NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. POSISI

Keributan yang sempat mengguncang Divisi Keuangan dan Divisi IT tidak benar-benar berakhir saat pintu ruang rapat ditutup dan suara debat diredam oleh perintah manajemen. Kekacauan itu meninggalkan bekas, retakan kecil yang menjalar pelan di dalam tubuh Morelli Corporation. Seperti kaca yang tampak utuh dari luar, namun telah dipenuhi garis-garis halus yang siap pecah kapan saja.

Beberapa hari setelah kejadian itu, gedung Morelli tetap berdiri megah dengan dinding kaca berkilau dan lantai marmer yang dingin.

Namun di balik ketertiban itu, suasana berubah. Para karyawan bekerja dengan kepala menunduk, percakapan dipelankan, dan setiap langkah terasa lebih berhati-hati. Nama satu orang berulang kali muncul dalam bisikan samar di pantry, di lorong darurat, bahkan di dalam lift.

Celina Dawson.

Seorang office girl.

Posisi paling rendah dalam struktur perusahaan, yang seharusnya nyaris tak terlihat. Namun justru dialah yang tanpa sengaja menarik benang pertama dari kekacauan besar itu.

Celina sendiri tidak merasa hidupnya berubah drastis.

Ia tetap datang pagi-pagi, mengenakan seragam abu-abu sederhana dengan kartu identitas tergantung rapi di dadanya. Rambut cokelatnya selalu diikat rendah, tidak pernah mencolok, tidak pernah berusaha menarik perhatian terutama dengan kacamata hitam besarnya itu.

Namun ada satu hal yang tidak bisa ia abaikan.

Celina lebih sering dipanggil ke lantai eksekutif.

Dan setiap kali itu terjadi, jantung gedung seakan berdenyut lebih kuat.

"Celina?"

Suara itu terdengar datar, rendah, namun memiliki daya tekan yang membuat siapa pun refleks meluruskan punggung.

Celina berdiri di depan pintu ruang CEO. Ia menarik napas singkat, bukan karena gugup, melainkan kebiasaan sebelum memasuki ruang baru. Ketika pintu terbuka, ia melangkah masuk dengan sikap tenang.

Theodore Morelli duduk di balik meja besar dari kayu gelap. Cahaya matahari jatuh miring ke sisi wajahnya, memertegas rahang dan sorot mata dingin yang selama ini menjadi legenda di kalangan karyawan. Di ruangan itu, udara terasa lebih berat, lebih sunyi, seolah segala suara harus meminta izin sebelum berani keluar.

"Ya, Mr. Morelli?" sahut Celina.

Tidak ada getar di suaranya.

Theo mengangkat pandangan perlahan.

"Sortir berkas ini." Ia mendorong setumpuk map tebal ke arah Celina. "Kontrak investor tiga tahun terakhir. Aku ingin diurutkan berdasarkan nilai, risiko, dan catatan pelanggaran."

Itu bukan permintaan kecil.

Beberapa staf senior membutuhkan waktu berjam-jam, bahkan hari ... untuk menyelesaikan tugas serupa.

Celina hanya mengangguk. "Baik," jawabnya singkat.

Gadis tersebut membawa berkas itu ke meja kecil di sudut ruangan. Tidak ada raut bingung, tidak ada keluhan. Jarinya bergerak cepat membuka map demi map, matanya membaca sekilas, namun seolah merekam setiap detail yang tertulis di sana.

Tiga puluh menit kemudian, ia kembali.

Berkas-berkas itu tersusun rapi. Ada penanda warna, catatan kecil yang ditempel di sudut halaman, bahkan simbol-simbol sederhana yang memudahkan pembacaan.

Theo menatapnya lama.

Ia tidak memuji. Tidak juga bertanya.

Namun jelas Celina melakukan pekerjaan bahkan lebih baik dari karyawan utama di Morelli Corporation ini. Terlalu apik untuk seorang office girl. Bahkan gadis itu tidak bertanya apa yang harus dilakukan, namun menyelesaikan yang Theo suruh dengan sempurna.

Dan sejak hari itu, Celina semakin sering dipanggil untuk melakukan tugas-tugas kecil dari Theo.

Menyortir dokumen lama. Mengantar data antar divisi. Mencocokkan laporan yang tercecer. Pekerjaan-pekerjaan yang tampak sepele, namun membutuhkan ketelitian tinggi.

Dan Celina selalu menyelesaikannya dengan cepat.

Terlalu cepat.

Ruangan Theo yang biasanya sunyi kini penuh dengan suara sang Ketua IT yang setiap hari membicarakan soal Celina.

"Aku tidak bercanda, Theo," ujar Cedric memenuhi ruangan.

Cedric menjatuhkan tubuhnya ke sofa ruang kerja Theo, laptop terbuka di pangkuannya. Rambutnya sedikit berantakan, matanya menyimpan lelah bercampur rasa penasaran yang sulit disembunyikan.

"Office girl itu tidak normal," sambung Cedric tanpa niat menjelekkan.

Theo tidak menoleh. Tangannya masih bergerak di atas tablet, membaca laporan dengan wajah datar.

"Semua orang punya keahlian masing-masing, Cedric," sahut Theo santai.

"Keahlian?" Cedric mendengus. "Dia membantu menyelesaikan rumus coding yang membuat tim IT-ku nyaris begadang berbulan-bulan demi menemukan rumus yang tepat. Dan dia menemukan rumus itu hanya dengan sekali lihat rumus di papan tulis yang bahkan sempat dihapus."

Theo akhirnya mengangkat kepala. "Dan?"

"Jadikan saja dia asistenku." Cedric bersandar, nada suaranya setengah bercanda, setengah serius. "Aku butuh otak seperti itu di dekatku. Jangan sia-siakan kemampuan langka seperti dia. Bahkan dia paham tentnag rumus coding. Berikan dia padaku."

Theo berdiri. Ia berjalan menuju jendela besar yang menghadap kota Los Angeles.

"Tidak," jawab Theo.

Satu kata.

Cedric menghela napas kasar. "Kau selalu menolak tanpa diskusi."

"Aku punya alasan." Theo menoleh. "Pertama, latar belakangnya tidak jelas. Kedua, perusahaan ini sedang disusupi. Ketiga, posisinya sekarang membuatnya lebih ... berguna."

Cedric mengernyit. "Berguna untuk apa?"

Pintu terbuka sebelum Theo menjawab.

Aiden masuk dengan langkah tenang namun wajah serius. Tablet di tangannya menyala, menampilkan data dan grafik.

"Laporan penyelidikan selesai. Aku sudah mendapatkan hasilnya. Ini cukup membuatku terkejut," kata Aiden agak ragu.

Ruangan itu seketika berubah.

Theo memberi isyarat singkat. "Katakan."

Aiden menarik napas. "Keributan beberapa hari lalu bukan insiden spontan."

Cedric langsung duduk tegak. "Sudah kuduga. Rasanya memang keributan kemarin agak aneh, terlalu kebetulan untuk dibilang tidak sengaja."

"Berkas keuangan yang ditemukan Celina di tempat sampah dibuang dengan sengaja. Dan benar Celina memang hanya menemukannya ketika dia curiga kalau map dan berkas itu masih rapih," kata Aiden.

Theo menyipitkan mata. "Pelaku?"

"Belum diketahui. Dia tahu titik buta CCTV Divisi Keuangan. Pergerakannya bersih," jawab Aiden.

"Orang dalam," gumam Cedric.

Aiden mengangguk. Lalu yang kedua, pria bernama Johan yang menjadi salah satu kaki tanganmu Cedric."

Nama itu menggantung di udara. Mengingatkan semua orang insiden beberapa waktu lalu.

"Apa yang kau temukan tentang pria itu?" tanya Theo.

"Setelah interogasi yang ketat, akhirnya dia mengaku kalau dia memang menyuruh Celina menghapus papan tulis itu. Tujuannya membuat keributan di divisi IT dan dia dibayar. Kami menemukan aliran dana ke rekeningnya." Aiden berhenti sejenak. "Sumbernya dari Helix Dynamic."

Keheningan jatuh.

Helix Dynamic.

Nama yang selama ini menjadi duri di sisi Morelli Corporation.

"Jadi kekacauan itu sungguh dirancang," ujar Cedric.

"Untuk menciptakan kegaduhan dan mengalihkan fokus. Terutama dari proyek AI yang sedang dikembangkan dan bermasalah karena kebocoran ke pihak luar," timpal Aiden.

Theo mengepalkan tangan.

"Kita beruntung. Jika bukan karena Celina, kerugian kita bisa jauh lebih besar. Kekacauan akan lebih rumit. Dia tidak sengaja masuk dalam masalah, tapi secara tidak langsung dia mencegah masalah itu menjadi lebih besar," kata Aiden.

Theo diam sejenak.

"Sekarang latar belakang Celina Dawson," pinta Theo.

Aiden ragu. "Hanya satu riwayat kerja. Internet cafe pinggir kota. Tidak ada data sekolah, rumah, atau kelahiran."

"Maksudmu?" tanya Theo dengan dahi berkerut.

Aiden menelan ludah. "Jika ditelusuri lebih dalam ... Celina Dawson tidak pernah ada."

Cedric bersiul pelan. "Identitas palsu untuk seorang office girl. Aku malah semakin tertarik dengan gadis itu," katanya.

Theo berpikir lama, lalu berkata pelan namun penuh makna.

"Aku akan menempatkannya di sisiku," ujar Theo akhirnya.

"Sebagai pengawas?" tanya Aiden.

"Sebagai mata dan telinga di perusahaan ini untukku," jawab Theo.

Cedric mengernyit. "Dan kalau dia mata-mata?"

Theo tersenyum tipis. "Itulah alasanku menaruhnya didekatku. Aku akan menilai apakah dia musuh atau sekutu."

Aiden bertanya pelan. "Kenapa kau begitu tertarik padanya?"

Theo terdiam lama. "Karena di tengah kekacauan, matanya tetap tenang. Dan karena dia berani menatapku tanpa takut."

Cedric dan Aiden saling lihat karena ucapan Theo yang tidak biasa ini.

Senyum samar muncul di wajah Theo. "Orang seperti itu langka. Dia tidak merendahkan diri walau tersudut namun tidak angkuh untuk menunjukkan kalau dia punya kekuatan untuk melawan walau dia bisa. Matanya terlalu jeli dalam menilai keadaan. Kau sendiri bilang Cedric, bahwa gadis itu tidak boleh disia-siakan kemampuannya. Dan aku akan menggunakannya sebagai orangku."

Cedric dan Aiden tidak pernah melihat Theo setertarik ini terhadap seseorang kecuali keluarganya.

Di lantai bawah, Celina Dawson berjalan menyusuri lorong dengan setumpuk berkas di tangan, sama sekali tidak tahu bahwa sejak hari itu, ia telah masuk ke dalam permainan yang jauh lebih besar dari dirinya.

Dan Theodore Morelli telah menandai Celina Dawson sebagai miliknya. Dan Celina tidak akan pernah bisa lari dari Theo. Tidak akan ....

1
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
Dew666
🪸🪸🪸🪸
Archiemorarty: terima kasih udah baca ceritanya 🥰
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
Miss Typo
semoga nasib Celine gak terlalu berat seperti orang tuanya dulu
Archiemorarty: Semoga ya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
siapa itu, kok aku curiga sama Rina temen office girl itu ya 😁
Archiemorarty: Ehhh....🤭
total 1 replies
mimief
ayooo,kita mulai berburu,kalau kata mamak Lily 🤭
Archiemorarty: Aduhh...jangan donk, kalau mereka udah berburu tahu sendiri 🤭
total 1 replies
mimief
lagi Thor
up lagi
up lagi
Archiemorarty: Bener...ujan bikin mager asli 🤣
total 3 replies
mimief
emangnya cerita Lucas Ampe Zen lahir ya
kok aku ngelag yaa🤭
mimief: Wkwkkwk
terserah othor deh,ajh mah percaya aja
total 2 replies
mimief
ahhhh..mknya jenius nya ga ngotak yaa.
mang ada runtutan nya.
karena kalau normalnya, walaupun punya ingatan fotografi
tapi ga sedetail dan sekuat itu
othorrt,akh padamu da ah
mimief: iy..
tapi liat Celine jadi keinget dia
pas nemuin copet pas di bis...
ingetannya lebih lebih kyk cctv
total 9 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹😰😰
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙢𝙚𝙣𝙚𝙜𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙧𝙪, 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 🦾🦾🦾
PengGeng EN SifHa
Apakah nasib CELLINE akan sama dengan cerita MAMAnya dulu thoor ??

q bacanya saja bikin OTAK panas...apalagi season LUCAS FAMILY ?
Archiemorarty: Waduhh...😭
total 3 replies
Miss Typo
wauuu makin seru, dan menunggu saat menegangkan
Miss Typo
gmn reaksi Theo saat berhadapan dgn Daddy nya Celine 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!