"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.
Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.
"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...
Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Bab 7
"Alexa hati-hati. " Ujar Tion alias Andi Pratama pada kekasihnya yang tengah menghadapi musuh. Antonio Sean menembak dengan akurasi tinggi, dia adalah penembak terbaik di antara sidikat nark*ba. Tion, dan Alexa sampai kualahan menghadapi monster keji seperti Antonio Sean.
"Kalian tidak akan bisa menangkapku." Ujar Antonio Sean pada para polisi yang mengejarnya, dan dengan lompatannya yang tinggi Antonio Sean berhasil lolos dari kejaran polisi. Alexa benar-benar kesal di buat pria rambut hitam kecoklatan itu.
Antonio Sean sudah sering menghadapi polisi, dan akhir-akhir ini menyeludupkan nark*ba dalam jumlah yang tidak sedikit di luar negeri. Bagaimanapun juga Antonio Sean selalu lewat Indonesia setiap kali mengirimkan barang, hal itu mengangganggu para polisi anti kriminal seperti Alexa, dan detektif seperti Tion.
Tion berlari ke arah Alexa memberikan barang rampasan yang baru dia rampas dari Antonio Sean, setidaknya kali ini Antonio Sean sudah meninggalkan bukti yang mengarah pada dirinya. Selanjutnya bukti itu akan di bawa Tion ke kantor polisi untuk di periksa Alexa.
Arah yang di tuju Antonio Sean adalah hotel dekat taman hiburan. Besok dia akan pergi ke taman hiburan, meski dia penjahat, dia juga merasa perlu hiburan, naik roller coaster kesukaanya.
Esok harinya
Arina sudah siap dengan hoodie warna biru miliknya, juga dengan Rania yang mengenakan pakaian dengan warna yang sama tapi jenis yang berbeda. Hari itu Thomas Andrews datang tepat waktu, dengan Sarah yang menunggu di depan panti asuhan.
Arina Andrews tampak ceria, dia dengan hoodie warna biru miliknya berjalan sengan riang, rambutnya di kuncir kuda, sementara Rania Putri memilih untuk menutupi rambutnya dengan kerudung putih yang membuatnya tampak semakin cantik.
Kedua remaja itu teramat senang, sudah lama mereka tidak pergi ke taman hiburan. Arina ingin naik biang lala, sementara Rania Putri ingin naik roller coaster sama seperti seseorang yang tidak ingin kita ketahui. Sarah tidak ingin naik sesuatu yang tinggi, dia phobia ketinggian. Sementara Thomas Andrews tidak masalah dengan naik apapun itu, dia tidak ada phobia khusus.
Mereka berangkat ke taman hiburan dengan semangat. Thomas Andrews hanya menggeleangkan kepala, menenangkan Sarah yang khawatir, dan cemas, bukan soal anak-anak tapi soal roller coaster, dam biang lala. Dia tidak ingin mempermalukan dirinya untuk naik, dan ketakutan, dia hanya bisa mengatakan sejak awal jika tidak akan naik satupun yang tinggi, dan membuatnya takut.
Sementara itu...
Tion sedang memesan tiket ke taman hiburan, dia, dan Alexa baru mendapatkan kabar jika Antonio Sean akan pergi ke taman hiburan itu. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menangkap Antonio Sean. Setidaknya seorang penjahat seperti dia.
Sementara Arina sibuk dengan kesenangan apa yang akan dia lakukan nanti di taman hiburan, dia tidak sabar untuk segera bermain dengan Rania. Sementara itu Tion Andrews, dan Alexa Lin sibuk dengan segala rencana yang akan mereka lakukan nanti.
Akhirnya mereka masuk ke dalam taman hiburan, baik utnuk Arina Andrews maupun Tion Andrews. Di sana Alexa sedang sibuk mencari lokasi Antonio Sean. Di mana gerangan pria itu? Setelah melihat CCTV taman hiburan yang di hack Alexa, akhirnya mereka menemukannya, di bagian roller coaster, tempat Arina, dan Rania akan naik. Tempat yang tidak bisa di naiki Sarah. Tepat di sana juga Tion sudah berjaga. Tion hendak menghadang Antonio Sean, tetapi pria itu begitu gesit, pria itu lalu naik roller coaster, dan lolos dari penjagaan Tion.
"Bagaimana? " Ujar Alexa Lin yang baru sampai.
"Dia naik roller coaster, kita harus menunggu untuk menangkapnya." Ujar Tion Andrews pqda kekasihnya itu.
Alexa Lin mengangguk, mereka tidak akan naik dulu, karena jika naik akan sangat panjang antrian untuk menangkap Antonio Sean.
Arina melihat orang yang sedang di kejar kakaknya, dan mengerti jika itu adalah orang yang berbahaya, dia pun ingin membantu kakaknya. Bagaimanapun juga orang itu ada dekat dengan Arina. Roller coaster berjalan, adrenalin yang tadinya tenang berubah menjadi tegang, sama seperti ketegangan Alexa, dan Tion yang menunggu dengan harap cemas di bawah.
Tak lama kemudian roller coaster berhenti, tiba-tiba entah Antonio Sean sadar jika di ikuti polisi atau bagaimana, saat Arina, orang yang berada di depan Antonio Sean turun, dia di tawan. Tion segera merasa khawatir dengan keadaan Arina Andrews.
Namun secara mengejutkan Arina membanting Antonio Sean dengan kedua tangannya. Antonio Sean mengaduh ke sakitan, para pengunjung menonton pertunjukan yang bagus, pertarungan antara Arina, dan Antonio Sean. Antonio Sean tidak menyangka akan di ambrukkan oleh bocah berusia tujuh belas tahun.
"Sial, bagaimana bisa aku kalah dengan bocah seperti dirimu." Ujar Antonio Sean.
Antonio Sean hendak menyerang, tetapi tangan tangkas Arina kembali merubuhkan Antonio Sean. Tak lama kemudia Arina berhasil membekuk Antonio Sean.
Tion mendekat, dan memasang borgol pada kedua tangan Antonio Sean. Akhirnya penjahat yang jadi penentuan keluarnya Alexa dari defisi anti kriminal dapat di bekuk juga.
"Kamu hebat adik kecil. " Ujar Antonio Sean dengan kekesalan, dan Tion Andrews dengan rasa takjub. Kedua orang dengan peran berbeda itu memuji Arina Andrews. Antonio Sean mungkin tidak ada dendam dengan Arina Andrews, tapi bagi dia Tion adalah musuh terbesarnya.
Alexa mendekati Tion, dan mengatakan pada semua orang jika keadaan sudah aman, itu hanya main peran saja. Tentu saja itu bohong, karena tidak ada main peran yang menggunakan borgol Asli.
Orang-orang tidak memperhatikan sedetail itu, mereka hanya bertepuk tangan pada aksi Arina Andrews barusan. Pengelola kebingungan sebab tidak ada main peran semacam itu atau apapun itu sebelumnya, tidak ada di agenda. Alexa, dan Tion meminta maaf pada pengelola atas keributan yang mereka timbulkan, sementara Antonio Sean di bawa ke kantor polisi, itu berkat jasa Arina Andrews.
Tion tidak menyangka jika murid sekaligus adiknya itu bisa mengalahkan Antonio Sean begitu cepat. Padahal polisi kesulitan menangkap sidikat nark*ba itu.
Antonio Sean merasa mungkin dia jatuh hati pada Arina. Seorang remaja berusia tujuh belas tahun mungkin akan merubah Antonio Sean? Meski dia penjahat sekalipun, dia justru tidak marah trlah di buat babak belur oleh Arina. Dia justru merasa, jika Arina adalah sesuatu yang lain, seperti jiwa yang terlahir kembali, sama seperti dirinya. Di tahun itu Antonio Sean yang berusia dua puluh dua tahun mendapati dirinya mungkin saja menemukan apa arti dari rasa waspada, seorang yang tampak lemah tidak selamanya lemah.
Demikan pula di tempat Arina Andrews.
"Kau baik-baik saja sayang? " Tanya Thomas Andrews pada putrinya. Dia tahu benar seberapa berbahayanya Antonio Sean. Sosok yang sangat di takuti para polisi. Thomas Andrews amat terkejut putrinya di jadikan sandera atau tawanan, dan lebih terkejut putrinya mampu mengalahkan Antonio Sean.
"Aku baik-baik saja, ayo naik wahana yang lain." Ujar Arina tak peduli, dia lebih ingin bersenang-senang sekarang.
"Ayo..." Rania bersemangat, menyisakan Thomas Andrews, dan Sarah yang masih cemas dengan kejadian tadi.