NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Om William Pambudi

persiapan ulang tahun om Jonathan kali ini sungguh sangat meriah, pesta ulang tahun yang ke enam puluh sekaligus merayakan kesembuhan dirinya yang telah dinyatakan sehat karena telah bisa berdiri dengan selangkah dua langkahnya menggunakan tongkat, dari yang semula tak bisa bergerak hanya terbaring di tempat tidur berkat terapi yang di jalaninya kini dia merasa bersyukur sudah sehat kembali berkat bantuan Mahendra.

Karena om Jo sungguh tahu diri Hendra pun akhirnya di beri hadiah sebuah hunian meski bukan termasuk mewah tapi cukuplah itu rumah kelas menengah, Hendra yang semula menolak karena tidak enak menerima hadiah sebesar itu akhirnya terima juga mungkin itu sudah rezekinya.

Kirana dan suaminya tampak mesra bergandengan tangan tapi Hendra melihatnya itu hanyalah suatu kepura puraan, Kirana seperti sudah jengah karena mengendus suatu yang tak beres dan Devan seperti jengah bergandengan tangan karena tak nyaman dengan lirikan tajam seorang wanita yang duduk di suatu pojokan menjaga bosnya

Mahendra yang melirik sekilas jadi bisa dengan mudah menilai penampilan dari kepura puraan perkawinan yang dijalani oleh salah seorang anak kliennya, Mahendra sebenarnya tidak terlalu perduli tapi dia teringat penghianatan yang dilakukan sang mantan, betapa sakit hatinya , seperti sebilah belati yang menghujam di ulu hatinya lalu di siram perasaan jeruk nipis, perih.

"Hallo checill hallo mas Hendra silahkan masuk, sudah di tunggu Daddy bersama sepupunya itu, biarkan checill bersamaku". Kirana menyapa Hendra dan melepaskan tangannya dari suaminya lalu meraih tangan mungil bocil berbaju princes warna hijau tosca dan hijabnya yang senada itu lalu membawanya masuk ke dalam.

"makasih bajunya Tante kiran, cantik sekali ayah bilang checill jadi sangat cantik tapi ustadzah Zahira nggak suka katanya baju ku jelek". Dengan polos checill lapor ke Kirana kalau tadi sewaktu bertemu dengan Zahira checillia sempat bilang di belikan baju oleh klien ayahnya, di kira Zahira yang membelikan baju itu adalah Kiara gadis yang sempat membuat nya cemburu, ya mungkin saja Zahira bilang jelek pada baju itu karena tak suka ada yang memberi hadiah pada checill .

Sementara Kirana hanya tersenyum lembut sambil mengusap kepala gadis kecil itu lalu menggandengnya masuk ke dalam

Dan karena Devan merasa lega karena istrinya telah melepaskan gandengan tangannya, maka dia langsung menulis sebaris kalimat, sementara yang di kirimi messenger langsung tanggap begitu saja, dan kedatangan Mahendra merupakan keberuntungan bagi Ririn, dengan begitu om Jo ada yang mengawasi lalu Ririn izin kebelakang mengurus sesuatu.

Kedua pasangan itu terus berjalan ke suatu tempat yang mereka janjikan, dan ternyata dengan santainya malah mereka pulang ke rumah tinggal keluarga om Jonathan, sementara yang lainnya berkumpul di hotel sekaligus restoran untuk merayakan ulang tahun.

"ada yang pulang, apa sudah selesai cepet amat". Pikir kiara ketika dia merasa ada seseorang yang buka pintu gerbang , Kiara yang lagi kedatangan tamu bulanan terpaksa tak ikut ke pesta karena perutnya sakit luar biasa, jadi dia merasa risih dan nggak nyaman, maka Karina mengizinkan adiknya itu tidak ikut, Kiara melihat dari balkon kamar atas, di lihatnya yang datang pertama kali si Ririn sepuluh menit kemudian Devan pun datang, mereka seperti dua orang yang tak saling kenal, tentu saja pasti cctv di rumah ini lagi nyala, Kiara segera berlari turun mengendap endap dari kamarnya, di lihatnya Ririn celingukan mencari sesuatu lalu dengan gerakan kepalanya menyusul seorang laki-laki yang tak lain adalah Devan ke kamar Ririn di bagian belakang rumah utama ini, tentu saja jauh dari jangkauan cctv tak tahu saja saat ini cctv hidup alias mata Kiara yang melihat pergerakan keduanya bagaikan mata elang, melebihi kejernihan cctv sambil membawa handphone untuk merekam vidio mereka berdua.

Sementara di suatu restoran om Jo memperkenalkan Mahendra pada semua teman-teman sesama pengusahanya, ini juga termasuk keberuntungan besar bagi Mahendra pastinya setelah ini akan banyak lagi klien yang datang membutuhkan jasanya.

Mahendra tersenyum ramah, dan saudara sepupu om Jo yang bernama William Pambudi datang juga dari luar pulau tepatnya dari Kalimantan Tengah, om William adalah sepupu satu satunya karena antara ayah om William dan ibu om Jo adalah Kakak beradik.

"ini mas, yang aku ceritakan kemarin namanya Mahendra kalandra, kalau mas perlu bantuan medis yang dokter sudah angkat tangan maka mas Willy bisa menghubunginya". Ucap om Jo bangga.

Om Willy tersenyum dan menjabat tangan Mahendra, hati om Willy bergetar hebat, di mata om Willy tiba tiba Mahendra berubah menjadi kakek tua berjenggot putih dengan sorban warna putih dengan wajah teduhnya, om Willy seperti nya pernah bertemu dengan sosok ini". Om Willy terpana sambil membelalakkan mata dan mulutnya sedikit terbuka, laki-laki keturunan Jepang Korea yang masih sangat tampan di usianya yang ke 57 tahun itu kemudian tersadar kembali dan bersikap kembali seperti semula biar tiada kecurigaan dari orang lain.

"ada apa mas Will". Tanya om Jo yang penasaran atas perubahan sikap om Willy tadi, orang lain mungkin tak begitu menyadari tapi om Jo dan Mahendra dengan jelas melihatnya.

"Ah nggak apa apa bisa kita bicarakan lain kali, jadi nak Hendra ini seorang single parent?" tanya om Willy basa basi mengalihkan pembicaraan karena tadi sempat di beritahu oleh Kirana saat Kirana membawa checill dan memperkenalkan siapa checillia kepada om Willy.

Mahendra hanya mengangguk sambil tersenyum, dia tak banyak mengeluarkan kata kata, maklum baru saja kenal dengan orang-orang yang statusnya lebih tinggi dari dirinya, takutnya jika salah bicara malah bikin masalah dan jika banyak bicara takut dikatakan sok tahu, begitulah adab, jika kita baru bertemu dengan orang baru tak usahlah menonjolkan siapa diri kita, takutnya mereka lebih dari kita, nggak usah ngomong kalau nggak di tanya nggak usah tanya kalau nggak perlu.

Tetapi ada yang mengganjal di hati Mahendra, ketika melihat wajah om Willy, belum pernah sekalipun bertemu tapi merasa ada sesuatu yang membuatnya merasa nyaman, mungkin karena om Willy yang pintar membawa diri dan ramah hingga membuat siapapun yang dekat dengannya merasa nyaman.

"Bagaimana kabar si Dona mas, apakah mas sudah bisa lepas dari cengkeraman wanita itu". Tanya om Jo tetapi jelas Hendra bisa mendengarnya.

"sudah Jo, aku sudah nyerah dia sudah mendapatkan semua yang diinginkannya termasuk harta peninggalan orang tuaku yang jadi pokok masalahnya, sekarang aku sudah nyaman hidup sendiri, bukankah hartaku lebih banyak dari yang di miliki orang tuaku tak tak seberapa itu, berkali kali lipat malah". Jawab om Willy yang ternyata baru bercerai dengan istri yang di jodohkan oleh orang tuanya beberapa tahun yang lalu.

*****

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!