NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09

Hari ini adalah hari kelima tahun baru Imlek, dimana Liu Dahuan pergi kekota untuk menjual hasil buruannya. Ia akan membawa hasil tangkapan Lin Shun bersamanya, sehingga temannya itu dapat tinggal dirumah dan menjaga adik-adiknya.

Melihat tiga saudara pulang, Liu Dahuan segera berdiri lalu mengambil keranjang yang baru saja ia letakkan di kakinya.

"Shun-ge, akhirnya kau kembali..!"

Lin Shun bergegas mendekati "Dahuan-ge, sudah lama kau menunggu..? aku berniat mencarimu nanti setelah kembali dari pelabuhan untuk mengantarkan kelinci yang kemarin aku tangkap."

Lin Shun membuka pintu pagar, mengambil kelinci yang ada didalam kandang.

Liu Dahuan mengambil alih kelinci dari tangan sahabatnya.

"Mengapa kalian berdua terlihat begitu sedih..?" selidik Dahuan menelisik wajah masam Lin Shun dan lin Yao.

Lin Shun menarik masuk Liu Dahuan kehalaman, lalu menceritakan reaksi aneh penduduk desa yang tadi mereka temui.

Setelah mendengar ini, ekspresi Liu Dahuan sedikit berubah. Untuk beberapa saat ia ragu membuka mulut, namun pada akhirnya lidah kelu itu pun menceritakan rumor yang didengar.

"Semua ini karena bibimu. Rubah itu sudah menyebarkan berita bohong. Saat dia mengobrol dengan para wanita dibawah pohon beringin dipintu masuk desa, rubah itu mengatakan bahwa pada hari Yao menghilang, pasti Yao telah terkena sesuatu yang kotor."

Dahuan menjeda ucapannya guna melihat reaksi ketiga saudara.

"Yao terluka, mengeluarkan banyak darah dari kepala. Tetapi keesokan harinya Yao pergi kegunung seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Rubah itu mengatakan Yao telah dirasuki sesuatu."

"Apa...!"

"Bibi kalian juga mengatakan bahwa jika ada orang didesa terkena sesuatu yang sial, itu akan membawa bencana bagi semuanya. Rubah itu menceritakan fitnah keji ini dengan keyakinan yang begitu kuat sehingga membuat semua orang percaya dan takut."

Lin Yao mengumpat kesal.

Lin Shun menggertakan giginya dengan wajah menggelap.

Sedangkan Lin Shun cuma mampu menahan gejolak kesal dengan mencengkram erat ujung bajunya.

Sebenarnya Yao sendiri tidak peduli dengan rumor seperti itu. Namun dia harus menemukan cara untuk mengatasi fitnah mistis yang bisa merusak reputasinya.

Jika tidak, Yao takut kalau sesuatu terjadi pada siapa pun dimasa depan, penduduk desa akan menyalahkan keluarganya.

Lin Shun yang amat murka hingga urat-urat didahinya menonjol, berucap dengan suara sedikit meninggi.

"Bibi Hu sangat keterlaluan. Bagaimana bisa dia memperlakukan seseorang seperti itu, terlebih pada keponakannya sendiri. Dia merusak reputasi Yao'er padahal jelas-jelas dia yang ingin memanfaatkan adikku."

Liu Dahuan menepuk bahu Lin Shun untuk menghiburnya: "Shun-ge jangan khawatir, rubah itu hanya tukang gosip murahan. Tidak semua penduduk desa mempercayainya."

Lin Shun menarik napas dalam-dalam, mencoba untuk menetralkan emosinya.

"Dahuan-ge, terimakasih telah memberi tahu kami. Masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, aku harus menemukan bibiku dan menuntut penjelasan. Dalam masalah ini reputasi Yao'er menjadi taruhannya."

Lin Shun berpamitan pada Liu Dahuan, lalu beranjak untuk mencari keadilan bagi adiknya kerumah utama keluarga Lin.

Namun Lin Yao lebih dulu bereaksi, menarik remaja lelaki itu.

"Kakak, jika kau pergi kesana sekarang dalam keadaan marah seperti ini, bibi pasti akan menyangkal semuanya. Kakak tahu sendiri bagaimana sifat mereka, yang ada kita disalahkan."

"Lalu aku harus diam saja adikku diperlakukan seperti itu..?"

Lin Yao mendekatkan wajahnya ke telinga Lin Shun, membisikkan rencana pembalasan yang baru saja ia temukan.

Lin Shun terperangah, dahinya mengkerut kasar.

"Yao'er, masalah ini tidak boleh diketahui orang lain, itu akan merusak reputasimu."

Lin Yao mengangkat kedua bahunya acuh "Kakak, aku tidak melakukan kesalahan apa pun. Yang terpenting adalah menghilangkan rumor ini sekarang juga. Lagi pula aku tidak berniat menikah, aku bisa hidup sendiri bersama kalian."

"Bagaimana bisa seperti itu..?"

"Tentu saja bisa." jawab cepat Lin Yao.

"Untuk apa aku menikah, menghabiskan sisa hidupku dengan melayani seluruh keluarga lelaki, bekerja keras tanpa imbalan tapi diperlakukan dengan semena-mena."

Lin Shun berpikir dirinya masih terlalu muda untuk mempedulikan kata-kata Lin Yao.

Namun Lin Shun amat paham jika rumor tentang roh jahat ini saja sudah membuat reputasi adiknya menjadi rusak.

Setelah bermain sejenak dengan pikirannya sendiri, Lin Shun masuk kekamarnya guna mengeluarkan kulit rusa yang ia buru bulan lalu bersama Liu Dahuan.

Awalnya Lin Shun berencana menyimpan kulit rusa itu untuk membuat sepasang sepatu bot hangat bagi setiap anggota keluarga.

Namun sekarang niat itu harus urung dilakukan.

Tiga saudara pergi kerumah mak comblang didesa sebelah dengan membawa kulit rusa tersebut.

Cukup menghabiskan waktu empat puluh lima menit untuk sampai ditempat tujuan.

Lin Shun mengetuk pintu rumah berdinding adobe.

Terderak derap langkah dari dalam, sebelum pintu terbuka dan menampakan wanita paruhbaya bertubuh gempal dari baliknya.

Tanpa ba bi bu, Lin Yao berbicara lebih dulu dengan menampilkan wajah teraniaya. Mata lentiknya memerah dengan suara bergetar penuh keluhan dan urgensi.

"Nenek, tolong bantu aku dan juga kakakku. Anggap saja kulit rusa ini sebagai tanda terimakasih kami. Tapi kami berjanji akan memberimu hadiah yang besar jika kami memiliki uang nanti."

Lin Shun membentangkan kulit rusa yang berbulu halus lembut, berkilau meski berada dalam cahaya redup.

Nenek Zhang yang selalu serakah akan uang, langsung berseri-seri melihat benda bernilai tiga puluh tahil itu.

Nenek Zhang mengangguk antusias, "Ayo masuk, kita bicara didalam."

Mereka semua pun masuk, duduk saling berdampingan.

"Aku tidak tega melihatmu menderita seperti ini. Katakan padaku, bagaimana aku harus membantumu..?"

Lin Yao merinding mendengar kata-kata wanita tua itu.

"Nenek, apa kau masih ingat Hu Shi..?"

Kelopak mata nenek Zhang sedikit berkedut mendengar nama itu. "Hu Shi..? Hu Shi yang mana..? aku bertemu begitu banyak orang setiap hari, aku benar-benar tidak mengingatnya sekarang."

Lin Yao menangkap kilat kebohongan dalam ekspresi nenek Zhang. Senyum miring terbit samar diujung bibirnya.

"Nenek, jangan bertele-tele. Beberapa hari yang lalu, hakim tua di kota ingin mencari seorang wanita muda untuk menjadi selirnya, dan Hu Shi dari Desa sebelah datang kepadamu."

Wajah nenek Zhang berubah pias.

"Nenek, aku adalah satu-satunya anak perempuan yang dimiliki keluarga utama Lin. Hu Shi berusaha mencelakaimu."

"Apa maksudmu..?"

"Kakakku masih hidup, bagaimana mungkin dia berhak mengambil keputusan untukku..? Hu Shi menipumu untuk melakukan perdagangan wanita dengan ancaman hukuman pengasingan kelembah tandus diselatan. Sekarang yang aku butuhkan hanyalah kerjasama dengan nenek melakukan sandiwara bersama, maka masalah ini dapat diselesaikan!"

Meskipun Lin Yao membenci gagasan feodal ini, dia sekarang hanyalah seekor semut tanpa ada dukungan. Ia hanya bisa mengikuti adat istiadat setempat saja.

Dia mengingatkan Zhang si mak comblang dengan menyebutkan bahwa masih ada laki-laki yang bertanggung jawab atas rumah tangga keluarga cabang kedua.

Setelah mendengarkan, Zhang si mak comblang memegang kulit rusa di tangannya dan memeriksanya dengan cermat, mempertimbangkan pro dan kontra dalam pikirannya.

Setelah beberapa saat ia akhirnya mebuka suara "mengingat betapa menyedihkannya nona, dan bahwa kau telah mengeluarkan barang yang begitu bagus beri tahu padaku bagaimana kau ingin aku bekerjasama."

1
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
Ari Peny
kucai itu apa c
R3: kuey tiaw goreng letak tauge n kucai atau char kuey tiaw basah letak udang atau kerang+ telur. from Malaysia with 💞 suka karya kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!