NovelToon NovelToon
TAHANAN OBSESI

TAHANAN OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Misteri / Psikopat / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:929
Nilai: 5
Nama Author: Celyzia Putri

seorang gadis bernama kayla diculik oleh orang misterius saat sedang bereda di club malam bersama teman temannya. pria misterius itu lalu mengurung kayla di sebuah ruangan yang gelap bagaikan penjara. kayla bertanya tanya siapa pria yang menculiknya.

apa yang akan dilakukan oleh penculik itu kepada kayla yuk baca kelanjutan kisah dari tahanan obsesi.

mencari ide itu sulit gusy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Celyzia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELAHIRAN ANAK LAKI LAKI

Kayla mencengkeram lengan jaket Aris dengan kuku-kukunya yang tajam. Rasa sakit itu bukan lagi sekadar fisik; itu adalah guncangan hebat yang memberi tahu tubuhnya bahwa waktunya sudah habis. Di bawah sinar bulan yang pucat, Kayla menatap Aris dengan mata yang berkaca-kaca.

"Aris... ini sakit sekali... Kayla tidak kuat kalau harus berjalan lagi," rintihnya, menyebut namanya sendiri seolah ingin menegaskan pada Aris—dan pada dirinya sendiri—siapa dia sebenarnya.

Aris mematung. Mendengar nama "Kayla" disebut kembali oleh bibir wanita itu, ada kilatan emosi yang melintas di wajahnya yang cacat. Selama ini ia memaksakan nama Nadia, namun di saat kritis ini, ia sadar bahwa sosok yang ada di depannya adalah Kayla, wanita yang ia hancurkan sekaligus ia cintai dengan cara yang sakit.

"Tenang, Kayla. Bernapaslah," ucap Aris, suaranya bergetar antara kepanikan dan sisa-sisa otoritasnya. Ia melepas jaket tebalnya dan menggelarnya di atas tumpukan daun kering dan salju tipis agar Kayla bisa berbaring.

Bab: Persalinan di Antara Hidup dan Mati

Aris berlutut di antara kaki Kayla, tangannya yang gemetar mencoba menenangkan wanita itu. Tidak ada peralatan medis, tidak ada air hangat, hanya ada kegelapan hutan dan suara napas Kayla yang semakin memburu.

Setiap kali kontraksi datang, Kayla berteriak, suaranya memecah kesunyian malam pegunungan. Aris terus membisikkan kata-kata posesif, seolah-olah dengan kata-kata itu ia bisa mengendalikan proses alamiah ini.

"Kau milikku, Kayla. Anak ini milikku. Kalian tidak akan pergi ke mana-mana," gumam Aris, matanya mulai kembali menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan mental.

Kayla, di tengah rasa sakitnya, mulai menyadari realitas yang mengerikan. Jika ia melahirkan di sini, di bawah tangan Aris yang sedang tidak stabil, nyawanya dan nyawa bayinya berada di ujung tanduk. Rasa luluh yang tadi sempat ia rasakan mulai terkikis oleh insting murni seorang ibu yang ingin anaknya selamat.

"Aris, lihat aku!" teriak Kayla di sela erangannya. "Jika kau ingin anak ini hidup, kau harus tetap sadar! Jangan biarkan kegelapanmu mengambil alih sekarang!"

Aris terdiam, menatap Kayla dengan tatapan kosong sejenak, sebelum akhirnya ia mulai bersiap untuk menyambut kelahiran yang akan mengubah takdir mereka selamanya.

Udara malam yang membeku menjadi saksi bisu perjuangan hidup dan mati. Kayla mengejang, jemarinya mencengkeram tanah hingga kuku-kukunya berdarah, mencoba mencari pegangan di tengah badai rasa sakit yang membelah tubuhnya. Di depannya, Aris tampak seperti sosok dari mimpi buruk; separuh wajahnya tertutup bayangan, matanya berkilat antara kegilaan dan keputusasaan.

"Terus, Kayla! Dorong!" perintah Aris, suaranya parau, pecah oleh emosi yang tak terkendali. Ia merobek kemejanya sendiri untuk menjadi alas darurat bagi nyawa yang sebentar lagi akan menghirup udara dingin pegunungan.

Di tengah jeritan Kayla yang memecah keheningan hutan, Aris tiba-tiba memegangi kepalanya. Serangan vertigo akibat cedera lamanya kembali menghantam. Dunia di matanya berputar, bayangan Adrian dan ledakan rumah mewah itu seolah memutar kembali di depan matanya.

"Tidak... tidak sekarang!" geram Aris, memukul kepalanya sendiri untuk tetap sadar.

Namun, insting Kayla sebagai ibu mengambil alih segalanya. Rasa takutnya pada Aris kalah oleh dorongan untuk menyelamatkan nyawa di rahimnya. Dengan satu tarikan napas panjang dan dorongan terakhir yang menguras seluruh sisa jiwanya, suara tangisan bayi yang melengking tiba-tiba memecah suara angin malam.

Seorang bayi laki-laki telah lahir. Aris menyambutnya dengan tangan gemetar, menatap makhluk kecil yang berlumuran darah itu dengan pandangan yang sulit diartikan—sebuah campuran antara pemujaan religius dan kepemilikan mutlak yang mengerikan.

Darah daging Aris kini telah hadir di dunia.

1
Agus Barri matande
semangat thor
Thecel Put
omg saya sangat suka cerita dengan genre seperti ini❤️‍🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!