"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 : Operasi Manja Tingkat Tinggi
Pagi itu, Mansion keluarga Kim terasa lebih hangat dari biasanya. Aroma pancake blueberry dan sirup maple menyeruak dari arah dapur, namun pusat perhatian semua orang ada di kamar utama di lantai dua. Aira memutuskan untuk "mogok" bangun. Ia meringkuk di balik selimut sutra tebalnya, hanya menyisakan mata bulatnya yang mengintip keluar.
"Tuan putri, sarapan sudah siap," suara lembut Jimin terdengar di ambang pintu. Ia membawa nampan berisi sarapan mewah, lengkap dengan bunga mawar putih dalam vas kecil.
Aira menggelengkan kepalanya pelan, ia justru semakin menyembunyikan wajahnya. "Enggak mau... Aira masih ngantuk. Mau peluk aja," gumamnya dengan nada yang sangat manja.
Taehyung yang sedari tadi sudah duduk di pinggir tempat tidur sambil mengelus rambut Aira, langsung tertawa gemas. Ia menyusup ke bawah selimut dan mendekap adiknya itu. "Aigoo, adik bayi Kakak lagi mode manja ya? Sini, Kakak peluk sampai siang kalau perlu."
"Nggak adil! Aku juga mau peluk!" seru Jungkook yang tiba-tiba masuk dan melompat ke sisi tempat tidur yang lain. Aira sekarang terjepit di antara dua pria tampan yang sangat memujanya.
"Ih, Kak Kookie berat!" rengek Aira, meskipun ia justru menyandarkan kepalanya di dada Jungkook. "Kak... Aira nggak mau sekolah hari ini. Mau di rumah aja, mau disuapi makan sama Kak Jin sambil nonton kartun."
Seokjin yang baru masuk membawa segelas susu hangat langsung tersenyum lebar. "Tentu saja! Kakak sudah membatalkan semua jadwal pemotretan hari ini cuma buat nemenin kamu. Kita akan pesta sosis dan es krim sepanjang hari!"
Aira tersenyum lebar, matanya berbinar bahagia. Namun tiba-tiba, mode mood swing-nya aktif saat ia teringat wajah dingin Manajer Kang semalam. Matanya mulai berkaca-kaca. "Tapi... kalau nanti ada orang jahat lagi gimana? Hiks... Aira takut..."
Seketika, ketujuh pria di ruangan itu panik. Yoongi yang biasanya dingin langsung duduk di depan Aira dan memegang tangannya. "Dengar, Aira. Selama Kakak masih bernapas, tidak akan ada sehelai rambut pun dari kepalamu yang jatuh. Kita akan ganti semua staf keamanan kalau perlu. Sekarang, jangan nangis lagi ya? Nanti wajah cantikmu jadi bengkak."
Meskipun Aira sedang "sembunyi" di rumah, para pangeran dari sekolah tidak tinggal diam. Siang harinya, Mansion Kim kedatangan tiga mobil mewah yang berjejer rapi di gerbang depan. Guanlin, Sunoo, dan Heeseung datang membawa perlengkapan "penyembuhan trauma" versi mereka sendiri.
"Mau apa lagi bocah-bocah ini ke sini?" gerutu Hoseok sambil mengintip dari balkon.
Begitu mereka diizinkan masuk ke ruang tengah, mereka mendapati Aira sedang duduk di singgasana bantalnya, memakai piyama kelinci yang sangat imut, sedang disuapi buah anggur oleh Jimin.
"Aira, aku membawakanmu proyektor bintang terbaru. Kau bisa mengubah kamarmu menjadi galaksi kalau kau merasa takut di kegelapan," ucap Guanlin sambil meletakkan kotak besar di meja. Ia memberikan senyuman "Sultan" yang sangat menawan.
Heeseung tidak mau kalah, ia mengeluarkan gitar akustiknya. "Aku tidak bawa barang mewah, tapi aku punya lagu baru. Judulnya 'Aira si Gadis Bintang'. Mau dengar?"
Aira langsung duduk tegak, matanya berbinar. "Mau! Kak Heeseung nyanyi ya!"
Heeseung mulai memetik gitarnya dengan melodi yang sangat romantis dan manis. Suaranya yang merdu membuat Aira terpaku, ia bahkan tanpa sadar menarik ujung baju Heeseung agar pria itu duduk lebih dekat dengannya. Melihat itu, Jungkook yang sedang memegang piring buah langsung mendengus cemburu dan sengaja duduk di antara Aira dan Heeseung dengan alasan "mau ikut dengerin".
Sunoo kemudian mendekat, ia menyerahkan sebuah botol parfum mungil. "Ini aroma khusus lavender dan vanilla. Kalau kau merasa cemas, hirup ini. Baunya akan mengingatkanmu padaku... eh, maksudku, bau ini akan membuatmu tenang."
"Makasih Kak Sunoo! Kakak-kakak semua baik banget sama Aira," ucap Aira sambil memberikan senyum paling manis yang ia miliki, membuat ketiga pangeran itu sekaligus ketujuh abangnya seketika "meleleh" dan berebut untuk duduk paling dekat dengannya.
Menjelang sore, Aira merasa pengap jika terus berada di dalam rumah diawasi oleh sepuluh pria protektif. Dengan bantuan Ryujin yang mengirimkan pesan teks rahasia, Aira berhasil menyelundupkan Guanlin dan Sunoo ke arah taman labirin di belakang mansion yang jarang dilewati staf.
"Akhirnya bisa napas!" seru Aira sambil berlari kecil di antara tanaman mawar merah yang mekar. Ia mengenakan dress selutut warna putih yang membuatnya tampak seperti peri hutan.
Guanlin sudah menyiapkan kain piknik di tengah labirin tersebut. Ada macaron warna-warni, teh chamomile, dan berbagai kue kecil. "Hanya di sini kakak-kakakmu tidak akan bisa menemukan kita selama tiga puluh menit."
Aira duduk dengan anggun, ia meraih sepotong macaron dan menyuapkannya ke mulut Guanlin. "Kak Guanlin, makasih ya sudah jadi teman riset yang paling sabar. Meskipun Aira sering merepotkan."
Guanlin tertegun, wajahnya sedikit memerah saat menerima suapan dari Aira. "Kau tidak merepotkan, Aira. Kau adalah bagian paling menyenangkan dari hariku."
Sunoo kemudian berbaring di samping Aira, meletakkan kepalanya di pangkuan Aira tanpa permisi. "Gadis kecil, kau tahu tidak? Tadi di sekolah, banyak yang menanyakanmu. Tapi aku bilang kau sedang kencan dengan pangeran paling tampan di dunia, jadi mereka jangan berani mengganggumu."
Aira tertawa, ia mencubit pipi Sunoo gemas. "Ih, Kak Sunoo pede banget! Siapa pangerannya? Kakak ya?"
"Siapa lagi kalau bukan aku?" balas Sunoo sambil menatap mata Aira dalam-dalam. Suasana menjadi sangat romantis di bawah langit sore yang mulai menguning.
Tiba-tiba, Aira melihat seekor lebah hinggap di bunganya. Karena kaget, ia langsung memeluk leher Guanlin yang duduk di dekatnya. "Waaa! Kak, ada lebah!" rengek Aira manja sambil menyembunyikan wajahnya di bahu Guanlin.
Guanlin tertawa dan membalas pelukan Aira dengan erat. "Cuma lebah kecil, Tuan Putri. Tidak usah takut."
Namun, di tengah momen manis itu, terdengar suara gemerisik dari balik tanaman mawar.
"TUH KAN! NAMJOON, LIHAT ITU! APA KUBILANG! MEREKA BENAR-BENAR MELAKUKAN PIKNIK ILEGAL!" teriak Seokjin yang tiba-tiba muncul dari balik semak-semak bersama Namjoon dan Yoongi yang memegang teropong.
Aira langsung melepaskan pelukannya dan memasang wajah "polos" paling andalannya. "Eh... Kak Jin... ini... ini Aira lagi riset... riset tentang piknik!"
"Riset matamu!" gerutu Yoongi sambil menarik Aira dari sana. "Ayo pulang! Waktunya makan malam dan tidak ada lagi riset-risetan dengan rubah-rubah ini!"
Malam itu berakhir dengan Aira yang disidang di ruang makan, namun karena ia terus memberikan tatapan mata kucing yang menyedihkan, ketujuh abangnya justru berakhir dengan memanjakannya lebih parah lagi, memberinya tumpukan es krim dan memijat kakinya sampai ia tertidur pulas.
Setelah keributan piknik di taman, Aira dibawa masuk ke dalam Mansion dengan pengawasan ketat. Namun, suasana mendadak sunyi saat terdengar denting piano dari arah ruang hiburan bawah tanah. Itu bukan Yoongi, nadanya lebih lembut dan penuh kerinduan.
Aira yang sedang mode manja langsung melepaskan pelukan Taehyung dan berjalan mengikuti suara itu. Di sana, di depan piano kristal putih, Heeseung sedang duduk sendirian. Ia tidak ikut berebut perhatian di taman tadi karena ia sedang menyelesaikan "mahakarya" untuk Aira.
"Kak Heeseung..." panggil Aira lirih.
Heeseung menoleh, tersenyum sangat tipis tapi begitu tulus. Ia menepuk bangku piano di sampingnya. "Sini, Tuan Putri. Kakak sudah menunggumu. Maaf tadi Kakak menghilang, Kakak hanya tidak ingin mengganggumu yang sedang asyik tertawa bersama yang lain."
Aira langsung duduk di samping Heeseung, menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. "Aira pikir Kakak marah atau pulang duluan."
"Mana mungkin Kakak bisa pergi kalau jantung Kakak tertinggal di sini?" bisik Heeseung, membuat wajah Aira langsung memerah. Heeseung mulai memainkan melodi yang sangat indah. "Ini lagu untukmu. Judulnya 'The Author's Heart'. Lagu ini bercerita tentang seorang gadis yang punya sejuta rahasia, tapi hanya butuh satu pelukan untuk merasa aman."
Heeseung bernyanyi dengan suara velvet-nya yang sangat merdu. Aira merasa terbang ke awan. Di bawah pengaruh melodi itu, Aira secara refleks memeluk lengan Heeseung dan menyembunyikan wajahnya di sana. "Suara Kakak... bikin Aira pengen tidur di sini selamanya," gumam Aira manja.
Tanpa mereka sadari, Jimin dan Jungkook sedang mengintip dari balik pintu. "Aish, Heeseung ini diam-diam menghanyutkan! Lihat tuh, Aira sampai nempel begitu!" bisik Jimin sambil menggigit jarinya cemburu.
Malam harinya, Aira merengek manja pada Jin karena ingin makan tteokbokki di pasar malam festival sungai Han. Akhirnya, dengan pengawalan rahasia, Aira diizinkan pergi bersama Heeseung dan Guanlin.
Aira memakai pakaian super imut rok flanel, sweater rajut warna soft pink, dan bando telinga kelinci yang bisa bergerak. Ia terlihat seperti boneka hidup.
"Kak Heeseung, beli itu! Aira mau kincir angin pelangi!" seru Aira sambil menarik-narik ujung jaket Heeseung.
Heeseung tertawa, ia segera membelikannya dan memasangkan kincir itu di tas Aira. "Apapun untuk adik kecilku yang manja ini."
Sementara itu, Guanlin bertugas membawakan semua belanjaan Aira dari boneka beruang raksasa sampai jajanan pasar. Meskipun dia seorang pewaris kaya, Guanlin rela jadi "pembantu" pribadi Aira asalkan bisa melihat senyum gadis itu.
Tiba-tiba, Aira melihat dua orang pria memakai masker hitam, kacamata hitam, dan topi sangat rendah sedang bersembunyi di balik gerobak odeng. Mereka adalah Jungkook dan Taehyung yang menyamar jadi pengawal bayangan.
Aira yang jahil sengaja mengerjai mereka. Ia tiba-tiba memeluk lengan Heeseung dan Guanlin secara bersamaan. "Duh, Aira takut gelap nih... Kakak-kakak jangan lepasin tangan Aira ya!"
BRAKK! Jungkook yang kaget karena cemburu tanpa sengaja menyenggol tumpukan kaleng di sampingnya.
"Aira! Kakak... eh, maksudku... meong!" Jungkook mendadak mengeong saat Aira menoleh ke arahnya. Aira tertawa terbahak-bahak melihat abangnya yang jago bela diri itu mendadak jadi kucing karena ketahuan membuntuti.
Puncak festival musim semi ditandai dengan pesta kembang api yang sangat megah. Aira, Heeseung, dan Guanlin duduk di tepi sungai Han yang tenang. Heeseung melepaskan jaketnya dan menyampirkannya ke bahu Aira agar ia tidak kedinginan.
"Aira," panggil Heeseung pelan saat kembang api pertama meledak di langit. "Besok, kalau kau kembali ke sekolah... jangan pernah merasa takut lagi. Ingatlah lagu yang Kakak nyanyikan tadi. Itu adalah mantra pelindungmu."
Aira menatap Heeseung dengan mata berbinar. "Makasih ya Kak. Aira seneng banget hari ini. Aira nggak nyangka Kak Heeseung bakal se-perhatian ini."
Guanlin ikut mendekat, ia menggenggam tangan Aira yang lain. "Kami semua ada di sini, Aira. Bukan karena kau Miss KA, tapi karena kau adalah Aira yang cengeng dan suka stroberi. Itulah Aira yang kami cintai."
Aira merasa sangat dicintai. Ia memeluk kedua pria tampan itu secara bergantian, membuat suasana menjadi sangat hangat dan romantis. Namun, tiba-tiba mood Aira berubah lagi saat kembang api berakhir. "Yah... kembang apinya habis... hiks... kok cepet banget..."
"Eh, jangan nangis!" Heeseung panik. Ia langsung menarik Aira ke pelukannya, mengelus rambutnya lembut. "Nanti Kakak belikan kembang api satu gudang kalau kau mau! Jangan sedih ya?"
"Beneran ya? Janji?" rengek Aira sambil mendongak, hidungnya memerah lucu.
"Janji, Tuan Putri," jawab Heeseung dan Guanlin kompak.
Di kejauhan, Jungkook dan Taehyung hanya bisa gigit jari melihat adiknya didekap dua pangeran tampan. "Kak, besok kita harus bikin aturan baru. Nggak boleh ada yang peluk Aira lebih dari tiga detik!" gumam Jungkook serius.
Malam itu berakhir dengan Aira yang tertidur di mobil dalam dekapan Heeseung, sementara abang-abangnya sudah menunggu di rumah dengan sejuta pertanyaan dan rasa cemburu yang lucu.
[TO BE CONTINUED]
📢 UWUUU! Heeseung akhirnya keluarin jurus mautnya! 😍 Suaranya yang merdu dan perhatiannya yang kalem bener-bener bikin Aira meleleh. Tapi gimana reaksi Jungkook besok pagi?
👇 VOTE [A] Heeseung si Pangeran Melodi | [B] Guanlin si Sultan Protektif | [C] Sunoo si Rubah yang pinter banget godain Aira!
💬 KOMEN : Menurut kalian, siapa nih yang paling pantes jadi 'pacar' pertama Aira kalau abang-abangnya setuju? 😂
🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Perjalanan cinta Aira makin panas, apalagi besok mereka harus kembali ke sekolah!
⭐ KASIH RATING 5 STARS biar Aira makin disayang sama semua cowok tampan ini!
BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #AiraManja #HeeseungSweet #GuanlinProtective #JealousBTS