NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bumi Gantara Alvin Devran

Bumi Gantara Alvin Devran atau yang lebih di kenal sebagai Alvin atau Gavin, anak ke dua dari pasangan Anara Zekai dan Jazga Haikala Devran. Pria yang saat ini menginjak usia dua puluh delapan tahun tersebut kini sudah harus kembali ke tanah air untuk menjabat sebagai CEO Jazganara Tech and Corp menggantikan sang ayah.

Alvin selama ini selalu berpindah-pindah tempat, lebih tepatnya dia berkeliling dunia. Dia meminta waktu pada sang ayah untuk menimba ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya sebelum dia terjun langsung menjadi CEO dan hanya Ayzel yang tahu di mana keberadaannya. Adik dari Lunara Ayzel Devran tersebut hanya bersikap hangat pada san bunda dan juga Ayzel (Zeze) satu-satunya kakak perempuannya. Di balik sikap dinginnya tersebut, tidak ada satupun yang tahu bahwa dia adalah seorang hacker kelas dunia yang handal. Kecuali sang kakak dan juga kakak iparnya yang bernama Kaivan Alvaro Jajiero yang tidak lain suami dari Ayzel (Zeze).

Alvin bahkan belum sampai di tanah air, namun namanya sebagai seorang Alvin Devran sudah mulai di perbincangkan banyak orang. Pemuda tersebut di gadang-gadang akan menjadi CEO dari dua perusahaan yang lumayan terkenal, selain Jazganara Tech and Corp ada perusahaan bernama Zekai Company. Perusahaan tersebut bergerak di bidang properti kelas dunia yang merupakan perusahaan sang kakek, tiba-tiba sang kakek menginginkan Alvin menjadi CEO untuk perusahaannya setelah memutuskan hubungan ayah dan anak dengan sang bunda.

“Queen sudah sampai mana?”

“Masih di Jakarta, aku masih ada di Hazelnut Latte Cafe. Altezza belum mau di ajak ke Bandung, dia masih senang di sini. Kamu sendiri bagaimana?”

“Baru saja sampai di Bandung, tapi masih diapartemen. Aku tunggu kakak saja,”

“Nanti kakak kabari lagi kalau Altezza sudah mau diajak ke Bandung,”

“Oke Queen,”

Begitulah Alvin dan sang kakak saling mengirim pesan, setelahnya dia meletakkan ponselnya diatas nakas. Dia lantas menuju walk in closet untuk mengambil baju dan handuk, Alvin ingin segera mengistirahatkan tubuhnya setelah menempuh perjalanan jauh. Lima jam lalu dia baru saja mendarat setelah perjalanan panjang dari Eropa, Alvin langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandung karena dia tidak ingin keberadaannya di ketahui oleh sang kakek.

Dia memilih untuk langsung keapartemennya yang ada di Bandung, kebetulan sang kakak juga sedang pulang ke tanah air karena Ayzel selama ini dia tinggal di Korea bersama suaminya.

Tidak butuh waktu lama untuk Alvin mandi, niat untuk segera merebahkan tubuhnya ternyata urung dia lakukan karena PC nya berkedip. Dia langsung kembali duduk di meja kerjanya, dia mengerutkan keningnya saat mendapati ada penyusup yang mencoba masuk dalam servernya.

“Siapa bocah ini? Berani sekali dia mau menyusupi serverku,” monolog Alvin.

Sedetik kemudian bunyi keyboard memenuhi kamarnya yang sunyi dang dingin tersebut, Alvin mulai mengeluarkan senjatanya. Dia memblokir dan menyerang balik musuh-musuhnya dengan mengirimkan virus-virus kecil untuk melumpuhkan server mereka.

Satu persatu lawannya mulai tumbang. “Si alan. Leptopku mati,” umpat salah satu musuh yang menyerang.

Senyum seringai terbit dari bibir Alvin. “Mau main-main denganku? Jangan harap kalian bisa menembus Galaxy Cosmic,” ucapnya, Alvin mengirimkan virus-virus yang dia ciptakan pada lawan-lawannya. Hingga satu per satu mereka tumbang, namun sesaat kemudian dia mengerutkan dahinya.

“Siapa dia? Dia tidak menyerang, tidak juga bergerak. Tunggu!” Alvin langsung mencari koordinat lokasi salah satu hacker yang terdeteksi di layar PC Alvin, namun anehnya hacker tersebut hanya diam dan tidak menyerang.

“K.Nara? Bagaimana dia ada di...” Alvin tentu tahu siapa K.Nara, dia adalah salah satu musuh bebuyutan Alvin di dunia maya. Pemilik akun bernama K.Nara tersebut selalu saja ikut campur saat Alvin memulai aksinya, namun hingga saat ini Alvin belum bisa menembus pertahanan akun tersebut untuk melihat siapa di balik nama K.Nara.

Lebih herannya lagi saat ini akun tersebut terdeteksi di Jakarta, dengan kata lain hanya ada dua kemungkinan. Pemilik akun tersebut sedang liburan ke Indonesia karena setahu Alvin koordinat lokasi K.Nara jarang keluar dari Korea, atau mungkin saja dia berwarga negara sama dengan Alvin.

“K.Nara. Selamat datang di rumahku, aku tidak sabar ingin segera mengha bisimu.” Alvin menatap dingin layar PC nya setelah mengirimkan pesan yang akan muncul pada layar leptop hacker bernama K.Nara tersebut.

Dia lantas beranjak dari kursi dan langsung menghempaskan tubuhnya pada kasur empuk miliknya, dia menyalakan alarm sebelum benar-benar terlelap. Alvin menghalau rasa lelahnya dengan mengistirahatkan tubuhnya, karena dia harus menyiapkan energi untuk esok hari bertemu dengan keluarganya.

Sebenarnya tidak ada masalah jika dirinya yang harus bertemu dengan bunda dan ayahnya, hanya saja dia mendengar dari Ayzel kalau sang kakek juga akan ada di sana. Paling tidak Alvin harus menyiapkan energi dan juga strategi untuk menyiasati sang kakek yang memang tidak dekat dengannya maupun sang kakak.

***

Sementara itu di sebuah cafe, seorang gadis kisaran usia dua puluh empat tahun terlihat mengomel sendiri. Gadis keturunan Indo-Korea tersebut terlihat bergumam saat melihat layar leptopnya.

“Pede sekali dia mau menghabisiku. Aku yang lebih dulu akan mengha bisimu nanti, Galaxy Cosmic!” monolognya dengan senyum seringai.

Dia kemudian mematikan leptopnya dan kembali menikmati desert yang dia pesan di cafe tersebut, dia baru saja sampai di Jakarta beberapa hari yang lalu. Selain ingin tahu kampung halaman sang mama, dia datang ke Indonesia juga untuk berlibur bersama keluarga kakak sepupunya.

“Onty Nana!” panggil seorang bocah berusia tiga tahun, gadis dua puluh empat tahun yang bernama lengkap Nana Aksara Kim tersebut menoleh kearah sumber suara.

“Hei boy. Sudah puas jalan-jalannya?” Nana berdiri dari tempat duduknya, dia menyambut sang keponakan yang datang bersama dengan papa dan adiknya.

Bocah tiga tahun tersebut mengangguk. “Cudah,” jawabnya dingin.

Nana menggaruk pelipisnya, dia lantas memeluk bocah yang bernama lengkap Altezza Hakala Jaziero tersebut. “Ini ada tombolnya tidak sih? Biar bisa mencair sedikit," ucapnya.

“Atezza bukan ladio. Bukan juga tipi,” protesnya pada sang aunty.

“Ck...anak kalian benar-benar deh kak,” gerutunya kearah Alvaro sang kakak sepupu yang sedang menggendong putra ke duanya yang masih bayi.

Nana kemudian mendudukkan Altezza pada kursi, sejurus kemudian bocah tersebut duduk dengan anteng sambil memainkan tabletnya.

“ Besar nanti dia jadi incaran banyak perempuan itu, Na. Bibitnya sudah kelihatan dari orok,” jawab Alvaro.

Apa yang di katakan Alvaro memang benar, di usianya yang baru tiga tahun Altezza sudah bisa membuat gamesnya sendiri. Mau tak mau Alvaro harus selalu ada untuk putra sulungnya tersebut, untuk mengarahkan bakat dan minat sang putra.

“Semoga Haziel tidak seperti Altezza, jadi kulkas berpuluh-puluh pintu. Kak Zeze bisa tambah stress, satu Alvaro saja sudah membuat kak Zeze pusing. Ini tambah ada dua lagi kemasan saset nya,” ucapnya pada sang kakak sepupunya.

“Kemasan saset siapa, Nana?” seorang wanita cantik nan anggun dalam balutan gamis warna pastel senada dengan hijabnya berjalan kearah mereka, seulas senyum indah terbit dari bibirnya. Senyum yang selalu membuat seorang Alvaro meleleh, dari dulu hingga saat ini. Dialah Lunara Azyel Devran, wanita keturunan Indo China dan Turki yang tidak lain adalah kakak dari Alvin Devran.

“Siapa lagi kalau bukan duo pangeran kakak itu!” tunjuk Nana pada dua keponakan tampannya bergantian.

Ayzel mengangguk setuju dengan ucapan Nana, Altezza dan Haziel memang kemasan saset sang suami. Haziel belum terlalu keliatan, namun Altezza putra sulungnya bahkan lebih kulkas dari pada papanya.

Ayzel ikut duduk di samping putra sulungnya. “Mainnya sudahan dulu ya, nak! Abang tidur siang dulu, nanti baru boleh main lagi.” Ayzel mengusap lembut puncak kepala sang putra.

Altezza selalu menurut jika sang mama sudah bicara, dia berhenti bermain dan memberikan tabletnya pada sang mama. Ayzel kemudian menggendong putranya menuju roof top yang ada di cafenya, sejak kemarin Altezza senang sekali tidur di sana. Sama dengan Alvaro yang selalu memilih tidur di roof top Hazelnut Latte Cafe saat kembali ke jakarta.

“Malam ini kita berangkat ke Bandung, Na. Kamu sudah cek out dari hotel, kan?” tanya Ayzel pada adik sepupu suaminya tersebut.

“Sudah kak. Koperku aku titip di ruang kerja kak Zeze,” jawabnya.

“Aku naik keatas dulu, Na. Kalau butuh sesuatu di minta sama anak-anak cafe,” ucap Ayzel. “Hubby, ayo!” ajaknya pada sang suami.

Ayzel dan Alvaro meninggalkan Nana yang masih betah duduk di lantai satu cafe tersebut, melihat pengunjung keluar masuk cafe menjadi pemandangan yang berbeda untuknya. Entah kenapa dia merasa lebih nyaman saat bersama dengan keluarga kakak-kakak sepupunya. Lebih nyaman dari pada keluarganya sendiri. “Nara rindu sama mama,” monolognya saat ingat mendiang sang mama yang berpulang semenjak dia kecil.

 

1
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!