Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Reuni Berdarah di Atas Bangkai Dewa
Medan pertempuran kini telah meluas hingga ke lapisan atmosfer tertinggi. Shen Long tidak lagi hanya menghadapi manusia, melainkan jutaan makhluk dari berbagai ras yang bersatu dalam ketakutan yang sama.
Di sebelah utara, jutaan Pasukan Dewa dengan baju zirah emas berbaris rapi, melepaskan hujan tombak cahaya. Dari arah selatan, Ras Iblis yang mengkhianati kaumnya sendiri demi posisi di surga mengeluarkan kabut beracun dan monster-monster bawah tanah. Dari timur dan barat, Siluman-siluman Kuno dan Makhluk Spiritual memenuhi langit dengan auman yang menggetarkan bumi.
"Mati kau, Shen Long! Seluruh alam semesta menginginkan kepalamu!" teriak seorang Raja Siluman setinggi gunung sambil mengayunkan gada raksasanya.
Shen Long tertawa, tawa yang membuat gumpalan awan di sekitarnya buyar. "Dewa, Iblis, Siluman... kalian semua sama saja di mataku. Hanyalah sampah yang menunggu untuk dibakar!"
SRAK!
Shen Long mengayunkan pedang Pembantai Surga. Tebasannya membelah gada Raja Siluman itu sekaligus membelah tubuh raksasanya menjadi dua. Namun, saat tubuh itu jatuh, jutaan makhluk lain langsung mengisi kekosongan tersebut. Mereka datang seperti ombak laut yang tak ada habisnya, menumpuk mayat demi mayat hanya untuk mendaratkan satu serangan pada Shen Long.
Darah dari berbagai warna—merah, emas, hijau, dan hitam—hujan deras membasahi planet di bawah sana.
Tiba-tiba, ruang di pusat aliansi itu terbelah. Cahaya putih yang sangat menyilaukan muncul, memadamkan aura hitam Shen Long untuk sesaat. Dari balik cahaya itu, muncul seorang pria tua dengan jubah bordir naga emas yang membawa sebuah cakram besar di punggungnya. Cakram itu adalah Cakram Segel Langit, senjata yang dulu merobek jiwa Shen Long dari tubuhnya.
Pria itu adalah Dewa Tertinggi Yuan, salah satu dari sedikit makhluk yang selamat dari perang kuno dan otak di balik penyegelan Shen Long.
"Shen Long... kau seharusnya tetap membusuk di dalam segel itu." ucap Yuan dengan suara yang tenang namun berwibawa. Kekuatannya memancar begitu dahsyat, berada di ranah Transformasi Esensi Puncak, setara dengan kekuatan Shen Long saat ini.
Shen Long berhenti membantai. Matanya yang merah menyala menatap Yuan dengan dendam yang sudah mengendap selama ribuan tahun. "Yuan... pengkhianat pengecut. Kau masih berani menampakkan wajah keriputmu itu di depanku?"
"Aku tidak mengkhianatimu, aku hanya menyelamatkan alam semesta dari kegilaanmu." balas Yuan. Ia mengangkat tangannya, dan jutaan makhluk di belakangnya seketika diam, memberikan ruang bagi dua raksasa ini untuk bertarung.
"Menyelamatkan alam semesta? Kau hanya ingin mencuri esensi keabadianku untuk dirimu sendiri!" geram Shen Long.
Tanpa bicara lagi, keduanya melesat bersamaan.
BOOOOOOMMMMM!
Tabrakan antara pedang Pembantai Surga dan cakram emas Yuan menciptakan gelombang kehancuran yang menyapu bersih jutaan prajurit di sekitar mereka. Makhluk-makhluk yang tadi mengepung Shen Long kini terlempar hancur hanya karena terkena percikan energi dari benturan tersebut.
Pertarungan itu berlangsung dengan kecepatan yang melampaui nalar. Mereka berpindah dari satu sisi planet ke sisi lainnya dalam sekejap. Setiap kali cakram Yuan menghantam pedang Shen Long, ruang di sekitarnya retak, menciptakan lubang hitam kecil yang menelan apa pun di dekatnya.
Yuan menggunakan teknik rahasia ras Dewa, memanggil ribuan tangan cahaya dari langit yang mencoba menangkap anggota tubuh Shen Long. "Segel Abadi: Penjara Sembilan Matahari!"
Sembilan bola energi raksasa yang panasnya melebihi inti bintang mengepung Shen Long, mencoba membakar raga aslinya hingga menjadi debu.
Shen Long meraung. Aura naga hitam di tubuhnya meledak, menelan sembilan matahari itu ke dalam kegelapan. Ia menerjang menembus api suci, tangan kirinya mencengkeram leher Yuan sementara tangan kanannya menghujamkan pedang.
TRANG!
Yuan berhasil menangkis dengan cakramnya, namun tekanan itu membuatnya terlempar menembus tiga buah bulan di orbit planet tersebut hingga hancur berkeping-keping.
Shen Long berdiri di kehampaan luar angkasa, menatap Yuan yang mulai terengah-engah di kejauhan. "Hanya ini kekuatan 'Penyelamat Alam Semesta'? Kau sudah semakin tua dan lemah, Yuan!"
Yuan menyeka darah emas dari sudut bibirnya. Ia menyeringai tipis. "Mungkin tubuhku tua... tapi kau lupa, Shen Long, aku tidak datang sendirian untuk menyegelmu kembali."
Tiba-tiba, dari arah belakang Shen Long, muncul rantai-rantai transparan yang keluar dari dimensi lain, melilit leher dan jantungnya. Itu adalah jebakan yang sudah disiapkan sejak awal pertempuran dimulai.
Shen Long terbelalak saat merasakan kekuatannya perlahan mulai terserap kembali oleh rantai-rantai tersebut. Ia menoleh ke belakang dan melihat bayangan-bayangan dari musuh kuno lainnya mulai bermunculan dari kegelapan.
Shen Long tertawa mengejek meski tubuhnya terbelit. "Kalian pikir... trik murahan yang sama akan berhasil untuk kedua kalinya?"
Terimakasih atas updatednya.