NovelToon NovelToon
Aku Bukan Milik Langit

Aku Bukan Milik Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:980
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Di dunia yang tunduk pada Mandat Langit, kultivasi bukan sekadar kekuatan, melainkan belenggu. Setiap embusan qi dikenakan pajak oleh langit, dan mereka yang membangkang akan dikutuk dalam kehancuran. Di tengah tatanan tiran ini, hiduplah Li Shen, seorang yatim piatu fana dengan meridian cacat yang dianggap sampah oleh dunia.

Namun, penolakannya terhadap anugerah langit justru menarik perhatian Dewa Xuan Taiyi.

Selama seratus tahun, Li Shen ditempa dalam isolasi dimensi Taixu Shengjing, mengasah Kehendak Murni yang tidak mampu diintervensi oleh dewa mana pun. Ia bangkit kembali bukan sebagai pahlawan, melainkan sebagai Penolak Takdir.

Perjalanan panjangnya di mulai dari Perkumpulan Tanpa Mandat, sebuah gerakan revolusi rakyat kecil Lianzhou yang muak dengan penindasan langit. Bersama Yan Shuhua (Hua'er), gadis pembunuh bayaran yang setia, dan Ru Jiaying, penjinak binatang roh misterius, Li Shen memulai perang mustahil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Darah di Gang Timur

Gang timur sempit dan lembap. Dinding batu yang retak menyerap bau arak, keringat, dan air limbah yang mengalir tipis di sela-sela bebatuan. Lentera-lentera merah menggantung, cahayanya cukup namun tidak merata, menciptakan bayangan panjang seperti hantu.

Hua’er berhenti di balik sudut tembok, memberi isyarat dengan dua jari.

Li Shen mengangguk tidak jauh dari tempatnya.

Dari kejauhan, mulai terdengar suara langkah berat dan canda tawa yang jelas-jelas menyebutkan bahwa orang-orang itu sedang mabuk. Seorang pria berjalan sempoyongan di tengah gang, diapit dua pengawal bersenjata tombak. Jubah pengawas itu kusut, sabuknya longgar, dan wajahnya memerah oleh arak. Ia sama sekali tidak waspada, terlalu terbiasa dilindungi mandat dan status.

“Pengawas Qiu Bei,” bisik Hua’er nyaris tanpa suara. “Bertanggung jawab atas tiga gudang qi dan satu tambang kerja paksa. Dua puluh tujuh kematian tercatat. Yang tak tercatat… jauh lebih banyak.”

Li Shen tidak menjawab. Tangannya sudah meraih gagang pedang Langit di balik jubah.

“Milikmu yang kanan,” lanjut Hua’er. “Aku ambil yang kiri dan target utamanya.”

Li Shen mengangguk sekali.

Mereka bergerak hampir bersamaan.

Hua’er meluncur lebih dulu, tubuhnya ringan seperti bayangan yang jatuh dari lentera. Belatinya muncul tanpa suara, satu kilatan perak, lalu menancap masuk ke tenggorokan pengawal kiri. Darah menyembur singkat, tubuh itu ambruk tanpa sempat bersuara.

Pengawal kanan sempat menoleh namun terlambat sudah.

Li Shen sudah berada di belakangnya. Raut wajahnya datar, melawan entah berapa banyak bayangan mengerikan di Taixu Shengjing selama seratus tahun tidak sebanding dengan menghadapi satu pengawal keroco yang mabuk.

Pedang Langit keluar setengah bilah, cukup untuk menebas tendon leher. Gerakannya singkat, efisien. Tubuh pengawal itu roboh, tombaknya jatuh beradu dengan batu, mengeluarkan bunyi logam yang teredam.

Pengawas Qiu Bei tersentak. Mabuknya buyar seketika.

“A-apa—!”

Hua’er sudah berdiri di depannya. Senyumannya miring. Matanya menyipit tajam. “Apa malam judimu berakhir mujur?”

Pengawas itu mundur, tersandung mayat pengawalnya sendiri. “S-siapa kalian?! Aku pejabat Tianyuan! Mandat—!”

Belati Hua’er menancap di pahanya.

Jeritannya yang seharusnya nyaring justru tercekik.

Itu karena Li Shen melangkah maju. Aura kehendak murni-nya menekan ruang sempit itu, membuat napas Pengawas Qiu terasa berat, seolah udara menolak masuk ke paru-parunya.

“Mandat tidak ada di gang kotor ini,” kata Li Shen datar. “Hanya perbuatanmu, yang perlu dipertanggungjawabkan.”

Pengawas itu meronta setengah mati, wajahnya basah oleh keringat dan darah. “A-aku hanya menjalankan perintah! Semua itu karena sistemnya! Kalau aku tak lakukan, aku yang mati!”

Hua’er berlutut di hadapannya. “Dan mereka yang kau bunuh? Anak-anak di tambang? Mereka juga menjalankan sistem?”

Belatinya berputar lincah di sela-sela jemarinya.

Li Shen memperhatikan. Ini bukan sekadar pembunuhan. Ini penghakiman.

Pengawas Qiu Bei menangis, suaranya kelewat cengeng. “Ampuni aku! Aku bisa memberi kalian emas! Atau Informasi! Aku—”

Pedang Langit terangkat.

“Sudah cukup,” ujar Li Shen.

Satu tebasan.

Kepala pengawas itu terjatuh ke samping, menghantam batu dengan bunyi tumpul. Darah mengalir cepat, membasahi gang, lalu meresap ke sela-sela tanah.

Hua’er berdiri, menyapu debu di jubahnya dengan tangan. Ia menatap mayat itu beberapa detik, lalu menghela napas panjang. Aura membunuhnya perlahan surut, digantikan kelelahan yang nyaris tak terlihat. “Kau lumayan juga.”

“Kau juga,” balas Li Shen. Ia membalut kembali pedangnya dengan kain.

“Kenapa kau yang menghabisinya?” tanya Hua’er. “Seperti ini bukan pertamakalinya bagimu untuk membunuh orang.”

Li Shen menatap darah di tanah. “Aku hanya ingin dia mati tanpa ilusi. Tanpa mandat. Tanpa doa.”

Hua’er terdiam. Lalu mengangguk pelan. Tidak bertanya lebih jauh jika sebenarnya Lin Shen hanya mengasah kemampuannya setelah sekian lama di dunia fana dia hanya menebas pohon, batu dan berlatih fisik.

Mereka bekerja cepat. Kantung penyimpanan qi milik pengawas diambil, simbol mandat di dadanya dipatahkan dan dibuang ke selokan penuh limbah bersamaan dengan mayat mereka. Dalam hitungan menit, gang itu kembali sunyi, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Sebelum pergi, Hua’er menoleh. “Ini biasanya titik di mana orang muntah, gemetar, atau menyesal,” katanya. “Kau tidak?”

Li Shen menggeleng. “Aku sudah biasa melihat yang jauh lebih mengerikan dari ini.”

Hua’er menatapnya lebih lama, menurunkan kain yang menutupi hidung dan mulut. Untuk pertama kalinya, ada sesuatu seperti pengakuan di matanya. “Perkumpulan akan menilaimu cepat atau lambat,” katanya. “Tapi bagiku… kau lulus.”

Li Shen hanya membalas dengan senyuman yang kelewat tipis. Tapi itu saja sudah cukup bagi Hua’er.

Darah masih mengalir tipis di sela batu ketika Li Shen merasa ada sesuatu yang bergeser di ujung gang.

Li Shen tidak menoleh, namun kesadaran dari kehendak murni-nya sudah mengunci arah itu.

Di atap bangunan nan meliuk-liuk di seberang gang, sesosok bayangan berjongkok. Tubuhnya menyatu dengan gelap, namun matanya sempat menangkap kilau pedang di tangan Li Shen. Itu sudah cukup baginya.

Bayangan itu segera mundur. Terburu-buru. Lalu lenyap di antara atap-atap tanpa meninggalkan suara.

Hua’er tidak menyadari apa pun.

Ia sedang mengikat kembali belatinya, memastikan tak ada jejak yang mencolok. Setelah itu ia menoleh pada Li Shen. “Kita selesai,” ujarnya. “Madam Liu pasti sudah menunggu kabar.”

Li Shen mengangguk, tapi pandangannya masih tertuju ke arah gang atas. “Aku akan menyusul,” ujarnya. “Ada urusan sebentar.”

Hua’er mengernyit tipis. “Sekarang?”

“Aku tidak akan lama.”

Hua’er menatapnya cukup lama, seolah menimbang. Akhirnya ia mengangguk. “Baik. Jangan terlalu lama. Gang ini bukan tempat yang bisa memberimu hiburan malam.”

Ia berbalik dan melangkah pergi, tubuhnya segera ditelan lorong gelap.

Begitu Hua’er benar-benar menghilang, Li Shen bergerak.

Ia melompat ke dinding gang, naik ke atap dengan satu tarikan ringan. Dari sana, jejak keberadaan tadi masih terasa samar. Tidak kuat. Tidak ceroboh. Namun jelas bukan orang biasa.

“Pengamat,” gumamnya.

Bukan pembunuh bayaran. Bukan pengemis dan bukan bawahan Tianyuan biasa. 

Li Shen berdiri diam di atas atap beberapa saat, membiarkan malam berbicara. Angin membawa bau kota, darah, dan sesuatu yang asing. Lalu ia berbalik, memilih arah berbeda dari Hua’er. 

Jika ada yang mengintai, maka ia perlu tahu sejauh apa mata itu melihat.

 

1
yuzuuu ✌
bau2 istri MC 🤭
yuzuuu ✌
lanjut lanjutt lanjut thor..... suka bngtt 😍
MuhFaza
lanjutt
yuzuuu ✌
wkakaka mampus
yuzuuu ✌
bakal se op apa beliau2 ini 👀
MuhFaza
baguss
MuhFaza
tpikal novel zero to hero
yuzuuu ✌
wakakak 🤣👍
yuzuuu ✌
meskipun menolak pemberian langit tapi nggak mulai dari nol yh,. si Xuan yg kasi secara cuma2 atw karena li Shen membunuh bayangan2 di taixu jadi naik tingkat?
yuzuuu ✌
apakah nanti jadi jodohnya huaer? 👀🤭
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
yuzuuu ✌
🤣/Sob/
yuzuuu ✌
jarang nemu novel yang pembukaannya rapi begini thor. semangat 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
yuzuuu ✌
suka tipe MC sampah begini di awalnya. tinggal jejak dulu thor, lanjutkan 👍
DanaBrekker: /Good/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!