NovelToon NovelToon
TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

TELEKINESIS ASCENDANT: THE EDITOR'S GATE ODYSSEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi Isekai
Popularitas:100
Nilai: 5
Nama Author: Karma Danum

Kang Ji-hoon, seorang editor webnovel yang hidupnya biasa-biasa saja, tewas dalam sebuah kecelakaan. Namun, alih-alih mati, ia terbangun di tubuh Kang Min-jae, seorang pemuda di dunia paralel di mana "Gerbang" ke dimensi lain telah muncul, dan "Hunter" dengan kekuatan khusus bertugas menghadapi monster di dalamnya.

Terjebak dalam identitas baru dengan misteri ayah yang hilang dan tekanan untuk menjadi Hunter, Ji-hoon harus beradaptasi dengan dunia yang berbahaya. Dibantu oleh "sistem" misterius di dalam benaknya dan kekuatan telekinesis yang mulai terbangun, ia memasuki Hunter Academy sebagai underdog. Dengan pengetahuan editornya yang memahami alur cerita dan karakter, Ji-hoon harus menguasai kekuatannya, mengungkap konspirasi di balik transmigrasinya, dan bertahan di dunia di mana setiap Gerbang menyimpan ancaman—dan rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karma Danum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: PERTEMUAN DENGAN RIVAL

Kompetisi Taktik Kelas D diadakan di arena simulasi utama akademi. Lebih besar dan lebih canggih dari simulator yang digunakan untuk tes seleksi. Arena ini bisa menciptakan lingkungan virtual yang hampir sempurna, lengkap dengan perubahan cuaca, vegetasi, dan bahkan monster dengan kecerdasan buatan tingkat menengah.

Enam tim berpartisipasi, masing-masing terdiri dari tiga anggota. Tim Min-jae—dengan nama tim "Underdogs" yang diusulkan Ji-woo—adalah satu-satunya tim yang seluruh anggotanya berasal dari kelas Remedial atau baru naik rank. Tim lainnya adalah siswa D-rank murni, beberapa bahkan sudah berpengalaman beberapa misi sungguhan.

Penonton terdiri dari siswa lain dan beberapa guru. Min-jae melihat Guru Choi dan Guru Han duduk di barisan depan. Di sisi lain, dia menangkap pandangan Song Min-hyuk yang duduk dengan santai, dikelilingi beberapa temannya dari kelas reguler tinggi. Ekspresi Min-hyuk tetap tenang, tapi matanya mengamati arena dengan minat.

Acara dibuka oleh Instruktur Kang. "Setiap tim akan menghadapi skenario yang sama: menyelamatkan 'warga sipil' yang terjebak di dalam Gerbang E-rank 'Hutan Berduri'. Waktu terbatas. Poin diberikan berdasarkan kecepatan, keberhasilan penyelamatan, dan kerusakan minimal pada lingkungan. Ingat, kerja tim adalah segalanya."

Skenarionya dimulai. Setiap tim masuk ke bilik simulator terpisah. Saat helm neuro-link terpasang, Min-jae merasa sensasi yang sudah familiar: dunia nyata memudar, digantikan oleh hutan virtual.

Pemandangan yang muncul sangat detail. Pepohonan tinggi dengan duri-duri tajam di batangnya, cahaya matahari menyaring melalui daun lebat, suara serangga dan burung. Di peta mini di sudut pandangnya, terlihat lokasi tiga warga sipil yang tersebar, dan posisi beberapa monster—"Thorn Wolves" (serigala berduri) dan "Vine Crawlers" (tumbuhan merambat agresif).

"Formasi standar," komando Min-jae. "Ji-woo depan, Seo-yeon tengah, aku belakang. Aku sensing dulu."

Dia memperluas jangkauan sensing-nya. Radiusnya sekarang sekitar lima puluh meter dengan detail yang jelas. Dia merasakan tiga Thorn Wolves berkeliaran di antara lokasi warga pertama dan kedua. Vine Crawlers diam di tanah, menyamar sebagai vegetasi biasa.

"Ada tiga serigala di antara titik A dan B. Tumbuhan merambat di dekat titik C. Kita ambil rute memutar, hindari konfrontasi langsung."

Mereka bergerak cepat tapi hati-hati. Ji-woo membuka jalan dengan tongkatnya, menyibakkan duri-duri rendah. Seo-yeon mengikuti, siap dengan kit pertolongan pertama.

Pendekatan mereka berhasil menghindari serigala. Mereka sampai di titik A, menemukan warga pertama—seorang pria virtual dengan kaki terluka. Seo-yeon segera membalut lukanya sementara Ji-woo berjaga.

"Terima kasih, terima kasih," kata warga virtual itu.

Mereka membantunya berdiri dan bergerak menuju titik B. Di sini, sensing Min-jae memberi peringatan. "Serigala mendekat dari arah timur. Dua ekor. Mereka mencium kita."

"Hadapi atau hindari?" tanya Ji-woo.

"Hindari. Seo-yeon, bawa warga ini ke balik batu besar itu. Ji-woo, kamu buat gangguan di arah sebaliknya. Aku akan coba alihkan perhatian mereka."

Ji-woo mengangguk, lalu mengambil batu dan melemparkannya jauh ke arah berlawanan. Suara batu menghantam pohon menarik perhatian serigala. Sementara itu, Min-jae menggunakan telekinesis ringan untuk menggoyang semak-semak di sisi lain, menciptakan ilusi adanya gerakan.

Serigala ragu, lalu berbelok mengejar suara batu Ji-woo. Tim mereka menggunakan kesempatan untuk menyusup ke titik B, menyelamatkan warga kedua—seorang wanita tua.

Tinggal satu warga lagi di titik C, yang dikelilingi Vine Crawlers. Tumbuhan itu bereaksi terhadap gerakan. Mereka harus lebih kreatif.

"Vine Crawlers butuh waktu sekitar tiga detik untuk merespons gerakan mendadak," analisis Min-jae berdasarkan teori. "Ji-woo, kamu siapkan untuk memotong mereka jika mereka menyerang. Aku akan coba menarik perhatian mereka dengan energi psikis."

Dia berkonsentrasi, menciptakan bola energi psikis kecil dan meluncurkannya ke arah berlawanan dari warga. Bola itu meledak dengan cahaya biru samar, menarik perhatian Vine Crawlers. Tumbuhan itu mengarah ke sumber energi.

"Now!"

Ji-woo melompat ke depan, tongkatnya menghantam dan memotong sulur-sulur yang mendekat. Seo-yeon segera meraih warga ketiga—seorang anak kecil—dan membawanya keluar.

Mereka berkumpul kembali dan bergerak menuju zona evakuasi. Di peta, tidak ada ancaman langsung di depan. Tapi sensing Min-jae tiba-tiba menangkap sesuatu yang aneh—sebuah sumber energi besar bergerak cepat dari arah mereka.

"Ada sesuatu datang. Besar. Bukan bagian dari skenario awal!"

Sebelum mereka sempat bereaksi, dari balik pepohonan muncul monster yang tidak seharusnya ada di skenario E-rank: "Ironback Bear", monster kelas D dengan pertahanan tinggi dan serangan mematikan.

"itu tidak seharusnya ada di sini!" teriak Seo-yeon.

Ji-woo mengatur kuda-kuda. "Kita harus lawan atau lari?"

"Lari tidak mungkin dengan warga terluka," kata Min-jae cepat. "Kita hadapi dengan taktik. Ji-woo, kamu jaga perhatiannya dari depan. Seo-yeon, siapkan ramuan pelambat. Aku cari kelemahannya."

Ironback Bear mengaum dan menyerang. Ji-woo menghadang dengan tongkat, tapi terpental mundur oleh kekuatannya. Seo-yeon melempar kantong bubuk pelambat yang meledak di sekitar bear, memperlambat gerakannya sedikit.

Min-jae fokus sensing pada bear itu. Dia merasakan energi terkonsentrasi di bagian punggung besi—pertahanan terkuat. Tapi ada titik lemah di sambungan kaki belakang, di mana pelat besi tidak menutupi sepenuhnya.

"Ji-woo, serang sambungan kaki belakang kirinya! Aku akan ganggu penglihatannya!"

Min-jae mengumpulkan energi psikis dan menciptakan kilatan cahaya pendek di depan mata bear. Bear itu sementara silau, memberi Ji-woo kesempatan. Dengan tenaga penuh, Ji-woo menghantam titik yang ditunjuk. Bear itu menjerit kesakitan, kaki belakangnya tergelincir.

"Seo-yeon, bawa warga mundur ke zona evakuasi sekarang! Ji-woo, kita tarik perhatiannya lalu kabur!"

Mereka melakukan manuver terkoordinasi. Saat bear fokus pada Ji-woo yang membuat gerakan provokatif, Min-jae menggunakan telekinesis untuk mendorong batang pohon tumbang di dekatnya agar jatuh menghalangi jalan bear. Itu tidak melukai, tapi memberi waktu mereka untuk melarikan diri ke zona evakuasi.

Begitu mereka masuk, simulasi berakhir.

Keluar dari simulator, mereka terengah-engah. Poin akhir belum diumumkan, tapi mereka berhasil menyelamatkan ketiga warga.

Di ruang tunggu, tim lain sudah berkumpul. Beberapa tim terlihat frustrasi—ada yang kehilangan satu warga, ada yang terlalu banyak konfrontasi hingga merusak lingkungan.

Pengumuman hasil. Tim Underdogs berada di peringkat kedua. Tim pemenang adalah tim D-3 yang anggotanya sudah berpengalaman. Tapi untuk tim yang dianggap underdog, peringkat dua adalah prestasi luar biasa.

"Selamat," kata Instruktur Kang saat menyerahkan medali. "Kalian menunjukkan kerja tim dan adaptasi yang bagus, terutama saat menghadapi ancaman tak terduga."

Ji-woo dan Seo-yeon bersorak gembira. Min-jae tersenyum lega. Mereka membuktikan diri.

Setelah upacara, saat mereka keluar dari arena, seseorang menghalangi jalan. Song Min-hyuk.

"Selamat untuk prestasimu, Min-jae," kata Min-hyuk dengan nada datar. "Ternyata kamu cukup pintar menggunakan kemampuan psikismu yang terbatas itu."

"Terima kasih," jawab Min-jae singkat, berusaha melewatinya.

"Tapi prestasi kecil di kompetisi akademi tidak ada artinya di dunia nyata," lanjut Min-hyuk, suaranya rendah. "Gerbang sungguhan lebih kejam. Dan musuh yang sesungguhnya bukan monster, tapi manusia."

Min-jae berhenti. "Apa maksudmu?"

Min-hyuk mendekat, hanya berjarak beberapa langkah. "Kamu tahu, keluarga Kang pernah punya nama besar. Tapi sekarang? Ayahmu hilang, pamannya sibuk dengan politik guild, dan kamu… kamu hanya sisa-sisa yang berusaha bertahan. Ouroboros mengawasimu, tapi bukan karena kamu spesial. Hanya karena kamu mungkin berguna."

Ji-woo maju melindungi. "Hei, jaga omonganmu."

Min-hyuk mengabaikannya, tetap menatap Min-jae. "Aku menawarkan saran: berhenti mencari masalah. Fokus saja jadi Hunter biasa, dapat rank B atau A, hidup enak. Jangan selidiki hal-hal yang tidak kamu pahami. Itu hanya akan membawa petaka pada orang di sekitarmu."

Peringatan itu terdengar hampir seperti… peringatan tulus? Atau ancaman terselubung?

"Kenapa kamu peduli?" tanya Min-jae.

"Karena aku pernah lihat apa yang terjadi pada orang yang terlalu penasaran." Min-hyuk akhirnya tersenyum lagi, tapi kali ini tidak ada keceriaan di matanya. "Dan aku tidak mau melihat akademi ini kehilangan satu siswa berbakat—meski berbakat dengan cara aneh—karena kebodohan sendiri."

Dia berbalik pergi, meninggalkan mereka dengan perasaan campur aduk.

"Orang itu aneh," gumam Ji-woo. "Kadang kayak musuh, kadang kayak ngasih peringatan."

"Apapun itu, kita harus tetap waspada," kata Seo-yeon.

Min-jae mengangguk. Kata-kata Min-hyuk mengingatkannya bahwa dia tidak hanya bermain di dalam arena akademi. Di luar, ada permainan yang lebih besar dan lebih berbahaya.

Kemenangan di kompetisi memberi mereka poin prestasi besar dan kesempatan mengikuti pelatihan khusus selama liburan mendatang. Pelatihan itu akan dipimpin oleh Hunter B-rank dari guild Chrono Vanguard—guild tempat Paman Dae-hyun bernaung. Itu kesempatan bagus untuk belajar langsung dari profesional.

Malam perayaan sederhana di kafetaria akademi, Min-jae mendapat pesan dari Na-rae: **"Dengar-dengar kamu menang peringkat dua! Hebat! Aku ada kabar lain… temukan aku di taman akademi besok sore, ada yang perlu kubicarakan."**

Min-jae membalas setuju. Na-rae tampaknya punya informasi baru.

Besok sore, di taman akademi yang sepi, Na-rae sudah menunggu di bangku dekat air mancur.

"Min-jae, selamat lagi ya," sambutnya.

"Terima kasih. Ada apa?"

Na-rae menurunkan suaranya. "Aku dapat info dari ayahku. Dia dengar percakapan di tempat kerjanya—masih tentang Ouroboros. Katanya, mereka sedang mencari 'subjek uji coba' baru untuk proyek Anchor. Dan mereka menyaring data siswa akademi dengan kemampuan psikis khusus."

Min-jae merasa dingin. "Mereka mencari orang seperti aku."

"Kamu harus lebih berhati-hati. Dan… ada satu hal lagi." Na-rae ragu. "Aku tidak yakin harus bilang atau tidak. Tapi… ayahmu dulu punya notebook penelitian. Setelah dia hilang, notebook itu seharusnya disita Ouroboros. Tapi ada desas-desus bahwa satu salinan disembunyikan oleh asistennya—mungkin Dr. Seo yang kamu cari."

Notebook penelitian. Itu bisa menjadi kunci utama.

"Apakah kamu tahu isinya?"

"Tidak. Tapi katanya terkait dengan 'resonansi jiwa lintas dimensi'. Dan ada sketsa perangkat yang disebut 'Resonance Detector'." Na-rae menarik napas. "Min-jae, aku khawatir. Semakin kamu selidiki, semakin dalam kamu terlibat."

"Aku sudah terlibat, Na-rae. Sejak aku bangun di rumah sakit dengan ingatan yang bertabrakan, aku sudah di dalamnya." Min-jae menatapnya. "Tapi terima kasih sudah memberitahuku. Informasi ini sangat membantu."

Na-rae mengangguk, wajahnya masih penuh kekhawatiran. "Janji kamu akan berhati-hati."

"Janji."

Mereka berpisah. Min-jae kembali ke asrama dengan pikiran berat. Puzzle semakin banyak kepingannya: proyek Anchor, pencarian subjek uji coba, notebook ayahnya, Dr. Seo yang bersembunyi.

Dia butuh rencana yang lebih konkret.

Esoknya, dia mendatangi Guru Choi lagi, kali ini dengan pertanyaan berbeda. "Guru, apakah ada kemungkinan bagi siswa untuk mengakses arsip penelitian lama yang dilakukan oleh keluarga mereka, jika penelitian itu terkait dengan keamanan dimensi?"

Guru Choi memandangnya lama. "Itu sulit. Tapi ada jalur resmi: melalui petisi kepada Dewan Akademi dengan alasan kuat, seperti untuk kelanjutan studi atau penyelesaian hak waris intelektual. Tapi prosesnya panjang dan tidak selalu berhasil."

"Apakah Guru bisa membantuku memulai proses itu?"

"Untuk ayahmu?" Guru Choi menghela napas. "Aku akan coba. Tapi jangan berharap terlalu cepat. Ouroboros mungkin punya hak legal atas sebagian besar penelitiannya."

Itu sudah cukup. Sambil menunggu proses itu, Min-jae akan fokus pada pelatihan khusus mendatang dan meningkatkan rank-nya lagi. Dengan rank yang lebih tinggi, suaranya akan lebih didengar.

Pelatihan khusus dari Chrono Vanguard dimulai seminggu kemudian. Lokasinya di markas guild tersebut, sebuah kompleks besar di pusat kota. Min-jae, Ji-woo, dan Seo-yeen tiba bersama sepuluh siswa lain yang juga mendapat kesempatan.

Pelatih mereka adalah Hunter B-rank bernama Captain Lee, wanita dengan sikap tegas tetapi adil. Pelatihan intensif selama lima hari, mencakup taktik tim lanjutan, manajemen sumber daya di Gerbang, dan simulasi kondisi darurat.

Di hari ketiga, terjadi insiden menarik. Saat simulasi penyelamatan dari Gerbang yang tidak stabil, Min-jae secara tidak sengaja menggunakan sensing-nya untuk 'merasakan' pola ketidakstabilan energi. Dia bisa memprediksi di mana zona aman berikutnya akan muncul, memimpin timnya menghindari zona bahaya.

Captain Lee memperhatikannya. "Kamu, Min-jae. Kemampuan sensing-mu tidak biasa. Bisa merasakan fluktuasi energi Gerbang?"

"Sedikit, Captain. Saya bisa merasakan perubahan tekanan energi di sekeliling."

"Itu jarang. Kemampuan seperti itu berharga untuk tim eksplorasi." Captain Lee membuat catatan. "Kamu pernah diuji untuk afinitas dengan energi dimensi?"

"Tes awal menunjukkan tidak ada afinitas elemen, Captain."

"Afinitas elemen berbeda dengan sensitivitas energi murni. Mungkin kamu punya yang kedua." Captain Lee tersenyum kecil. "Chrono Vanguard selalu mencari talenta dengan kemampuan unik. Jika kamu tertarik, kamu bisa mendaftar magang di guild kami setelah lulus akademi."

Tawaran itu mengejutkan. Bergabung dengan Chrono Vanguard berarti berada di bawah perlindungan guild kuat dan dekat dengan Paman Dae-hyun. Tapi juga berarti lebih terpapar pada politik guild dan mungkin konflik dengan Ouroboros yang juga punya hubungan dengan guild-guild besar.

Min-jae berterima kasih atas tawarannya, tapi mengatakan akan mempertimbangkan setelah menyelesaikan akademi.

Di hari terakhir pelatihan, Captain Lee memberi mereka nasihat perpisahan. "Dunia Hunter tidak hitam putih. Ada banyak area abu-abu. Pilihan kalian akan menentukan di sisi mana kalian berdiri. Tapi apapun pilihan itu, pastikan kalian bisa tidur nyenyak di malam hari."

Kata-kata itu mengingatkan Min-jae pada pilihannya sendiri. Dia berdiri di persimpangan: melanjutkan hidup sebagai Hunter biasa, atau menyelam lebih dalam untuk mencari kebenaran yang mungkin berbahaya.

Pulang dari pelatihan, dia telah memutuskan. Dia tidak bisa berhenti. Terlalu banyak pertanyaan yang harus dijawab, terlalu banyak orang yang bergantung padanya—jiwa Min-jae yang asli, ayahnya, bahkan mungkin dirinya sendiri sebagai Kang Ji-hoon yang terjebak di sini.

Dia akan terus berjalan. Dengan hati-hati, tapi dengan tekad bulat.

Langkah berikutnya: meningkatkan rank ke C sebelum akhir tahun akademi. Itu target ambisius, tapi mungkin bisa dicapai dengan prestasi yang sudah ia kumpulkan dan pelatihan intensif.

Dan sambil mengejar rank, dia akan terus mencari jejak Dr. Seo dan notebook ayahnya. Satu petunjuk demi petunjuk, dia akan mendekati inti kebenaran.

Di kamarnya, sebelum tidur, sistem memberikan pembaruan:

**[Penyatuan Jiwa: 98%.]**

**[Kontrol Psikis: 7.2%.]**

**[Event: 'Kompetisi Taktik' selesai. Reward: Poin Prestasi meningkat, hubungan dengan sekutu menguat.]**

**[Rekomendasi: Fokus pada peningkatan rank untuk membuka akses lebih luas.]]

Min-jae mengangguk. Dia sejalan dengan sistem. Kini, tinggal eksekusi.

Dengan mata tertutup, dia bertekad: tidak ada jalan mundur. Hanya maju, menuju jawaban yang dia cari, apapun risikonya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!