NovelToon NovelToon
YOUR STEPMOTHER

YOUR STEPMOTHER

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Ibu Tiri
Popularitas:56.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.

Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.

Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.

Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.

Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?

Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 JIKA ADA SEMBILAN NYAWA

Anita Tumbler termangu mematung seraya menatap sayu ke arah bocah kecil berjenis perempuan itu.

Namanya Alana yang rupa wajahnya sangat mirip sekali dengan rupa mendiang putri kandung Anita Tumbler yang tewas pada insiden berdarah minggu malam di rumah besar mereka dua ratus tahun yang lalu.

Anita menatap sendu kepada Alana kecil yang merengek-rengek memintanya bermain boneka kayu hadiah pemberian dari Pedro.

Seandainya saja Anita mempunyai sembilan nyawa maka dia akan coba menghidupkkan kembali kedua anaknya yang tewas dalam tragedi berdarah dua ratus tahun yang lalu namun takdir berkehendak lain karena mereka tidak pernah kembali hidup lagi.

Pada akhirnya, Anita menyerah pada takdir Tuhan Yang Maha Esa bahwa Karen dan Kaelan, kedua anak kandunya tidak mungkin bisa dihidupkan kembali.

"Andai aku punya sembilan nyawa maka aku akan membaginya untuk Kaelan dan Karen agar mereka hidup kembali..."

Anita bergumam pelan seraya menatap sayu ke arah Alana kecil yang masih menarik ujung kemejanya.

"Mama... Mama... Main, mama... !"

Rengek Alana kecil merajuk manja pada Anita Tumbler berulang-ulang.

"Mama... !"

Panggil Alana kecil dengan pandangan mata berbinar-binar terang.

"Ah, iya, maaf, Alana, mama melamun tadi, apa yang Alana minta dari mama Anita ?"

"Alana mau main sama mama, boneka kayu !"

"Oh, main boneka kayu dengan mama Anita, boleh, ayo main sama mama !"

"Hore... ! Asyik... !"

"Kalau begitu kita main di meja sini saja, ya, biar Alana tidak jauh-jauh dari papa Adrian mainnya."

"Yeaaay, iya, mama !"

Alana kecil memekik dengan senang sambil menggoyangkan mainan boneka kayunya berulang kali lalu tertawa ceria.

Tampak Anita hanya tersenyum melihat reaksi dari Alana kecil.

"Kita main boneka sekarang, Alana."

"Ya, mama Anita !"

Anita mengajak Alana kecil untuk duduk di meja dekat meja rombongan keluarga Alana, mereka mulai bermain-main boneka kayu itu.

Senyum ceria menghias wajah mungil Alana kecil ketika dia bermain bersama Anita Tumbler, sedangkan Adrian Wilson duduk sembari memperhatikan mereka bermain-main.

Tawa riang terdengar dari arah Anita dan Alana yang keasyikan bermain boneka kayu sihir.

"Hidangan makanan telah selesai, silahkan dinikmati semua !"

Sapa salah satu karyawan bar dengan membawa senampan besar berisi hidangan makanan pesanan para tamu rombongan dari luar kota.

"Semoga kalian suka dengan masakan di restoran bar ini, dan selamat menyantap hidangan ini !"

Pedro datang sembari membawa beberapa gelas minuman ringan ke arah meja rombongan tamu, diletakkannya gelas-gelas berisi minuman ke atas meja bar.

"Selamat menikmati suasana di tempat kami !"

Ucap Pedro ramah lalu tersenyum simpul di samping rekan kerjanya.

Rombongan tamu bar menyambut mereka dengan senang, tanpa sungkan-sungkan mereka semua langsung menyantap hidangan yang tersaji di hadapan mereka.

Anita tersenyum puas karena rombongan tamu di barnya tampak puas dengan pelayanan yang ada di tempat usahanya.

Tak tanggung-tanggung, Anita memerintahkan kepada karyawannya untuk menghidangkan menu tambahan berupa camilan ringan sebagai bonus.

"Hari ini, saya akan traktir minuman kalian setelah pesanan pertama, anggap saja sebagai hadiah istimewa telah mampir ke tempat kami !"

Anita berucap sembari berdiri tegak, menghadap ke arah rombongan tamu di hadapannya.

Perkataan Anita segera mendapatkan respon meriah serta sambutan tepuk tangan dari rombongan tamu dari luar kota yang datang ke tempat usahanya, mereka terlihat sangat bahagia mendengar kalimat yang diucapkan oleh Anita Tumbler.

Mereka dengan antusiasnya memberikan reaksi sembari mengangkat gelas minuman mereka semua sebagai bentuk penghormatan serta rasa terima kasih mereka terhadap Anita sang pemilik bar ini.

"Cheeeersss... !!!"

Teriak mereka semua dengan nada suara senang.

Anita tersipu malu sembari tersenyum lega, kebahagiaan benar-benar dia rasakan hari ini, berulangkali dia menganggukkan kepalanya serta membungkuk hormat pada semua rombongan tamu.

Sebuah pengalaman unik yang jarang-jarang dia dapatkan pada hari-hari biasanya sebab bar akan dikunjungi oleh pelanggan-pelanggan tetap yang setia setiap hari datang untuk sekedar melepas penat dengan memesan minuman ringan atau camilan ringan.

Alana kecil ikut bersorak ceria sembari menari-nari riang di dekat Anita Tumbler, sepertinya bocah perempuan kecil ikut merasakan kebahagiaan semua orang yang hadir di sini, sedangkan Azka hanya duduk kursi makannya seraya menikmati roti isi daging pesanannya.

"Alana sayang, apa Alana tidak ikut makan, sayang ?"

"Ya, mama Anita, tapi Alana suka di suapin."

"Disuapin ?"

Anita Tumbler semakin tercengang serta tertawa kecil.

"Memangnya kalau di rumah, siapa yang menyuapi Alana ?"

"Bibi Tania, mama Anita !"

"Siapa bibi Tania ?"

Tanya Anita Tumbler tak mengerti dengan ucapan bocah kecil itu.

"Dia pengasuh Alana dan Azka semenjak bayi..."

Sahut Adrian Wilson dari tempatnya duduk seraya mengunyah makanannnya.

"Oh, bibi pengasuh, memangnya mama kandung Alana dan Azka kemana ?"

"Hazel sudah lama meninggal dunia, sejak Alana dan Azka masih bayi."

"Oh, maaf, aku turut berduka cita, dan maafkan ketidaktahuanku ini, Adrian."

"Tidak masalah, bukan salahmu jika kau tidak tahu menahu soal ini, kita juga baru bertemu pertama kalinya, Anita..."

"Seharusnya aku tanggap terhadap situasi ini saat Alana kecil memanggilku dengan sebutan mama tadi..."

"Tidak masalah, Anita..."

Anita terdiam sejenak lalu menatap teduh kepada Alana kecil di hadapannya, diam-diam hatinya jatuh iba terhadap Alana kecil.

Tiba-tiba Alana kecil berkata lantang kepada Anita Tumbler.

"Mama Anita mau jadi mama Alana dan Azka ?"

Tersentak Anita Tumbler ketika dia mendengarkan ucapan Alana kecil, sehinhga dia hampir jatuh terduduk di lantai barnya.

Untung saja Tarsius Wilson segera menahan tubuh Anita agar dia tidak terjatuh terjengkang.

"Berhati-hatilah, Anita...''

Bisik Tarsius Wilson ketika dia berada di dekat Anita Tumbler.

''Hai, ada seekor lamur kecil yang lucu !!!"

Teriak ceria Alana kecil sembari melompat cepat ke dekat Tarsius Wilson lalu didekapnya primata langka itu erat-erat, sehingga Tarsius Wilson sesak nafas.

"Kau hewan yang sangat lucu, aku menyukaimu..."

"Alana, lepaskan dia, jangan siksa hewan malang itu, sayang !"

"Tidak papa, Alana suka sekali padanya, boleh Alana memeliharanya, papa..."

"Tapi hewan itu bukan punya papa, Alana !"

"Biarkan Alana memilikinya, papa ! Alana mohon sekali !"

"Alana, ayolah, sayangku ! Jangan mempersulit papa, sayang !"

"Tidak, papa..., Alana ingin bermain dengan hewan lucu ini... !"

Alana kecil masih mendekap erat-erat tubuh primata langka itu bahkan tak ingin melepaskan Tarsius Wilson.

Terpaksa Adrian Wilson menarik kedua tangan Alana agar putri kecilnya itu mau melepaskan hewan primata langka itu dari dekapannya.

"Alana, berikan hewan itu pada Anita !"

"Tidak mau, Alana tidak mau melepaskannya !"

"Alana !"

Adrian Wilson menegur keras putri kecilnya dengan sikap tegas, dia menatap tajam kepada Alana kecil agar putrinya itu mau bersikap sopan.

"Jangan permasalahkan hal ini, Adrian. Biarkan Alana bermain-main puas dengan Tarsius Wilson !"

Anita Tumbler segera bertindak cepat sebagai penengah diantara Alana kecil dengan Adrian Wilson.

Terdengar suara kecil dari Alana berbicara pada papanya.

"Dengar papa, nama hewan lucu ini sama denganmu, papa !"

Alana kecil berteriak ceria seraya menggendong Tarsius Wilson lalu memutar-mutarkan tubuh hewan primata langka itu ke arah kanan dan kiri secara bergantian.

"Wilson ! Wilson ! Wilson ! Aku akan memanggilmu Wilson saja !"

Anita tersentak kaget, sedangkan wajahnya langsung berubah semburat memerah akibat dia menyebutkan nama lengkap Tarsius Wilson, hewan primata langka peliharaanya, sehingga Alana kecil merespon ucapannya.

1
Patricia Vernanda
kakek nih jeli juga ya ternyata 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya
Patricia Vernanda
srem juga tinggal di kota mati
Patricia Vernanda
saya sih penasaran dengan hewannya darimana dia muncul
Patricia Vernanda
ternyata anita tuh tajir juga ya 🤭
Patricia Vernanda
serem juga tinggal di gedung tua yak
Patricia Vernanda
monyet bukn nih primata
Patricia Vernanda
jadi teringat apa ya
Patricia Vernanda
🤭
Patricia Vernanda
nyaris sja mrreka nih 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya Anita bisa bersama mereka lagi meski beda situasi tapi setidaknya Anita dapat bertemu orang2 yang mirip dengan mendiang keluarganya
Patricia Vernanda
up thor 💪
sky 15
gak deh untuk kesekian kalinya
sky 15
Yailah, dah dikutuk ngapai nolong orang yang ngutuk kamu Anita...
sky 15
biar aja gak usah kembali dah daripada hidup terkutuk terus terusan
sky 15
Cinta yang membusuk
sky 15
hidup di kota mati yang gak ada apa-apanya seperti hidup di perantauan yang gak kenal siapa-siapa
sky 15
Dia benar-benar frustasi
sky 15
Bagaikan hidup tak mau mati pun segan bagi Anita Tumbler
sky 15
Gak bisa bayangkan bagaimana jadi Anita Tumbler...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!