NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiriman Sebuah Foto

*****

*  *  *

Jhoni terus memantau pergerakan Ariana dan Marvin. Kira - kira ada yang mencurigakan, Jhoni akan mengambil foto dan mengirimkan nya pada Rocky.

" Ri, aku pulang duluan ya. Capek banget, aduh... kasian nyokap nggak ada teman nya di rumah kalau malam." Ucap Lily pamit seraya menyusun barang - barang masuk ke dalam tas nya.

" Ya dah. Pulang duluan gih. Aku bentar lagi juga pulang kok. Tinggal nunggu mereka pasang lampu, habis itu langsung pulang."

" Nggak papa deh ya, hari ini pulang cepat. Besok malam baru lembur."

" Nggak papa, Ly. Pulang aja duluan. "

" Oke deh, kalau gitu aku balik duluan ya. Bye..."

" Bye... salam sama mama kamu ya..." Jerit Ariana ketika Lily sudah melangkah pergi.

" Beres..." Jerit Lily membalas ucapan Ariana.

Tak berapa lama, Ariana pun menyusun barang - barang nya dan bersiap untuk pulang. Karena lighting utama juga sudah selesai di pasang.

" Ariana..." Panggil Marvin.

Ariana yang tadi nya menunduk, sontak bangkit dan menoleh pada Marvin.

" Ya, pak. Ada apa?" Tanya Ariana.

" Kamu sudah mau pulang?" Tanya Marvin.

" Iya, pak. Ini lagi siap - siap. Memang nya kenapa, pak?" Jawab Ariana dengan berakhir bertanya.

" Saya mau minta tolong sama kamu."

" Minta tolong apa ya, pak?" Tanya Ariana heran.

" Kamu mau nolongin saya?" Tanya Marvin balik, dia meyakinkan Ariana.

" Ya... hhmmm.... mau... tapi apa?"

*

*

*

Marvin membawa Ariana ke salah satu butik yang tak jauh dari Mahendra Tower. Sebenar nya Ariana merasa bingung, kenapa Marvin membawa nya kesana. Tapi Ariana tidak bisa protes, karena tadi dia sudah menyetujui akan menolong Marvin.

" Mbak, tolong carikan gaun yang terbaik untuk teman saya ini ya." Pinta Marvin.

Ariana kaget. Marvin menyuruh mencarikan gaun untuk nya? Sebenar nya pertolongan apa yang di butuhkan Marvin saat ini sampai Ariana harus memakai gaun?

Atau jangan - jangan, Marvin mau mengajak Ariana kencan lagi?? Ingin rasa nya dia pergi dari sana, tapi dia sudah terlanjur janji menolong Marvin.

" Baik, Mas. Mari ikut saya, Mbak." Ajak pelayan toko.

Ariana hanya bisa pasrah mengikuti kemana pelayan toko akan membawa nya.

Sedangkan di tempat lain, Rocky tengah menggeram sekarang, dia mengepalkan tangan nya menatap foto yang di kirim Jhoni pada nya. Foto ketika Ariana dan Marvin masuk ke dalam butik.

Tanpa menunggu lama, Rocky langsung menghubungi Jhoni.

" Halo, Bos. " Ucap Jhoni berada di dalam mobil nya.

" Ikuti kemana pun mereka pergi. Jangan sampai kamu kehilangan jejak." Perintah Rocky.

" Baik, bos." Jawab Jhoni.

Dengan wajah yang masih emosi, Rocky kembali memasukkan ponsel nya ke dalam saku dan menunggu kabar selanjut nya dari Jhoni.

" Ini koleksi gaun terbaru untuk minggu ini. Nona silahkan pilih saja. Nanti akan saya temani mencoba nya."

" Terima kasih."

Ariana membalik - balik kan semua gaun yang di sana. Mencari gaun yang sesuai dengan selera nya. Hingga dia mantap pada satu pilihan. Gaun yang berwarna hitam panjang dengan belahan hingga ke paha dengan manik penuh di bagian pinggang nya.

" Yang ini, Mbak." Tunjuk Ariana pada gaun pilihan nya.

" Baik, Mbak."

Pelayan itu mengeluarkan gaun dari hanger nya dan memberikan nya pada Ariana.

" Kamar ganti nya dimana ya, Mbak?"

" Di sana,Mbak. Tadi pacar Mbak juga sudah pesan sama saya, kalau Mbak akan sekalian di make up." Tunjuk pelayan toko pada Ariana.

" Oh, gitu ya, Mbak. Nggak papa deh."

Ariana ganti baju dan langsung di make up oleh perias yang bekerja di butik. Butik ini memang menyediakan paket lengkap sehingga tidak bingung jika harus langsung menghadiri pesta.

" Mbak cantik sekali. Pasti pacar Mbak semakin sayang deh." Kata seorang Mua yang menghias wajah nya.

Ariana tersenyum kikuk mendengar Mua itu menyebut Marvin adalah pacar nya.

" Mbak bisa saja. Semua orang juga pasti cantik kalau di make up."

Mua itu pun terkekeh mendengar celotehan Ariana. Memang benar Ariana terlihat cantik. Apa lagi dengan gaun yang di pakai nya sangat cocok sekali dengan warna kulit nya yang putih bersih.

*

*

*

Sejak mendapatkan foto dari Jhoni, Rocky menjadi tidak tenang. Dia terus gelisah menunggu kelanjutan dari kabar Jhoni.

" Kenapa lama sekali sih? Ngapain aja coba si butik? Sok mau belikan Ariana baju. Aku bahkan bisa belikan toko nya untuk Ariana." Gumam Rocky sinis.

Saking tidak sabar nya, Rocky kembali mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Ariana. Namun sayang nya tidak di jawab. Ponsel Ariana berada di dalam tas, sedang kan Arian tidak membawa tas nya masuk ke dalam butik. Alhasil, suara ponsel Ariana berdering di dalam mobil tanpa ada yang bisa mendengar nya.

" Kenapa nggak di angkat sih? Oh.. Ariana, kamu lupa ya kalau masih punya kesepakatan dengan ku. Malah enak - enakan pergi dengan Marvin. Kamu lihat saja ya, Ari." Gumam Rocky ketika panggilan nya tidak di angkat untuk kesekian kali nya.

Rocky semakin gelisah karena Ariana tidak bisa di hubungi. Andai saja Ariana mengangkat telpon nya, mungkin dia tidak akan gelisah seperti sekarang.

Setelah satu jam merias, akhirnya selesai juga. Ariana semakin penasaran, kemana Marvin akan membawa nya dengan gaun mewah itu.

Sambil di temani pelayan toko, Ariana keluar dan menghampiri Marvin yang tengah memandang luar lewat dinding kaca itu.

" Ekhem... ekhem..."

Marvin langsung berbalik melihat ke belakang. Marvin melongo sesaat melihat Ariana yang semakin cantik dengan balutan gaun indah itu.

" Kedip, pak. Nanti mata nya jatuh baru tahu rasa." Ledek Ariana.

Pelayan toko malah terkekeh sambil menutup mulut nya.

Marvin langsung bersikap biasa saja meminimalisir kegugupan nya.

" Sudah siap?" Tanya Marvin.

" Sudah, pak." Jawab Ariana.

" Ayo." Marvin lebih dulu berjalan di depan Ariana.

" Pak, pelan - pelan dong jalan nya. Saya kan pakai gaun, mana bisa jalan cepat."

Marvin berbalik dan mendekati Ariana kemudian tanpa bertanya Marvin langsung menggendong Ariana ala bridal style.

Refleks Ariana langsung mengalungkan tangan nya ke leher Marvin.

" Pak, saya malu di liatin orang. Saya jalan saja deh, pak."

Marvin tak menggubris, dia terus menggendong Ariana sampai ke parkiran dan membantu Ariana masuk ke dalam mobil.

" Pak, kita mau kemana sih sebenar nya?" Tanya Ariana saat mobil Marvin sudah mulai berjalan.

" Kamu diam saja." Jawab Marvin singkat.

Ariana membuang nafas nya kesal. Dia tahu kalau Marvin sudah berada di mode sekarang ini, tak ada gunanya untuk bertanya lagi.

Dia mengambil tas nya dan mengeluarkan ponsel nya. Dan dia terkejut kla melihat banyak nya panggilan dan chat dari Rocky.

( Kamu dimana, Ari?)

( Masih di kantor ku?)

( Ari, mau aku jemput?)

( Kenapa tidak di balas? Kamu lupa kalau kita masih ada kesepakatan yang belum selesai?)

( Ariana, angkat telpon ku.)

Dan banyak lagi pesan chat dari Rocky di ponsel nya. Hingga dia tidak tahu harus balas apa. Rasa nya percuma di balas, toh Rocky juga akan tetap marah sama dia.

" Bagaimana ini? Di balas nggak ya? Di balas mau bilang apa coba? Kalau aku bilang aku lagi sama Marvin, sama aja bunuh diri nih. Rocky pasti marah. Udah lah. Diemin aja. Nanti kalau sudah pulang, aku hubungi saja." Gumam Ariana dalam hati.

" Kenapa? Baca pesan dari siapa?" Tanya Marvin menoleh pada Ariana.

" Oh.. itu pak, pesan dari Amel. Dia nanyak saya pulang jam berapa. Soalnya dia masih di rumah sakit." Jawab Ariana berbohong.

" Oh..."

" Saya sampai lupa, belum sempat bilang selamat sama kamu."

" Selamat buat apa, pak?" Ariana heran, karena dia sedang tidak ulang tahun sekarang. Jadi buat apa bos nya itu mengucapkan selamat pada nya.

" Karena kamu telah mendapatkan kepercayaan untuk mengurus acara HUT perusahaan ." Jawab Marvin.

" Uhmm... itu. Sudah jadi tugas saya kan, pak. Harus mengusahakan yang terbaik untuk perusahaan."

*

*

*

Ternyata Marvin mengajak Ariana untuk menemani nya ke acara pernikahan sahabat nya.

Di salah satu hotel mewah, Ariana menggandeng tangan Marvin masuk melewati balkon hotel.

" Gila, man. Kata nya nggak bisa datang alasan sibuk. Sekarang malah datang bawa cewek." Ledek salah satu teman Marvin.

" Kayak nya bakal ada yang nyusul nganter undangan nih." Ledek yang lain.

" Yah... Bakal nyiapin kado lagi nih gue."

" Vin, dansa saja. Ajak cewek loe. Biar ramai. Yuk."

" Mau dansa?" Tanya Marvin pada Ariana.

" Boleh." Jawab Ariana tanpa ragu.

Marvin menuntun Ariana dan menyentuh pinggang ramping itu ketika mereka mulai berdansa.

Sedang Ariana tengah menikmati dansa nya dengan Marvin, Jhoni dengan cepat mengabadikan moment indah itu.

Dan dengan hati yang memanas, Rocky membuka pesan dari Jhoni dan membuka satu persatu gambar itu. Mulai dari Ariana menggandeng tangan Marvin sampai ketika mereka sedang berdansa. Rocky tak mampu lagi  menahan emosi yang siap meledak dari dalam diri nya. Dia segera menyambar kunci mobil dan bergegas keluar dari kamar.

" Beb..." Panggil Nelly.

Rocky terus saja berjalan tanpa menghiraukan panggilan Nelly.

" Beb, where are you beb." Panggil Nelly lagi.

" Ada apa, Nel?" Tanya Rizal.

" Itu Om, Rocky pergi. Padahal kita sudah mau makan malam." Jawab Nelly.

" Kamu disini saja, biar Om yang susul Rocky."

Dengan langkah tegap nya, Rocky terus saja berjalan menuju mobil mewah nya tang terparkir di halaman depan rumah mereka.

" Rocky..." Panggil Rizal.

" Rocky, tunggu. Rocky." Panggil Rizal lagi.

Rocky berhenti dan berbalik melihat papa nya.

" Rocky lagi buru - buru, pa." Kata Rocky dan akan masuk ke dalam mobil.

" Rocky, tunggu. Kamu mau kemana?" Tanya Rizal penasaran dengan kelakuan Rocky malam ini.

Tak biasa nya Rocky pergi tanpa pamit pada orang rumah seperti sekarang ini.

" Rocky harus pergi, pa. Ada yang harus aku selesaikan. This's very important." Jawab Rocky buru - buru.

" Pergi kemana?"

" Maaf, pa. Aku nggak bisa cerita."

" Ariana?" Tebak Rizal.

" Pa, please. Aku harus pergi sekarang. Please help me, if mom and Nelly ask about me."

" Oke, fine. Pergi lah, kalau memang menurut kamu itu sangat penting."

" Thank you, pa." Rocky pun segera masuk ke dalam mobil nya.

" Be careful."

Mobil mewah itu melesat dengan cepat keluar dari halaman rumah dan menyapu jalan denagn kecepatan yang tinggi. Rocky tak lagi menghiraukan orang - orang yang mengklakson nya karen melewati mereka tanpa aturan.

Apa pun yang terjadi, dia harus segera sampai di alamat yang di kirim Jhoni tadi pada nya.

" Rocky kemana, pa?" Tanya Yusnita, dia dan Nelly ikut menyusul Rizal keluar.

" Ada masalah yang emergency di kantor, harus segera di tangani. Jadi Rocky pergi untuk menyelesaikan nya." Jawab Rizal menutupi alasan anak nya pergi secara mendadak.

" Memang masalah apa? Sampai dia pergi buru - buru begitu?" Curiga Yusnita.

" Namanya juga masalah, ma. Mau besar atau kecil kan tetap harus di tangani dengan cepat. Agar tidak menyebar ke yang lain - lain."

" Yah.. padahal aku udah masakin makanan kesukaan nya Rocky, dia malah pergi. Kenapa nggak makan malam dulu sih tadi." Dumel Nelly memanyunkan bibir nya.

" Nelly, Rocky itu kan nanti nya yang akan memegang perusahaan kita di Jakarta. Jadi kalau dia itu nggak gesit, mana ada karyawan yang percaya dengan dia. Biarkan dia belajar menyelesaikan masalah nya sendiri. Jangan di ganggu dulu. Kalau sudah selesai, juga bakal pulang nanti." Kata Rizal.

" Kalau begitu, biar Om saja yang makan masakan nya kamu. Kalau enak, nanti Om akan rekomendasikan sama Rocky." Usul Rizal menghibur calon menantunya itu.

" Ya pasti enak lah Om, kan tante yang ajarin." Ucap Nelly dengan percaya diri.

" Kalau begitu, ayo kita makan..." Ajak Yusnita.

*

*

*

Begitu sampai di hotel yang di maksud Jhoni, Rocky langsung keluar dari mobil dan melempar kunci nya pada petugas parkir. Dan setengah berlari masuk ke dalam ballroom. Dalam hati dia berharap penuh menemukan Ariana dengan mudah dan membawa nya keluar dari sana.

Bisa dong di bayang kan gimana marah nya Rocky saat itu. Telpon dan chat nya, satu pun tidak di respon oleh Ariana. Dan sekarang, Ariana malah enak - enak berdansa dengan Marvin. Hati siapa yang tidak akan kecewa dan terluka?

" Tunggu, bos." Jhoni mencekal tangan Rocky dan membawa Rocky keluar dari ballroom.

" Lepaskan, Jhon. Aku mau masuk. Aku akan bawa Ariana keluar dari sana." Kata Rocky dengan tegas.

" Jangan sekarang, Bos. Kalau bos masuk dan memaksa nona Ariana keluar, itu sama saja akan mempermalukan bos sendiri. Tamu di dalam banyak orang pejabat penting. Bukan hanya bos yang akan malu, nona Ariana juga akan malu. Juga akan marah sama bos." Cegah Jhoni.

" Lalu aku harus bagaimana? Kamu mau aku diam saja di sini? Membiarkan Ariana dan si Marvin itu berdansa, iya? Aku nggak sesabar itu Jhoni." Rocky kembali memaksa mau masuk.

" Bos, bos. Jangan. Kita tunggu di mobil saja. Saya akan pastikan nona Ariana akan pulang dengan bos setelah acara nya selesai." Ucap Jhoni dengan yakin.

" Pede banget kamu. Kamu pikir bisa memaksa Ariana seperti itu? Aku saja tidak pernah dia dengar kan, apa lagi kamu." Sanggah Rocky menyepelekan Jhoni.

Untuk pekerjaan bisnis dan yang lain nya, mungkin Jhoni bisa di andalkan. Dia orang yang pintar, mampu melakukan hal - hal yang sulit bagi Rocky dan yang lain nya. Tapi kalau urusan perempuan, mungkin Rocky merasa kalau Jhoni terlalu percaya diri. Apa lagi kalau urusan Ariana. Gadis yang keras kepala, susah untuk di taklukkan seorang Rocky, apa lagi Jhoni.

" Kalau kamu gagal, setelah ini kamu tidak ada urusan lagi dengan aku." Ancam Rocky menunjuk Jhoni.

" Baik, bos." Jawab Jhoni dengan tenang.

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!