Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.
Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.
Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 02
Kapal induk Orion menerima sinyal darurat, alarm pertahanan kolonial berbunyi dengan sangat kencang.
"Sialan, apa yang terjadi.?"
"Jenderal, sebuah kapal perang terdeteksi di bawah kolonial Union. Kapal perang type 152R Prime. kapal itu membawa puluhan ribu Nuklir."
"Apa.?" raut wajah Rudy menjadi pucat seketika. "Bajingan, mereka bukan berniat untuk berperang. Tapi pemusnahan."
"Jenderal, tidak ada waktu lagi. perisai Union akan hancur....
DROMMEEEMM
Ledakan yang sangat dasyat terjadi di bawah sana. Bahkan sampai mengeser orbit Union. Ratusan ribu penduduk merasakan getaran seperti Gempa bumi didalam sana.
DRRR. " Apa yang terjadi.?" teriak Panglima Union.
Bahkan para penduduk mulai panik dan cemas didalam sana.
"Ini serangan, pasti serangan Prime."
"Tenang, semua tenang. Prajurit kita pasti mampu mengatasinya."
"Bukankah ini adalah hari genjatan senjata antar kubu. kenapa kita di serang.?"Teriakan para penduduk.
Bahkan raut wajah sang presiden hanya terkejut tak berbicara sama sekali.
"Lindungi presiden, semuanya menuju ke dalam kapsul penyelamatan." teriak pasukan khusus.
"Apa Rudy tidak bergerak.?" lirih Panglima Union disana dengan tercengang.
....
Didalam kapal Orion, semua crew sangat cemas dan panik. Bahkan mereka mengaktifkan perisai cadangan tanpa perintah.
"Tidak ada waktu lagi, kita harus mengaktifkan ini."
"Jangan gegabah, nunggu perintah Jenderal."
Namun, perisai cadangan Union sudah di aktifkan.
WONG.
"Apa yang kau lakukan.?" teriak Rudy marah.
"Jenderal, mereka masih memiliki ribuan nuklir di bawah sana. Aku, aku hanya ingin melindungi Union."
"Hentikan perisai itu, hentikan sekarang." teriak Rudy.
"Tapi, tapi jenderal."
"Itu jebakan mereka."
Disisi lain, Panglima Prime pun terlihat sangat gembira, bahkan ia tertawa terbahak-bahak.
"HAHAHAHA. Bodoh sekali, bodoh sekali. Ternyata Rudy juga bisa sebodoh itu. HAHAHA."
Dalam sekejap saja, perisai cadangan itu bereaksi dengan radiasi nuklir, percikan demi percikan terlihat di bawah sana. Lalu perisai itu mengeluarkan sebuah aliran listrik yang menghancurkan seluruh perisai Union.
TRRT. PASSS. Perisai pun hilang sepenuhnya. "Ini saatnya. HAHAHAHA"
Rudy pun sangat panik, wajahnya ketakutan.
"Orion, Mode penghancur. luncurkan Axiom dan hancurkan kapal perang itu."
[Confirm]
SWOOSH. Sebuah robot canggih melesat menuju kapal perang musuh.
"Rudy, itu sudah terlambat." kata Panglima Prime.
Ribuan bom nuklir di lepaskan begitu saja, bahkan robot canggih Axiom tidak bisa menghalau serangan itu.
Dalam pandangan kabur, semua crew Orion berteriak ketakutan, bahkan ada yang menangis. Dan di dalam kolonial, semua orang berlari dalam kepanikan, ada yang memanjatkan doa, ada yang memeluk anaknya, ada yang pasrah, dan bahkan mereka sampai berdesakan menuju banker militer.
Tapi semua itu sudah terlambat. Dengan ribuan nuklir teknologi tinggi, Kolonial tanpa perisai plasma, bagaikan kertas kering yang terbakar.
Siluet cahaya pun keluar dengan sangat terang, bahkan sepasang mata hanya melihat warna putih di depannya.
"TIDAAAAAK" teriak Rudy
BREDEEMMMMM. WOOSSSH.
Harapan semua orang bertahan hidup, seketika musnah dari pandangan. Satu-satunya kolonial yang masih bertahan di hancurkan begitu saja. Oksigen di dalam kolonial, membantu api menyebar dengan sangat cepat dan menghancurkan segalanya.
Ledakan itu sangat dasyat, dan langsung menyebar ke seluruh kolonial dalam hitungan detik saja.
Rudy hanya terpaku melihat ledakan itu, wajahnya terkejut, panik, takut, dan marah. Sampai akhirnya kapal Orion terkena efeknya.
Getaran dan bunyi alarm terdengan sangat nyaring didalam sana.
[Mode otomatis pertahan Orion Aktif, Mode pertahan tingkat 2 aktif, Mode pertahanan tingkat 3 aktif, Mode pertahanan tingkat darurat Aktif. Semua sistem pertahan Orion berada di tingkat Extreme]
Rudy menundukkan kepalanya, ia mengigit dan tangannya menggenggam dengan sangat erat. Wajahnya pucat penuh kesedihan dan kemarahan.
"Sial, Sialan, HAAAAAAAAA"
TIT TIT TIT. Bunyi alarm darurat di dalam kapal. Orion terlempar cukup jauh dari tempatnya, getaran di dalam kapal berguncang dengan keras sampai kepala Rudy terbentur.
Brak. Darah pun mengalir di kepalanya.
"Union, Union telah musnah." katanya sambil meneteskan air mata.
"Hiks, tidak mungkin."
"Ini salahku, ini salahku."
"Mama, papa."
"Hik hiks. huaaaa"
Semua crew kapal menangis dengan histeris. mereka semua melihat Union hancur berkeping-keping. Tidak ada yang selamat, bahkan ledakan susulan yang terjadi di gudang senjata memporak-porandakan tempat itu juga.
Dalam kesedihan yang mendalam, Rudy dengan mata memerah, memendam kebencian yang sangat dalam. ia melihat kedepan, pasukan Prime mulai menyerang mereka.
Ribuan kapal perang yang membawa ratusan nuklir bergerak menuju Orion. Serangan penuh dari pasukan Astra Prime melesat dengan sangat cepat.
Bahkan tidak ada satu misil pun yang di tinggalkan oleh Panglima Prime. "Luncurkan semuanya, dan akhiri peperangan ini." teriak Panglima itu.
Rudy pun mengambil keputusan final.
"Orion, aktifkan Dominion."
[Peringatan, Dominion akan menimbulkan efek berbahaya bagi keselamatan crew. Peringatan, Dominion akan menimbulkan efek radiasi luar angkasa.]
[Sistem mendeteksi adanya aktifitas Extreme Mode pelindung. Peringatan, Dominion akan menimbulkan skala ancaman]
[Peringatan, pembatasan pelindungan tidak bisa di aktifkan untuk komando pusat]
WIING. Tiba-tiba sebuah kapsul keluar dari bawah tempat duduk Crew. Kapsul pelindung radiasi Dominion menyelimuti seluruh tubuh Crew.
"Jenderal, jangan Jenderal."
"Hentikan Jenderal."
Dalam skala tingkat penghancur ini, Dominion butuh pengontrol aktif, agar kondisi kapal tetap stabil dan daya penghancur nya bisa maksimal. Untuk itu, sang komando harus mengaktifkan secara manual dan mengontrolnya tanpa kapsul pelindung.
Dalam kemarahan, Rudy berkata "Orion Aktifkan Dominion."
[Confirm. Dominion butuh deteksi sidik jari]
Tit. Rudy pun menempelkan ibu jarinya dan sebuah tombol keluar dari atas mejanya. Wong.
"Jenderal, hentikan, hentikan sekarang Jenderal."
"Tidak, jangan Jenderal."
Dalam keputusasaan, Rudy mengorbankan dirinya untuk mengaktifkan Dominion. Tek. ia pun menekan tombolnya.
[Confirm. Dominion di aktifkan]
WING. sebuah radiasi terpancar di dalam kapal. Suhu mulai meningkat, bahkan lantai mulai terasa panas. Tanpa kapsul, radiasi panas yang bercampur dengan kimia aktif tersebar di seluruh ruangan. Radiasi ini tidak berpengaruh bagi Kapal Orion, tapi sangat mematikan bagi tubuh manusia.
Di dalam kapal Astra Prime. sang Panglima melihat cahaya meliar dari lebih tubuh Orion.
"Bajingan kau Rudy. Kau benar-benar ingin mengakhiri peradaban manusia." kata Panglima Prime.
Dan dalam sekejap saja. Sebuah gelombang putih keluar dari tubuh Orion dan menghantam sekitarnya.
Ribuan kapal perang, puluhan ribu misil dan nuklir milik Astra Prime hancur seketika. Bukan meledak, tapi melebur dan hancur begitu saja.
Radium gelombangnya bisa mencapai puluhan ribu km, bahkan sisa puing-puing kolonial Union pun hancur seketika.
"BAJINGAN KAU RUDYYYYY".
WOOT.
Dalam hitungan detik saja. Semuanya lenyap menjadi serpihan debu. Tak terkecuali kapal induk dan seluruh pasukan Astra Prime juga lenyap tak tersisa.
Pengaktifan Dominion sudah di larang Paskah perang antariksa yang menghancurkan 15 Kolonial sekaligus. Tapi Rudy melanggar perintah militer itu.
Apalagi Orion dalam mode pelindung Extreme, itu akan menimbulkan efek antariksa yang tidak terduga.
Dan benar saja, sebuah kosmik ruang waktu keluar begitu saja dan menghantam kapal Orion.
WOOSH. TIT TIT TIT TIT TIT.
[Peringatan, Mode darurat di aktifkan secara otomatis]
[Peringatan, kontrol panel Orion rusak sebagian]
[Peringatan, Struktur Orion memasuki kosmik ruang waktu]
[Mengunci Protokol Statis Temporar Komando]
.....