NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25(gerbang hutan)

Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, kini kedua mobil itu mulai memasuki gerbang hutan yang di jaga oleh beberapa satpam dan juga orang-orang berbadan besar

Baskara sendiri merasa sangat aneh, karena yang ia tahu hanya ada satu satpam yang menjaga gerbang hutan, tetapi mengapa sekarang lebih dari satu?

"Maaf bang, mohon untuk turun dulu" Ucap satpam itu dengan nada ramah

Mendengar hal itu, semua orang turun dari mobil dan berjalan ke arah gerombolan para satpam dan laki-laki berbadan besar

"Tujuan abang-abang ini mau kemana ya?" Tanya satpam tadi

"Ya mau ke hutan lah pak, emang nya di depan sana selain ada hutan, ada apa lagi?" Jawab Jihan dengan sewot

Semua orang hampir tertawa dengan ucapan Jihan yang menurut mereka sangat lucu

"Maksud saya, ada kepentingan apa kalian mau kesana?"

"Mau nyari temen kita yang hilang pak" Ucap Cakra yang membuat para penjaga berbadan besar terlihat sedikit panik

Salah satu penjaga itu memandang rombongan Baskara dengan wajah tak bersahabat, hal itu membuat Kayla menjadi sedikit takut

"Kenapa dia liatin kita kayak gitu sih?" Bisik nya pada Johan

"Udah gak usah di liatin, mungkin dia lagi ada masalah sama hidup nya, jadi ngeliat orang jadi kagak gitu"

Johan mencoba menenangkan Kayla dengan cara mengelus pundk gadis itu dengan pelan

"Temen? Atas nama siapa ya bang? Soal nya hutan ini kan liar, jadi mana mungkin ada orang mau masuk ke dalam sana, yang ada nanti malah jadi santapan hewan-hewan buas" Jelas nya

"Nama nya Viona, tapi dia kirim lokasi nya di hutan pak, maka nya kita mau cari dia di sana"

Baskara memberikan ponsel nya dan memperlihatkan denah lokasi yang di kirim oleh Viona

"Itu pak pesan nya, dia ngirim nya ke Kayla, terus sama dia di kirim ke saya" Tunjuk Baskara pada gadis yang berada di samping Johan

"Mungkin nomor nya di hack orang bang, selama saya jaga gak pernah ada orang masuk sini"

Satpam itu melihat denah lokasi yang memang di tujukan pada hutan yang ada di belakang mereka, tetapi selama ini ia belum pernah melihat ada seorang gadis masuk ke dalam hutan

"Udah lah gak usah di ladenin, lagian kenapa sih mau masuk-masuk hutan segala, kalian itu masih kecil, masa depan kalian masih panjang, mending diem di rumah, rebahan atau main game kan enak" Timpal laki-laki yang memiliki tato di tangan nya

Baskara memandang curiga orang yang sedang berbicara itu, di sana hanya ada 2 orang yang memakai seragam satpam, sisa nya nampak seperti preman jalanan

"Pak, tapi kalau misal nya saya izin masuk gimana? Boleh kan?"

Baskara tak menghiraukan ucapan laki-laki tadi, ia lebih fokus berbicara kepada satpam yang memang bertugas di hutan itu

"Di bilangin gak usah masuk, gak usah masuk! Kalian punya telinga gak sih!" Hardik laki-laki tadi dengan nada tinggi

"Punya lah, emang situ buta gak liat telinga kita" Celetuk Kayla yang membuat preman tadi langsung berdiri tegak

"Sudah-sudah, kok malah jadi berantem sih"

Satpam tadi menahan badan preman supaya tidak melangkah maju

"Begini saja, kalau memang kalian memaksa kan ingin tetap masuk ke dalam hutan, tolong isi dulu data-data yang nanti saya berikan, supaya jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, saya langsung bisa menghubungi keluarga kalian" Jelas nya sembari memberikan kertas yang berisi data-data yang siap untuk di isi

"Buat kalian kalau ada yang keberatan sama formulir ini mending ngomong dari sekarang, kalau udah masuk ke dalem hutan gue gak akan terima keluh kesah kalian" Jelas Baskara menatap rombongan nya satu persatu

"Tuh mending ngomong dari sekarang, dari pada di dalem ngoceh gak jelas!" Sindir Kayla

Jihan mengambil formulir itu dan mengisi nya dengan cepat, kemudian ia serah kan kembali kertas itu kepada satpam dengan wajah menahan kesal

"Kita buktiin, gue atau elo yang bakalan ngoceh di dalam sana!" Tantang Jihan dengan alis terangkat sebelah

"Oke, siapa takut!" Jawab Kayla dengan wajah tak kalah menantang

"Udah-udah, ngapain sih hal kecil kayak gini di rebutin"

Cakra berdiri tegak di tengah-tengah mereka, ia memberikan kedua gadis itu masing-masing satu coklat yang ia bawa dari rumah

"Nih makan, siapa tau habis ini emosi kalian bisa reda"

Jihan dan Kayla menatap coklat di tangan mereka dengan wajah bingung

"Apa hubungan nya coklat sama emosi?" Celetuk Jihan seraya ingin mengmbalikan coklat itu

"Udah makan aja, gue marah nih kalau coklat nya di balikin" Ancam Cakra

Akhirnya mau tak mau kedua gadis itu membuka coklat itu dan memakan nya

Baskara yang melihat drama ketiga orang itu hanya bisa menghela nafas

"Baru aja nyampai di gerbang nya udah ribut mulu, gimana nanti kalau udah di dalem sana" Batin nya

Setelah semua orang mengisi formulir dengan lengkap, kini Baskara mulai mengatur perjalanan mereka yang sudah di bagi menjadi dua kelompok

"Kenapa harus di buat jadi dua kelompok? Kalau salah satu kelompok kita ada yang tersesat gimana coba?" Protes Aurel tak setuju dengan keputusan yang di buat oleh Baskara

"Hutan ini luas, kalau gak di bagi kayak gini yang ada seharian kita di dalam sana, lagian kalian kan punya hp sendiri-sendiri, jadi kalau ada apa-apa langsung telfon aja" Jelas nya

"oh iya, kalau misal nanti di tengah-tengah sinyal kita hilang, elo tinggal pencet alat ini aja"

Baskara memberikan benda kecil yang bisa melacak di mana keberadaan laki-laki itu

"lah ini buat apaan?"

Cakra membolak-balikan benda kecil itu dengan wajah sedikit bingung, benda itu hampir mirip seperti remot ac yang ada di rumah nya

"kalau elo pencet ini, benda ini bisa nunjukin di mana keberadaan gue, coba elo pencet" titah nya

Cakra memencet tombol merah yang berada di bagian atas benda itu, dan benar saja, layar kecil yang berada di bagian bawah menampilkan tanda panah yang mengarah langsung pada Baskara, hal itu membuat Cakra menjadi sangat heran

"lah? kok bisa gini?"

"udah kapan-kapan gue jelasin, mending sekarang ayok kita langsung berangkat!" titah Baskara

laki-laki itu menghadap ke arah gerombolan laki-laki tadi dan menatap mereka satu persatu

"Ya sudah pak, kalau begitu kami berangkat dulu" Pamit Baskara pada kedua satpam itu

"Hati-hati ya bang, usaha kan sebelum jam 5, kalian semua sudah keluar dari hutan ini" Pesan nya

"Baik pak!" Jawab mereka dengan serempak

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!