Payung Kuning (Part 2)
“Halo?”, tanyaku untuk yang ketiga kalinya. Tetap tidak ada jawaban dari sang penelepon. “K-kamu …”. Seseorang dari seberang sana terdengar berbicara dengan suara kalut, seolah takut. Terdengar sepert
0
0
Sepasang Album Kembar (Part 1)
Bermula dari saran Agus, teman satu Kabupaten Kendal sekaligus teman satu Fakultas Pertanian-IPB. Agus berasal dari Kecematan Weleri, semetara aku dari Cepiring. Agus ambil Jurusan Sosial Ekonomi seme
0
0
Ketika Jam 12
Waktu menunjukkan pukul 11.00. Entah ini pukul 11 malam atau siang, aku tak tau. Yang terlihat hanya ruangan serba putih. Sunyi, sepi, dingin yang kurasa. Ingin kugerakkan kepalaku, tapi berat. Sepert
0
0
Tentang Rindu
“Jika ini akhir dari semua yang sudah kita ciptakan, maukah kamu menungguku di masa depan mengulang semua?” — Vano Sore ini di penghujung hari di tengah-tengah keramaian taman. Awan yang terlihat keab
0
0
Galantra
Galan adalah nama cowok yang membuatku semangat, selalu tersenyum. Dia mirip biasku Jung Jaehyun. Aku menyukainya dia selalu bergabung dengan anak-anak populer. Suatu hari aku bertatap muka dengannya.
0
0
Persinggahan Sementara
Ini kisahku, dimana aku tumbuh dengan kebencian dan rasa dendam. Setelah mengetahui kenyataan yang terungkap, aku mulai membenci kehidupan ini. Tidak semua orang bisa dipercaya, aku sudah berkali-kali
0
0
Tokoh Favorit
“Lu beneran gak ada perasaan sama dia?” tanya Gina, sahabatnya yang sedang memakan bakso di kantin itu. “Hmmm.” “Lo kan udah deket banget sama dia, semua orang juga taunya lo sama dia pacaran.” Nana m
0
0
Vampire`s Destiny (Part 2)
Pagi berganti dengan cepat dan sore tiba dengan warna senja yang indah di langit yang tidak berawan. Seharian ini aku merasa tidak tenang dan tubuhku lemas. Karena terlalu cemas, aku terus mengawasi o
0
0
Cincin Tiga Jari (Part 1)
Semua baik-baik saja sebelum hari itu tiba, disaat Mas Rayyan menerima telepon dari nomor yang tidak bernama. Awalnya aku biasa saja, berpikir jika itu tidak penting untuk aku tahu. “Siapa Mas?” Tanya
0
0
Popsicle
Aku duduk di sebuah bangku di pinggir sungai yang sudah menjadi tempat dimana kami saling bertemu. Ditemani cahaya lampu yang terang dan juga rumput dan pepohonan yang subur. Tempat ini sudah sangat b
0
0
Ada Harap di Pagi Hitam
Sinar jingga masih begitu malu menampakkan dirinya, seakan tak sanggup menghilangkan sajian malam dengan taburan kelap-kelip bintang di langit. Sementara kaki-kaki Devin telah begitu cepatnya menaiki
0
0
Cinta yang Terpendam Selamanya
“Hai, udah lama menunggu ya?” tanyaku pada Fandi, sahabat yang selalu setia menemani sejak kami duduk di bangku SD. “Nggak, aku juga baru datang. Kita berangkat sekarang?” tanyanya. “Ok,” jawabku deng
0
0
Mengikhlaskan Dirimu
Hari itu adalah hari yang paling membuatku hancur. Hari dimana aku kehilangan dirimu untuk selamanya. Dan aku harus mampu mengikhlaskan dirimu, meskipun hatiku tak mampu melakukannya. Cincin emas puti
0
0
Rosariomu dan Tasbihku
Hari ini aku hendak pergi ke apotek untuk membeli obat gatal untuk adikku. Seperti biasa dia mengalami alergi karena salah makan. Dengan mengendarai motor, kubergegas ke apotek. Jarak rumah ke apotek
0
0
Sepasang Album Kembar (Part 2)
Malam itu, ketika sedang makan mie rebus dan minum kopi di ruang makan asrama, Agus menghampiriku. “Juno, aku perhatikan suara mesin tikmu tidak pernah terdengar lagi. Selama beberapa bulan, kamu muru
0
0
Spider Lily
Suara sayup-sayup kicauan burung perlahan menyapa pendengaranku membuatku tersadar, langkahku yang semula berat menjadi ringan. Hembusan angin dingin menyapu wajahku dan meniup beberapa helai rambut h
0
0
Tersenyum Dibalik Hujan (Part 2)
Gilang membawa Raina ke tempat yang sebelumnya belum pernah mereka kunjungi. Sebuah bukit yang memiliki suasana sejuk dan pemandangan yang sangat indah mengelilingi mereka disana. “Kamu memang selalu
0
0
Tersenyum Dibalik Hujan (Part 1)
Rintikan hujan turun membasahi bumi dengan beribu-ribu tetes dalam waktu 1 detik. Embun karenanya pun menghiasi kaca jendela kamar seorang gadis yang menatap pilu rintikan hujan dihadapannya. Tak ada
0
0
Hutang dan Janji
“Assalamualaikum” Terdengar suara salam dari balik pintu, tepat setelah Sakila melakukan gerakan salam ke kiri, dengan masih terduduk di atas sajadahnya lengkap dengan mukena yang masih melekat di tub
0
0
Alina
Ditengah berkecamuknya rasa, dia bertahan. Mencoba untuk tetap kuat. Walau sebenarnya ia rapuh, tertatih karena luka yang terus menyayat. Sedih, marah, kecewa, hingga mual dan muak. Dia harus menanggu
0
0