NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

Sinopsis.

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update setiap hari Senin.


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Pagi itu Michelle bangun lebih awal dari biasanya, sudah siap dengan pakaian kerja yang rapi dan rambutnya yang diatur rapi ke belakang.

Namun ketika melihat sepatu lama yang dikenakannya, sepatu hak rendah yang sudah mulai aus di bagian tumit, wajahnya langsung menunjukkan ekspresi kesal.

"Suee!! Benar-benar, sepatu baruku yang baru aku beli hancur dan hilang cuma dalam sehari aja," gumamnya pelan dengan wajah lemas.

Tanpa bisa melakukan apa-apa lagi, dia mengambil tas kerja dan berjalan keluar dari rumah kontrakan nya.

Di jalan menuju halte bis, Michelle mengambil sepotong roti dari dalam tasnya dan memakannya sambil berjalan cepat.

Dia tidak punya waktu untuk sarapan dengan tenang di rumah, karena takut akan terlambat dan bertemu dengan David lagi di kantor.

Setelah naik bis dan turun di halte terdekat, Michelle berjalan perlahan menuju gedung Switch Company.

Tiba-tiba matanya melihat David yang baru saja turun dari mobil sport merah nya yang mencolok.

Tanpa berpikir panjang, dia segera menutupi wajahnya dengan rambutnya yang cukup panjang dan menyembunyikan sebagian wajah dengan tas kerja nya yang besar.

Dengan hati yang berdebar kencang, Michelle berjalan dengan cepat melewati David sambil tetap menunduk dan tidak berani melihat ke arahnya.

Namun ketika dia hendak memasuki pintu gedung, saku tasnya terbuka secara tidak sengaja dan sebuah kartu perusahaan jatuh ke lantai dengan bunyi kecil.

David yang sedang berjalan masuk ke gedung melihat kartu itu yang jatuh di depannya. Dia membungkuk dan mengambilnya, melihat nama yang tercetak jelas di atasnya.

MICHELLE PUTRI.

"Permisi, Michelle!" panggil David dengan suara yang jelas, membuat Michelle berhenti sejenak dengan tubuh yang langsung menjadi kaku.

"Ah, bagaimana ini..." bisiknya pelan dengan wajah yang penuh ketakutan.

Setelah beberapa saat berpikir, dia terpaksa berbalik dengan wajah yang sebagian masih tertutup oleh rambutnya.

"Ya, Pak?" jawabnya dengan suara yang sedikit gemetar.

David mengulurkan tangannya, memberikan kartu perusahaan tersebut padanya.

"Kartu mu terjatuh," ucapnya dengan suara yang datar, tanpa menunjukkan ekspresi apapun.

"Ya... terima kasih banyak, Pak," kata Michelle dengan cepat sambil mengambil kartunya.

Tanpa berlama-lama lagi, dia berkata, "Kalau begitu saya permisi masuk dulu ya, Pak," lalu segera berjalan masuk ke gedung dengan langkah tergesa-gesa, menyisakan David yang menatap punggungnya dengan wajah yang sedikit bingung.

...----------------...

Setelah masuk ke ruangan CEO nya yang luas, David langsung pergi ke meja kerjanya dan duduk dengan lelah.

Tiba-tiba kepalanya mulai terasa sakit parah, seperti sedang ditusuk oleh ribuan jarum kecil.

Dia segera membuka laci bawah meja dan mengambil botol obat yang selalu dia sediakan di sana.

Tanpa berpikir panjang, dia menelan dua pil obat dengan cepat dan minum segelas air putih.

Setelah beberapa saat, rasa sakit di kepalanya mulai mereda, namun dia merasa sangat kantuk dan akhirnya tertidur dengan nyenyak di kursi kerjanya.

Ketika dia bangun beberapa menit kemudian, ekspresi wajahnya sudah berubah total.

Matanya yang tadinya tenang kini tampak sangat kasar, dan wajahnya yang biasanya serius kini dipenuhi dengan kemarahan yang tidak masuk akal.

Kepribadiannya telah berubah lagi, kali ini dia menjadi sosok yang kejam, pemarah, dan tidak bisa mengontrol emosinya.

Tepat pada saat itu, Yuda masuk ke ruangan dengan membawa berkas dokumen penting.

"Boss, ini dokumen rencana ekspansi yang sudah siap untuk di..."

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, David sudah menjerit dengan suara yang sangat keras.

"APA INI?! KAMU BERANI MASUK RUANGAN SAYA TANPA IZIN?! DOKUMEN ITU KAMU BAWA KEMARIN HARUSNYA SIAP! KAMU BENAR-BENAR TIDAK BISA DIANDALKAN!"

teriak David dengan marah, membuat Yuda terkejut dan segera mundur ke belakang dengan wajah yang penuh ketakutan.

Tanpa memperdulikan Yuda yang sedang takut di sana, David berdiri dengan cepat dan keluar dari ruangannya.

Dia mulai mengelilingi seluruh perusahaan, berhenti di setiap bagian dan memarahi karyawan yang dianggapnya tidak bekerja dengan baik, mulai dari karyawan bagian keuangan yang sedang menghitung angka, hingga karyawan bagian pemasaran yang sedang berdiskusi tentang kampanye baru.

Akhirnya, David masuk ke bagian administrasi di mana Michelle dan rekan-rekannya sedang bekerja dengan fokus. Tanpa basa-basi lagi, dia mulai memarahi seluruh karyawan di sana dengan suara yang sangat keras.

"APA INI?! RUANGAN INI BENER-BENAR KERJA NYA TIDAK TERATUR! SEMUA DOKUMEN KEMARIN SAYA PERINTAHKAN BELUM SELESAI?! KALIAN SEMUA TIDAK SERIUS BEKERJA!" teriaknya dengan marah, membuat seluruh karyawan segera berdiri dengan tergesa-gesa dan menunduk.

Matanya kemudian jatuh pada Michelle yang sedang berdiri di pojok ruangan. Dia langsung mendekatinya dengan langkah yang cepat dan menunjuk jempolnya ke arahnya.

"KAMU! MICHELLE! SAYA INGAT KAMU YANG MENJADI KEPALA STAF UNTUK DOKUMEN ADMINISTRASI! KAMU BERANI MENYERAHKAN DOKUMEN YANG TIDAK PERNAH DIPERIKSA ULANG?!"

David mengambil tumpukan dokumen dari mejanya dan menjatuhkannya ke lantai dengan keras.

"SEKARANG SAYA PERINTAHKAN KAMU UNTUK MEMERIKSA ULANG SEMUA PEKERJAANMU DARI AWAL! JIKA ADA SATU KESALAHAN SAJA, SAYA AKAN MEMECAT KAMU LANGSUNG!" teriaknya dengan marah sebelum berjalan keluar dari ruangan dengan langkah yang kasar.

Michelle tercengang melihat sikap David yang sangat berbeda dari biasanya. Dia melihat tumpukan dokumen yang tergeletak di lantai dengan wajah yang penuh kemarahan dan rasa tidak suka.

"Dasar CEO gila! Aku sangat ingin membunuhnya sekarang juga!" ucapnya dalam hati dengan bibir yang menggigil karena kemarahan.

Namun dia tahu bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti perintah sang CEO, dia tidak bisa kehilangan pekerjaannya, terutama karena dia masih perlu uang untuk dirinya dan neneknya yang tersayang.

Dengan hati yang sangat berat, Michelle membungkuk dan mulai mengumpulkan dokumen-dokumen tersebut dari lantai, siap menghadapi hari kerja yang panjang dan menyebalkan karena sikap pemarah sang CEO.

Bersambung....

1
ryu
lagi² cuma gue 🗿
ryu
cuma gue yg komen di bab ini 🗿 wkwkw🤣
ryu
udah di kasih, 🗿
ryu
🗿🗿🗿
ryu
gabut Thor 🤣
ryu
2 kali liat kakek tempramen 🗿
ryu
🤣 bisa aja tuh si Michelle 🗿
ryu
baik² saja,🗿 noh urus CEO gila🤣
ryu
🗿 kena muka lagi
ryu
🗿 lama kali up nya Thor 🗿
Dian Imut: masih lama Thor
total 2 replies
ryu
🗿🗿 lama2
ryu
mampir lagi, sambil nunggu update 🤣
ryu
🤣, berkali baca tetep lucu 🤣
Adelia Hira
Aneh, tuh CEO 😄
Adelia Hira
wkwk. kaya dracin 🤣
Adelia Hira
bener juga, tuh sepatu di bawa
Adelia Hira
sial banget tu CEO
Adelia Hira
Wkwkw, ternyata jadi bos' nya🤣
Adelia Hira
wkwk lagi tidur malah di tendang 🤣
Adelia Hira
wkwk, lagi tidur malah di tendang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!