Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Naksir Om Julian
Jessica menemani Ninda ke akademi unuk menemui Noah, tentu saja Jessica menerima ajakan Ninda dengan senang hati, karena Jessica tahu Julian pasti berada di sana.
Setibanya di sana Ninda dan Jessica duduk di kursi penonton menyaksikan Club Noah bertanding, Noah yang menjabat sebagai manager Club nampak serius melihat anak-anak didiknya.
Sedang Julian yang merupakan pelatih kelompok umur duduk menghampiri Ninda dan Jessica yang sedang menonton di bangku penonton.
"Sudah lama," sapa Julian kepada Ninda kemudian melirik Jessica dan tersenyum.
"Baru aja kok," sahut Ninda sambil tersenyum ke arah Julian.
"Aku di suruh pacar mu tuh, nemenin kamu biar nggak bosen katanya," ungkap Julian masih nyengir.
"Makannya aku bawa Jessica biar nggak bosen," ungkap Ninda sambil merangkul Jessica. Jessica hanya mesem-mesem saja menatap Julian.
"Makasih yaa," ungkap Julian menatap Jessica sekarang. Jessica sedikit heran.
"Kok kamu yang bilang terima kasih," Ninda ikut bingung.
"Aku kan jadi nggak bosen nemenin kamu gara-gara ada Jessica," ungkap Julian lagi sambil ketawa kecil. Ninda agak melotot mendengar ucapan Julian. Jessica jadi ikutan ketawa mendengar celotehan Julian.
"Jadi, kalau nggak ada Jessica, aku ngosenin nih," celetuk Ninda masih melotot ke arah Julian.
"Pacar kamu tuh aneh banget, nyuruh aku buat jagain kamu,"
"Kaya anak kecil aja dijagain," celetuk Jessica di ikuti tawa mereka bertiga.
"Temen kamu yg satu lagi nggak ikut," tanya Julian menanyakan keberadaan Sunak.
"Dia sibuk, dia lagi ambil slot mata kuliah tambahan jadi hari ini dan seterusnya dia nggak bisa libur," kali ini Jessica yang menjawab.
Tiba-tiba terdengar sorakan dari beberapa orang di bangku cadangan, pandangan mereka tiba-tiba tertuju kelapangan sepertinya Club Delft City mencetak gol.
Julian ikut berteriak sambil tepuk tangan, di ikuti Ninda dan Jessica yang tampak senang melihat keriuhan di sana.
Sekitar 90 menit berlalu pertandingan pun di menangkan Club Delft City dengn skor 2-1, Dari kejauhan Noah melambaykan tangan ke arah Ninda.
Ninda membalas lambayan tangan Noah, Noah menghampiri Ninda ke tribun. Dalam waktu singkat dia sudah berada di tempat itu.
Noah memeluk Ninda dengan erat, membuat Jessica dan Julian saling melirik tersenyum geli melihat kebucinan mereka berdua. Kemudian Julian menarik Jessica ke arahnya.
"Begitulah mereka kalau udah ketemu," ungkap Julian sambil nyengir masih memperhatikan Noah dan Ninda yang sedang berciuman sekarang.
"Kamu kaya gitu nggak, sama pacar kamu?" tanya Jessica menatap julian.
"Aku nggak, makannya aku jomblo terus nih," Ninda tertawa kecil mendengar jawaban Julian.
Namun tak berselang lama Noah dan Ninda menghampiri mereka.
"Kalian mau makan siang sama-sama nggak?" ungkap Noah sambil menatap Jessica dan Julian.
"Kalau Jessica ikut aku juga ikut," sahut Julian sambil tersenyum ke arah jessica. Jessica awalnya ada rencana mau ke gym hari ini, tapi akhirnya dia lebih memilih makan siang bersama mereka karena Julian.
"Ayo kebetulan aku belum makan siang," sahut Jessica menanggapi ajakan Noah dan Ninda.
"Lho bukannya kamu bilang mau ke gym hari ini,"Celetuk Ninda sedikit heran sambil menatap jessica, Jessica nyengir bingung harus menjawab apa, namun seketika otaknya bekerja dengan cepat seraya berkata.
"Cencle, instruktur ku sakit," Jessica mencoba mencari alasan yang masuk akal walau harus sedikit berbohong.
"Kita satu mobil atau masing-masing aja nih?" tanya Noah menatap Julian dan Jessica.
"Kita masing-masing aja, aku sama Jesisca," ucap Julian ,Jessica sedikit terkejut seketika menatap Julian.
"Ok kalau begitu kita ketemu di cafe Colorado," sahut Noah sambil berlalu mengandeng Ninda.
Sekarang tinggal Julian dan Jessica yang berada di sana.
"Gimana mau pake mobil ku atau mobil kamu?" tanya Jessica, Julian tersenyum menatap Jessica.
"Aku kebetulan nggak bawa mobil, aku nebeng kamu ya," celetuk Julian, Jessica mangangguk.
"Trus nanti pulangnya gimana?"
"Kamu antar aku lah," sahut Julian. Jessica menghela nafas sambil beranjak di ikuti Julian sampainya di parkiran Julian mendekat kearah Jessica awalnya Jessica kaget.
'mau nagapain nih om om" ucap Jessica dalam hati
"Aku yang nyetir," Ucap Jullian singkat, Jessica yang terkesima dengan ke gantengan Julian langsung memberikan kunci mobilnya tanpa perlawanan.
Julian membuka pintu dari arah kemudi sedang Jessica masih berdiri mematung di sana.
"Jess ayo," ucap Julian sedikit meninngikan nada suaranya.
"Oh, ok" sahut Jessica seraya masuk kedalam mobil.
Julian kemudian tancap gas melaju meninggalkan tempat itu. di sepanjang perjalanan mereka sedikit berbicang-bincang membahas Noah dan Ninda.
"Awalnya aku nggak menyarankan buat Noah pacaran sama Ninda," ucap Julian sedikit membuat Jessica terkejut.
"Lho, kenapa Ninda kan baik," sahut Jessica menoleh kearah Julian yang sedang mengemudi
"Justru karena Ninda baik makannya aku nggak setuju,"
"Buktinya Noah serius tuh," Sahut Jessica lagi kali ini membela Noah.
"Awalnya aku sich ragu yah sama ke seriusan dia, lagi pula usai Noah itu udah matang udah waktunya cari pasangan yang serius,"
"Emang kenapa usia kan cuman angka," ucap Jessica membuat Julian tersenyum-senyum.
"Jadi menurut mu, usia tuh nggak penting," tanya Jullian lagi.
"Iya lah, yang peting tuh kecocokan, awalnya aku juga kurang setuju, tapi kan Nindanya kaya kecintaan banget sama Noah,"
"Noah juga begitu, dengan usianya yang segitukan agak geli yah."
"Lagian aku nggak nyangka dia bisa serius sama cewek"
"Emang dia tuh play boy bangat?" tanya Jessica penasaran
"Sebetulnya dia kaya gitu juga gara-gara banyak cewek yang ngejar-ngejar dia sich,"
"Kayanya kalau dia udah ketemu cewek yang dia suka, aslinya dia bucin banget,"
"Kalu kamu gimana?" Julian sedikit mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Jessica.
"Menurut kamu gimana?" Julian malah balik nanya saking bingungnya harus jawab apa.
"Play boy juga nggak sih" Jessica mulai menebak-nebak.
"Aku nggak gitu lho, kamu kok bisa menyimpulkan kaya gitu sich" ungkap Julian melirik Jessica sejenak.
"Kamu tuh keliatan bad boy, kamu juga ganteng, kamu juga pemain sepak bola," ungkap Jessica sedikit membuat julian tertawa.
"Pasti kamu juga Play boy kan" kata Jessica lagi. Noah membelalak ke arah Jessica.
"Aku sama Noah beda banget lho, dia emang suka berkomitmen ngajakin pacaran tapi ganti-ganti nggak nyampe setahun," ungakap Julian menjelaskan panjang lebar walau sedikit merusak nama baik Noah.
"Jujur Aku nggak suka komitmen,dan terikat, tapi kalau aku udah suka biasanya lama banget"
"kebanyakan malah temen deket aku yang pergi ninggalin," kata Julian lagi.
"Lho, kenapa?" tanya Jessica heran.
"Awalnya sich, kita sepakat nggak terikat eh pada akhirnya mereka nuntut buat di nikahin,"
"Kamu emang nggak ada rencana nikah punya keluarga, punya anak,?" tanya Jessica penasaran.
"Nggak aku nggak ada rencana menikah,"
"Menarik!"
Tak lama berselang akhirnya mereka sampai di Colorado kafe, Julian memarkirkan mobilnya kemudian berjalan beriringan bersama Jessica.
Disana sudah tampak Noah dan Ninda melambaikan tangan ke arah mereka, Jessica dan Julian membalas lambanyan tangan Ninda.