NovelToon NovelToon
Conquer Me

Conquer Me

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa / Bad Boy
Popularitas:164.5k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Deanada Kharisma, hampir 3 tahun menjalani kehidupan remaja diantara toxic circle. Memiliki teman yang toxic, menindas, bertindak sesukanya, dan melakukan diskriminasi.

Namun siapa sangka di balik itu, sebenarnya ia menyimpan rahasia bahkan dari teman-temannya sendiri, hingga Tuhan mempertemukannya dengan Rifaldi yang merupakan pemuda broken home sekaligus begundal sekolah dan naasnya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.

Bagaimana Tuhan membolak-balikan perasaan keduanya disaat faktanya Dea adalah seorang korban victim blaming?

Conquer me ~》Taklukan aku....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 🩷 Baby, i hunt you down

Dea berjalan cepat setelah sampai di rumahnya, ia pulang dengan memesan ojol.

Setelah memastikan air matanya tak meninggalkan jejak di wajah, dan jam pulangnya sesuai dengan jam pulang les seperti biasa ia berani pulang.

"De, mama lagi di rumah Bu Anita." Elok, ia sudah pulang ke rumah dan tengah mencuci motornya.

Dea mengangguk sekali, tanpa mau berbincang lebih banyak lagi sore itu, melengos begitu saja meninggalkan mas Elok di carport dengan selang air dan busa, langsung masuk ke kamar.

/

Membasuh badannya sambil memejamkan mata, yang teringat selalu kejadian tadi siang. Rifal sudah mencuri first kissnya, first yang padahal sudah ia bayangkan akan ia lakukan bersama orang yang akan membuat hatinya berbunga-bunga. Berdebar bahagia, bukan takut dan kecewa macam sekarang.

Dea menatap pantulan dirinya di depan cermin terutama di bagian bibir, ada lengu han berat dan panjang darinya saat meraih sisir dan hair dryer setelah memijat dan menggosok rambut basah dengan vitamin.

Tanpa mau membaca, sejak tadi ponselnya sudah tang-ting-tung dengan pop up grup dan personal terutama Inggrid.

Inggrid

Deeee! Gue sama Kenzi pacaran 😍😍

De, kok sepi, belum balik les ya?

De, gue ke rumah ya...pengen cerita.

Sungguh, ia sedang tak ingin diganggu dan hanya mau sendiri. Namun yang diketiknya justru....

Dea

Oke.

Gadis itu memasang softlens miliknya, jaga-jaga saja...

Benar, tak lama Inggrid menyambangi rumahnya. itu terdengar dari mas Elok yang memanggilnya, "De, ada Inggrid!"

"Dee, yuhuuu!" panggilnya membuat Dea keluar dari kamar, "De!! Gue seneng banget asli..Lo sih ngga ada tadi. Mesti pergi sama Jovanka, eh gimana Jovan?" tanyanya tidak duduk di sofa, gadis itu sudah tau tempat keduanya akan menghabiskan waktu mengobrol bersama di sudut rumah Dea, kolam ikan...

"De, pengen bikin minum lah..." pintanya sudah tak malu lagi diangguki Dea, "bikin aja." sebelum benar-benar duduk di teras belakang, keduanya masuk dapur terlebih dahulu.

"Gue sama Jovan, belum. tadi----" Dea menggeleng, tak mungkin kan, ia bercerita sebenarnya.

"Ya elah. Cari cowok lain kek De...kaya Kenzi gitu. Sorry ya, akhirnya gue yang menangin Kenzi." kekehnya bangga mencondongkan kepalanya ke arah Dea.

Dea menepis udara sambil tersenyum, "santai aja. Lagian hati gue masih sama Jovan kok..." ringis Dea.

Inggrid menyenderkan punggungnya di kulkas sambil menyeruput sirup jeruk yang baru saja Dea berikan es batu.

"Cowok masih banyak De, lagian lumrah kok sekarang abis jadian sama satu cowok, punya cowok lain...jadi saku, jemputan sana sini, hahahaha! Suka sama cowok selain Jovan itu sah...yok cari cowok lain, atau mau yang disekolah, misal Lutfi mungkin, atau Jaya..atau Reza..." tawanya hanya membuat Dea tersenyum getir saja dengan telunjuk yang memutar-mutar bibir gelas, Inggrid sudah melengos ke arah kolam.

"De, Tante Sarah kemana? Om belum pulang?"

"Mama ke rumah Bu Anita. Papa sering pulang malem belakangan ini."

"Mas Huda belum pernah kesini lagi, ya?" tanya nya lagi disusul Dea, "belum. Mau tunangan..."

"Asli?! Sama pacarnya yang guru itu?" tanya Inggrid diangguki Dea, "padahal seringnya kan ketemu sama pramugari kan ya kalo pilot?"

Dea mengangguk, "ya kan cinta ngga bisa dijamin sama pertemuan. Kak Fani kan sobatnya dari jaman SMA terus jadi pacar...jadi kaya udah ngeklop banget lah."

"Lah, ngga mau ngikut jejak mas Huda? Sama temen sendiri, barangkali Willy atau Gibran?" tawa Inggrid lagi digidiki Dea, "geli lah, udah tau Jero-jeroannya." tawa Dea.

Dea menghela nafasnya dalam-dalam, sejak kejadian kemarin...ia jadi trauma bertemu dengan seorang Rifaldi Elvan Januar.

Bahkan pagi ini, ia sedikit ragu untuk pergi ke sekolah, hanya saja terlampau bingung alasan apa yang akan diberikan.

Dea membawa serta inhaler yang isi obatnya tinggal sedikit lalu membawanya ke depan, "pa, inhaler aku udah mau abis." tunjuknya.

"Oh, ya beli kalo gitu. Nanti minta mama uangnya." Ujar papa.

Dea hanya memutar-mutar saja sendok di atas piring sarapannya, setiap detiknya terasa seperti ancaman, sampai-sampai ia berkeringat dingin di telapak tangan.

"Kenapa De? Lagi sering kambuh?" tanya mama digelengi Dea, namun gesturnya yang mengocok alat inhaler namun seperti menahan-nahan untuk menghirupnya itu ternotice mama dan papa, serta mas Elok.

"Kenapa sih?" tanya mas Elok kini.

"Ada ujian." Jawab Dea, alasan terbesarnya tak bicara, adalah ia tak mau keluarganya tau beban yang ia tanggung. Ia tak mau membuat mama sedih, ia tak mau membuat mama dan papa harus bertengkar dengan orang lain. Sejak dulu, yang ia yakini adalah melapor, berarti masalah bertambah rumit.

"Deaa!"

"Nah si centil udah manggil!" tunjuk mama ke arah depan.

"Mau bekel engga?!" tanya mama saat Dea beranjak, yang langsung digelengi Dea, "ngga usah, aku pulang tepat waktu."

Ia resah, ia gugup dan tawanya tak pernah lagi selebar sebelumnya. Namun setidaknya ia akan tetap aman jika berada diantara Inggrid, Gibran dan Willy, benarkan?

Rifal tak akan berani mendekat jika mereka selalu bersama. Sepertinya....

"Ntar kalo Kenzi gabung sama kita ngga apa-apa kan, ya?" tanya Inggrid diangguki Dea dan Gibran, terakhir Willy, "ngga apa-apa. Ajak aja..."

Lagi-lagi Dea menghela nafasnya saat mobil Willy semakin memangkas jarak rumah ke sekolah.

Apakah ini bentuk karmanya? Atau----

Dea memejamkan matanya mendengar deru mesin motor yang sangat ia kenal ketika langkahnya dan yang lain sudah masuk lebih dalam, bahkan Dea mempercepat ayunan langkah, menggandeng Gibran.

Dea nyengir saat Gibran sadar itu, "Napa sih?!" tawanya. Willy bahkan mendengus geli, "saking frustasi sama Jovan nih..."

"Baby!" seru Inggrid memanggil Kenzi dan berlari menghampiri Kenzi meninggalkan Dea bersama Willy dan Gibran.

"Babiii..." seru Gibran pada Dea yang sebenarnya sedang mencibir Inggrid, Dea refleks tertawa, "si alan Lo!" Dea bahkan mendorong pelan kepala Gibran yang tersenyum lebar, "masuk---masuk...yok masuk babii."

Willy tertawa kecil, sementara Dea, yang memang sudah terbiasa dekat dengan Gibran mencubit pipi pemuda ini sampai ia mengaduh.

"Kemaren Dea yang sibuk sama Jovan, sekarang Ing yang sibuk sama Kenzi." Ujar Willy, namun kemudian Dea merangkul kedua pemuda itu tepat di tengah-tengah mereka, "jangan iri...gue rangkul dua-duanya."

Willy dan Gibran saling melirik lalu mengangguk, karena yang mereka lakukan sekarang adalah menahan tangan Dea dan mengangkatnya sambil berjalan setengah cepat ke kelas membuat Dea menjerit, "aaaa, eeehhhh! Turunin! Haha gila Lo berdua yaa!!"

Pemandangan itu disaksikan Rifal yang baru saja datang, setidaknya rasa bersalahnya sedikit berkurang melihat Dea masih bisa tertawa begitu. Namun senyum itu, tawa itu..menjadi potret selanjutnya yang membuat Rifal begitu intens memandang Dea dari kejauhan.

Rama

Fal, sore ini ke rumah Nara...gue mau bikin surprise aniv...

Rifal membaca pesan singkat Rama, sekilas.

Rifal

Oke.

Rifal membenarkan letak tas di pundaknya lalu berjalan masuk lebih dalam melewati lapang, ke arah selasar ruang-ruang kelas. Dan tak sengaja pandangannya bertemu dengan tatap Dea yang kebetulan keluar dari kelasnya.

Ada mata yang bercengkrama dan tak bisa diutarakan oleh bibir, namun....

Baby i'm preying on you tonight

Hunt you down, eat you alive...

Just like animals, animals...like animals...

May be you think that you can hide

I can smell your scent from miles....

(Maroon 5~ Animals)

Sayang akan kumangsa dirimu malam ini. Memburumu, menerkammu hidup-hidup...

Seperti binatang, binatang...seperti binatang...

Mungkin kau pikir bisa sembunyi, baumu bisa kucium dari bermil-mil jauhnya.

Dea melotot terkejut, langsung mengambil langkah seribu untuk masuk kembali ke dalam kelasnya, bak melihat hantu.

.

.

.

.

1
sweet escape
🥹🥹🥹🥹🥹
sweet escape
Kl kamu jujur mungkin om fal bisa ikut k jogja🤭
sweet escape
Kurangnya dea itu selalu memendam masalahny sendiri , semoga nanti bisa belajar sharing masalah ke rifal ya
sweet escape
🥹🥹🥹🥹🥹🥹
sweet escape
Semoga seblm dea ke jogja kalian udah sama sama atau palinng nggak dalam keadaan baikan ya
sweet escape
Om fal nanti dea takut iniiiii liat berdi kamu kelepasan begini
sweet escape
Duh lah om si pujaan hati mau ke jogjaaaaa
sweet escape
Ooooo salah sekali jawabanmu kisanat krn ada yg kecewaaaaaa
sweet escape
Omgggggg d tembak tembak dorrrrrrr hatinya
sweet escape
Bagus deee jgn mau di bully lg
sweet escape
🤣🤣🤣melatih jantung dea kalo sering begini wkwkwk
sweet escape
Baru tau ya mah kalo papah dibantah omongannya jadi nekat🤭🤭🤭
sweet escape
Oalaah ing kamu ternyata mau jagain temen kamu dr sakit hati🥰
sweet escape
Haruskah dea meminta pertolongan wkwkwk om fal mengamuk mau begal cewek cantik
sweet escape
Wkwkw taaaaamatlah sudaaaaaah🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sweet escape
Hahaha tetangga pada kaget
sweet escape
Wkwkkw pokcecifny rifal ntar keluar de wkwkkwk
sweet escape
Elaaaaahhh ngajak perang deee
sweet escape
🥰🥰🥰🥰deeee udah bilang suka ini
sweet escape
Kwkww brrr dingin euy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!