NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang 2

Pewaris Yang Hilang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Edane Sintink

Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jhon tidak hadir ketika pembagian otak

...Bab 11...

Perlahan Freddy Birmingham menarik tinju nya lalu menatap ke arah datangnya suara tadi.

"Uh.., sialan. Kenapa gadis sialan ini yang datang?" Gerutunya dalam hati.

Freddy memang terkenal sebagai seorang tuan muda yang sangat mendominasi dan sering bertindak sesuka hatinya. Tidak terhitung jumlah orang yang telah dia aniaya. Namun, dirinya bukanlah kebal terhadap semua orang. Di Canyon City ini, ada beberapa orang yang memiliki status yang lebih tinggi dari dirinya. Bahkan pemilik suara yang membentaknya tadi adalah salah satu dari beberapa yang tidak boleh dia singgung.

Begitu sosok langsing namun memiliki body bagaikan gitar spanyol second hand itu tiba, Freddy Birmingham langsung mengubah ekspresi wajahnya yang tadinya terlihat sangat menjadi penuh dengan senyuman menjilat walaupun senyuman seperti itu lebih buruk daripada cengiran kuda kebelet buang air.

"Nona Lee Na. Sejak kapan kau tiba?" Tanya nya dengan sikap ramah seolah-olah yang tadi bagaikan preman pasar itu bukan dirinya. Sikapnya yang seperti bunglon ini membuat Lee Na nyaris muntah angin.

"Mengapa? Apakah ketibaan ku mengganggu kesenangan mu dalam menindas orang?" Tanya Lee Na dengan nada sinis.

"Tidak demikian. Aku justru senang melihat mu,"

"Berhentilah menjilat. Aku bahkan sangat muak melihat wajahmu itu. Oh ya, satu hal. Aku memperingatkan agar kau tidak menggangu orang ini. Mengerti?"

Freddy mengerutkan keningnya. Dia mulai merasa tidak senang dengan cara Lee Na berbicara kepadanya. Andai hanya ada mereka berdua, kemungkinan dirinya akan tunduk dan mengaku salah. Namun, dihadapan banyak pasang mata yang melihat kearahnya, kalau dia tunduk begitu saja, wajahnya yang memang sudah pindah ke pantat entah akan pindah kemana lagi setelah ini.

"Nona Lee Na. Bisakah anda berbicara dengan baik? Saya masih belum tuli," jawab Freddy yang mulai tersulut emosi.

"Oh. Kau tidak tuli? Lalu kenapa? Apakah kau ingin memperlakukan ku seperti yang biasa kau lakukan kepada orang lain?"

"Nona Lee Na. Setahu ku, aku tidak pernah menyinggung perasaan mu. Lalu mengapa kau ingin mempermalukan aku di hadapan orang ramai? Bagaimanapun, aku adalah putra tertua dari keluarga Birmingham. Jika kau tidak memberiku wajah, maka di mana akan ku letakkan harga diriku?"

Lee Na mencibir. Bahkan saat ini dia menatap ke arah Freddy dengan wajah penuh ejekan. "Kau tau tentang harga diri ya? Lalu, ketika kau mengintimidasi orang ini, apakah kau tidak berpikir bahwa dia juga mempunyai harga diri?"

"Nona Lee Na. Anda terlalu mengintimidasi. Anda juga terlalu ikut campur urusan orang. Apa hubungan mu dengan pemuda ini sehingga kau begitu membelanya. Apakah dia kekasih mu? Tak ku sangka selera mu serendah itu,"

Ejekan dari Freddy ini tentu saja membuatnya tidak senang. Dia ingin meledak. Namun, kalau dia terpancing dengan provokasi murahan seperti ini, maka dia bukanlah leluhur kecil yang licik. Andai dia murka dengan apa yang dikatakan oleh Freddy Birmingham, maka ini akan memberikan kesempatan kepada Freddy untuk menyebarkan berita palsu yang mengatakan bahwa dirinya tertarik dengan anak kampung yang miskin. Bukannya dia membenci orang miskin. Akan tetapi di lingkungan yang mana lebih mementingkan status, sudah jelas dirinya akan menjadi bahan lelucon. Andai benar bahwa Jhon adalah pacarnya, tentu dia tidak keberatan. Tapi dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Jhon. Dia hanya mengikuti kata hatinya bahwa Jhon ini baik dan dia tidak akan melakukan kesalahan karena berteman dengan Jhon si pemuda yang baru saja dia kenal di bus.

"Hahaha. Hanya otak yang kotor saja yang mampu mengeluarkan pemikiran yang kotor juga. Kau anggap orang lain sama kotornya dengan dirimu. Memiliki hubungan ataupun tidak itu bukan masalah. Tapi ingin ku pertegas bahwa aku sangat suka mencari masalah dengan mu. Lalu, kau bisa apa?" Tantang Lee Na sambil menyunggingkan senyuman yang sangat menjengkelkan.

"Jangan terlalu menindas orang! Aku tau bahwa kau adalah putri dari tuan Blake. Tapi di Canyon City ini, tuan Blake bukanlah satu-satunya yang terkuat. Masih ada kekuatan lain yang mampu menandingi kekuatan ayah mu,"

"Memang di Canyon City ini ada yang lebih menyamai kekuatan ayah ku. Tapi yang pasti itu bukan keluarga Birmingham mu. Apa kau mau mencoba?"

Sekali lagi Freddy mati kutu. Berani 'kah dia mencoba? Diberikan sejuta keberanian pun dirinya pasti tidak akan berani. Siapa yang tidak bergidik ngeri ketika nama Tuan Blake disebut. Hanya satu perintah saja, keluarga Birmingham nya akan dihapuskan dari Canyon City ini. Jika itu terjadi, tentunya dirinya akan menjadi pendosa bagi keluarga. Dan juga, belum tentu ayahnya akan berani berperang dengan Distrik timur hanya demi dirinya. Paling-paling ayahnya akan mematahkan kakinya untuk menyenangkan hati tuan Blake.

"Tinggalkan tempat ini. Aku muak melihat tampang mu. Kuat terhadap yang lemah, lemah terhadap yang kuat!" Seperti mengusir seekor lalat, Lee Na mengibaskan tangannya memberi gestur mengusir.

"Kau?! Ingat saja. Aku tidak akan melupakan hari ini. Dan kau anak sialan, aku belum selesai dengan mu. Ingat! Jika kau tidak bisa memberimu pelajaran yang berharga, maka nama ku bukan Freddy Birmingham!" Ancam nya sebelum pergi dengan keadaan marah plus malu.

Setelah Freddy meninggal tempat itu, Lee Na berpura-pura berdehem untuk menarik perhatian Jhon. Dia menunggu ucapan terimakasih dari pemuda itu. Namun sekian lama menunggu, Jhon bahkan tidak meliriknya, apa lagi berinisiatif untuk berterimakasih. Jhon hanya berdiri seperti orang linglung.

Melihat Jhon seperti batang kayu lapuk, hati Lee Na terasa seperti dicakar oleh anak kucing yatim piatu. Dia jengkel dan ingin menghajar pemuda itu. Tapi apa alasannya melakukan itu? Sejak dia datang sampai sekarang, Jhon sama sekali tidak memintanya. Dia saja yang seperti pahlawan kesiangan yang ikut campur dalam masalah mereka.

Membuang perasaan jengkelnya, mau tak mau Lee Na lah yang berinisiatif menyapa Jhon.

"Ehem..," dia berdehem sekali lagi sebelum berkata. "Kau tidak apa-apa?" Tanya nya dengan tatapan tidak puas. Bagaimana ada pemuda yang kosong seperti ini. Apakah dulu waktu pembagian otak, Jhon ini tidak hadir?

"Aku?" Jhon menunjuk ke arah hidung nya.

"Bukan kamu. Tapi tunggul kayu gosong," sialan sudah seperti ini Jhon masih saja tidak tanggap.

Lee Na, saking kesalnya menghentakkan kakinya di atas rumput. Kepalanya nyaris berasap karena marah. Andai saja bisa tumbuh tanduk, mungkin tanduknya sudah sepanjang satu meter. Dan sial nya lagi, Jhon malah celingukan memandang ke arah kanan dan kiri seperti mencari-cari sesuatu lalu bergumam kepada dirinya sendiri. "Sepertinya tidak ada tunggul kayu di sini. Apa lagi yang gosong," katanya dengan polos.

"Brengsek!" Lee Na mendorong jidat Jhon dengan jari telunjuknya, lalu dengan kesal dia segera berjalan dengan langkah yang lebar meninggalkan Jhon yang sampai saat ini seperti seorang yang sedang berpikir keras.

1
y@y@
👍🏾⭐👍🏻⭐👍🏾
y@y@
👍🏾⭐👍🏼⭐👍🏾
y@y@
👍🏻👍🏿🌟👍🏿👍🏻
y@y@
💥👍🏼⭐👍🏼💥
m.j_yanas314
akhir nya keluarga William kembali,....

semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪
Ahmad Fauzi
lanjutt othor ganteng 👍🏽❤️🥰 ,semangatt update nya ,kalo bisa jangan satu lahh minimal update nya 2 atw 3 ..hee hee 😬🤭🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁
Tina aja: salam kenal juga 🙏😁
total 2 replies
WAHYU
69 Thor, kenapa harus 69?
itu adalah angka keramat 18+++
WAHYU
berarti ayah Jhon Wiliam adalah putra dari pasangan Joe Wiliam & Tiara
Tina aja
nah Jhon dengerin neh petuah otor👍😁
Tina aja
Arden itu ikan yg d awetkan dalam kaleng kan😅....wes jadi nama kota rupanya😅😅
DISTYA ANGGRA MELANI
Lanjut thor... Smngt
y@y@
👍🏿🌟👍🏻🌟👍🏿
y@y@
⭐💥👍🏼💥⭐
Tina aja
Alhamdulillah update lagi 😁😁
Tina aja
David psis ryan🤩
Ahmad Fauzi
aihh ..othor mulai nackhalll ..pikirannya liarrr 🤣🤣😄🤭
Tina aja
jasson Statham 🥰🥰🤩🤩
Tina aja
fix ne orang mirip riko🤩🤩
Tina aja
waaa sama pesis ngga ya dgn wanita pengawas asrama jery🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!