NovelToon NovelToon
The Punchline

The Punchline

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cintapertama
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Sepuluh tahun lalu, Victor menyebut cinta Achell sebagai 'lelucon'. Sekarang, Achell kembali untuk memastikan Victor merasakan betapa pahitnya akhir dari lelucon itu. Sebuah kisah tentang penyesalan yang terlambat, cinta yang mati rasa, dan harga mahal dari sebuah keangkuhan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 10: Pemenang yang Tak Terjangkau

Aula utama St. Jude’s Academy kembali dipenuhi ketegangan. Cahaya lampu gantung kristal memantul di lantai kayu yang mengkilap. Victor duduk di barisan depan, namun pikirannya tidak lagi pada acara tersebut. Ia terus melirik ke arah samping, tempat Achell duduk di antara Julian dan Sophie. Mereka bertiga tampak asyik berbisik dan sesekali tertawa kecil, mengabaikan keberadaannya sepenuhnya.

​"Victor, kenapa kau gelisah sekali?" bisik Clara sembari mencoba meraih tangan Victor kembali.

​Victor hanya menarik napas panjang tanpa menjawab. Matanya tertuju pada tangan Julian yang sesekali menyentuh pundak Achell untuk memberikan semangat. Ada denyut kemarahan yang tidak masuk akal di pelipis Victor.

​"Dan pemenang utama The Grand Laureate tahun ini, yang akan mendapatkan beasiswa penuh serta medali kehormatan adalah..." Kepala Sekolah berhenti sejenak untuk membangun drama. "...Gabriella Rachel!"

​Tepuk tangan pecah. Sophie berteriak histeris kegirangan, sementara Julian berdiri dan memberikan pelukan singkat yang hangat kepada Achell sebelum gadis itu melangkah ke panggung.

​Victor berdiri, hendak bertepuk tangan dengan bangga—sebuah insting alami karena merasa Achell adalah "miliknya". Namun, langkahnya terhenti saat melihat Achell naik ke panggung dengan dagu tegak. Gadis itu menerima medali dan piagam, lalu berdiri di depan mikrofon untuk memberikan pidato singkat.

​"Terima kasih," suara Achell terdengar jernih dan stabil melalui pengeras suara. "Penghargaan ini saya dedikasikan untuk dua orang yang selalu ada di samping saya saat dunia terasa sepi. Sophie dan Julian... terima kasih telah menjadi rumah bagiku."

​Hening sejenak bagi Victor. Namanya tidak disebut. Bahkan sekadar "keluarga" pun tidak.

​Achell melanjutkan, matanya menyapu seluruh ruangan dan berhenti tepat di mata Victor, namun tanpa binar pemujaan yang dulu selalu ada. "Pencapaian ini membuktikan padaku bahwa aku tidak butuh pengakuan dari orang yang hanya menganggapku sebagai beban atau lelucon. Aku adalah tuan bagi diriku sendiri."

​Setelah turun dari panggung, bukannya menghampiri Victor untuk memamerkan medali itu—seperti yang dulu selalu ia lakukan saat mendapat nilai bagus—Achell justru berjalan lurus ke arah Sophie dan Julian. Mereka bertiga berpelukan di tengah aula.

​Victor yang sudah tidak tahan lagi, melangkah mendekat dengan langkah lebar. Clara terseok-seok mengekor di belakangnya.

​"Achell," panggil Victor. Suaranya berat, menghentikan keriuhan kecil di lingkaran sahabat itu.

​Achell berbalik, wajahnya tenang. "Ya, Uncle? Ada apa? Bukankah kau harus segera pergi ke restoran Prancis itu?"

​"Selamat atas kemenanganmu," ucap Victor, matanya melirik tajam ke arah Julian. "Sebagai wali, aku merasa kita perlu merayakan ini secara pribadi. Ikutlah dengan kami makan malam."

​Sophie langsung mendengus keras. "Maaf, Tuan Edward yang Terhormat. Tapi kami sudah punya rencana sendiri. Kami akan merayakannya di kedai cokelat dekat asrama. Tanpa... tamu tambahan."

​Victor menatap Sophie dengan tatapan mengintimidasi, namun Sophie tidak bergeming sedikit pun. "Aku bicara dengan Achell, bukan denganmu," desis Victor.

​Achell meletakkan tangannya di lengan Sophie, menenangkannya, lalu menatap Victor dengan senyum sopan. "Maaf sekali, Uncle. Tapi Sophie benar. Aku sudah berjanji pada mereka. Mereka adalah orang-orang yang mendukungku setiap malam saat aku merasa tidak berharga. Jadi, rasanya tidak adil jika aku meninggalkan mereka sekarang."

​"Achell, jangan keras kepala. Aku sudah meluangkan waktu—"

​"Dan aku sangat menghargainya, Uncle Victor," potong Achell halus. "Tapi seperti yang Uncle bilang dulu... waktu adalah uang. Jangan buang uangmu hanya untuk merayakan sesuatu dengan 'anak kecil yang berbau susu'. Nikmatilah malammu dengan Nona Clara."

​Achell berbalik arah. "Ayo, Soph. Julian. Aku sudah lapar."

​"Achell!" panggil Victor lagi, namun kali ini suaranya mengandung nada putus asa yang jarang terdengar.

​Achell berhenti sejenak tanpa menoleh. "Oh, satu lagi, Uncle. Besok aku tidak perlu dijemput supir untuk liburan semester. Aku akan tinggal di asrama untuk mengambil kelas tambahan. Jadi, Uncle bisa fokus pada bisnis dan... kehidupan pribadi Uncle."

​Achell, Sophie, dan Julian berjalan keluar dari aula, meninggalkan Victor yang berdiri mematung di tengah kerumunan. Clara mencoba menyentuh lengan Victor, namun pria itu menepisnya dengan kasar.

​"Kau benar-benar tumbuh besar, Achell," bisiknya pahit. "Dan kau melakukannya tanpa aku."

1
shabiru Al
akhirnya ngaku juga achell cinta sama victor
shabiru Al
sama sama keras kepala angkuh dan berego tinggi,,, kapan bisa bersama keburu victornya makin tua 🤭
shabiru Al
eleehhh sanksi saja terus,, dan akan berubah sesuai keadaan.. klo begini kapan selesainya....
shabiru Al
siapa marco,, kenapa begitu detail tahu kisah victor dan achell ?
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry/
Hanja
🤍🫶🏻
panjul man09
author memang 👍 diawal ,pemeran victor kami benci, tapi saat ini victor bisa menarik simpatik dan dukungan untuk mendapatkan achell 😄
christian Defit Karamoy
mantap thor👍
panjul man09
sosok victor yg dulu dan yg sekarang sangat kontras
panjul man09
untuk bisa sepenuhnya lepas dari victor ,achell harus menikah dgn orang lain .
panjul man09
untuk laki2 usia 32 bukan tua tapi matang , kenapa di cerita ini victor selalu disebut tua.
Anny
jgn kau hukum Victor begitu keras Gabriel aku merasa kau terlalu kejam dan tidak punya hati untuk seukuran perempuan yg pernah mencintai dan memujanya dahulu
Anny
Menurut aku yaa disini tg paling tersiksa adalah Victor karena kesalahan dia yg tidak terlalu berat dimasa lalu harus menerima hukuman yg berkali kali lipat GK adil bgt bagi dia
panjul man09
di awal cerita disebut usia victor 25 dan memasukkan achel ke asrama selama 3 tahun ,saat achel lulus usia victor 28 ditambah achel kuliah 4 tahun berarti usia victor sudah 32 tahun ,iya kan thor ???
panjul man09
sangat puitis dan/Cry//Cry//Cry//Cry/
panjul man09
alur ceritanya sangat menarik ,terlihat sangat berbeda dari novel2 yg lain , sangat menyentuh hati , ada pelajaran yg bisa diambil , tata bahasanya sangat bagus ,saat membaca novel ini seolah olah kita menonton film barat romance di layar tv .
panjul man09
hanyut terbawa cerita ....lanjut
panjul man09
semoga achell mau membuka hatinya
shabiru Al
semangat up nya ya thor,, ntar senin ta kasih vote.. besok ta kasih bunga sampe abis tuh poin 😄🤭
panjul man09
jangan pernah mengingatnya lagi achell !!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!