NovelToon NovelToon
BEHIND THE SPOTLIGHT

BEHIND THE SPOTLIGHT

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Romantis
Popularitas:614
Nilai: 5
Nama Author: Kde_Noirsz

"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Adrenalin, Kecepatan, dan Pelukan Si Golden Maknae

Jika Jimin membangunkan Aira dengan musik klasik dan Taehyung dengan kuas lukis, maka Jungkook punya cara yang jauh lebih... meledak. Tepat pukul 06.00 pagi, pintu kamar Aira terbuka lebar. Bukan suara lembut yang menyapa, melainkan dentuman musik uptempo dari speaker bluetooth portabel yang dibawa Jungkook di bahunya.

"WAKE UP, PRINCESS! Waktunya berolahraga!" seru Jungkook dengan semangat yang meluap-luap. Ia mengenakan hoodie hitam tanpa lengan yang memamerkan otot lengannya yang kuat, serta celana training yang sangat sporty.

Aira mengerang, menarik bantal untuk menutupi telinganya. "Kak Kookie... hiks... ini masih subuh... Aira capek banget abis kencan sama Kak Tae semalam," rengek Aira dengan suara serak yang sangat manja. Ia meringkuk seperti bola di bawah selimut, menolak untuk beranjak.

Jungkook tertawa, ia melompat ke atas tempat tidur dan mulai menggelitik pinggang Aira. "Nggak ada alasan! Stamina penulis Miss KA itu harus kuat! Ayo bangun, atau Kakak angkut kamu ke kamar mandi sekarang juga dalam kondisi masih pakai selimut?"

"Ih! Jangan! Iya, iya, Aira bangun!" Aira akhirnya menyerah. Ia duduk dengan rambut acak-acakan dan wajah cemberut yang sangat imut. Ia merentangkan tangannya ke arah Jungkook, minta dimanja sebelum memulai hari. "Gendong... kaki Aira masih lemes..."

Jungkook dengan senang hati langsung mengangkat Aira ke bahunya seperti membawa karung beras, membuat Aira menjerit kecil sambil tertawa. Di meja rias, Jungkook sudah menyiapkan pakaian untuk Aira satu set baju olahraga berwarna ungu lavender yang sangat matching dengan miliknya, lengkap dengan sepatu lari terbaru.

"Hari ini kita tidak akan duduk diam melihat lukisan atau makan gula kapas, Aira. Kita akan menaklukkan aspal!" ucap Jungkook sambil mengedipkan matanya dengan penuh rahasia.

Jungkook tidak membawa mobil mewah hari ini. Di depan lobi Mansion, sudah terparkir sebuah motor besar (Moge) berwarna hitam legam yang tampak sangat gahar. Jungkook mengenakan jaket kulit hitam dan memegang dua helm satu besar untuknya, dan satu helm mungil berwarna ungu dengan kuping kelinci untuk Aira.

"Kak... kita mau naik itu? Aira takut jatuh!" rengek Aira sambil menunjuk motor besar itu dengan ragu. Ia mendekat dan berpegangan pada kaos Jungkook, mencari perlindungan.

"Selama kamu peluk Kakak erat-erat, kamu nggak akan pernah jatuh," bisik Jungkook lembut. Ia membantu Aira memakai helmnya, memastikan pengaitnya terpasang sempurna. "Percaya sama Kakak, oke?"

Aira naik ke jok belakang yang cukup tinggi. Ia langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jungkook, memeluknya seerat mungkin sampai wajahnya menempel di punggung Jungkook. Begitu mesin dinyalakan, suara menderu yang kuat membuat jantung Aira berdegup kencang.

Mereka melesat membelah jalanan Seoul menuju arah pinggiran kota yang lebih hijau. Aira awalnya memejamkan mata karena takut dengan kecepatan, namun perlahan ia mulai menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya.

"GIMANA, AIRA? SERU GAK?!" teriak Jungkook dari balik helmnya agar terdengar di tengah deru angin.

"SERUUUU! TAPI JANGAN CEPET-CEPET, KAK! AIRA TAKUT!" balas Aira sambil semakin mengeratkan pelukannya. Jungkook tersenyum lebar di balik helmnya, ia sengaja memacu sedikit kecepatannya hanya agar Aira terus memeluknya erat. Baginya, ini adalah momen "kemenangan" paling nyata dibandingkan kencan kakak-kakaknya yang lain.

Tujuan pertama mereka adalah sebuah area olahraga privat yang sudah disewa Jungkook. Di sana terdapat lapangan panahan dan area menembak. Jungkook ingin menunjukkan sisi "keren"-nya yang selama ini hanya dilihat Aira lewat layar TV.

"Aira, lihat ini. Kalau Kakak bisa kena titik tengah sepuluh kali berturut-turut, kamu harus turuti satu permintaan Kakak hari ini. Gimana?" tantang Jungkook sambil menyiapkan busur panahnya.

Aira menantang balik dengan gaya manjanya. "Oke! Tapi kalau Kakak meleset satu kali aja, Kakak harus beliin Aira es krim cokelat yang paling besar dan gendong Aira keliling lapangan!"

Jungkook fokus. Otot lengannya menegang saat ia menarik tali busur. Syuuut... Jleb! Tepat di tengah. Satu, dua, tiga... sampai sepuluh kali tanpa cela. Jungkook adalah sang Golden Maknae yang sesungguhnya.

"Yesss! Menang!" seru Jungkook bangga. Ia menghampiri Aira dan mencubit pipinya gemas. "Sekarang, giliranku minta permintaan."

"Ih, Kak Kookie curang! Kakak kan emang jago banget panahan!" rengek Aira sambil pura-pura merajuk dan duduk di atas rumput.

Jungkook berlutut di depan Aira, menatap mata adiknya itu dengan pandangan yang sangat tulus dan dalam. "Permintaanku simpel, Aira. Aku mau... hari ini kamu jangan sebut nama Guanlin, Sunoo, Heeseung, atau Eunwoo. Aku mau kamu cuma lihat Kakak sebagai pelindung nomor satumu. Bisa?"

Aira tertegun. Ia melihat keringat mengucur di pelipis Jungkook, menunjukkan betapa pria ini berusaha keras untuk selalu terlihat kuat di depannya. Aira tersenyum sangat manis, ia mengambil handuk kecil dan mengusap keringat Jungkook. "Iya, Kak Kookie. Hari ini Aira cuma milik Kakak."

Jungkook langsung mengangkat Aira dan memutarnya di udara, membuat tawa mereka berdua pecah di tengah lapangan yang cerah itu. Namun, di saat mereka sedang bersenang-senang, Jungkook menyadari ada sebuah mobil hitam yang mengikuti mereka sejak dari Mansion dan ia sangat yakin itu adalah mobil milik Guanlin atau salah satu pangeran yang tidak rela Aira menghabiskan waktu seharian penuh dengan sang Golden Maknae.

Setelah sesi panahan yang seru, Jungkook mengajak Aira kembali menaiki motor besarnya. Namun, kali ini Jungkook menyadari bahwa mobil hitam yang mengikutinya sejak pagi mulai bergerak lebih agresif. Ia tahu itu bukan mobil musuh, melainkan salah satu dari pangeran Hanlim yang terbakar cemburu, tapi Jungkook tidak ingin kencan eksklusifnya diganggu.

"Aira, pegangan yang kencang. Kita akan sedikit bermain petak umpet," bisik Jungkook dari balik helmnya.

Aira yang belum sadar akan situasi hanya mengangguk manja, ia mengeratkan pelukannya pada pinggang berotot Jungkook. "Tapi jangan ngebut-ngebut ya, Kak! Aira pusing!"

Jungkook justru menarik gas lebih dalam. Motor hitam itu melesat lincah di antara kemacetan pinggiran kota, masuk ke gang-gang sempit dan jalanan berliku yang tidak bisa dilalui mobil. Jungkook menunjukkan keahlian berkendaranya yang luar biasa, membelah tikungan dengan presisi yang membuat Aira beberapa kali menjerit kecil namun merasa sangat aman karena dekapan kakaknya.

Akhirnya, mereka berhasil mengocok mobil pengintai tersebut dan sampai di sebuah gedung gym privat yang tampak sangat maskulin. Begitu mesin motor mati, Aira turun dengan kaki yang sedikit gemetar.

"Kak Kookie! Tadi itu serem banget!" rengek Aira sambil memukul lengan Jungkook. Ia langsung bermanja, menyandarkan seluruh tubuhnya pada Jungkook karena merasa lemas. "Kenapa sih harus ngebut gitu?"

Jungkook melepas helmnya, rambutnya yang sedikit basah karena keringat membuatnya terlihat sangat maskulin. Ia tertawa kecil dan mengusap wajah Aira yang sedikit pucat. "Maaf, Sayang. Kakak cuma nggak mau ada 'tikus-tikus' kecil yang mengganggu waktu kita. Sini, Kakak gendong masuk ke dalam."

Tanpa menunggu persetujuan, Jungkook langsung menggendong Aira gaya bridal style masuk ke dalam gym. Aira yang awalnya ingin protes justru berakhir menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Jungkook, menghirup aroma maskulin yang begitu kuat.

Di dalam gym yang sepi, Jungkook menurunkan Aira di atas matras empuk. Di sana sudah tersedia sepasang sarung tinju (boxing gloves) berukuran kecil berwarna ungu.

"Hari ini, Kakak mau ajarkan kamu cara melindungi diri sendiri," ucap Jungkook dengan nada serius. Ia mulai memasangkan sarung tinju itu ke tangan mungil Aira. "Kakak tahu ada banyak pria yang menyukaimu, dan terkadang ada orang jahat seperti Hana kemarin. Kakak nggak bisa selalu ada di sampingmu 24 jam, jadi kamu harus tahu cara memukul yang benar."

Aira mengerucutkan bibirnya, ia mencoba memukul udara dengan sarung tinjunya yang berat. "Ih, tapi ini berat banget, Kak! Aira kan penulis, bukan atlet kayak Kakak," rengek Aira manja. Ia sengaja menjatuhkan dirinya ke matras, pura-pura kelelahan hanya agar Jungkook memperhatikannya.

Jungkook ikut duduk di atas matras, ia menarik Aira agar duduk di antara kedua kakinya yang panjang. Ia memegang tangan Aira, membimbing gerakan jab dan hook dengan sangat telaten. Jarak mereka sangat dekat, sampai Aira bisa merasakan detak jantung Jungkook yang masih memburu.

"Bagus... seperti itu. Kalau ada pria yang berani macam-macam, pukul ulu hatinya seperti ini," bisik Jungkook tepat di telinga Aira.

Tiba-tiba, Aira membalikkan badan dan memeluk leher Jungkook erat-erat. "Kak... daripada belajar mukul, Aira lebih suka belajar cara peluk Kak Kookie yang bener biar Kakak nggak pergi-pergi lagi," ucap Aira dengan nada yang sangat menyentuh.

Jungkook tertegun. Kekerasannya sebagai petarung langsung mencair. Ia membalas pelukan Aira, mendekap adiknya itu seolah-olah Aira adalah harta paling berharga di alam semesta. "Kakak nggak akan pernah pergi, Aira. Selama Kakak masih punya kekuatan, Kakak akan jadi dinding pertama yang melindungi setiap air matamu."

Malam tiba, dan Jungkook membawa Aira ke tempat paling ikonik untuk warga Seoul, Tepi Sungai Han. Namun, ia tidak memilih restoran mewah. Jungkook membentangkan tikar di rumput, membeli dua cup ramen instan dari minimarket terdekat, dan menyalakan lampu hias kecil yang ia bawa.

Aira duduk meringkuk di dalam balutan jaket kulit besar milik Jungkook. Mereka duduk berdekatan, menyeruput ramen panas di tengah angin malam yang sejuk.

"Enak banget, Kak! Padahal cuma ramen, tapi rasanya beda kalau makannya sama Kak Kookie," ucap Aira bahagia. Ia menyuapkan sepotong sosis ke mulut Jungkook. "Kencan hari ini... kencan paling seru yang pernah Aira rasain."

Jungkook menatap pemandangan jembatan Banpo yang memancarkan air mancur pelangi. Ia menarik Aira ke dalam dekapannya, menyelimuti gadis itu dengan tangannya yang besar. "Aira, Kakak tahu Jimin-hyung kasih kamu gelang, dan Taehyung-hyung kasih kamu bross mawar. Kakak nggak punya barang mewah kayak gitu sekarang..."

Jungkook mengeluarkan sebuah cincin tali hitam sederhana dengan liontin peluit perak kecil. "Tapi ini peluit darurat. Kalau kamu dalam bahaya dan kamu tiup ini, Kakak janji... di mana pun Kakak berada, Kakak akan datang dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Ini janji seumur hidup Kakak."

Aira menerima peluit itu, ia merasa jauh lebih tersentuh daripada saat menerima berlian. Ia mencium pipi Jungkook dengan sangat lama. "Makasih, Kak Kookie. Ini kado paling berharga buat Aira."

Kencan Trio Maknae akhirnya berakhir malam itu. Aira pulang dengan rasa lelah yang bahagia. Namun, saat mereka memasuki gerbang Mansion, mereka melihat Guanlin, Sunoo, Heeseung, dan Eunwoo sudah berdiri berjajar di teras dengan wajah yang sangat tidak ramah. Mereka menatap Jungkook dengan penuh rasa iri karena telah menghabiskan waktu seharian penuh dengan Aira.

"Waktunya sudah habis, Jungkook," ucap Guanlin dengan nada bicara yang tajam.

Aira hanya bisa tertawa kecil melihat drama di depannya. Ia turun dari motor, masih mengenakan jaket kulit Jungkook, dan melambaikan tangan pada semua pangeran itu. "Aira capek! Aira mau bobo! Kakak-kakak semua, sampai ketemu besok di sekolah!"

Aira berlari masuk ke dalam rumah, meninggalkan sepuluh pria tampan yang kini saling melempar tatapan sengit di halaman. Perang memperebutkan perhatian Aira secara resmi telah memasuki level baru.

📢 PENUTUP KENCAN YANG MANIS! 😍 Kak Jungkook bener-bener pahlawan sejati ya! Kasih peluit pelindung dan kencan seru di sungai Han. Tapi lihat tuh, 4 pangeran udah nungguin di rumah dengan wajah 'panas'! 😂

👇 VOTE [A] TEAM JUNGKOOK! Paling Protektif | [B] Pasti besok pangeran lain bakal ngamuk di sekolah! | [C] Aira hebat banget bisa bikin semua cowok ini tunduk!

💬 KOMEN: Kalau kalian dapet peluit dari Jungkook, kalian bakal tiup tiap hari biar dia dateng terus nggak? 😂

🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab selanjutnya bakal kembali ke sekolah di mana rahasia Miss KA mulai terancam oleh seorang musuh baru!

⭐ KASIH RATING 5 STARS buat keberanian sang Golden Maknae!

BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #JungkookAiraDate #GoldenMaknae #HanRiverDate #ProtectiveBrother

1
Ayu Nur Indah Kusumastuti
Syuka banget sama FL nya, manja2 gitu deh
Noirsz: pembaca setia nih, mode lock on 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!