NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Bu Ratna Masuk Sel Tahanan

Bu Ratna digiring keluar dari ruang pemeriksaan dengan tangan diborgol, wajahnya tegang, rahangnya mengeras..!

Beberapa petugas berjalan di kiri kanan, kamera wartawan sempat menyala sebelum segera dihalau..

Tidak ada teriakan, tidak ada perlawanan, hanya langkah kaki yang terdengar jelas di lorong kantor polisi..

Di ruang tunggu, Dini duduk dengan punggung tegak, tangan saling menggenggam...

Matanya kosong, ia baru saja dimintai keterangan, ia mengatakan tidak mengetahui apa pun tentang perintah kebakaran itu..!

Tentang Siti, tentang suami Siti, ucapannya rapi, terlalu rapi, polisi mencatat, menatap, lalu membiarkannya menunggu..

Pintu besi sel tahanan ditutup, bunyi kunci diputar, Bu Ratna duduk di bangku semen, untuk pertama kalinya, ruang itu terasa nyata baginya, dingin, sempit, tanpa kendali..

Di tempat lain, Genta mengetahui kabar itu dari Rena, telepon datang tiba-tiba, suara Rena terdengar tergesa..

("Genta, kamu sudah dengar?”) ucap Rena dari sebrang sambungan telepon suaranya terdengar panik

("Dengar apa?”) jawab nya

("Mak Ratna ditangkap, sekarang di kantor polisi.”) ucap Rena

Genta terdiam, jantungnya berdetak cepat.

(“Kenapa? Dan kenapa tidak ada yang kasih aku kabar? Dan Dini dimana?") Tanya Genta mulai panik

("Katanya soal kebakaran rumah Zahra, Aku juga kaget, Dini sekarang lagi di kantor polisi memberikan kesaksian") jawab Rena

("Zahra lagi, Zahra lagi... Tidak habis-habisnya dia... Awas kau Zahra kalau terjadi apa-apa dengan Mak Ratna") gumam Genta mengancam dalam hati

Telepon terputus, Genta langsung mengambil jaketnya dan keluar, ia menyetir tanpa berpikir panjang, kepalanya penuh, tangannya gemetar memegang setir..

Di kantor polisi, suasana tegang, Genta menyebutkan namanya, polisi mengenalinya..

Ia diminta menunggu sebentar, beberapa menit kemudian, seorang penyidik menemui Genta..

"Anda keluarga Bu Ratna?” tanya penyidik

"Iya. Saya anaknya.” ucap Genta

“Silakan ikut saya.” ucap penyidik

Mereka berjalan ke ruang yang menghadap ke sel tahanan, dari balik kaca, Genta melihat ibunya duduk...

Rambutnya berantakan, wajahnya pucat. Dini berdiri tidak jauh, berbicara dengan petugas lain..

“Apa yang terjadi?” tanya Genta dengan suara ditekan..

Penyidik menjawab singkat dan jelas, tentang pengakuan Siti dan suaminya, mereka mengaku kalau Bu Ratna lah yang menyuruh mereka untuk membakar rumah keluarga Bu Zahra..!

Genta menggeleng.

“Itu tidak mungkin, Mak saya tidak akan melakukan hal sejahat itu"

Penyidik menatapnya datar.

“Pengakuan lengkap, bukti komunikasi, aliran dana, itu semua ada.”

Genta terdiam, dadanya sesak, ia meminta bertemu ibunya, polisi mengizinkan dengan pengawasan.

Genta duduk di hadapan Bu Ratna, jarak besi di antara mereka..

“Mak… apa yang sebenarnya terjadi?” suara Genta bergetar.

Bu Ratna menatap anaknya lama, lalu ia menarik napas..

“Mereka menjebak Mak, Gen, tolong keluarkan Emak dari tempat pengap ini"

Genta mengangkat kepala..!

"Siapa yang melakukan ini semua kepada Mak?" Tanya Genta suaranya meninggi

"Zahra,” jawab Bu Ratna tanpa ragu.

“Dia yang memulai semua ini, dia yang melapor, dia pula yang menyeret Mak ke sini.” ucap Bu Ratna terlihat sedih dihadapan Genta

Genta mengepalkan tangannya sangat kuat..!!

"Polisi bilang ada pengakuan Bu dari orang yang bernama Siti, apa ibu kenal?" Ucap Genta

Bu Ratna menggeleng..

“Pengakuan bisa dibeli Genta! Mak tidak bodoh, tapi Zahra pintar bermain peran nya, dia ingin menghancurkan keluarga kita.”

Genta menelan ludah..

“Kenapa Zahra melakukan itu?”

"Karena dia tidak bisa menerima ditinggalkan oleh mu! Karena dia ingin kamu hancur, karena dia ingin balas dendam.” jawab Bu Ratna cepat

Genta terdiam, wajah Zahra terlintas di pikirannya, sidang. Penolakan, tatapan dingin, foto-foto bersama Fadhil..

“Dia sudah punya pria lain Mak" ucap Genta lirih

“Mak sudah bilang, semua ini rencananya.” ucap Bu Ratna

Genta menutup mata, napasnya berat.

“Mak tenang saja! Aku akan urus semuanya.” ucap Genta akhirnya

Bu Ratna menggenggam jeruji..

“Mak cuma punya kamu, Gen, anak lelaki Emak yang bisa Emak handal kan, jangan biarkan mereka menang.”

Dari sudut ruangan, Dini memperhatikan, wajahnya tegang, ia tidak mendekat, ia tahu ibunya memutar cerita...

Ia tahu kebenaran, tapi ia diam karena takut, ia takut diseret, takut disalahkan, takut kehilangan segalanya..

Genta keluar dari ruang tahanan dengan wajah keras, di luar, Rena sudah menunggu, ia melangkah mendekat.

"Mas Genta…” panggil Rena

Genta menoleh.

“Rena, aku butuh seseorang untuk menyelidiki ini semua, apa kamu mau membantu ku Rena" ucap Rena singkat..

Sejak hari itu, Genta kembali dekat dengan Rena, mereka sering bertemu, makan malam, percakapan panjang... Rena selalu mendengarkan, mengangguk, memberi dukungan, tidak pernah menyebut Zahra kecuali saat Genta yang memulai..

Rena memainkan perannya dengan rapi, ia tahu kapan harus diam, kapan harus menguatkan dan kapan harus menyulut emosi.

"Zahra kejam,” kata Genta suatu malam.

Rena menghela napas..

"Aku tidak mau menilai, tapi kalau aku di posisimu, aku juga marah sama seperti dirimu Mas" jawab Rena

Kalimat itu cukup, tidak memaksa, tidak membela tapi mengarahkan..

Di sisi lain, Rena diam-diam menemui Bu Ratna di sel tahanan, ia datang sebagai tamu. Petugas mengizinkan..

Bu Ratna menatap Rena dengan mata tajam..

“Bagus kamu datang.”

Rena duduk.

“Saya datang karena Mak minta.”

Bu Ratna mendekat ke jeruji.

“Dekat lah dengan Genta, jangan biarkan dia goyah, jangan biarkan dia kembali ke Zahra.” ucap Bu Ratna pelan tapi tegas

Rena mengangguk.

“Saya mengerti tanpa Emak suruh, aku akan lakukan itu"

“Buat dia membenci Zahra, itu satu-satunya cara" lanjut Bu Ratna

Rena tersenyum tipis.

“Tenang saja, Mak.”

Bu Ratna menatapnya lama.

“Mak percaya kamu.”

Rena pamit, ia melangkah keluar dengan wajah tenang, tidak ada yang tahu bahwa di balik semua itu, Rena menyimpan niat lain..

"Bodoh sekali kamu nenek tua, aku tidak akan semua menuruti keinginan mu!" Batin Rena sebelum pergi dari kantor polisi..

Rena memiliki kekasih. Seorang pria yang tidak pernah muncul di hadapan Genta.

Mereka bertemu diam-diam, pria itu mengetahui segalanya, tentang Genta, tentang Bu Ratna, tentang perusahaan dan tentang kebencian..

"Kamu yakin ini aman sayang?” tanya pria itu suatu malam..

“Aman, mereka tidak akan curiga karena mereka terlalu bodoh" jawab Rena

“Rencana kita tidak berubah kan?”tanya pria tersebut

"Ya! Kita jalan terus.” ucap Rena

Rencana itu bukan atas perintah Bu Ratna, bukan juga demi cinta pada Genta, melainkan rencana Rena sendiri dengan pacar gelap nya..!!

Rencana untuk keuntungan. Rencana untuk mengambil lebih dari sekadar perhatian..!

Di hadapan Genta, Rena tetap lembut, tetap setia, tetap ada..

Di balik layar, ia menyusun langkah bersama kekasihnya..

Bu Ratna di sel tahanan merasa tenang, ia yakin kendali belum sepenuhnya hilang, ia yakin Genta masih di tangannya, ia yakin Rena adalah alat yang tepat..

Dini tetap diam, setiap malam ia gelisah, ia tahu waktunya akan datang..

..Waktu ketika kebohongan tidak bisa lagi disembunyikan..

Dan Genta, tanpa sadar, berjalan lebih jauh dalam kebencian yang ditanamkan, tanpa tahu bahwa di sekelilingnya, orang-orang memainkan peran masing-masing...

Tanpa tahu segalanya, Genta menjadi sasaran Bu Ratna dan Rena..!

1
Anonymous
Genta BROT BROT LU BAKAL MENYESAL
Aether
calon calon anak haram itu awokwok
Anonymous
cuih
Anonymous
kayak bahasa AI
Queen_Fisya08: apanya kak ?

tolong di cerna lagi ya kak setiap tulisan saya di novel dan bedakan bahasa Ai atau karangan sendiri!
total 1 replies
Anonymous
dengan siapapun, kok oleh siapapun
Queen_Fisya08: kalau mau tulis pada siapapun! dengan siapapun dan oleh siapapun tergantung bahasa penulis nya ya kak.... maaf loh 🙏
total 1 replies
Anonymous
sebaiknya cepat dimasukkan ke rumah sakit hewan
Anonymous
akhirnya sidang yang berlarut larut berakhir juga
Anonymous
dan ternyata ego+cemburu mu menutup mata mu dan kembali ke ketek emak ya genta..
Anonymous
segera berakhir ya sidang nya
Queen_Fisya08: ya kak gak lama lagi dan Bu Ratna pun akan kena batunya 🙏
total 1 replies
Umi Asijah
lanjut
rian Away
SEMUA NYA AKAN BERHENTI KETIKA KAU MENGHILANG TUA BANGKA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!