NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa di Dapur dan Panggilan di Pagi Hari: Rahasia, Godaan, dan Kejutan mendatang

Sampai di dapur ia senyum" semuanya orang yg ada di ndalem pun heran kecuali akung dan Abi Haikal yg mengetahui kejadian tabrakan Rasel dan Hana tadi. akung dan Abi Haikal menggodai Gus Rasel karena baru saja bertabrakan dg sang istri dan kejadian tadi membuat Gus Rasel malu sekali karena Abi Haikal mertuanya dan akung mengetahuinya. pada pukul 06.00 waktunya sarapan pagi, akung, uti, Abi Haikal, Gus Rama, Gus Wildan dan juga Gus Rasel juga ikut dan sudah berkumpul semua di Ruang makan untuk sarapan bersama kecuali Ning Hana, Abi menyuruh Gus Rasel memanggil Hana di kamarnya lantai 2. kemudian gus Rasel memanggil Hana dikamarnya ia mengetuk pintu 2 kali lalu di buka Ning Hana, Ning Hana kaget dan hampir terjatuh, lalu ditangkap Gus Rasel, Ning Hana kaget langsung minta maaf dan ia langsung menuju ke ruang makan diikuti di belakangnya Ning Hana ada Gus Rasel.

- (Gus Rasel sampai di dapur dan tersenyum-senyum sendiri. Semua orang di ndalem, kecuali Akung dan Abi Haikal, merasa heran.)

- Gus Rama: "Rasel, kamu kenapa senyum-senyum sendiri gitu?"

- Gus Wildan: "Iya, kayaknya lagi bahagia banget."

- (Akung dan Abi Haikal saling bertukar pandang dan tersenyum penuh arti.)

(Akung dan Abi Haikal mulai menggoda Gus Rasel.)

- Akung: "Rasel, habis nabrak siapa tadi di depan?"

- Abi Haikal: "Iya, kayaknya seru banget tuh sampai senyum-senyum sendiri."

(Gus Rasel merasa malu karena ketahuan oleh mertua dan kakek mertuanya.)

- Gus Rasel (gugup): "Ah, nggak kok, Yai, Abi. Nggak ada apa-apa."

(Pukul 06.00, saatnya sarapan pagi. Akung, Uti, Abi Haikal, Gus Rama, Gus Wildan, dan Gus Rasel sudah berkumpul di ruang makan, kecuali Ning Hana.)

- Abi Haikal: "Rasel, tolong panggilkan Hana di kamarnya ya."

(Gus Rasel berjalan menuju kamar Ning Hana yang berada di lantai 2. Ia mengetuk pintu kamarnya dua kali.)

- Gus Rasel (mengetuk pintu): "Assalamualaikum, Hana. Ayo sarapan."

(Ning Hana membuka pintu kamarnya. Ia terkejut melihat Gus Rasel berdiri di depan pintu.)

- Ning Hana (terkejut): "Gus Rasel? Ngapain di sini?"

(Ning Hana kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. Dengan sigap, Gus Rasel menangkap tubuh Ning Hana.)

- Gus Rasel (menangkap Ning Hana): "Hati-hati, Ning."

(Ning Hana semakin kaget dan merasa malu. Ia segera meminta maaf kepada Gus Rasel.)

- Ning Hana (gugup): "Maaf, Gus. Saya nggak sengaja."

(Ning Hana segera berjalan menuju ruang makan, diikuti oleh Gus Rasel di belakangnya.)

Mereka sarapan dgn hikmat hingga selesai sarapan, Ning Hana sedari tadi ambil makanan lalu memakan makanan sambil menundukkan pandangannya, lalu Ning Hana mau bicara sama Abinya Abi Haikal tp disebelah Abi ada cowok tadi, ia tetap menundukkan pandangannya, hingga akhirnya ia membuka suara dan berbicara ke Abi. Abi, Hana nanti izin keluar pesantren ya bi, Hana mau beli keperluan bi ucap Hana, knp nggk di koperasi pondok aja dek? tanya Gus rama, nggk Gus, sekalian Hana mau cari makanan di luar bareng sama mbak Cici juga kang Dio jawab Ning Hana. tp kenapa kang Dio ikut dek? tanya Gus Wildan. nggk tau Gus, tadinya sih Hana cuma ajak mbak Cici tp tiba tiba kang Dio bilang mau bantuin gitu jawab Hana. nanti saya yg bilang ke kang Dio tidak usah ikut, biar saya yg antar Ning Hana sama temennya Ning ucap Gus Rasel. eh mboten usah Gus nanti ngerepotin Njengan jawab Ning Hana. mboten Ning ucap Gus Rasel.

- (Mereka sarapan dengan khidmat. Ning Hana mengambil makanan dan memakannya dengan menundukkan pandangannya.)

- (Setelah selesai sarapan, Ning Hana ingin berbicara dengan Abi Haikal, namun ia merasa canggung karena di sebelah Abi ada Gus Rasel.)

- (Dengan memberanikan diri, Ning Hana membuka suara dan berbicara kepada Abi Haikal.)

- Ning Hana (menunduk): "Abi, Hana nanti izin keluar pesantren ya, Bi. Hana mau beli keperluan."

- Gus Rama: "Kenapa nggak di koperasi pondok aja, Dek?"

- Ning Hana: "Nggak, Gus. Sekalian Hana mau cari makanan di luar bareng sama Mbak Cici juga Kang Dio."

- Gus Wildan: "Tapi kenapa Kang Dio ikut, Dek?"

- Ning Hana: "Nggak tahu, Gus. Tadinya sih Hana cuma ajak Mbak Cici, tapi tiba-tiba Kang Dio bilang mau bantuin gitu."

(Gus Rasel menawarkan diri untuk mengantarkan Ning Hana dan temannya.)

- Gus Rasel: "Nanti saya yang bilang ke Kang Dio tidak usah ikut. Biar saya yang antar Ning Hana sama temennya Ning."

- Ning Hana (terkejut): "Eh, mboten usah, Gus. Nanti ngerepotin Njenengan."

- Gus Rasel: "Mboten, Ning."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!