Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Backstreet
Tampa mereka duga, mereka berpapasan dengan Tonny dan Raya yang baru keluar dari kamar Jonathan.
Kemudian Ninda menghampiri Raya dan memeluknya manja.
Di sana juga tampak Merry dan deborah, Tonny kemudain menghampiri Noah yang sejak dari tadi di carinya.
"Aku mencari mu tadi," ucap Tonny, Noah hanya tersenyum kearah Tonny.
"Ya, aku tadi sedang di rumah kaca bersama Ninda," sahut Noah sambil melirik Ninda tidak lupa Noah mengedipkan sebelah matanya.
"Mamah pikir kamu sudah pulang dari tadi Ninda," ungkap Raya sambil menatap putrinya.
"Ya, tadi Uncle mengajak ku melihat bunga," sahut Ninda sedikit menunduk.
"Kalian dari atas sepertinya," celetuk Merry membuat wajah Noah dan Ninda panik.
"Ya, Aku mengambil sesuatu di kamar ku," sahut Noah sambil nyengir menyembunyikan kegugupannya.
"Bersama Ninda?" ucap Merry lagi Deborah sedikit menahan tawa.
"Tidak Aunty aku tidak ikut Ke kamar," sahut Ninda sedikit panik.
Kemudian Merry tertawa menatap ke arah Ninda dan Noah, dia sepertinya berhasil membuat Noah dan Ninda panik.
"Kalian serius sekali, aku bercanda," Noah kemudian tertawa terlihat di paksakan.
Deborah hanya mendengarkan omong kosong mereka dengan tersenyum. sesekali dia melirik Noah matanya menatap tajam ke arah Noah.
Namun tiba-tiba saja Tonny menghampiri Noah dia sedikit berbisik kepada Noah.
"Noah ada yang ingin aku bicarakan," Ucap Tonny sambil mengajak Noah menjauh dari tempat itu. Noah kemudian mengikuti Tonny dari belakang.
Setelah berjalan beberapa langkah Tonny duduk di kursi yang agak jauh dari tempat Ninda berkumpul.
Namun Ninda masih bisa melihat keberadaan Noah dan Tonny, sesekali mata Ninda melihat ke arah Noah hanya saja dia tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Noah, aku tak bermaksud ikut campur," ucap Tonny tiba-tiba. Noah sudah bisa menebak apa yang akan Tonny bahas.
"Ku dengar kau putus dengan Sarah," tanya Tonny sambil menatap Noah. Noah balas menatap Tonny sekarang.
"Iya, itu Benar" sahut Noah singkat.
"Kenapa, ada yang salah dengan Sarah?" tanya Tonny heran.
"Aku sudah mencoba tapi aku tetap tak bisa mencintainya," sahut Noah tanpa basa basi.
Tonny sedikit menghela nafas mendengar pengakuan Noah.
"Sayang sekali menurut ku kalian sangat serasi," ucap Tonny tampak menyayangkan.
"Dia sangat terpukul, kau tau dia sangat tergila-gila pada mu," kata Tonny lagi.
"Ya aku tau, semua perempuan selalu begitu kepada ku," sahut Noah sedikit bercanda.
"Sialan kau," sahut Tonny sambil tertawa kecil.
"Aku akan menyakitinya, jika aku terus berbohong" ucap Noah kali ini serius.
Tonny terdiam dia tak berani berkata apapun karena semua itu adalah hak dan urusan pribadi Noah.
"Apa ada wanita lain?" tanya Tonny penasaran. Terlebih tadi di dalam Jonathan bercerita kalau Noah sudah punya pacar lagi.
Noah mengangguk menjawab pertanyaan dari Tonny. Tonny hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku penasaran, siapa wanita yang berhasil menggambil hati mu?" Noah tersenyum sambil memperhatikan Ninda dari jauh.
"Aku akan memperkenalkan pada mu jika sudah waktunya,"ungkap Noah masih tersenyum menatap Ninda dari jauh.
"Aku sudah tidak sabar," kata Tonny lagi. Noah tersenyum ke arah Tonny sekarang.
Sedang di ujung sana Deborah mendekati Ninda kemudian duduk di samping Ninda, Ninda sedikit terkejut namun dia mencoba bersikap sewajarnya.
"Boleh aku duduk di sini," ucap Deborah sambil tersenyum ke arah Ninda, Ninda menoleh balas tersenyum.
"Tentu saja silahkan Debby," sahut Ninda sedikit bergeser memberi ruang untuk Deborah duduk.
"Maaf soal tadi, aku seharusnya mengetuk pintu," ungkap Deborah tiba-tiba, Ninda tersentak dia sedikit salah tingkah kemudian Ninda menunduk sedikit malu.
"Em, Debby tadi itu," ucap Ninda terbata-bata. dia sedikit mengakat kepalanya.
"Kau tak perlu menjelaskannya pada ku, bukan urusan ku," sahut Deborah tersenyum ke arah Ninda.
"Apa yang kau lihat dari adik ku?" tanya Deborah sambil menatap Noah dari jauh.
----------