Sahara adalah anak kandung yang terusir bersama dengan ibunya karena Fit-nahan yang di buat oleh wanita lain di hati ayahnya.
Mampukah Sahara memperjuangkan dan membersihkan nama ibunya dari fit-nah keji wanita yang tak lain adalah sahabat ibunya itu?
Akankah ayahnya percaya? baca terus kisah Perjuangan Sahara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahara 14
Flashback off
"Kamu sudah pulang Nak?"tanya Mama Rianty saat melihat Sahara pulang.
"Iya Ma, Maaf karena pada akhirnya Sahara gagal untuk mengajak Pak Sandy bertemu dengan Mama. Kita makan dulu, Nana bawakan rawon kesukaan Mama..."ujar Sahara setelah mencium punggung tangan milik ibunya.
"Tidak apa-apa. Apa dia kembali me-mu-kuli kamu? Atau Wanita itu berbuat jahat padamu?"tanya Mama Rianty.
"Sedikit Ma, tapi mohon maaf karena sesuai janji Sahara, ini adalah terakhir kalinya aku mau mendatangi rumah itu. Aku tak ingin lagi berhubungan dengan mereka. Orang-orang yang tak pernah memiliki hati nurani sampai saat ini. Setelah bertahun-tahun, ternyata pria itu tak pernah berubah sama sekali,"ujar Sahara.
"Iya Nak. Maafkan Mama yang meminta kamu datang kesana,"ujar Rianty.
Enah tahun sudah berlalu setelah Sandy mentalak Rianty. Dia meminta Sahara, agar ayahnya mau bertemu dengan dia bukan karena ingin mengharapkan uangnya ataupun ingin kembali lagi pada pria itu. Bukan itu yang dia inginkan. Melainkan dia ingin kepastian hukum pernikahan mereka yang sampai saat ini belum juga di urus oleh Sandy.
Entah apa alasannya Sandy sampai saat ini belum mendaftarkan perceraian mereka di pengadilan agama. beberapa kali Rianty mencoba untuk membuat laporan di pengadilan agama selalu di jegal oleh Sandy melalui anak buahnya. Itulah alasan dia ingin bertemu dengan Sandy.
"Tidak apa-apa Ma. Aku juga bingung dengan apa yang ada di otak Sandy. Kenapa dia tidak mau mengesahkan perpisahan kalian secara hukum dan sampai sekarang juga Wanda masihlah berstatus istri siri. Uang bulanan yang di berikan Sandy juga..." Sahara bahkan memanggil ayahnya dengan sebutan nama saja. Sudah tak pernah mau lagi dia memanggil pria itu dengan. Sebutan Papa.
"Mama masih sanggup untuk membiayai sekolah dan makan kita nak... Toh sampai saat ini juga usaha kita berdua pada akhirnya mampu membuat kamu kuliah di tempat yang bagus dengan jurusan yang kamu inginkan. Jangan pernah memikirkan masalah uang bulanan yang di ingkari olah ayahmu,"jelas Rianty.
"Iya Bu... Dan ini Sahara juga punya uang untuk ibu. Sahara menang balapan bersama dengan Bang Kenzo dan Lucky tadi. Taruhannya kali ini besar. Selain uang, aku juga mendapatkan motor besar Ma, jadi tidak usah lagi meminjam motor Bang Kenzo. Dan Mama gunakanlah uang ini untuk tambahan modal dan biaya sehari-hari kita. Sebagian aku gunakan untuk kebutuhan kuliah. Walau sebenarnya mendapatkan beasiswa tetap saja kan ada saja yang harus di keluarkan,"jelas Sahara sambil memberikan ampo coklat berisi uang kepada ibunya.
"Nak, maafkan Mama. Karena hasil usaha Mama tidak bisa memenuhi kebutuhan kamu sepenuhnya. bahkan kamu harus sampai seperti ini,"ujar Mama Rianty.
"Kita sudah sepakat untuk selalu bersama-sama ma... Jangan pernah menangis lagi karena pria itu. Mama harus bahagia sekarang. Kalau pun Mama mau menikah lagi, aku mengizinkannya,"jawab Sahara.
"Mama tidak kepikiran untuk menikah lagi. Mama hanya ingin fokus dengan usaha yang Mama bangun dan juga kamu nak. karena kamulah alasan Mama berjuang sejauh ini,"jawab Mama Rianty memeluk anaknya.
"Kita berjuang bersama Ma..."jawab Sahara.
"Terimakasih nak..."jawab mama Rianty.
Perjuangan mereka benar-benar dari nol. Karena setelah kejadian itu, hanya tiga bulan saja Sandy memberikan uang nafkah untuk mereka. Setelahnya tak ada lagi uang bulanan untuk membiayai Sahara. Mereka sudah memprediksi akan hal itu, sebenarnya Mama Rianty tak pernah mengharapkan sepeserpun uang dari Sandy. Tapi yang membuat dia kecewa adalah janjinya yang Kana tetap membiayai Sahara sekolah dan untuk semua kebutuhannya. Tapi ternyata semua itu tak pernah terwujud selama enam tahun ini.
Mama Rianty memang memiliki tabungan yang dia sembunyikan dari Sandy. Dengan uang itulah, Mama Rianty membangun usahanya. Walau tidak mudah baginya. Karena ternyata Sandy selalu memperhatikan gerak geriknya. Bahkan selalu membuat dia gagal mendapatkan rekan bisnis. Kebancian Sandy kepada Rianty karena fit-nah keji yang di buat oleh Wanda itu membuat pria itu emosi bukan main.
Sandy selalu mengawasi pergerakan dan hidup mereka, tapi entah dia tau atau tidak jika Wanda tak pernah memberikan uang untuk Sahara.
"Kenapa pria itu selalu mencoba untuk menjegal usaha Mama? Bahkan dia juga tak mau memberikan kejelasan hubungan kalian secara hukum,"kesal Sahara.
"Entahlah nak, mungkin karena memang pengaruh wanita itu lebih besar dari yang kita kira. Mama tak akan pernah menyerah untuk membuktikan kepada dia jika kita mampu bertahan dan hidup tanpa bantuan dia!"jawab Mama Rianty.
"Aku setuju Ma..."jawab Sahara.
Sedangkan di dalam rumah besarnya, Sandy menatap foto keluarga terakhir dirinya bersama dengan Rianty dan Sahara sebelum dia sendiri yang menghancurkan sendiri rumah tangganya.
"Kenapa kalian begitu keras kepala dan tak mau meminta maaf juga mengakui kesalahanmu, Rianty. Jika saja kamu datang padaku untuk memohon mungkin aku akan menerima kamu kembali. Tapi kenapa kamu malah datang padaku hanya untuk memintaku mengesahkan perceraian kita di pengadilan agama? Sebegitu inginnya kah kamu pergi dan berpisah dariku? Kamu terlalu sombong Rianty. Kamu terlalu egois!"ucap Sandy mengusap lembut wajah Rianty yang ada di pigura kecil di tangannya.
Dalam hatinya, Sandy masih berharap jika Rianty bisa kembali dengannya. Ternya cintanya sangatlah besar kepada Rianty, walau Wanda memiliki raganya. Tapi hatinya masih milik Rianty. Bahkan sudah hampir dua tahun ini dia tak pernah merasa bergairah kepada Wanda seperti dulu. Bahkan saat bersama dengan Wanda menghabiskan malam, yang dia ingat adalah wajah Rianty terakhir kali melayaninya sambil menangis. Sehingga dia mulai enggan melakukannya lagi dengan Wanda.
"Tak bisa kah kamu sedikit menurunkan egomu dan meminta maaf atas kesalahanmu berbuat seperti itu dengan pria lain saya masih menjadi istriku! Aku tak rela melihat orang lain melihatmu dalam keadaan seperti itu! Apa kau tau jika aku sangat marah Rianty?"
"Kenapa kamu semakin menantangku? Padahal aku sudah berkali-kali memberikan peringatan padamu dengan mencoba menjegal setiap usaha yang kamu lakukan. Kenapa kamu malah tak mengindahkan peringatanku? Aku tau jika kamu meminta Sahara datang adalah untuk memintaku mengurus perpisahan kita secara negara kan? Aku tak akan pernah melakukannya! Aku tak akan pernah. Aku baru memberikan talak dua padamu, dan kita bisa kembali bersama. Asalkan kamu meminta maaf padaku dengan tulus. Aku tau, kamu juga begitu mencintaiku kan? Aku tau itu. Aku tau kamu sangat mencintaiku. Bahkan kamu rela pergi meninggalkan keluargamu dan memilihku... tolong minta maaf padaku dan kita kembali Rianty... Aku sangat merindukanmu sayang. Kita kembali hidup bersama berbahagia lagi, bersama,"Setelahnya Sandy menangis tergugu memeluk foto yang ada di tangannya. Rasanya sesak sekali,
salam sehat selalu outhor syantik ku 🫶🫶🫶🫶