NovelToon NovelToon
Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Single Mom / Anak Genius / Duda / Cintapertama
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: Ega Sanjana

Bagaimana jika kita tiba-tiba menjadi ibu dari anak calon suami kita sendiri ,apa yang akan kita lakukan ?Memutuskan hubungan begitu saja ?atau tetap lanjut . Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk nya ,Rara Aletta Bimantara . Akan ku usahakan semua nya untuk mu ,Terimakasih Sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak Ku _Rama Alexandra Gottardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Sanjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Cerita Baru

Hari setelah acara di perpustakaan, mereka semua berkumpul di ruang klab sastra sekolah. Meja makan dipenuhi dengan kertas dan pena, dan di tengahnya ada tumpukan cerita-cerita yang dibuat anak-anak di perpustakaan.

"Kita beneran mau bikin buku dari cerita anak-anak ini ya, Kak Lila?" tanya Siti, memegang cerita tentang kucing yang mencari teman.

"Pasti dong! Ceritanya semua sangat bagus dan penuh hati. Kalau kita bikin buku, lebih banyak orang akan bisa baca dan terinspirasi," jawab Lila dengan semangat.

Rian membuka laptopnya. "Aku udah bikin catatan nih—kita bisa susun cerita-cerita itu jadi satu buku dengan tema 'Sahabat dan Cinta Keluarga'. Setiap cerita diberikan ilustrasi baru, dan kita bisa tambah pesan dari anak-anak yang menulisnya."

Dina mengangguk, sambil menggambar sketsa kucing di kertas. "Aku bisa bikin ilustrasi yang cocok dengan setiap cerita. Misalnya, untuk cerita kucing, aku gambar kucing itu bersama teman-teman baru yang dia temukan."

Tiba-tiba, Pak Anton datang dengan surat dari penerbit. "Hai semuanya! Aku baru saja dapet surat dari Ms. Ani. Dia bilang kalau kalian mau bikin buku baru, penerbit siap mendukung. Tapi mereka mau lihat konsep dan beberapa cuplikan dulu, maksimal seminggu lagi."

"Seminggu? Cepat banget!" bisik Lila, tapi wajahnya tetap penuh semangat. "Tapi gapapa, kita bisa kerja sama cepat-cepat."

Selama seminggu berikutnya, mereka sibuk menyusun konsep buku baru yang diberi judul "Hati yang Saling Menyentuh". Lila dan Siti menyusun urutan cerita agar mengalir dengan baik. Rian membantu menulis pesan dari anak-anak yang menulis cerita, sambil merekam video wawancara singkat dengan beberapa anak itu untuk dipajang saat peluncuran. Dina sibuk menggambar ilustrasi, kadang sampai larut malam di rumah Rama dan Rara.

Satu hari sore, Rara melihat Dina yang sedang mengerjakan ilustrasi dengan mata yang lelah. "Dina, istirahat dulu ya. Kamu sudah bekerja seharian. Bisa nanti lanjutin lagi."

Dina mengangguk, tapi tidak berhenti menggambar. "Terima kasih, Bu Rara. Cuma aku pengen bikin yang paling bagus buat anak-anak. Mereka sudah berani bikin cerita, jadi aku harus berani bikin ilustrasi yang pas."

Rama mendekati dan menepuk bahu dia. "Kamu udah bagus banget, Dina. Jangan terlalu memaksakan diri. Yang penting, ada hati di dalam setiap gambarmu."

Hari terakhir untuk mengirim konsep tiba. Mereka semua berkumpul di ruang klab sastra, memeriksa konsep buku dan ilustrasi untuk yang ke sepuluh kalinya. Siti membaca ulang cerita tentang keluarga yang berlibur. "Ini benar-benar ceria ya. Aku yakin pembaca akan suka."

Setelah yakin semua sudah sempurna, Lila mengirim konsep dan cuplikan ke Ms. Ani. Mereka semua menunggu dengan tegang, sambil minum teh hangat yang dibawa Rara.

Beberapa jam kemudian, telepon Lila berdering. Itu Ms. Ani.

"Lila, semuanya! Ini luar biasa! Konsepnya sangat bagus, cerita-ceritanya menyentuh hati, dan ilustrasinya juga cantik banget! Penerbit setuju sepenuhnya—kita bisa mulai proses pembuatan buku baru sekarang!"

Suara kegembiraan menggema di ruang klab. Siti melompat ke pelukan Lila, Dina menangis senang, dan Rian menari-nari kecil. Pak Anton tersenyum lebar. "Kalian hebat banget! Aku bangga sama kalian semua."

Malam harinya, mereka merayakan di taman dekat rumah Rama. Mereka membawa camilan, es krim, dan bermain-main seperti anak-anak. Siti berlari-lari di taman, sementara Lila dan Rama duduk di bangku, melihatnya.

"Kita udah jauh banget ya, Rama. Dari waktu aku mulai merawat Siti, sampai sekarang kita bikin dua buku dan mau bikin yang ketiga," ujar Lila dengan suara lembut.

Rama memegang tangannya. "Semua itu karena kamu—karena kamu tidak pernah berhenti memberi cinta dan harapan. Dan aku bersyukur banget bisa ada di sampingmu, Lila. Bahkan sebelum kita nikah, kamu sudah jadi bagian dari keluarga ku yang sebenarnya."

Lila tersenyum, mata penuh air mata. "Aku juga bersyukur, Rama. Siti, kamu, dan Rara—kalian adalah keluarga yang aku cari selama ini."

Saat itu, Siti, Dina, dan Rian datang ke bangku mereka, membawa es krim. "Kak Lila, Ayah Rama! Mari makan es krim bareng! Besok kita mulai bikin buku baru lagi ya!"

Mereka semua tertawa dan makan es krim bersama, sambil melihat bintang-bintang yang bersinar di langit. Di hati mereka, ada keyakinan bahwa cerita baru ini akan menjadi lebih spesial dari sebelumnya—karena itu adalah cerita yang dibuat bersama, dari hati yang saling menyentuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!