Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baju Haram
Sejak kembalinya mereka dari mall tadi, Rania masih sibuk dengan barang-barang baru miliknya yang di belikan Arkana untuknya. Bahkan dia sampai mengabaikan laki-laki itu sangking fokusnya dengan iPad baru miliknya tadi.
"Lu nonton apaan sih cil? Ikutan ngapa! Ya kali gue gak di ajak nonton."
"Eh?" Rania kaget saat tiba-tiba Arkana merebahkan kepalanya di atas kedua pahanya membuat Rania terperangah untuk itu.
"Astaga, cil yang ku liatin itu siapa sih? Rambut merah begitu. Geli tau gak!" ucap Arkana pada Rania yang membuat istrinya langsung terlihat kesal.
"Eh, kok main turunin aja? Lu kenapa?" tanya Arkana melihat reaksi Rania yang langsung berubah.
"Gantengan dia tau gak dari pada kakak!"
"Hah? Lu bandingin gue sama orang itu? Yang beneran aja dong cil. Gantengan juga gue, kata juga gue dari pada dia. Apaan, cuma bisa nyanyi sama joget-joget gitu. Kalah nyanyi aja, gue juga bisa. Gue juga bisa main piano, gitar, dan drum!" ucapnya dengan penuh kesombongan, membuat Rania seperti menatap tidak percaya ke arahnya.
"Lu gak percaya?" dengan polosnya Rania menganggukkan kepalanya.
Siapa yang percaya dengan tampang suaminya selain kaya raya itu? Apa katanya tadi? Bisa bernyanyi, main gitar, piano dan drum?
"Oke! Gue tunjukin kalau gue bisa semua itu! sekalian itu, Lo juga harus tau kalau suami Lo ini dulunya kapten basket di sekolah." ucapnya yang membanggakan dirinya sendiri.
Sikap terlalu percaya dirinya ini benar-benar sangat luar biasa sekali. Tidak ada yang percaya jika Arkana itu anaknya Satria dengan sikap sombongnya. Arkana lebih ceplas-ceplos di bandingkan papinya. Tapi Sarah, wanita yang sering di sebut kikir oleh penguasa Britania Raya itu juga sombong. Jadi tidak salah darahnya mengalir dengan deras bukan?
"Kita mau kemana?" tanya Rania saat dirinya di bawa keluar kamar.
"Berenang!" jawab Arkana asal.
"Malam-malam gini?" tanya Rania dengan begitu polosnya.
"Lu bener-bener polos banget ya cil! Lama-lama gue polosin gue lu! Iya kali kita berenang malam-malam gini! tadi kan ceritanya tentang piano, masak iya sekarang mau berenang! Yang bener aja dong cil!" ucap Arkana dengan frustrasi menghadapi sikap polos Rania.
"Kan Kakak yang bilang mau berenang tadi! Aku mah mana tau!" jawab Rania yang membuat Arkana semakin pusing di buat sikap polos Rania yang seperti ini.
"Ahk....Rania!!!!" teriaknya frustrasi yang membuat mami dan papinya sampai keluar dari dalam kamar mereka mendengar teriakan Arkana memanggil nama istrinya.
"Ada apa ini?" tanya Sarah melihat anak dan menantunya berada di depan pintu kamar begitu.
"Sayang, kenapa belum ganti baju? Ini sudah malam. Dan kamu Arkana, kenapa teriak malam-malam begini? Ada apa?" tanya Sarah menatap tajam ke arah putranya.
Jika saat berbicara dengan Rania tadi, sikap maminya itu sangat manis dan lembut seperti cake, tapi tidak dengan dirinya.
"Dih, bisa langsung berubah gitu ya?" jawab Arkana yang kehilangan kasih sayang dari mainya, karena sekarang wanita itu lebih sayang pada menantu barunya itu.
"Rania gak apa-apa, kok Mi, papi. Kak Arkana cuma mau kasih tau Rania kalau dia bisa main piano, gitar sama drum. Emang iya?" tanya Rania mencari pembenaran dari kedua mertuanya.
"Beneran. Tapi jangan dengerin dia nyanyi, nanti telinga kamu sakit!"
"Dih, mami! Kayak gak pernah ambil piala pas aku lomba nyanyi di antar sekolah aja. Untung aku lebih milih bisnis, kalau aku milih ikut Indonesian idol waktu itu, pasti papi marah!"
"Ya jelas! kalau kamu jadi artis perusahaan siapa yang urus? Lagian duit nyanyi juga dikit. Banyakan duit papi. Mendingan kamu di perusahaan dong!" balas Satria menimpali pembicaraan keluarganya.
Sementara Rania hanya bisa diam sambil mencerna semuanya. Benarkah jika suaminya sehebat itu dalam bermusik?
"Halah, udah sana masuk! Ini Udah malam. Tidur dan segera hasilkan cucu premium untuk mami dan papi!"
"Mami," rengek Rania yang mulai merasa takut karena mertuanya terus saja membicarakan soal cucu di antara mereka.
"Kalau gitu jangan ganggu kami. Bye!"
Brak!
Pintu kamarnya di banting Arkana begitu saja dan membawa Rania masuk ke dalam dan meninggalkan kedua orang tuanya.
"Kak?"
"Gak usah mandi! Cuci muka aja. Ini udah malam. Lagian lu tetap cantik kalau gak mandi!" ujar Arkana yang kembali membuat Rania tersipu malu di buat Arkana.
Rania tidak mengatakan apapun lagi, karena dia langsung pergi ke ruangan ganti untuk mengambil baju tidurnya karena ini pertama kali dia tinggal di rumah ini.
Tapi, saat dia masuk ke dalam ruang gantinya, dia sudah tidak menemukan koper miliknya, tempat di mana baju-bajunya berada. Baju yang dia bawa dari rumah tadi.
Rania terus berusaha mencarinya, tapi hingga 15 menit kemudian juga tidak menemukan koper itu hingga membuatnya memanggil sang suami.
Mendengar Rania memanggilnya membuat Arkana menyusul wanita itu ke dalam ruangan ganti mereka.
"Apaan?" tanya Arkana.
"Koper aku kemana ya, kak? Kok gak ada? Tadi kan disini?" adunya pada Arkana.
"Buat apaan?" tanya Arkana.
"Buat ganti bajulah. Baju tidur aku di dalam koper.," jawab Rania dengan jujur.
"Halah, gak usah ribet cari yang gak ada deh cil. Ini udah malam, mending pake yang di lemari aja. Ini kan banyak baju disini. Oh, bukan!" ucap Arkana membuka satu persatu lemari Rania hingga dia melihat sesuatu yang membuat tubuhnya berdiri kaku di tempat.
Glug!
Arkana membeku di tempatnya saat melihat apa yang ada di depan matanya saat ini.
Melihat suaminya diam seperti patung begitu membuat Rania menghampirinya. Sebenernya apa yang di lihat Arkana hingga membuat laki-laki itu membeku.
"Kak, kenapa?" tanya Rania pada Arkana.
"Astaghfirullah!" Rania terkejut saat melihat apa yang ada di depan matanya saat ini.
"Apa ini, kak?" tanya Rania pada suaminya dengan menatap ngeri ke arah depan.
Belum lagi yang di sampingnya, membuat Rania semakin terkejut.
"Ini lagi baju bulu-bulu gitu. Ih, ini kan baju-"
"Baju Haram! Lu mah coba pakai?" tanya Arkana ambigu membuat Rania langsung menolaknya mentah-mentah.
"Gak!" jawabnya langsung.
***
next my