NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Tanpa sedikit pun rasa kasihan, David segera melepaskan tangan yang menopang Michelle.

"Aduh, aw! Kamu !" teriak Michelle sambil meraih bagian bokong dan lengan yang terasa sakit akibat benturan.

Dia melihat ke arah David yang hanya menatapnya dengan ekspresi wajah yang dingin dan tidak bersahabat,sama sekali berbeda dengan sosok pria yang menangis seperti anak kecil pada malam sebelumnya.

Namun David seolah-olah tidak mendengar keluhan Michelle sama sekali. Dia mengangkat bahu dengan acuh tak acuh, kemudian berjalan menuju lift utama tanpa melihat ke belakang.

Ketika pintu lift terbuka, dia masuk dengan langkah yang gagah dan menekan tombol lantai dua puluh, lantai eksekutif yang biasanya hanya bisa diakses oleh pejabat tingkat tinggi perusahaan.

Pintu lift kemudian tertutup perlahan, menyembunyikan wajah David yang terlihat sangat serius.

Michelle dengan kesusahan berdiri dari lantai, menggosok bagian tubuh yang sakit dan melihat ke arah lift yang sudah hilang dari pandangannya.

Bibirnya mengerut dengan rasa tidak suka yang mendalam.

"Ahh, kenapa setiap bertemu dengan orang itu, aku selalu jadi sial begini? Dan kenapa dia ada di kantor ini juga?" gumamnya pelan sambil menghela nafas panjang.

Tanpa bisa melakukan apa-apa lagi, dia mengambil tas kerja yang terjatuh dan berjalan perlahan menuju ruangan kerja bagian administrasi di lantai lima.

Ketika pintu ruangan kerja terbuka, Michelle langsung merasa bahwa suasana di dalamnya sangat berbeda dari biasanya.

Seluruh karyawan tidak lagi fokus pada pekerjaannya seperti biasa mereka berkumpul berkelompok dan saling berbisik dengan wajah yang penuh semangat dan rasa penasaran.

Beberapa dari mereka bahkan tertawa dan saling mengomentari sesuatu yang jelas membuat mereka sangat antusias.

Tertarik dengan suasana yang ramai tersebut, Michelle mendekati meja Cindy, teman sekantornya yang sudah bekerja di Switch Company lebih lama darinya dan selalu menjadi sumber informasi terpercaya tentang segala berita hangat di kantor.

"Cindy, ada apa ? Kenapa semua orang sibuk membicarakan sesuatu? Ada acara khusus apa ya hari ini?" tanya Michelle.

Cindy segera menoleh ke arah Michelle.

"Wah, Michelle kamu tidak tahu ya?! Hari ini CEO baru kita akan datang ke perusahaan ! Dia baru saja kembali dari luar negeri dan akan resmi menjabat menggantikan Kakek Lorenzo yang sudah pensiun!" ucapnya .

"Aku sangat penasaran bagaimana tampangnya! Katanya dia sangat muda dan tampan! ".

Kata-kata Cindy membuat rasa penasaran Michelle semakin meningkat. Dia menarik kursinya lebih dekat ke meja Cindy dan duduk dengan penuh perhatian.

"Waduh, benar nih? Aku sama sekali tidak tahu tentang ini. Lalu, memang ada apa aja dengan CEO baru kita itu? Apakah ada informasi lebih banyak lagi?" tanya Michelle .

Cindy melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada atasan yang mendekat, kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Michelle dengan suara yang sedikit ditekan.

"Yang aku dengar dari teman saya yang bekerja di bagian sekretaris eksekutif, CEO baru kita itu sangat dingin dan serius banget ! Dia punya aturan ketat, semua pekerjaan harus diselesaikan tepat waktu bahkan lebih cepat jika memungkinkan. Dan yang paling penting...".

Cindy menjatuhkan suaranya menjadi bisikan yang lebih pelan lagi.

"...katanya dia tidak suka dengan wanita sama sekali karena dia itu gay!"

Michelle terkejut mendengarnya.

"Hah? Yang bener, Cindy? Kok bisa ? Padahal katanya dia tampan dan muda, pasti banyak wanita yang suka padanya ?" ucapnya.

Cindy segera menepuk bahu Michelle.

"Hushhh... jangan terlalu keras suaranya! Saya juga tidak tahu pasti, itu hanya kabar yang beredar di kantor aja. Tapi banyak orang yang bilang begitu, jadi mungkin ada benarnya juga," ucap Cindy dengan nada yang tidak terlalu yakin.

"Yang jelas aja, kita harus lebih hati-hati bekerja dari sekarang ini ya. Kalau sampai salah langkah di depan dia, bisa-bisa kita langsung dipecat !"

Baru saja selesai berbicara, pintu ruangan kerja tiba-tiba terbuka dengan keras.

Bu Sri atasan mereka yang dikenal dengan sikapnya yang ketat dan tidak suka dilanggar masuk dengan wajah yang sangat serius, memegang selembar kertas di tangannya.

"Semua karyawan segera berhenti dari percakapan kalian dan kembali ke tempat duduk masing-masing!" teriaknya .

"Saya punya pemberitahuan penting untuk semua orang," lanjut Bu Sri dengan nada yang tegas, memindai seluruh ruangan dengan pandangan yang tajam.

"Sebentar lagi pukul 10.00 WIB akan ada acara penyambutan resmi untuk CEO baru kita di Aula Utama lantai tiga. Semua karyawan wajib hadir dan harus tampil rapi serta sopan. Pastikan semua pekerjaan yang mendesak sudah diselesaikan atau disiapkan dengan baik sebelum acara dimulai, karena CEO baru kita akan memantau seluruh karyawan dengan cermat. Sekarang, segera siapkan diri kalian dan jangan sampai terlambat!"

Di ruangan CEO yang luas dan megah di lantai dua puluh, nama besar DAVID LORENZO terpampang dengan jelas pada papan nama yang terbuat dari logam murni di atas meja kerja yang besar dan mewah.

David sedang duduk di kursi kerja besar yang bisa berputar, menyilangkan kedua kakinya dengan gaya yang penuh percaya diri.

Dia menggerakkan kursinya berputar-putar perlahan, sambil menggosok dagunya dengan jari telunjuknya.

Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Yuda masuk dengan napas yang sedikit terengah-engah.

"Boss! Aku sudah selesai mengurus segala sesuatu di bengkel, mobilmu akan siap dalam waktu dua hari lagi. Tapi... apa yang kamu lakukan, Boss? Kenapa wajahmu terlihat begitu serius?" tanya Yuda.

David menghentikan gerakan kursinya yang berputar dan menoleh ke arah Yuda dengan ekspresi wajah yang masih sangat serius.

"Diam sebentar, Yuda. Aku sedang mencoba mengingat apa yang aku lakukan kemarin malam setelah keluar dari supermarket. Apakah benar aku kembali berubah kepribadian lagi seperti dulu?" ucapnya.

Yuda menghela nafas panjang dan mengangguk dengan lambat.

"Ya, Boss. Kamu benar-benar berubah lagi kemarin malam. Kamu seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru bermain dengan segala sesuatu".

" Membuat keributan, bahkan mencoret-coret wajah aku dengan spidol warna-warni. Aku sampai benar-benar lelah menjagamu sampai kamu tertidur," ucap Yuda dengan nada yang penuh keluhan.

David mengerutkan kening dengan sangat dalam, seolah-olah mencoba untuk mengingat apa yang terjadi.

Tidak ada satu pun ingatan yang muncul tentang perilakunya yang aneh kemarin malam.

Yuda mendekat lebih dekat dan duduk di kursi depan meja kerja David.

"Boss, sudah bukan rahasia lagi bahwa kondisi kamu ini cukup membuat khawatir. Apakah kamu tidak berpikir untuk mengambil cuti saja dan tidak mengurus perusahaan dulu? Kita bisa mencari cara lain untuk menghadapi Kakek Lorenzo. Kamu tidak perlu memaksakan diri seperti ini," ucap Yuda.

Namun David dengan cepat menggelengkan kepalanya dengan tegas.

"Tidak mungkin ! Jika aku tidak mengurus perusahaan ini, nanti kakek akan memaksaku untuk menikah!," ucap David dengan suara yang penuh tekad, untuk melawan kehendak kakeknya.

Yuda mengangguk dengan mengerti, meskipun dia masih merasa khawatir dengan kondisi bosnya.

Dia melihat jam tangan yang dikenakannya dan tiba-tiba menjadi terkejut, jarum jam menunjukkan pukul 09.55 WIB.

"Wah, sudah hampir pukul sepuluh nih, Boss! Sudah saatnya kamu pergi ke Aula Utama untuk memperkenalkan diri kepada seluruh karyawan. Mereka sudah pasti menunggumu sana," ucap Yuda.

David juga melihat jamnya dan segera berdiri dari kursinya. Dia mengambil jasnya yang tergantung di rak dan mengenakannya dengan cepat, memastikan bahwa setiap bagiannya rapi dan sempurna.

"Baiklah. Ayo kita pergi! ", ucapnya dengan suara yang penuh percaya diri, menyembunyikan segala kekhawatiran yang ada di dalam hatinya.

Di Aula Utama lantai tiga, seluruh karyawan Switch Company sudah berkumpul dengan rapi. Mereka berdiri berbaris sesuai dengan bagian masing-masing, mengenakan baju kerja yang rapi dan wajah yang penuh dengan rasa penasaran serta sedikit ketakutan.

Michelle berdiri di antara karyawan bagian administrasi, berdampingan dengan Cindy, sambil mengerutkan kening dan melihat ke arah pintu masuk aula yang masih tertutup.

"Kapan ya CEO baru kita datang, Cin? Aku sudah tidak sabar ingin melihatnya," bisik Michelle.

Cindy hanya bisa mengangguk dengan wajah yang juga penuh penasaran. "Ya juga nih, Mich." jawab Cindy.

Tiba-tiba lampu di aula menjadi redup dan musik pembuka mulai terdengar dengan lembut.

Seluruh karyawan langsung menjadi tenang dan melihat ke arah pintu masuk dengan penuh perhatian. Beberapa saat kemudian, pintu aula terbuka dengan lambat dan seseorang memasuki ruangan dengan langkah yang gagah dan percaya diri.

David Lorenzo masuk ke dalam aula dengan kepala yang tinggi dan wajah yang sangat serius. Jas hitamnya yang rapi dan dasi bergaris emasnya.

Dia berjalan dengan mantap menuju podium yang terletak di bagian depan aula, sementara seluruh karyawan melihatnya dengan mata yang penuh kagum dan rasa penasaran.

Namun ketika Michelle melihat wajah pria yang sedang berjalan menuju podium, tubuhnya langsung menjadi kaku dan mulutnya terbuka lebar dengan ekspresi terkejut yang luar biasa.

Dia tidak bisa mempercayai apa yang dilihat matanya, pria yang berdiri di sana dengan gaya yang gagah dan menjadi pusat perhatian seluruh karyawan ternyata adalah orang yang sama dengan pria yang menyiram bajunya pagi kemarin.

Pria yang dia coret-coret mobilnya malam sebelumnya, dan pria yang baru saja membuatnya jatuh di depan lift beberapa saat yang lalu!

"Apa-apaan ini?! DIA?! DIA CEO BARU KITA?!" teriak Michelle dengan suara yang sangat tinggi.

Membuat seluruh karyawan di sekitarnya menoleh ke arahnya dengan wajah yang penuh kejutan dan rasa penasaran.

Sementara itu, David sudah berdiri di atas podium dengan wajah yang sangat serius.

Dia mengambil mikrofon yang ada di sana dan menatap seluruh karyawan dengan pandangan yang tajam dan penuh kekuasaan.

"Selamat pagi, seluruh karyawan Switch Company," ucapnya dengan suara yang jelas dan kuat, membuat seluruh ruangan menjadi sangat tenang.

"Nama saya David Lorenzo, CEO baru perusahaan ini. Saya berharap kita semua bisa bekerja sama dengan baik untuk membawa perusahaan ini ke level yang lebih tinggi lagi ".

Bersambung....

1
Dian Imut
no komen 🗿🗿
ryu
lagi² cuma gue 🗿
Dian Imut: wkwkw
total 1 replies
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
Dian Imut: gue temenin 🤣
total 1 replies
ryu
udah di kasih, 🗿
Melda Melda: kasih apa bang🗿
total 1 replies
ryu
🗿🗿🗿
Dian Imut: Lo² lagi²
total 2 replies
ryu
gabut Thor 🤣
Dian Imut: bakar rumah biar rame 🤣
total 1 replies
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
Melda Melda: wkkw🤣
total 2 replies
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Melda Melda: wkwkw,🤣
total 2 replies
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!