulu terus pulang Ney" kata bu Jun.

"Iya bun, terimakasih banyak ya bun" ucap Nayla.

Tiba di kediaman mereka, pak Junaedi yang sudah berada di rumahnya terkejut melihat wajah Nayla yang lebam.

"Loh nay, kenapa kamu disini ? apa kamu sudah ijin ke suami mu ?" tanya pak Jun kepada putrinya.

"Terus itu muka Kamu kenapa nay ? Kok lebam begitu ?" tanya pak Jun lagi.

Nayla diam sejenak, menghembuskan nafas lalu matanya berkaca-kaca.

"Semua ini karna ulah mas Anton yah" jawab Nayla.

"Hah Anton, apa maksud kamu nay ?" tanya Ayahnya kembali.

"Mas Anton telah melakukan kekerasan yah, dia menampar dan juga memukul Nayla hingga begini" terang Nayla.

"Gak mungkin, ayah gak percaya, ayah kenal baik sama Anton, dia gak mungkin melakukan KDRT"

"Lalu kalau memang benar atas dasar apa Anton sampai tega melakukan ini ?"

"Jangan-jangan kamu yang mulai bikin masalah ya nay ?" tanya pak Jun bertubi-tubi kepada anaknya.

"Dari dulu memang ayah selalu membela mas Anton, ayah gak pernah percaya sama anaknya sendiri" sahut Nayla.

"Asal ayah tau aja , mas Anton, menantu kesayangan ayah sudah menghamili wanita lain dan wanita itu menuntut pertanggung jawaban mas Anton untuk menikahinya" terang Nayla.

"Apa Anton menghamili wanita lain ?"

"Nayla cuma pengin memastikan saja dari bibir mas Anton langsung tapi dia terus mengelak lalu menghajar Nayla" ujar Nayla sembari menangis.

"Sekarang ayah puas sudah menjodohkan Nayla dengan seorang penghianat yang sukanya maen tangan"

"Tiga bulan kami menikah, Nayla gak pernah hidup bahagia sama mas Anton yah, Nayla di perlakukan mas Anton seperti pembantu di rumahnya, kalau dia sedang marah , dia gak segan maen tangan dan menampar Nayla" terang Nayla di iringi Isak tangis.

"Sekarang ayah puas, puas yah telah menghancurkan hidup dan mental Nayla ?" suara teriakan Nayla.

Bu Jun yang menyaksikan itu, matanya ikut berkaca. Ia mengelus pundak putrinya lalu menuntunnya menuju kamar

"Nak ini sudah malam, kamu istrahat dulu yah !" seru Bu Jun.

"Terkait Anton, jika memang itu benar, bunda gak terima, bunda gak akan tinggal diam sayang" ujar lirih bu Jun sembarie merangkul Nayla menuju kamarnya.

Sementara itu, pak Junaedi hanya berdiam diri duduk di sofanya. Ia merasa bersalah sekaligus terpukul atas penderitaan yang putrinya alami. Ia sangat menyayangkan tindakan keras yang di lakukan menantu kesayangannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!