Di organisasi rahasia, semua orang mengenal Queen Sha sebagai pemimpin yang dingin.
Cara bicaranya tajam.
Tatapannya bikin orang langsung diam.
Dan keputusan yang dia ambil jarang bisa dibantah.
Bahkan anak-anak divisi lain lebih takut dimarahin Queen Sha dibanding gagal misi.
Tapi lucunya…
di luar semua itu, keadaan justru kebalik.
Kalau lagi kumpul bareng teman-temannya, posisi “ketua” malah diambil alih sama Nala.
Dan Sha?
Dia berubah jadi jenderal kecil paling bungsu yang sibuk ngurus semua orang.
“Je, jangan kasih Nala kopi malam-malam. Nanti dia ga tidur.”
“Sha, gue masih di sini.”
“Aku tau.”
“Terus kenapa ngomongnya kayak gue anak TK?”
“Karena kamu emosian.”
“Kurang ajar.”
Jendra langsung ngakak dari sofa.
Sedangkan Sha cuma duduk sambil nyender santai, mukanya jauh lebih lembut dibanding waktu jadi Queen Sha.
Kalau di organisasi dia selalu jalan paling depan.
Tapi kalau sama mereka…
dia malah sering jadi yang paling manja.
“Laper,” gumam Sha pelan sambil narik lengan hoodie Nala.
Nala langsung mendelik.
“Tumben ngomong.”
“Belum makan dari pagi.”
“SHA?!”
“Kenapa marah…”
“Lo nyuruh orang hidup teratur tapi diri sendiri ga makan?!”
Sha langsung diem.
Jendra ketawa kecil.
“Makanya gue bilang, ketua organisasi paling serem ternyata anak bungsu.”
“Aku bukan anak kecil.”
“Tapi kelakuan lo iya,” jawab Nala cepat.
Meskipun begitu…
justru karena Sha paling muda, mereka semua jadi lebih protektif sama dia.
Karena mereka tau satu hal.
Sha terlalu sibuk menjaga semua orang sampai sering lupa menjaga dirinya sendiri.
Dia yang paling peka kalau ada perubahan kecil di teman-temannya.
Nala mulai emosian sedikit? Sha sadar.
Jendra keliatan terlalu diam? Sha pasti nanya duluan.
Salah satu dari mereka capek? Sha bakal nyiapin semuanya tanpa diminta.
Dan setiap kali suasana mulai berat…
cukup dengar suara lembut Sha ngomong pelan,
“Udah. Aku di sini.”
Aneh banget rasanya.
Karena cuma dengan itu aja…
semuanya langsung terasa lebih tenang.
Nala pernah bilang kalau Sha itu kayak “obat penenang hidup.”
Dan Jendra setuju.
Walaupun di organisasi dia adalah Queen Sha yang ditakuti banyak orang…
buat mereka, Sha tetaplah si bungsu soft spoken yang senyum kecilnya bisa bikin satu ruangan terasa aman lagi.