NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:59.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GARIS DARAH

Waktu terus bergulir, menyulap bayi-bayi mungil itu menjadi dua bocah laki-laki berusia lima tahun yang sangat aktif.

Lucian tumbuh dengan ketenangan yang menghanyutkan, matanya yang tajam selalu mengamati sekeliling seolah sedang membaca strategi, persis seperti tatapan Duke Lucas saat memimpin rapat perang.

Sementara Leo, adalah perwujudan gairah dan keberanian, pria kecil itu tidak pernah bisa diam dan selalu ditemukan sedang memanjat pohon atau mencoba mencuri pedang kayu dari barak prajurit.

Saat ini Jasmine sedang duduk di bangku taman sambil mengawasi kedua putranya yang sedang berlatih tanding dengan pedang kayu di bawah pengawasan Ethan.

"Perhatikan kuda-kudamu, Tuan Muda Leo! Jangan hanya menyerang, gunakan otakmu!" seru Ethan, yang meski usianya bertambah, tetap setia menjadi bayangan bagi keluarga Alistair.

"Aku akan menebas semuanya, Ethan! Seperti Ayah!" teriak Leo sambil melompat, namun Lucian dengan tenang hanya bergeser satu langkah ke samping, membuat Leo terjatuh ke rumput.

"Ayah tidak pernah sembrono, Leo," ucap Lucian datar, memberikan tangan untuk membantu adiknya berdiri.

Walaupun mereka berdua tumbuh tanpa pernah melihat Ayah mereka, tapi sedari mereka masih bayi, Jasmine selalu menceritakan betapa hebat nya Duke Lucas.

Jasmine tidak membiarkan nama Lucas hilang, justru Jasmine selalu mengajari anak-anak nya dan mengingat kan mereka, bahwa mereka adalah anak-anak yang beruntung karena memiliki Ayah se hebat Duke Lucas.

Suasana sore itu di taman Alistair terasa begitu hidup.

Matahari mulai condong ke barat, membiaskan cahaya keemasan yang jatuh di atas rambut hitam legam Lucian dan Leo. Jasmine menarik napas dalam, menyesap aroma teh melati yang masih mengepul di depannya.

Meskipun lima tahun telah berlalu, ada bagian dari dirinya yang masih terasa kosong, namun setiap kali dia melihat kedua putranya, kekosongan itu seolah terlambat sedikit demi sedikit.

"Lucian, Leo! Kemari lah, istirahat sebentar. Ibu punya camilan untuk kalian," panggil Jasmine sambil melambaikan tangan.

Mendengar kata camilan, Leo langsung membuang pedang kayunya dan berlari secepat kilat, sementara Lucian memungut pedang adiknya terlebih dahulu, menyusunnya dengan rapi di rak senjata, baru kemudian berjalan tenang menghampiri Jasmine.

Leo sampai lebih dulu, wajahnya penuh keringat dan pipinya kemerahan. Ia langsung duduk di sebelah Jasmine dan meraih sepotong kue kering.

"Ibu! Tadi aku hampir saja mengalahkan Lucian! Benar kan, Ethan?" seru Leo sambil menoleh ke arah Ethan yang berdiri tak jauh dari sana.

Ethan hanya tersenyum tipis, sebuah ekspresi langka yang hanya muncul saat bersama si kembar.

"Tuan Muda Leo memiliki tenaga yang besar, tapi Tuan Muda Lucian memiliki kesabaran," ucap Ethan, begitu bangga dengan kedua Tuan muda nya.

"Kalian berdua, Putra Ibu yang paling hebat," ucap Jasmine, mengusap keringat di dahi mereka.

Lucian duduk di sisi lain Jasmine, menerima handuk hangat yang diberikan ibunya untuk mengusap wajah.

"Tenaga tanpa kesabaran itu hanya akan membuatmu cepat lelah, Leo. Itu yang Ibu ajarkan semalam tentang taktik Ayah, bukan?" ucap Lucian, dengan suara datar nya, persis seperti Duke Lucas.

"Kalian berdua benar, ayah kalian adalah perpaduan dari kalian berdua, dia kuat seperti singa, tapi tenang seperti air di dalam sumur," ucap Jasmine terkekeh, mengacak rambut Lucian.

"Ibu..."

Panggil Leo mendongak, matanya yang besar menatap Jasmine dengan penuh rasa ingin tahu.

"Apakah Ayah benar-benar bisa mengalahkan seribu orang sendirian? Tadi Paman Lucius bilang Ayah bisa membelah gunung dengan pedangnya!" tanya Leo, dengan mata berbinar.

"Pamanmu Lucius memang suka melebih-lebihkan, Sayang. Ayah memang hebat, tapi dia bukan penyihir, dia hebat karena dia tidak pernah menyerah untuk pulang kepada kita," jawab Jasmine tertawa kecil mendengar bualan kakaknya.

Seketika, suasana menjadi sedikit sunyi. Jasmine menatap langit, hatinya berdenyut. Pulang? Kata itu masih terasa seperti duri yang halus.

Jujur kalau ada yang bertanya apakah Jasmine sudah menerima kepergian Duke Lucas, maka dengan tegas Jasmine akan menjawab, belum, dia tidak pernah benar-benar bisa menerima kepergian suaminya, Jasmine masih berharap semua ini hanya mimpi buruk dan suaminya masih ada bersama nya.

Di balkon lantai dua yang menghadap ke taman, Nyonya Kimberly berdiri bersama Tuan Steven.

Mereka sedari tadi memperhatikan interaksi hangat itu dengan perasaan yang campur aduk.

"Lihatlah mereka, Steven. Kekuatan itu mulai muncul," bisik Nyonya Kimberly.

"Maksudmu, kekuatan dari garis keturunanmu?" tanya Steven mengamati cucu-cucunya.

"Lucian, dia memiliki indra pendengaran yang terlalu tajam untuk anak seusianya, dan Leo, suhu tubuhnya seringkali lebih panas dari manusia normal saat dia sedang bersemangat. Mereka mewarisinya, Steven, dan darah Serigala itu tidak bisa disembunyikan selamanya," jawab Nonya Kimberly mengangguk pelan.

"Kapan kamu akan mengatakannya pada Jasmine? Dia berhak tahu kenapa anak-anaknya berbeda," tanya Steven penuh kekhawatiran.

Nyonya Kimberly meremas pagar balkon, matanya berkilat keemasan selama sepersekian detik sebelum kembali normal.

"Belum saatnya, selama bola kristal itu masih menunjukkan cahaya redup Lucas, fokusku adalah mencari tahu di mana dia," jawab Nyonya Kimberly, menatap lurus ke depan.

"Jika aku mengatakan pada Jasmine sekarang, dia akan hancur karena harapan dan ketakutan yang bersamaan, biarkan dia menjadi ibu yang bahagia untuk sementara waktu," lanjut Nyonya Kimberly.

Di taman bawah, tawa Leo pecah saat dia tersedak remah kue karena terlalu semangat bercerita, sementara Jasmine dengan sigap menyodorkan segelas air putih hangat kepadanya.

"Pelan-pelan, Leo, kue itu tidak akan lari ke mana-mana," tegur Jasmine lembut sambil menepuk-nepuk punggung putra bungsunya.

"Tapi Ibu, aku mau cepat besar! Kalau aku sudah besar dan kuat, aku mau pergi ke perbatasan seperti Paman Lucius. Aku mau cari pedang Ayah yang hilang!" seru Leo setelah meneguk airnya sampai habis.

Lucian yang sejak tadi diam menikmati tehnya, meletakkan cangkir kecilnya dengan gerakan yang sangat anggun.

"Pedang Ayah tidak hilang, Leo, pedang itu disimpan di ruang senjata rahasia di kediaman utama. Ibu sudah pernah mengatakannya, kan?" ucap Lucian, tenang, sangat tidak cocok dengan usianya yang masih lima tahun.

"Maksudku, aku mau punya pedang sendiri yang lebih hebat! Yang bisa mengeluarkan api!" ucap Leo mengerucutkan bibirnya.

"Kalian berdua ini benar-benar tidak bisa tenang ya kalau bicara soal Ayah," ucap Jasmine tertawa kecil, hatinya sedikit menghangat melihat perdebatan kecil kedua putranya.

"Tentu saja, Ibu! Ayah itu pahlawan," jawab Leo mantap.

"Eh, Ethan! Kemari! Makan kue ini, Ibu yang membuatnya sendiri, lho!" ucap Leo, melihat ke arah Ethan.

Ethan yang berdiri kaku seperti patung di belakang mereka, membungkuk sopan.

"Terima kasih, Tuan Muda Leo, tapi saya sedang bertugas menjaga Anda sekalian," jawab Ethan, sopan.

1
Annida Annida
lanjut tor
Annida Annida
💪
beautyroses
ya allahh ga sabarrr nunggu extraaa selanjutnyaaaa 😍😍
Jas Merah
semangat lagi thor💪💪
Retno Palupi
semoga Lucas selamat dapat berkumpul dg keluarga
Nurhasanah
tegang nya bisa kebawa sampe besok ini 😭😭😭 ... semangatt thor di tunggu lanjutan nya 💪💪💪💪😍😍😍
Libra
ka tmbah lagi , penasaran bgt kelanjutannya
Ari Peny
aduh thor /Sob//Sob//Sob/
Silla Okta
deg deg an akunya Thor,,,, sungguh menguras emosi,,,,, lanjutkan Thor
Kusii Yaati
paling tidak enak pas lagi tegang" nya bersambung /Sob//Sob//Sob/
Fitri Bawono
lanjut thor... makin seru 📹📹📹📹📹
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!