NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Keesokan harinya ketika Zhang si mak comblang tiba didesa yang ditinggali keluarga Lin, bertepatan dengan waktu sibuk bagi penduduk untuk beraktivitas.

Para wanita dari setiap rumah tangga telah menyelesaikan pekerjaan mereka dan sedang mengobrol dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dihalaman rumah.

Begitu nenek Zhang memasuki desa, ia bergegas menuju rumah putra sulung keluarga Lin.

Nenek Zhang berteriak lantang sekuat tenaga "Hu Shi, kau berjanji akan menjual putrimu yang cantik kepadaku, tapi kenapa kau belum membawanya kehadapanku padahal kau sudah mendapatkan uang muka. Kau seharusnya jujur ​​dalam berbisnis."

Mendengar keributan itu para tetangga disekitarnya langsung berkumpul.

Hu Shi hampir lupa tentang masalah itu dan saat ini berada dirumah memarahi putra sulungnya karena kembali berhutang judi. Saat ia mendengar keributan di luar, sontak saja ia dilanda kepanikan berlebih.

Hu Shi bergegas keluar, berniat menutup pintu dibelakangnya.

Namun terlambat, nenek Zhang telah menghalaunya terlebih duku.

"Aku sudah mencarimu kemana-kemana, jangan coba-coba untuk menghindariku lagi." tunjuk garang nenek Zhang.

Wajah Hu Shi berubah abu-abu jelek, tubuhnya menegang cemas.

"Kita sudah sepakat sebelumnya bahwa kau akan menjual putrimu kepadaku agar dia bisa menikmati kehidupan mewah di rumah Tuan Tang. Tapi kau malah menghilang, padahal tuan Tang sudah menunggunya berhari-hari."

Hu Shi mencoba tenang, menunjuk ke arah mak comblang "dasar pembohong, wanita tua gila. Dari mana kau datang dan bicara omong kosong dirumahku..?"

Liu San yang menyaksikan kejadian itu ikut menyela "Nenek, kau mungkin telah tertipu. Hu Shi tidak memiliki anak perempuan, dia hanya mempunyai dua putra. Sedangkan untuk anak perempuan keluarga Lin hanya punya satu dari cabang kedua. Bagaimana mungkin seorang kakak ipar menjual keponakannya..?"

Lin Yao yang pura-pura tak sengaja lewat langsung memasang mimik wajah yang dibuat-buat ketakutan.

Hu Shi mengikis jarak dengan nenek Zhang, mencengkeram lengan bajunya sendiri erat-erat lalu bertanya sembari berteriak.

"Apa yang kau katakan..? jangan bicara kosong disini."

Mak comblang itu membuang sapu tangannya, berpura-pura kesal.

"Hu Shi, jangan coba-coba untuk menyangkalnya. Beberapa hari yang lalu dibawah pohon tua bengkok dipintu masuk desa, kita mengobrol dengan sangat akrab. Kau bahkan sudah menerima uang muka. Mengapa kau berpaling dariku sekarang?"

Dahi Hu Shi dipenuhi keringat, matanya melirik gugup kearah kerumunan yang semakin banyak.

Dengan keras Hu Shi membantah, berusaha meyakinkan penduduk desa "Jangan dengarkan omong kosongnya, dia penipu yang mencoba memerasku."

Namun penduduk desa tak bodoh, mereka membandingkan penampilan Hu Shi dan nenek Zhang.

Mak comblang mengenakan busana satin halus kualitas terbaik, sementara Hu Shi berpenampilan lusuh dengan baju linen kasar. Dari segi itu saja dapat dilihat perbedaannya.

Lalu apa yang mau diperas dari seorang Hu Shi.

Seorang warga tak kuasa untuk menimpali "nyonya Hu, untuk apa mak comblang mengetuk pintu rumahmu dengan tujuan memeras jika dia saja lebih kaya darimu..?"

"Benar, kau saja selama ini hidup serba pas-pasan. Mak comblang juga tidak bodoh dalam mencari mangsa jika dia ingin berbuat jahat." sambut warga lain.

"Jangan membodohi kami semua, karena kau tidak jauh lebih pintar." tunjuk seorang pria paruhbaya.

Lin Yao menyiram bensin dalam bara, agar api makin berkobar. Ia menangis terisak pilu dengan bahu bergetar hebat.

"Bibi, aku selalu menghormatimu sebagai orangtua. Meski pun kau tidak pernah baik kepadaku, tapi aku tidak pernah membantah. Bagaimana bisa kau begitu kejam hingga mendorongku kedalam kekacauan ini..?"

Hu Shi ingin membantah tetapi tidak tahu harus mulai dari mana, kepalanya mendadak sakit karena dikelilingi oleh banyaknya tuduhan.

"Nyonya Hu kau sangat kejam, kau bahkan tega melakukan itu pada keponakan sendiri."

"Pantas saja kau menyebut Yao pembawa sial sebelumnya, ternyata kau berencana menjualnya tapi gagal."

"Jadi kemarin Yao celaka bukan karena dirasuki roh jahat, tapi akibat ulah wanita gila itu."

"Ya benar, Yao pasti melawan lalu berakhir dipukuli."

"Biadab, benar-benar bajingan."

Melihat tujuannya telah tercapai, Lin Yao menyeka sisa air mata di wajahnya, memanfaatkan fakta bahwa perhatian semua orang masih tertuju pada bibinya dia diam-diam berbalik pergi.

Sepanjang jalan, penduduk desa memandang iba Lin Yao.

Sikap acuh tak acuh dengan menghindari gadis itu dan kedua saudaranya kemarin, membuat mereka menyesal.

Beberapa bibi bahkan menghadang jalan Yao, meminta maaf dan mengatakan jika Yao mengalami kesulitan jangan sungkan untuk meminta bantuan mereka.

Dengan senang hati Lin Yao pun mengiyakan.

Ketika sampai di rumah, Yao melihat kedua saudaranya menunggu diambang pintu.

"Bagaimana...?" tanya cemas Shun tak sabaran.

Lin Yao tersenyum lebar "sudah selesai, semua sesuai rencana."

Lin Shun dan Song akhirnya bisa menghela napas lega tanpa beban lagi.

Lin Yao menyingkirkan rambut yang menutupi dahi Lin Song "Ayo bantu kakak untuk menyiapkan bahan yang kita butuhkan untuk kios besok."

Lin Song menyengir kuda "oke...!"

Lin Yao mengambil keranjangnya "kami mencari daun bawang dulu ya kakak..?"

Lin Shun mengangguk "kalian hati-hati..!"

Lin Yao dan Song bergegas menuju kehutan pegunungan. Angin sore sejuk menyapa, mengurangi sedikit rasa lelah yang mendera.

Ketika sampai diarea tempat mereka biasa memetik kucai, kakak-beradik itu langsung disuguhi banyaknya bawang daun liar yang tumbuh subur melimpah.

Dalam sekejap, keranjang yang dibawa pun penuh.

Setelah berjalan beberapa langkah, Lin Yao melihat sepetak tanaman bawang liar.

Gadis itu menimbang sejenak, sebelum mengajak Lin Song ketepi petak bawang lalu menggalinya.

Baik dizaman modern mau pun kuno, selera orang berbeda-beda. Sebagian menyukai daun bawang sementara banyak juga yang tidak.

Membuat panekuk bawang liar dan telur mungkin akan menarik minat mereka yang anti pati pada kucai.

"Kakak, mengapa kita membawa pulang akar-akar ini..?" tanya Lin Song dalam perjalanan pulang.

Lin Yao tersenyum, mengusap penuh kasih pucuk kepala sang adik.

"Kucai dan bawang liar tumbuh sangat cepat. Jika menanam akarnya dilahan kosong belakang rumah, kita tidak perlu khawatir kekurangan kucai segar dimasa depan."

Lin Song mengangguk tanda mengerti.

Sesampainya dirumah mereka, Lin Shun sedang memperbaiki anak panah bambu yang biasa digunakan untuk berburu.

Para pemburu didesa kebanyakan menggunakan bambu yang diasah untuk anak panah, karena mata panah logam amat mahal harganya.

Makanya kebanyakan penduduk desa yang mencari tambahan penghasilan dari berburu, cuma bisa mendapatkan hewan-hewan kecil saja.

Melihat kedua adiknya pulang, Lin Shun meletakkan pekerjaannya. Ia mengambil alih keranjang dari punggung ringkih Lin Yao.

Melihat umbi dan akar sayuran, remaja tampan itu berkata "setelah kita selesai makan, aku akan menanamnya."

"Kakak, besok kita tidak hanya akan menjual panekuk kucai telur, tetapi juga beberapa pancake bawang liar. Meskipun keduanya panekuk telur, tapi rasanya berbeda. Jika ada pilihan menu, akan lebih mudah menarik lebih banyak pelanggan."

Lin Shun mengangguk kagum "karena kau sudah memikirkan semuanya, ayo kita lakukan bersama."

Daun bawang liar berbentuk ramping dan memiliki aroma khas pegunungan segar yang unik.

Lin Yao mencincang bawang liar yang telah dibersihkan, menaruhnya dalam mangkuk. Dua butir telur ditambahkan bersama sepuluh sendok tepung.

Tak lupa aneka bumbu rahasia, lalu diaduk menggunakan sumpit hingga merata dengan tekstur sedikit mengental.

Lin Shun memanaskan wajan, lalu menambahkan lemak babi.

Untuk urusan memasaknya menjadi bagian Yao, sedangkan Lin Shun membuat sup sayuran liar.

"Kakak, jika besok belanja bahan dagangan, sekalian kita membeli gandum ada beras ya..?"

"Oke...!"

Tak lama menu makan malam pun tersaji.

Meski cuma panekuk bawang dan sup encer sayuran liar. Namun dimata Lin Song itu amat sangat menggugah minatnya.

Yao membagi secara merata hidangan yang ada.

"Kakak kedua, panekuk bawang ini juga enak sekali, bahkan menurutku lebih enak dari pada pancake kucai telur."

Bagi seorang juru masak, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menerima pujian atas karyanya.

"Makan lagi kalau kamu suka," kata Lin Yao mengambil sepotong pancake kucai.

Rasa pedas unik dari kucai liar berpadu sempurna dengan telur dan tepung.

Lin Shun mengangguk sambil makan "Yang bawang telur ini benar-benar enak, pasti akan laris besok."

Setelah makan, cahaya bulan mulai menerobos masuk kehalaman.

Ketiga saudara pergi kepekarangan belakang guna menanam akar kucai, dan umbi bawang lalu menyiraminya dengan baik.

1
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
Ari Peny
kucai itu apa c
R3: kuey tiaw goreng letak tauge n kucai atau char kuey tiaw basah letak udang atau kerang+ telur. from Malaysia with 💞 suka karya kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!