NovelToon NovelToon
Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dulu aku berjanji di depan Tuhan untuk menjaganya, namun dunia seolah memaksaku untuk ingkar."
Tian hanyalah seorang pria sederhana yang dianggap 'tidak berguna' oleh keluarga besar istrinya, Mega. Pernikahan mereka yang didasari cinta suci harus berhadapan dengan tembok tinggi bernama kemiskinan dan penghinaan. Saat Mega divonis mengidap penyakit langka yang membutuhkan biaya miliaran, Tian tidak menyerah.
Ia menjadi kuli di siang hari, petarung jalanan di malam hari, hingga terseret ke dalam pusaran dunia gelap demi satu tujuan: Melihat Mega tersenyum kembali. Namun, saat harta mulai tergenggam, ujian sesungguhnya datang. Apakah kesetiaan Tian akan tetap utuh saat godaan wanita lain dan rahasia masa lalu Mega mulai terkuak?
Ini bukan sekadar cerita tentang cinta, tapi tentang pembuktian bahwa bagi seorang suami, istri adalah surga yang layak diperjuangkan meski harus melewati neraka dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Aliansi Para Terbuang

Lampu lorong rumah sakit yang tadinya terang benderang tiba-tiba meredup, menyisakan keremangan merah sinyal bahwa sistem darurat telah diambil alih secara eksternal. Jenderal Yudha berdiri mematung dengan ponsel yang masih menempel di telinga. Wajahnya yang biasanya tegas kini tampak menua sepuluh tahun dalam sekejap.

"Aset dibekukan... surat perintah penangkapan keluar atas namaku..." Yudha bergumam tak percaya. "Aristha... dia benar-benar mengendalikan sistem ini sampai ke akarnya."

Tian menatap Yudha, lalu beralih ke arah Mega dan Ibunya yang terbaring lemah. Kehancuran moral baru saja terjadi. Orang yang selama ini menjadi pelindung hukumnya kini justru menjadi orang yang paling dicari.

"Pak Jenderal," suara Tian terdengar rendah namun tajam, memutus keputusasaan di ruangan itu. "Hukum mungkin sudah membuang Anda, tapi saya tidak. Kita masih punya 23 jam sebelum racun itu disuntikkan ke tubuh Ibu saya. Jangan biarkan mereka menang hanya dengan selembar surat perintah."

Paman Hasan melangkah maju, memeriksa senjatanya. "Macan benar. Saat hukum tidak lagi bisa membedakan kawan dan lawan, saat itulah insting kita harus bekerja. Kita sekarang adalah tim hantu. Tak terlihat, tak terdaftar, tapi mematikan."

Yudha menarik napas panjang, mencoba mengembalikan kewibawaannya. Ia menatap Tian. "Adrian meninggalkan data di tasnya. Data itu bukan sekadar catatan logistik. Itu adalah daftar 'The Untouchables' pejabat yang disuap Aristha. Itulah alasan mereka membekukan asetku. Mereka takut data itu bocor."

Tian mengepalkan tangan. "Kalau begitu, kita jadikan data itu senjata. Bukan untuk diserahkan ke polisi yang sudah korup, tapi untuk membakar rumah Aristha dari dalam."

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat dari pasukan taktis terdengar di kejauhan koridor. Brimob atau unit khusus Aristha? Tidak ada yang tahu pasti. Yang jelas, mereka datang untuk menjemput Yudha dan melenyapkan sisa bukti.

"Kita harus keluar dari sini sekarang," ucap Hasan. "Bawa Mega dan Ibu Tian ke ambulans rahasia di gudang bawah tanah."

Tian membungkuk, mengangkat tubuh Mega yang masih terhubung dengan monitor portabel. Hatinya perih melihat selang-selang yang menempel di tubuh istrinya. Mega membuka matanya, menatap Tian dengan tatapan yang sangat dalam. "Mas... apa kita akan lari lagi?"

"Tidak, Sayang," bisik Tian sambil mencium keningnya. "Kali ini kita tidak lari. Kita sedang menjemput keadilan kita sendiri."

Pelarian itu terjadi di bawah bayang-bayang kegelapan. Dengan bantuan perawat muda yang setia pada Yudha, mereka berhasil membawa kedua pasien melalui lift barang yang jarang digunakan. Di lantai bawah tanah, sebuah van hitam besar dengan peralatan medis lengkap milik pribadi Paman Hasan sudah menunggu.

"Tian, kau yang pegang kemudi," perintah Hasan. "Yudha, kau gunakan keahlian intelijenmu untuk meretas jalur lalu lintas. Kita harus menghilang dalam lima menit sebelum seluruh kota ini ditutup."

Van itu melesat keluar dari gedung rumah sakit, tepat saat tiga mobil taktis hitam masuk ke lobi depan. Tian memacu kendaraan itu dengan keahlian yang lahir dari tahun-tahun pelarian. Di kursi belakang, Yudha membuka laptop enkripsinya, jemarinya menari di atas keyboard dengan kecepatan luar biasa.

"Aristha ada di Pulau Bidadari Tua. Itu pulau pribadi yang tidak tercatat di peta wisata resmi," ucap Yudha. "Dia merasa aman di sana karena seluruh sistem pertahanan pulau itu terhubung dengan satelit pribadinya. Termasuk... chip di tubuh ibumu dan Mega."

Tian menatap kaca spion, melihat Mega yang terbaring lemah di belakang. "Artinya, kita tidak bisa menyerang pulau itu secara langsung tanpa memicu alat tersebut?"

"Tepat," sahut Hasan. "Kita butuh pengalih perhatian. Sesuatu yang akan membuat Aristha merasa terancam secara finansial, sehingga dia terpaksa membuka akses satelitnya untuk menyelamatkan asetnya."

Tian teringat data di tas Adrian. "Pak Jenderal, di dalam data itu, ada satu nama yang selalu disebut sebagai 'Bendahara Aristha'. Namanya Robert. Dia mengelola seluruh aliran dana digital Aristha dari sebuah apartemen penthouse di pusat kota."

"Jika kita menangkap Robert dan menguras hartanya, Aristha akan panik," Yudha menyimpulkan. "Tapi itu artinya kita harus menyerbu jantung kota saat kita sendiri sedang diburu sebagai pengkhianat."

Tian menyeringai dingin sebuah ekspresi yang jarang terlihat namun menandakan "Macan" telah sepenuhnya terbangun. "Mereka mencari Jenderal Yudha dan buronan Tian. Mereka tidak mencari dua hantu yang akan datang dari saluran pembuangan."

Sepanjang perjalanan, emosi Tian campur aduk. Ia merasa sangat bersalah karena membawa Mega dan Ibunya ke dalam bahaya yang terus bergulir. Namun, setiap kali ia melihat wajah Mega, ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk memberinya hidup yang damai adalah dengan memotong kepala ular yang bernama Aristha.

"Mega," bisik Tian melalui interkom internal van. "Berjanjilah padaku satu hal. Tetaplah bernapas, apa pun yang terjadi. Mas akan segera menyelesaikan ini."

Di belakang, Mega yang mengenakan masker oksigen memberikan jempol lemah. Matanya memancarkan kepercayaan yang mutlak pada suaminya.

Saat van mereka melewati jembatan utama, semua layar iklan raksasa di sepanjang jalan tiba-tiba berubah menampilkan wajah Tian dan Yudha dengan tulisan besar: "BURONAN TERORIS: HADIAH 10 MILIAR BAGI YANG MENEMUKAN HIDUP ATAU MATI." Masyarakat di sekitar mulai menatap curiga ke arah kendaraan yang lewat. Tiba-tiba, sebuah ban van meledak akibat tembakan sniper dari helikopter yang meluncur dari arah gedung tinggi. Van itu terpelanting, terguling di tengah jalan layang yang ramai. Tian berteriak memanggil nama Mega saat van mulai mengeluarkan asap, sementara di seberang sana, pasukan polisi mulai mengepung mereka dari kedua sisi jalan.

1
grandi
pasti ada harapan
grandi
Tian selalu kuat ya💪
grandi
sesaknya minta ampun dah/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Di novel 2027 udah dateng ya thor🤣 Happy new year Thor/Facepalm/
christian Defit Karamoy: sebenarnya tahunnya emang saya buat begitu agar lebih menyenangkan 😄
trimakasih selalu suport ya 🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Biar makin semangatt ni Aku bagi /Rose/
christian Defit Karamoy: trimakasih kakakku🙏😍
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semoga tian ga kenapa-napa
christian Defit Karamoy: ikuti terus ya qila🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Banyak banget rintangan nya Tian, semoga tetap kuat ya💪
christian Defit Karamoy: iya kak😭
total 1 replies
studibivalvia
penulisan rapi jadi enak banget bacanya 😎 yuk terus lanjutkan kak semangat
christian Defit Karamoy: siap kak trimakasih🙏
total 1 replies
Arceusssxara
💪
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Gas terus thor. Sampai tujuan
christian Defit Karamoy: siap trimakasih kak🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ceritanya bagus, semangat terus up nya thor
christian Defit Karamoy
iya bang/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Si manusia satu itu, sangat kejam sekali huh😤
Kenjiro Dominic
span thor
christian Defit Karamoy: siap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ibumu bohong mega jangan dipercai, kesel banget aku sama nenek tua ini rasanya pengen ku pukul pakai kayu mulutnya 1000×
christian Defit Karamoy: /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
christian Defit Karamoy
amin🙏
Kasychan`●⑅⃝😽
lanjut thor
christian Defit Karamoy: siyap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
yang sabar ya Tian ini ujian
christian Defit Karamoy: /Sob/
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semangat terus Tian, ayo jangan nyerah dulu💪☺
christian Defit Karamoy: siap qila🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
beginilah orang klau sudah cinta dengan seseorang, ia akan melakukan apapun bahkan nyawapun dia pertaruhkan demi orang yang dia cintai, beruntung banget ya mega, btw semangat terus thor up nya, semoga karyanya bisa ramai ya☺
christian Defit Karamoy: amin amin qila🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!